#DiaryLebaran #6, Bangkit Dari Kegelisahan

DiaryMahasiswa.com | Rasa susah atau gelisah atas hilangnya ketaatan kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dengan tidak disertai kembali kepada Allah, termasuk juga dengan tanda-tanda tipu daya. Mungkin anda juga pernah merasakan gelisah atau pun rasa susah.
Rasa susah merupakan tersempitnya hati karena kehilangan sesuatu yang kita cintai, atau rasa takut terhadap datangnya hal-hal yang kita benci yang dapat menimbulkan rasa susah atau pun gelisah. Seluruh kekuatan dan kekhawatiran bahkan kegelisahan itu jika menumbuhkan kebangkitan diri untuk menuju kepada Allah dalam artian memiliki efek positif dan baik.
Banyak orang yang mengalami krisis kejiwaan yang membuat dirinya tertimpa kemalasan, seperti kemalasan beribadah, kemalasan belajar dengan sejumlah alasan yang diungkapkan oleh nafsunya sendiri. Bahkan menikmati kegelisahan dan romantisme atas keputusan, justru berubah buruk, karena terperdaya oleh tipu daya nafsunya itu sendiri.
Kegelisahan itu bisa menimbulkan putus asa karena merasa apa yang muncul itu dari dirinya, manakala tidak dikembalikan kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Seperti Abu Sulaiman ad-Darany mengatakan;
“Tangis itu bukanlah air mata yang meleleh, tetapi tangis sesungguhnya adalah meninggalkan dan melupakan perkara yang ditangisi”.
Berarti seseorang harus tetap menjaga semangat dan stamina bangkit kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Hal ini mengandung juga pelajaran bagi orang yang kehilangan waktu-waktu taatnya, kehilangan perbuatan baiknyajangan sampai terjerumus dalam penyesalan yang ekstrim yang mengarah pada kegelisahan, lalu ia kehilangan harapan kepada Allah. Jika itu terjadi berarti kita telah masuk ke lembah tipu daya(ghurur).Sebagaimana di awal hikmah Ibnu Athaillah disebutkan,
“Tanda-tanda seseorang masih mengandalkan amalnya, adalah jika orangi tu berbuat salah atau dosa, maka harapannya kepada Allah berkurang.Munculnya harapan yang minim bisa disebabkan karena perasaan bersalah yang berlebihan, menyalahkan diri sendiri berlebihan, lalu merasa tidak pantas lagi menghadap Allah. Rasa tidak pantas menimbulkan semangat turun, lalu lambat laun malah jauh dari Allah.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *