#DiaryLebaran #3, Belajar Ikhlas dan Jauhi Riya

DiaryMahasiswa.com | Allah Subhanahu wa ta’ala selalu mengingatkan kita tentang apa saja yang akan kita lalui dalam kehidupan ini, seperti kematian, sakaratul maut, alam kubur, bahkan sampai alam akhirat. Lebih detail pertanyaan yang akan diajukan ke setiap manusia seperti tercantun dalam surat Al-Baqarah ayat 28, “Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu padahal kamu tadinya mati, lalu kemudian kepada-Nya lah kamu dikembalikan ? atau dalam ayat lainnya, “Takutlah kamu, pada suatu hari dimana kamu kembali kepada Allah. Tidak ada yang mampu menyelamatkan”.

Sebagai langkah persiapan saat kita masih hidup di dunia, dalam beramal hendaknya ikhlas melakukan perbuatan baik dan menjauhkan maksiat, tidak memiliki harapan atau motivasi selain menggapai keridhoan Allah Subhanahu wa ta’ala. Terkait dengan pentingnya ikhlas dalam kehidupan sehari-hari selalu menjadi hal yang pertama, hikmahnya supaya menjadi peringatan kepada orang-orang yang terkadang lupa.
Nabi saw bersabda,”Yang aku takutkan adalah syirik ashghor. Apa itu syirik ashghor? Syirik ashghor sama halnya dengan riya, melakukan amal sholeh tetapi ada motivasi lain supaya dilihat orang”. Alloh SWT akan berkata kepada orang-orang yang riya di akhirat kelak, “Pergilah kepada orang-orang yang dahulu kamu beribadah karena ingin dilihat olehnya”.
Perumpamaan orang yang taat tetapi riya, seperti pergi ke pasar membawa tas yang besar tetapi isinya pasir. Orang lain mengira isinya uang, dan mengatakan alangkah banyaknya uang itu. Padahal sesungguhnya pasir itu tidaklah bermanfaat, kecuali hanya asumsi / perumpamaan manusia belaka.
Berkata salah seorang ulama, “Barang siapa yang melakukan tujuh hal namun tidak disertai tujuh hal lainnya, maka amalnya tidak akan ada artinya”. Ketujuh hal tersebut adalah sebagai berikut:
a. Orang yang punya niat, namun tidak mengamalkan.
b. Orang yang kalau bicara baik dan menyenangkan, tetapi hatinya lain.
c. Orang yang beristigfar, tapi tidak disertai dengan rasa penyesalan untuk tidak mengulangi dosa.
d. Orang yang bekerja keras, tapi tanpa keikhlasan. Maka kerjanya sia-sia dan tidak ada manfaatnya.
e. rang yang berkata aku takut siksa Alloh, tapi dia tidak takut mengerjakan dosa/maksiat.
f. Orang yang berkata aku berharap pahala Alloh, tapi tidak melakukan kebaikan amal sholeh.
g. Orang yang berdoa, tapi tidak pernah berusaha.

2 Responses for #DiaryLebaran #3, Belajar Ikhlas dan Jauhi Riya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *