JSSP (Jogja Street Sculpture Project 2017) – Acara 2 Tahun Sekali

DiaryMahasiswa – Hai sadayana, selamat pagi, siang, sore, malam. Gimana kabar kalian? Semoga sehat selalu dan ada dalam lindungan-Nya.

Lagi-lagi aku mau bercerita tentang Jogja nih, kota yang satu ini memang tak pernah kekurangan tempat yang bisa diceritakan. Apalagi setiap sudut kota Jogja selalu membuat kita kangen.

Jogja Street Sculpture Project di tahun 2017 ini sebenarnya pernah diselenggarakan pertama kali pada tahun 2015 lalu. Dan saat ini menjadi agenda tiap 2 tahun sekali.

Jogja Street Sculpture Project tahun 2015 juga aku sempat mengabadikan foto. In shaa Allah dilain kesempatan aku kasih tahu foto-fotonya ya.

Penasaran ya sama Jogja Street Sculpture Project? Jadi Asosiasi Pematung Indonesia (API) mengadakan pembukaan Jogja Street Sculpture Project (JSSP) 2017 yang kedua kalinya di kawasan Kota Baru Yogyakarta.

Acara JSSP 2017 ini telah melibatkan 50 pematung dan 50 karya. Ada 3 karya juga dari luar negeri. Keren kan. Acara JSSP dilaksanakan atau dibuka pada tanggal 10 Oktober 2017 lalu, dan akan berakhir pada tanggal 10 Januari 2018. Atau lebih tepatnya berlangsung selama 3 bulan.

Pembukaan Jogja Street Sculpture Project 2017 dilaksanakan di Museum Sandi Yogyakarta dan rangkaian acaranya berlangsung di halaman timur Stadion Kridosono.

Pada saat pembukaan ada juga semacam hiburan atau Panggung seni yang menampilkan beberapa pertunjukan seni mulai dari pukul 16.30 hingga malam. Sayangnya waktu pembukaan aku tak bisa hadir, karena beberapa minggu kebelakang sibuk banget. Alhamdulilah sekarang bisa nulis diary lagi.

Di acara pembukaan JSSP ini, yang hadir itu tidak hanya menikmati panggung seni saja, tapi bisa juga dengan menikmati beragam menu kuliner angkringan secara gratis. Ada nasi kucing, teh jahe, gorengan dan yang lainnya.

Baca juga : Malioboro Coffe Night | Ngopi Gratis di Sepanjang Jalan Malioboro

Aku berhasil ngumpulin beberapa foto, kurang lebih 30-an foto ini selama 2 hari. Pertama aku ajak Kholid dan Eko, tapi sayangnya cuma dapet beberapa saja, karena terjebak hujan, dan reda setelah Maghrib.

Keesokan harinya, aku kesana lagi, bersama Maman dan Sholeh. Berangkat setelah Dzuhur, pulang sebelum Maghrib. Beberapa patung yang di ada di daerah kota baru juga cukup banyak. Kalian bisa lihat dibawah ini.

Susunan sepeda berwarna hijau itu bernama Infinity, dengan keterangan di papan namanya seperti ini, Infinity karya Dunadi.

Oh, ya, karena aku kemarin lupa fotoin juga nama-nama papan yang ada di setiap karya, jadi gak semua aku cantumkan siapa pembuatan karya tersebut. Sore itu aku terjebak hujan, jadi terbatas untuk mengabil fotonya.

Patung orang diatas becak itu seperti orang sedang menonton pertandingan bola di stadion kridosono. Katanya sih, memang dulu para tukang becah suka gitu kalau nonton bola dari luar stadion.

Patung orang yang sedang melihat ke arah sumur ini cukup membuatku penasaran, terlihat unik. Sebelum datang langsung aku rasa terbuat dari gabus atau bahan yang mudah di bawah kemana-mana, ternyata tidak, ini benar terbuat seperti halnya sumur beneran.

Hanya saja tidak dalam, dan ketika kalian melihat ke arah sumur, terdapat cermin melingkar, sebagaimana air dalam sumur.

Kalau ketiga patung yang terlihat sedang bercengkrama ini terbuat dari besi, dalamnya terdapat seperti batu yang berwarna-warni. Padahal terbuat dari gabus, hanya saja di cat, dan ada bolanya juga yang membuat warna tubuh patung itu terlihat lebih berwarna.

Unik ya, Jogja memang kreatif. Oh, ya, itu bola yang digunakan bola kecil yang biasa digunakan untuk mandi bola.

Sedangkan ini namanya teng baja ya, terlintas di kepalaku seakan mau tempur..hehe.. Ini padahal terdiri dari tumpukan kantong yang sudah disusun. Entah apa isinya, yang jelas berat juga, apalagi setelah terkena hujan, terlihat banget basahnya.

Sedangkan batu yang membentuk hurut “T” ini awalnya aku kira cuma gabus atau terbuat dari bahan yang ringan, ternyata batu sungguhan yang di susun seperti huruf T.

Beberapa patung tersebut memang berada di sekitar stadion kridosono. Terlihat background yang bertuliskan tulisan dan gambar di dinding itu merupakan tembok dari stdionnya.

Ini yang aku suka, aku paling suka, karena ini sepeda fixie, sama seperti sepeedaku si fijo. Sepeda ini benar-benar masih fungsi semua, mulai dari bannya bisa muter, rem dan yang lainnya. Tapi gak tahu kalau di gunakan, sepertinya akan sudah, bahkan terjatuh. Ah, sudahlah!

Beberapa karya patung seni ini aku amati memang ada nama dan siapa yang membuatnya, tapi tak ada makna dari patung tersebut. Ini entah memang akunya yang kurang teliti atau memang tidak ada. Yang jelas semua hasil karya ini aku suka.

Terlihat unik dan menarik, terlebih bagi para masyarakat yang melintas, banyak yang melihat. Bahkan rela untuk berhenti untuk melihat dari dekat.

Patung yang digantung di pohon ini sebenarnya ada tiga, yang berdekatan dua, kecil dan agak kecil. Seperti halnya adek dan kakak. Sedangkan yang besar seperti orang tua itu paling depan dekat dengan jalan.

Semacam sayap yang di pasang dipohon ini terlihat bagus, menghiasi pepohonan di sepanjang jalan stadion kridosono. sayangnya cuma tiga buah saja, kalau banyak sepertinya makin bagus.

Kalau yang dibawah ini, entah apa maksudnya, aku belum paham? Coba kalian tebak, kira-kira apa?

Motor jaman dulu ini juga keren, kira-kira kalau kalian naek berdua, berebut maju, siapa yang mau menang duluan..hehe.. Keren ya, kreatif banget Jogja..

* * *

Untuk patung yang tengkorak ini bernama MR. JOKE ROMANTIC, karya dari Dwi Galuh Kusuma Atmaja. Aku pengen foto duduk sebelahan tapi susah, karena ini patung berada di pagar sekolah. Dan dissaat aku ambil foto ini, bertepatan sekali dengan para guru serta muridnya keluar.

Kan, lucu kalau aku naik ke pagar, mana waktu itu sendirian lagi, jadi gak ada yang fotoin. Sedangkan temanku ada di dekat motor, menunggu.

Patung yang ini bertemakan KUAT, hasil karya dari Yulhendri. Aku pengen foto bareng agak susah, karena patung ini terletak bersebelahan dengan tempat makan.

Sudah dua kali belum bisa ngabadiin fotoku disitu, karena selalu rame tempat makannya.

Setelah itu, kami pindah tempat ke dekat GALERYA. Semacam mall tempatnya, tapi terdapat dua hasil karya patung juga di depannya. Untuk, sore itu terlihat sepi, jadi PD aja ambil gambar disitu. Terdapat Hulk dan nenek-nenek.

Ketika aku foto sama Hulk, terdengar suara musik, awalnya aku pikir dari mall galerya. Tapi bukan, itu musik dari hulk sendiri, secara dia sedang memegang bas betot dan kecrekan. Memang unik si pembuatan patung hulk ini, dari sosok yang kuat, hulk jadi tukang ngamen.

Sedangkan patung nenek-nenek ini sedang membawa kendi, bunga, dan tak lupa dengan tongkatnya.

Setelah dari galerya, kami pindah ke daerah MC Donal, dekat kali code, karena aku tau disitu ada patung juga. Setelah parkir motor, ternyata ada sebuah roti yang aku rasa tidak semua orang tahu, karena tak terlihat, hanya yang peka saja.

Sempat aku pegang ternyata lengket, seperti halnya roti sungguhan, gak tahu terbuat dari apa. Tapi aku takut terinjak orang, ya, meskipun ada di atas teras sih.

Kemudian ada semacam bentuk ubi kalau menurutku, ubi yang terpotong-potong, patung ini di simpan, di belakang MC Donall.

Ada juga susunan kayu yang membentuk lingkaran, entah apa maksudnya, yang jelas terlihat seperti tempat bersembunyi gitu.

Sebelahnya ada patung semacam rubik gitu, jadi yang ada di sebelah kiri itu susunan nama yang sudah jadi, sedangkan di sebelah kanan itu yang belum, alias masih acak. Melihat itu aku jadi teringat mainan masa kecilku dulu.

Setelah itu kami putuskan istirahat dulu, karena sudah memasuki waktu shalat, kami melaksanakan shalat di masjid Syuhada, yang berada di Jl. I Dewa Nyoman Oka No.13, Kotabaru, Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Setelah shalat kami lanjut ke daerah koli code, di pertengah jalan terdapat dua patung sepeda kecil yang disusun dan patung alat buat nyemen tembok.

Sepeda kecil ini cukup unik, menarik untuk dilihat. Terlihat dari segi warnanya. Gimana, kalian suka juga?

Ban berbentuk kotak juga unik nih, beda dari yang lain. Kebayang gak sih kalau digunakan di mobil sungguhan.

Gergaji ini juga terbuat dari besi, besi yang lancip di bagian bawah di lipat. Aku rasa sengaja, karena takut melukai orang yang berjalan mewati gergaji raksasa itu.

Sepeda yang warna orange satu ini, berada diatas pagar di kali code. Bagi yang gak tahu sepertinya biasa aja, aku yakin itu besi yang di tengah ada maknanya, seperti tulisan jawa.

Laba-laba yang menggendong rumah terdapat di kawasan parkiran abu bakar ali. Kalau kalian lewat pasti kelihatan, tepat dekat rel kereta juga diatasnya.

Patung seorang perempuan tanpa kepala yang mengenakan kebaya ini berada di Jl. Faridan Muridan Noto. Kalau kalian lewat jangan lupa berhenti untuk abadikan foto dulu.

Setelah capek dan waktu udah sore juga, kami lewat Malioboro pulangnya, terdapat beberapa patung di Malioboro. Salah satunya patung singa besar ini.

Tapi untuk patung yang ayam jago ini sepertinya tidak masuk kategori Jojga Street Sculpture Project 2017. Karena patung tersebut ada sebelum JSSP di buka. Yang jelas aku hanya foto sembari lewat disaat pulang kemarin.

Gimana Jogja Street Sculpture Project 2017 menurut kalian ?

Oh, ya ada info menarik juga nih buah kamu yang mau ikutan LOMBA FOTO INSTAGRAM JOGATOPIA, waktunya dari tanggal 10 Oktober – 10 Desember 2017. Jangan lupa postingnya gunakan tagar #JSSP2017 #JOGJATOPIA

Nantinya 10 nominasi terbaik akan mendapatkan gift keren nan elok dari JSSP.

Begitu juga dengan LOMBA VIDEO VLOG JOGJATOPIA, waktunya sama dengan foto, dan segela ikuti dapatkan hadiah kerennya.

Aku baru bisa foto kurang lebih 30-an patung, sedangkan semuanya ada 50 patung, mudah-mudahan dilain kesempatan bisa mengunjungi semuanya. Lihat juga kuy, videonya.

Jangan ragu kalau pengen foto di dekat patung juga ya, asalkan tidak merusak. Masih panjang juga waktunya, sampai tanggal 10 Januari 2018.

Kalau diantara kalian mau ke Jogja, jangan lupa berkabar ya, entah itu lewat komen di tulisan ini atau kontak yang tertera di blogku ini. Siapa tahu bisa silaturahmi nantinya.

Sahabatmu,
@DiaryMahasiswa

177 Responses for JSSP (Jogja Street Sculpture Project 2017) – Acara 2 Tahun Sekali

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *