#BerburuTakjil, 3 kali Berturut-turut di Masjid Islamic Center UAD

DiaryMahasiswa | Mugia ibadah shaum sareng ibadah nu sanesna ditampi ku Allah Swt..Aamiin. Sebelumnya aku ucapkan selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan teman-teman.

Alhamduilah, tak terasa ya. 23 hari lagi lebaran. Dari awal Ramadhan aku keliling untuk berbuka puasa. Kadang naik motor, kadang juga gowes sore.

Oh, ya. Kalian bisa juga baca diary ramadhanku ditahun kemarin.

.
Diary Ramadhan Tahun 2016
  1. Diary Ramadhan #1, Shalat Tarawih di Masjid Al-Munir
  2. Diary Ramadhan #2, Terimakasih Atas Pinjaman Payungnya Bu…
  3. Diary Ramadhan #3, Makan Sahur Oseng Kangkung ala Anak Kost
  4. Diary Ramadhan #4, PPT (Para Pencari Takjil) | Buka Puasa di Masjid Kauman Yogyakarta, Namun Kurang Beruntung
  5. Diary Ramadhan #5, Ngopi di Lembayung
  6. Diary Ramadhan #6, Makan Sahur Terong Dicabein ala Anak Kost
  7. Diary Ramadhan #7, PPT (Para Pencari Takjil) | Buka Puasa di Kampung Ramadhan
  8. Diary Ramadhan #8, Tidak Kebagian Takjil
  9. Diary Ramadhan #9, Teringat Ketika Membangunkan Sahur
  10. Diary Ramadhan #10, Pertama Kalinya Keluar Mencari Makan Sahur
  11. Diary Ramadhan #11, Belajar Memahami SKS, Hindari dan Jauhi
  12. Diary Ramadhan #12, Buka Puasa di Kedai Cadudu
  13. Diary Ramadhan #13, Teringat Masa Kecil Yang Menyenangkan
  14. Diary Ramadhan #14, Buka Puasa Bareng Keluarga Teknik Informatika
  15. Diary Ramadhan #15, Dua Malam Tak Sempat Tidur
  16. Diary Ramadhan #16, Ngabuburit Bareng Vebi Keliling Malioboro
  17. Diary Ramadhan #17, Tokai Bangkit
  18. Diary Ramadhan #18, Bukber Makan Bakso Jumbo
  19. Diary Ramadhan #19, Ngabuburit Sembari Menikmati Senja di Candi Ijo
  20. Diary Ramadhan #20, Alasan Mengapa Jamaah Sholat Tarawih Semakin Sedikit
  21. Diary Ramadhan #21, PPT (Para Pencari Takjil) | Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta
  22. Diary Ramadhan #22, Kurangnya Persiapan Seminar KP
  23. Diary Ramadhan #23, PPT (Para Pencari Takjil) | Buka Puasa di Masjid Islamic Center Ahmad Dahlan
  24. Diary Ramadhan #24, Gagal Mudik di Akhir Bulan Juni
  25. Diary Ramadhan #25, Kado Terindah Sebelum Mudik (Bukber di Ayam Panggang Mbah Dinem-Bantul)
  26. Diary Ramadhan #26, Mudik ke Kampung Halaman
  27. Diary Ramadhan #27, Sahur Pertamaku di Puskesmas
  28. Diary Ramadhan #28, Masih Merasakan Sahur di Puskesmas
  29. Diary Ramadhan #29, Alhamdulilah Kakek Sudah Bisa Pulang ke Rumah
  30. Diary Ramadhan #30, Menikmati Malam Takbir di Rumah

activate javascript activate javascript activate javascript

Sudah beberapa tempat yang aku singgahi.
Hari ke-1 Ramadhan, buka puasa di Masjid Gedhe Kauman
Hari ke-2 Ramadhan, buka puasa di Masjid Kampus UGM
Hari ke-3 Ramadhan, buka puasa di Masjid Islamic Center UAD
Hari ke-4 Ramadhan, buka puasa di Masjid Islamic Center UAD
Hari ke-5 Ramadhan, buka puasa di Masjid Islamic Center UAD
Hari ke-6 Ramadhan, buka puasa di Masjid Syuhada
Hari-hari selanjutnya aku dan teman-teman masih berekspredisi keliling. Ada beberapa masjid memang yang sudah kami list. Misalnya masjid Jogokariyan, masjid Al-Munir, masjid Sokotunggal, dan masjid yang lainnya. Selain itu aku juga pengen ke pasar ramadhan jogokariyan dan pasar sore nitikan.
Sebelum lanjut baca, bagi kalian yang mau baca-baca diary lebaranku atau idul fitri tahun kemarin, bisa dibaca dibawah ini ya 🙂.

activate javascript activate javascript activate javascript

Diantara masjid diatas, ada salah satu masjid yang aku sering kunjungi. Ya, yakni masjid islamic center UAD. Bukan tanpa alasan, sebelum aku jelaskan. Baiknya, kalian tahu dulu tentang masjid UAD ini. Berikut fotonya masjidnya yang megah.
pict : sangpencerah.com
Jadi gini, Universitas Ahmad Dahlan (UAD) meluncurkan masjid kampus dan Islamic Center ramah lingkungan pada tanggal 19 Juni 2015 lalu. Masjid ini memiliki luas kurang lebih satu hektar, dengan tinggi 40 meter.
Cukup cepat pembuatannya, hanya dibutuhkan waktu 16 bulan untuk membangung masjid keren ini. Selain dilengkapi dengan CCTV, masjid ini juga berkapasitas 3000 jamaah. Bisa juga menampung 5000-an untuk acara pengajian.
Masjid ini juga sempat dijadikan syuting film surga yang tak dirindukan 2. Jika kalian masih penasaran, bisa di searching di google ya.
Di Ramadhan ini aku belum dapat jadwal menu berbuka dari masjid UAD. Entah memang tidak ada atau memang aku belum dapat. Kalian bisa lihat jadwal menu berbuka di ramadhan tahun kemarin dibawah ini.
Gimana menurut teman-teman? Tertarik apa tertarik. Di bulan ini aku belum dapet, dan selama berbuka di masjid UAD juga tak melihat jadwalnya. Mungkin saja memang tidak ada. Tapi tenang, kalian bisa lihat beberapa menu yang pernah aku coba selama tiga kali berturut-turut kemarin.

Baca juga : Hari pertama berburu takjil di Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta

Oh, ya. Aku kasih tahu alasannya kenapa sampe tiga kali gitu. Di puasa ketiga kemarin aku mengajak teman-temanku seperti Mukhlas, Maman, dan Bayu. Buka puasa dihari ke-3 kami mencoba di masjid Islamic Center UAD.
Senin, 29 Mei 2017
Kami berangkat dari kost kurang lebih setengah 5 sore. Sesampainya disana tentu kalian paham. Ya, rame sekali yang datang. Wajar aja sih, meskipun masjidnya cukup baru tapi masjid ini selalu memberikan yang istimewa disetiap berbuka puasa. Dan menurutku tidak ada yang tidak kebagian menu berbuka yang datang ke masjid UAD.
Sesampainya di masjid Islamic Center UAD kami langsung masuk. Padahal aku ingin mengabadikan foto diluar masjid terlebih dahulu. Tapi teman-teman sudah tak sabar ingin masuk. Aku pun mengikutinya masuk. Selain bisa duduk di bagian depan, bisa melihat ustadznya langsung yang sedang memberikan tausiah menjelang berbuka.
Oh, ya. Sebelum masuk tepatnya ketika di depan pintu masuk ke dalam masjid. Para jamaah di bagi takjil atau makan untuk berbuka, selain air putih dan nasi untuk berbuka. Dikasih juga teh anget untuk minumnya.
Di lantai utama atau bawah khusus laki-laki, sedangkan dilantai dua khusus perempuan. Dilantai tiga aku rasa gak digunakan. Karena tidak melihat juga disaat berbuka puasa.

Aku juga sempatkan foto langit-langitnya, tujuannya agar kalian tahu juga. Terlihat keren ya, waktu berbuka di masjid ini adem. Penasaran ya ?

Waktu itu kami dapet nasi kotak, seperti dibawah ini. Aku juga awalnya tak tahu sama apa lauknya. Aku sendiri tak berani buka sebelum adzan berkumandang. Karena sebelum berbuka fokus mendengarkan ustadz ceramah juga. Kebetulan waktu itu materi yang disampaikan seru.
Udah, jangan khawatir. Aku kasih tahu apa isi nasi kotaknya. Seperti dibawah inilah. Ada sambal, ayam goreng, nasi dan santan. Dan kurma itu ada 4. Seharusnya dua, tapi aku dikasih kurma jatah Maman. Dia sendiri kurang begitu suka sama kurma. Jangankan kurma, buah-buahan juga kurang suka. Sering dikasihkan aku disaat berbuka.
Ketika pulang aku tak sempat foto pemandangan masjidnya. Jangankan berfoto, waktu itu kebetulan hujan. Awalnya grimis, makanya kami berani pulang. Waktu dijalan hujan semakin besar, kami pun kehujanan.Baju yang aku kenakan, yang sengaja aku ambil dari lemari masih wangi. Pulangnya basah kuyup karena kehujanan.

* * *
Selasa, 30 Mei 2017
Puasa hari ke-4 aku memutuskan untuk mengajak Maman, Mukhlas dan Tri ke Masjid Islamic Center UAD lagi. Kebetulan gak sama Bayu lagi. Karena waktu itu Bayu gak sengaja lagi main di tempat Maman, jadi sekalian diajak.
Untuk selanjutnya aku ajak Tri, karena dia belum pernah ke UAD juga. Sesampainya disana sudah cukup ramai karena sore itu kami berangkat cukup sore. Kurang lebih pukul 17.00 baru berangkat dari kost. Sesampainya di masjid sudah penuh, antri lagi.
Tapi hal itu membuatku bisa mengabadikan foto. Yang ada diotaku mengabadikan foto untuk dicantumkan di blog ini. Selama baris antri aku berhasil mengumpulkan foto kurang lebih diatas 20. Cukup banyak juga, ada beberapa foto juga yang aku ambil lebih dari satu. Biar bisa dipilih mana yang bagus.

Tapi sayang  sekali, semua foto itu hilang entah kemana. Ceritanya gini. Setelah aku ambil foto, seperti biasa dibagi makan dan masuk ke dalam masjid untuk mendengarkan ceramah menjelang berbuka. Tak lupa aku mengecek foto yang tadi aku abadikan.

Entah kenapa, semua fotonya hitam. Aku mencoba restart smartphoneku. Mudah-mudahan bisa terlihat . Tapi setelah di restart bukan malah terlihat fotonya, tapi tetap hitam dan tak lama hilang semua fotonya. Gagal deh buat abadikan fotonya.

Padahal sore itu pemandangannya sedang cerah, dibandingkan hari sebelumnya hujan. Tapi mau gimana lagi, sedih sih. Tapi ya sudah lah. Jadi belum bisa kasih tahu sama teman-teman.

Tapi setelah foto itu hilang semua, aku sempat foto makanan berbuka di sore itu. Kebetulan menunya sate. Tepatnya sate dengan lontong. Sebelum membukanya aku sudah menebaknya, pasti sate. Terlihat dari tempatnya agak panjang gitu. Seperti ini menu berbuka dengan sate.
Isinya sate 8 tusuk, lontong yang sudah dipotong kecil-kecil. Layaknya kalau beli di tukang sate keliling. Seperti biasa ada dua buah kurma. Lagi-lagi dapet dari kurma dari Maman. Untuk minumnya masih sama teh anget dan air putih. Kemasan dari sate itu cukup menarik dan terlihat mahal bagiku.
* * *
Rabu, 31 Mei 2017
Dihari berikutnya, tepat di puasa ke-5, aku masih mengajak Maman berburu takjil ke masjid Islamic Center UAD. Tujuan utamanya masih ingin mengabadikan foto yang kemarin hilang, mudah-mudahan bisa.
Sore itu karena aku gak ada motor, jadi aku bawa sepeda. Tak lupa juga untuk ajak Mukhlas dan Tri. Tapi Tri gak ada di kost, sedangkan Mukhlas mau. Tapi dia bawa motor, jadi aku dan Maman berangkat duluan karena dengan sepeda.
Di perjalanan Maman sudah pesimis karena takut gak sampai dengan tepat, karena gak yakin dengan sepeda. Sempat berusaha mengajaku untuk pindah masjid yang dekat. Tapi aku berusaha membujuk dan memberikan energy semangat bersepeda.
Dia pun terus mengkayuh sampai masjid. Sampai di masjid pun pukul 17.00. Dan yang membuatku heran masih agak sepi dibandingkan hari sebelumnya. Sebelum ikut ngantri, kami simpan dulu sepedanya.
Kalian semua tahu kan mana sepedaku. Itu tuh yang beda sendiri. Fijo selalu berbeda dengan yang lainnya. Sedangkan sepeda Maman tepat yang disenderkan dengan fijo. Tadinya mau aku gembok. Tapi katanya gak usah ujar ibu yang menunggu sepeda kami.
Kami merasa lebih percaya dan aman. Karena setiap kendaraan yang masuk juga dikasih karcis dua. Yang satu untuk pegangan dan yang satu di tempel di kendaraannya. Dan itu tidak dipungut biaya alias gratis.
Parkiran yang ada sudah terisi oleh banyak motor, dari foto yang aku ambil diatas itu belum seberapa banyaknya yang datang. Karena semakin sore mendekati buka puasa akan lebih banyak lagi yang datang ke masjid ini.
Yang antri baris juga belum ada, tapi terlihat dari foto dibawah ini yang aku ambil, sudah ada beberapa orang baris. Itupun laki-laki, sedangkan perempuannya belum.

Gedung di belakang itu kalau tidak salah bangunan yang dibangun UAD juga, tapi aku kurang tahu mau jadi apa. Mungkin saja bisa kampus lagi.

Semakin sore sudah lumayan banyak yang antri, aku termasuk yang tidak belakang banget. Pernah dihari kedua ke UAD. Aku berdiri dekat parkiran motor. Saking sudah banyaknya yang datang, jadi antrinya panjang.
Aman dan tenang setelah ada di dalam. Sayang, sore itu aku tidak kebagian dibagian depan, tapi alhamdulilah masih di ruangan yang utama, bisa lihat ustadznya juga. Masih bisa mendengarkan tausiahnya meskipun tidak dari awal.
Kalian penasaran gak, apa menu berbuka puasaku sore itu. Ini dia, jreng..jreng… Bedanya ada semangkanya yang bisa digunakan untuk cuci mulut setelah makan. Alhamdulilah…
Setiap makan aku berusaha fokus, dalam artian jangan banyak bicara. Karena biar cepat habis juga. Satu hal yang aku gak suka kalau santai, wudhunya bakalan ngantri panjang juga. Pernah aku tertinggal satu raka’at baru bisa wudhu. Tapi waktu itu alhamdulilah bisa tepat, bahkan bisa melaksanakan shalat sunnah terlebih dahulu.
Setelah selesai shalat kami keluar untuk bergegas pulang, tapi menyempatkan untuk foto suasana malam disaat para jamaah pulang.
Setelah tiga hari itu rasanya sudah terbayar karena bisa mendapatkan foto siang, malam dan tentu di dalamnya. Meskipun tak sebanyak dan selengkap waktu foto-foto yang hilang itu. Tapi gak apa-apa lah. Yang penting kalian bisa lihat ini semua.Next time aku lanjut lagi cerita berburu takjil. Ada juga tarling (tarawih keliling) dan sahur keliling juga. Tapi kalau untuk sahur sendiri tidak di masjid tapi di warung makan. Keliling karena disetiap warung makan terkadang penuh, bahkan sangat penuh.

Jadi keliling cari yang tidak penuh. Meskipun kenyataannya penuh semua, setidaknya cari yang bisa lebih cepat, antriannya tidak banyak. Karena semakin lama antri juga makan waktu lumayan menuju imsak.

Itu dulu aja ya, cerita berburu takjil kemarin. Ceritakan singkat berburu takjil kalian juga di kolom komentar ya.

140 Responses for #BerburuTakjil, 3 kali Berturut-turut di Masjid Islamic Center UAD

      • Ngiring doa wae saya mah kang, hehe.. karena terbenturt sama pekerjaan yang 13 jam per hari jadi selama sebulan paling bisa satu hari libur kerja dan buka bersama di rumah.. pengen berburu takjil bareng-bareng sepertinya hanya sebiuah angan-angan kang…

        • Muhun atuh. Alhamdulilah itu juga ya, Kang. Harus disyukuri. Semoga dilain kesemapatan bisa ya. Ngabuburit bareng keluarga aja kang, kalau lagi libur. Seertinya itu lebih asik 🙂

  • Openingnya sama lagi 😀 "Tidak terasa lagi … hari udah lebaran."

    Keren masjidnya bisa sampe dijadikan tempat syuting film gitu. Trus nasi dan santai, santai yang dimaksud apa ya? Salah ketik atau gimana? Habis itu, kok bisa tau kalo isinya sate? Walaupun kotaknya panjang, ya bisa aja nasi kotak biasa. Di daerah saya juga gitu, kok.

    Ini ceritanya selama 3 hari, kan? Saran saya sih taruh hari dan tanggalnya juga. Jangan cuma dijelasin hari pertama, kedua, atau ketiga di bulan Ramadhan.

    Pertamax btw :v

    • Biar ada yang semangat lagi. Karena setiap postingan tak tentu orang itu bisa komentar lagi atau tidak 🙂

      Itu harusnya santan, udah aku ganti ko. Kemarin kepleset soalnya 😀

      Ya karena bentuk kotaknya panjang gitu, nebak aja sih. Tapi benar sate kan. Sebelumnya pernah lihat kotak gitu yang isinya sate juga 🙂

      Selama ini aku belum pernah nemuin nasi kotak, kotaknya panjang. Biasaya sih ktoaknya juga..hehe

      Sarannya di save ya. Hatur nuhun 🙂

    • Asik dan menyenangkan mas.
      Haha.. kalau layangan lebih seru, kadang suka rebutan gitu setelah layangannya ketangkapnya rame-rame 😀

      Ayo praktekan di Lombok mas. Nantinya kan aku jadi tahu seperti apa kalau di Lombok sendiri 🙂

  • Enaknya jadi mahasiswa gini nih.. Temenku jaman kuliah dulu juga pada safari ramadhan dari masjid ke masjid☺☺

    Soal foto item..aku juga sering. Video kadang nggak ngesave. Mungkin hapenya lelah.. *pake l**ov* aku..

    • Betul banget, mahasiswa berburu takjil..hehe

      Oh gitu, kadang suka kesel sih, karena foto atau video yang menurutku bagus dan pengen diabadikan dan dikasihkan tahu sama teman-teman juga. Tapi hilang entah kemana..

      Betul juga sih, bisa jadi smarpthonenya lelah karena kelamaan digunakan.

  • andiii, diari ramadhanmu keren banget siiiy. sempet ya taun kemarin full posting 30 hari. duh! aku mah apa atuh. haha

    dulu sempet kepikiran buka puasa ke mesjid2 gini. tapi gaada temennya 😛 jadilah alasan hehe

    btw, udah teteh follback juga yaa 😀

    • Hehe.. Hatur nuhun teh 🙂
      Saleresna tahun sekarang juga pengen, tapi waktu tidak memungkinkan. Banyak kesibukan putuh. Alah, sok sibuk 😛

      Alasan tah eta, harusnya cari dan ajak yang mau. Pasti seru deh. Cobain 🙂

      Oh yah, oke oke. Hatur nuhun teh 🙂

        • Gak juga teh..hehe

          Sebenarnya dibilang rajin BW mah biasa wae sih teh. Tapi aku ngusahain setiap yang datang dan meninggalkan jejak di blogku. Aku berusaha maen ke blog mereka. Baik itu pengunjung lama ataupun baru.

          Dan yang setiap aku ikutin, aku berusaha berkunjung setiap ada tuisan baru. Meskipun tidak semuanya. Karena kadang ada yang asik kalau dikunjungi, asiknya kunjungan balik gitu.

          Aku ngerasa kalau mereka kunjung balik itu ada energy semangat tersendiri untuk lebih rajin nuis lagi..hehe

  • ini masjidnya yg ada di ring road selatan itu ya mas andi?

    wah boleh juga ini menu bukanya, macem-macem. hari ini sate, hari berikutnya gulai :). tapi ya namanya masjid kampus, mesti tiap ada menu takjilan macam ini bakal membludak antriannya. kudu berangkat lebih awal, biar dapet antrian depan mas hehe

    • Betul, pernah kesini juga mas?

      Iya itu sudah pasti membludak, tapi yang aku suka disni, berangkat awal ataupun mepet selalu kebagian, alhamdulilah 🙂

      Harus gitu memang, kalau pengen antrian di depan harus berangkat lebih awal, pukul 16.00 cukup lah.

  • mantap, pemburu takjil sejati. Selain bisa berburu takjil, penampilan Islamic Center UAD yang photogenic juga asik buat diabadikan ya, mantap deh.

  • Selamat menjalankan Ibadah Puasa juga Mas. masjid UAD kelihatannya memang sangat megah, Pantas masjid UAD paling sering Mas kunjungi. Pengen juga sih keliling seperti yang Mas lakukan,kelihatannya sangat menyenangkan tapi sayang ada Anak dan Istri jadi susah keluar rumah.

    • Terima kasih. Semoga puasanya lancar ya, Mas 🙂

      Sebenarnya bukan megahnya, tapi karena temanku pengenya disitu, dan aku rasa rute dan jaknya tidak begitu jauh dan udah dijangkau. Naik motor ataupun sepeda, tetap bisa dan tidak telat..he

      Sesekali izin aja sama istri.. hehe
      Atau tidak ajak aja sekalian mas 🙂

  • masjidnya luas ya mas. dan ini sy rsa trmasuk baru. maksudnya belum lama berdiri tapi sepertinya udah banyak dan orang-orang tau..

    tiap harinya ada brapa porsi itu mas?

  • yakin seru bangett… jadi pengen ikutan. di masjid rumah aku mah yang ikutan kebanyakan bapak-bapak. terus klo mau ikutan nggk tau kenapa malu aja..

    tapi jaman mahasiswa dlu #berasa tua.. -_- sering juga tuh berburu takjil di masjid-masjid.. hahah lumayan program pengiritan.

    • Ayo ikutan mas, mau hari apa bisanya..hehe
      Disini juga gak anak muda aja kok, bapak-bapak juga banyak. Gak usah malu mas, kan mas Bayu calon bapak-bapak.. #Ehh.. 😀 😀

      Selain pengiritan, program penyuburan gizi juga lho mas 🙂

  • Keren gitu ya masjid Ahmad Dahlan. Selama 30 hari sudah bikin menu untuk buka puasa. Bulan ramadan ini malah kayaknya baru 3 kali buka di Masjid. Bagus masjidnya masih dikelilingi sawah ijo-ijo.

    • Iya terlihat lebih seruk ya, Mas. Dalamnya juga adem. Untuk Ramadhan ini aku belum dapet jadwal menu. Atau mungkin gak ada..

      Yang jelas setiap harinya selalu menu yang berbeda 🙂

  • Wah berburu takjil di masjid, belum pernah sama sekalipun kayak gini nih, ya disini jarang juga masjid yang mengadakan buka bersama. Dilihat dari makanannya boleh juga tuh, sate apalagi, daging nya menggiurkan.

    Ngomong-ngomong soal gowes, udah lama nih gak ngegowes, padahal ada dua sepeda yang nganggur dirumah 🙁

  • Berkah ramadhaan ya mas 😊 Alhamdulillah bsa dipertemukaan lg dengan ramadhan tahun ini. .. Semogaa setelah ramadhan pun masjid juga seramai saat ramadhaan yaaa. . Aamiin. .😁

    Kenapaa yak foto yg diambil kok tba" hitaam terus hilang gtu ya mas. Penasaran :" hehehe

    • Alhamdulilah, iya teh alhamdulilah 🙂

      aamiin..

      Aku juga kurang tahu teh, padahal itu foto bagus-bagus menurutku, tapi ya udahlah. Mungkin aja waktu itu smartphoneku lelah..hehe

  • jadi Para Pemburu Takjil yaa 😀
    Aku juga seperti itu..hahhaa
    di semarang ada beebrapa masjid yang menyediakan menu takjil yang khas dan unik, menu itu cuma dihidangkan ketika bulan puasa saja. hehhehee

    • Hehe.. ya begitu lah mas 🙂
      Ayo berburu bareng.
      Biasanya lebih memang, ramadhan itu banyak yang berbeda, termasuk menu untuk berbuka. Selain unit, terlihat baru juga bagiku 🙂

  • Owalahh.. Jd situ org sunda yah? Org ciamis tp ngekos d jogja krna kuliah, sumpah aku brutau 😀 yauda kita ngmng sunda aja haha *tp aku bsa dkit doang nmgng sunda sih* aku biasanya manggil apasi? Mas ya? klo gtu gnti mang aja kali ya. Heheh 😀

    Enak ya jd anak kos buka puasanya d masjid, skalian ibadah dan makan gratis hihi. Orgnya bnyak bgt ampe ngantri gtu udh kyak ngantri di wahana apa gtu ya:') aku jarang buka puasa d mesjid gtu, tp drdlu pgn jg sih, cuman iseng ga ada tmennya buat diajakin buka puasa ke mesjid bareng. Haha:'D kyaknya prnah deng aku buka puasa d mesjid. Apa belom? Gtau lupa. Wkwk

    Masjidnya indah dn cakep bgt yaaa.. Wajar org2 pd berbondong-bondong datang ke sana. menu buka puasa nya juga enak2 kelihatannya:D
    Solat taraweh nya di situ juga nggak? Psti masjidnya adem pake ac ya? Ga kliatan sih ac nya heheh.
    Eh btw, dpt takjilnya apa? Kok ga ada ya prsaan? Kolak apa biji salak?

    Enak dong parkirannya aman ada yg jagain, jd gausah was2 tkut hilang yah. 😀

    • Yapz, leres 🙂
      Haha.. terserah aja deh, yang penting nyaman manggilnya 🙂

      Betul, itu salah satunya. Hehe.. wahaya antri tiket ya. Memang rame, apalagi kalau ada acara tertentu, next time besok aku ceritain lagi seputar buka puasa. Masih di UAD, tapi ada yang beda, tunggu aja 🙂

      Cari aja coba teh, pasti ada yang mau, apalagi gratis. Bisa ibadah bareng lagi. Harusnya dicatet, lebih bagus lagi di ceritain, pasti gak lupa tuh 😀

      Memang, setiap hari berbeda-beda. Dan yang nyaman itu ketika di dalem, adem gitu, tapi semua masjid bikin adem ko 🙂

      Gak aku foto juga AC-nya teh. Untuk taraweh kadang disitu, kadang suka keliling juga untuk cari masjid-masjid yang berbeda teh..hehe

      Takjilnya ya kurma gitu teh, biasanya ada kolak juga. Tapi gak mesti tiap hari sih. Masa sih biji salak? Emang ada ya, Teh ? SUka banget gitu teh Lulu ?

      Iya pasti, aman ada yang jaga.

  • Kalau sampai ngantri sepanjang itu mah, saya nyerah dan kembali pulang saja.
    Jadi tukang photo, kadang tidak ada enaknya ya ? sudah capek-capek motret, eh hasilnya nol besar.

    • Aku mah pantang nyerah orangnya..haha
      Nah itu dia mas, tapi aku senang ngelakuinnya. Dan gak asiknya itu kalau fotoin orang bagus, sedangkan minta difotoin hasilnya gak sesuai 🙂

  • Berburu takjil sepertinya sudah menjadi tradisi untuk pelajar apalagi anak kos di bulan Ramadhan. Lumayan, bisa berhemat. hehe

    Pada saat saya di Yogyakarta, saya juga melakukan hal yang sama. Kebetulan temen ada yang punya jadwal takjil dari masjid di Yogya. haha.

    Sayangnya tidak bisa dilakukan setiap hari karena berbagai kegiatan. Padahal bisa jadi cara jitu utk penghematan.

    • Betul, selain bisa ngirit. Dapet banyak ilmu juga sebelum berbuka. Kan selalu ada pengajiannya terlebih dahulu 🙂

      Oh gitu, asik tu teh. Sekarang sudah tak di Jogja lagi kah?

      Betul, cara jitu untuk penghematan dan cara jitu untuk perbaikan gizi..hehe

  • Ahmad Dahlan pendiri Muhammdiyah, kan? Jujur, ngeliat Masjis UAD diawal postingan gue langsung ucapkan, "Subhanallah.". Masjidnya bagus banget karena dikelilingi sama sawah-sawah.

    Enak juga, ya, buka disitu, menunya lumayan semua, tuh. Gue yakin pasti sangat lah ramai yang mau buka puasa disitu.

    Gue mau nanya deh, kan lo tiga hari berturut-turut buka puasa disitu, apakah yang bagiin takjil inget sama lo? Ketika lo lagi minta makanannya gitu terus panitianya bilang, "Loh, kamu kan yang kemarin?" Gitu gak? 😀

    • Yapz, betul sekali mas Ilham 🙂
      Selain bagus, nyaman juga mas. Semoga kesampaian bisa shalat di masjid Islamic Center UAD ya, Mas.

      Betul, ramai banget mas, antriannya juga tak kalah panjang dari bioskop..hehe.

      Haha.. Gak ko mas, gak ditanya gitu. Aku rasa saking banyaknya yang datang, panitia pun tak ingat. Lagipula setiap harinya banyak banget yang datang.

      Terkadang tak hanya laki-laki yang bagiin nasinya, perempuan juga gitu. Panitianya ada laki-laki dan perempuan juga 🙂

  • cerita ramadhan 2016-nya seru2 banget mas, sampe dibikin 30 hari ituuuuu 🙂 jadi pingin bikin tapi telat kali yak

    itu enak banget ya dari masjid udah ada jadwal menu berbuka, klo di sini gak ada jadwal menu se-detail kayak gitu

    • Iya teh, rencana ditahun ini juga pengen gitu. Tapi aku merasa belum cukup waktunya, karena terbagi dengan kegiatan yang lainnya. Dan ditambah ada beberapa tugas yang harus diselesaikan 🙂

      Gak ada yang telat ko teh, dibikin aja gak apa-apa. Disini juga gak semua masjid ada ko, tapi terkadang masjid-masjid yang besar suka nyediain jadwal menu untuk berbuka 🙂

  • Alhamdulillah di bulan penuh berkah ini semua nya terasa indah, tidak hanya buka bersama dengan takjil dari para dermawan tapi juga memakmurkan masjid, subhanallah

  • Hmm, 3 hari yang penuh petualangan, ya. Hahaha. Kuat banget ngantre panjang gitu, Mas.

    Dan itu menu buka puasa pake sate 8 tusuk. Anjir. Mewah banget sumpah. Saya biasanya makan sate cuma pas sahur, itu aja 5 tusuk pakai nasi udah kenyang. 😐

    • Betul, petualangannya antri juga. Kuat karena kalau gak kuat harus pulang. Dan harus beli makan untuk berbuka..hehe

      Mewah banget memang mas, kalau 5 tusuk juga banyak, apalagi pake nasi. Pade dan jadi kenyang mas 🙂

  • Wh asik juga mas, buka dari masjid ke masjid gitu yak, hehehe.. gowes juga lagi, jadi makin asik dah.

    Btw, itu sampe ada daftar menunya juga ya hahahaha.. niat amat. Trus masjidnya juga gak kalah megah sama istiqlal di jakarta ya. Mantap

    • Makin asik dan makin menyenangkan tentunya..hehe

      Iya mas, niat memang, dan ini gak cuma disini. UGM juga menyediakan daftar menu untuk berbuka puasa disaat Ramadhan 🙂

      Betul, megan nan keren. Coba sholat disini mas, biar tahu gimana 🙂 Semoga kesampaian ya.

  • Kalau gitumah bisa ngirit biaya alias ongkos buka puasa,,, sehingga dengan begitu ongkosnya bisa dipakai buat modal kawin… hahaha
    Coba deh kalau bukan hanya ramdahan saja,,, tapi setiap bulan seperti itu,, insyallah kejahatan teh berkurang,, dan indonesia sejahtera,, karena banyak yang sedekah makanan… 😀

    • Haha.. gak kawin juga mas, bisa juga buat beli baju lebaran dan ongkos mudik nanti. Nanti kalau sudah saatnya barulah celengannya dibuka untuk modal nikah 🙂

      Sejahtera banget, kalau dibulan biasa sering ada kajian dan itu suka ada snacknya mas. Dan ada beberapa masjid yang menyediakan makan untuk berbuka puasa sunnah. Senin dan Kamis 🙂

  • Kampus 4 daerah mana sih mas? haahaha taunya UAD 3 sering dilewati dulu jaman kuliah. bikin ngiler ya takjilnya. Jogja memang tempatnya 1000 takjil di mana-mana, jadi pingin ke Jogja nihhh

    • Kalau kampus 4 itu ada di Jalan Ring road Selatan, Bantul, Tamanan, Banguntapan, Bantul.

      Betul, di Jogja ini rasanya tak kelaparan kalau saat Ramadhan gini. Hampir setiap masjid menyediakan menu makan untuk berbuka.

      Ayo ke Jogja lagi teh 🙂

  • Bulan Ramadhan gak jauh-jauh dari yang namanya Takjil. Gue juga beberapa hari ini, bebrbuka puasa di masjid ya sekaligus shalat Maghrib berjamaah.

    Itu lumayan banget loh dapet nasi kotak, biasanya sih hanya berupa kue gitu.

    • Alhamdulilah, ramadhan berkah ya, Mas 🙂

      Kalau disini gak mas, malahan ada beberapa masjid yang menu untuk berbukanya itu gak nasi kotak. Tapi di piring dan ambil nasinya prasmanan. Karena warga dan pengurus masjidnya sendiri masak. Bahkan sehabis shalat Duhur sudah persiapan masak untuk berbuka 🙂

  • MashaAllah keren bangetttt sampai bikin Diary ramadhan dan nggak pernah kosong lho. Mana postingannya itu detailed dan lengkap banget semakanan makanannya. Super sekali emang si Andi ini. Niat banget dan excited menyambut Ramadhan ya. Gue jadi termotivasi utnuk menulis serupa itu juga. Penataan blognya juga bagus begini. Hehehe…dari dulu gue selalu penasaran kenapa itu bisa nulis kayak di kertas begitu.

    • Hehe.. Terima kasih teh Meykke 🙂

      Ayo tulis juga teh, apalagi sekarang sudah ada yang nemenin dan jadi pasangan yang sudah halal lagi. Tentu Ramadhan yang berbeda.

      Sudah aku bales di pertanyaan teteh ko. Ada di tulisan sebelumnya teh.

      Oke, disini lagi ya. Itu tulisan yang kaya buku itu bawaan template aku rasa teh. Soalnya cuma aku blog trus klik tanda kutip diatas, di deretan yang ada rata kanan kiri gitu.

      Semat aku gitu lagi di template yang berbeda, tapi hasilnya tak sama teh.

  • Aah masjid Ahmad Dahlan.
    AKu pengen kemesjid ini deh jadinya.
    Spoalnya Dulu waktu SMP aku sekolahnya di Muhammadiyah, JAdi pengen tahu wujud masjid Ahmad dahlan dari deket.
    E tapi keren juga tuh masjid pembangunan cepet, pasti duitnya ngalir muehe,

    Menu kali ini beda ya di pake nasi kotak,
    ga kaya menu di masjid kemarin apa itu namanya aku lupa yang pake nasi bungkus terus bang Andi ga dapet tempat duduk wkwk.

    Okedeh tetep semangat bang berburu takjilnya moga berkaaah !!

    • Kalau ke Jogja mampir ke masjid Islamic Center UAD aja mas. Jangan lupa kabar-kabar 🙂

      Oh gitu, betul. Aku rasa Muhammadiyah tak pernah kehabisan dana deh..hehe

      Hehe..iya setiap masjid berbeda-beda memang mas. Dan di UAD sendiri seringnya pake catering gini 🙂

      Aamiin, terma kasih mas Khairul 🙂

  • Niat banget berburu takjil sampai segitunya. Tapi ya, memang ini serunya bulan puasa. Bahkan gua yang ga puasa pun ikut senang kalo pas jam buka puasa makan di restoran dan dikasih takjil gratis. Aduh, jadi rindu banget sama Indonesia nih.

    • Hehe.. segala sesuatu memang tergantung niatnya. Harus niat dong mas, kalau gak niat biasanya kalau sudah sampai suka gak dapet takjil mas 🙂

      Semoga nanti kalau sudah di Indonesia bisa berkeliling dan menikmati makanan khas Indonesia ya, Mas..

  • Seru ya mas disana sampai ada masjid yang bikin jadwal takjil gitu hahahahha. Kalau ditempat saya di Padang/Bukittinggi masjid yang nyediain takjil gak banyak, karena memang disini kebiasaannya beda gk kayak di jawa

    • Betul mas, selain itu ada masjid UGM juga yang nyediain jadwal untuk beruka. Sayangnya, UAD sendiri aku belum dapet, itu aja jadwal di tahun kemarin 🙂

      Oh gitu, iya sih mas. Setiap daerah memang berbeda-beda 🙂

  • mas Andiiiii… ena bener itu, sekalian ibadah sekalian dapet takjil, bukan takjil doang malah, sama makan sekaligus…

    ini bisa dijadikan contoh buat naak kost nih. biar bisa meminimalisir pengeluaran. jadi nya sekali dayung 2 3 pulau terlampaui. dapet pahala, ngirit, dan kenyang.

    • Nah itu, anak kost mana coba yang gak suka kalau seperti itu 🙂

      Hehe..dayung terus, biar ngirit 🙂
      Di masjid UAD sendiri selalu dapet, alias beruntung, tapi di masjid yang lainnya kadang gak dapet, karena kehabisan 🙂

  • Busyettt rame banget komentarnya, sampai jariku sakit scroll layar hp buat ingin komen.
    Kalau di Hamburg, ada juga masjid yang menyediakan buka gratis, tapi cuma atu. Biasanya kami berburu buka gratis ke Konjen Indonesia 😂,,, duh kangennya suasana haru biru menyantap hidangan buka puasa di tanah air…

    • Scroll di smartphone emang agak panjang teh..hehe

      Oh gitu, kalau Konjen Indonesia itu tempat seperti apa ya, Teh?
      tempat perkumpulan orang Indonesia yang kuliah di Hamburg atau gimana?

      Pulang ke tanah air masih lama gitu teh?

  • Weee…, asyik juga tuh, Mas, ada daftar menunya. Kalo di Muhtadin tiap sore juga berbuka puasa bersama, dan menunya dipersilakan kepada kelompok atau pribadi yang menyumbang. Alhamdulillaah…

    Selamat berpuasa ya, Mas. Semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah Swt.

    • Kalau tahun ini saya belum dapat jadwal menu di UAD, mungkin saja belum ada seperti tahun kemarin pak 🙂

      Oh gitu, seru juga ya pak di masjid Muhtadin, jadi kangen sholat disitu lagi 🙂

      Aamiin.. Selamat berpuasa juga ya, Pak Akhmad 🙂

  • ya ampun mas, daftar menunya mantap-mantap semua, pantas saja pada rela antri ya, masjidnya juga bagus banget. Jadi bangga lihatnya begitu baik memperlakukan jama’ah, hingga merasa puas, makanya balik-balik lagi ya, hehe

    • Hehe.. mantap pake banget ya, Teh
      Rela antri dan itu dapet..hehe

      Alhadulilah, ini berkah Ramadhan teh. Aku seneng banget kalau puasa di Jogja itu seperti ini 🙂

  • Waa… ada sate..!! Enak enak ya menu buka puasanya.. btw kurma itu baiknya dimakan ganjil. Ehehe kok malah penasaran sama foto yang hilang yak?! Ehehee

    Kalo di masjid deket rumah selalu ngadain buka bersama. Terus warganya gantian nyiapin buka puasa.

    • Iya ada satenya teh. Mantap kan 🙂
      Aku aja belum lihat hasilnya kok teh 🙁

      Oh gitu, asik juga kayak daerah rumahku teh. Tapi kalau di tempatku bukan dibagi saat berbuka, tapi setelah shalat taraweh, itupuh dari pertengahan sebulan puasa.

  • duh para pemburu takjil. sayang banget nih gratisan yang seperti ini tak lewatin terus. pengen sih, tapi kok ya sampe saat ini belum tak lakukan. soalnya, buka dengan teman-teman lebih menggoda dan menyenangkan.

    oh iya mas, fotonya jangan banyak-banyak dong, laptop saya lemot. #duhmaafprotes #laptopsayayanglemah

    • Harusnya diburu terus mas, jangan dilewatin..hehe
      Aku juga kalau berburu takjil sama teman-teman, jadi seru juga ..hehe

      Aku gak melebihkan kok, itu cuma sesuai apa yang aku dapet..hehe
      Tapi udah lewat tahap seleksi kok 😀

  • Menunggu waktu berbuka puasa dengan berkeliling naik sepeda memang asyik ya, mas. Apalagi sambil berburu takjil. Tentunya banyak pengalaman dan juga ada kenangan tersendiri saat berburu takjil dari tempat ke tempat yg berbeda.

    • Asik banget, apalagi banyak teman yang ikut, pasti lebih rame lagi 🙂

      Betul, setiap hari aku usahakan pindah ke masjid ini dan itu. Kalau terjangkau ya pake sepeda, kalau jauh baru pake motor..he

  • Memang ada ya list menu berbuka puasa selama sebulan itu? Asik bener. apalagi pas dapat nasi padang, ya kan?

    Mesjidnya dibuat 2 tingkat gitu ya, adem.. Ah, dimana2 mesjid memang tempat paling adem dah..

    • Ada teh, di UGM juga ada, sempat aku post di postingan yang judulnya buka puasa di Masjid Gedhe Kauman, coba cek ya 🙂

      Iya jadi datangnya bisa sesuai dengan menu..haha

      3 tingkat malah teh, lebih adem 🙂
      Betul teh, apalagi habis wudhu terus rebahan di teras masjidnya, wuih adem bet..hehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *