#BerburuTakjil di Bulan Ramadhan, Dapet Takjil di Jalan

DiaryMahasiswaΒ | Tidak lama lagi, Ramadhan sebagai tamu mulia kita, akan segera, dan akan tertutuplah semua kesempatan mahal yang selama ini terhampar sepanjang satu bulan. Semoga kita semua bisa bertemu dengan bulan yang suci ini..aamiin..

Guys, sedih gak sih Ramadhan mau ninggalin kita lagi?

Yuk, perbanyak amal ibadah kita sebelum dan setelah Ramadhan meninggalkan kita ya. Semoga doa dan cita-cita kalian semua, khususnya yang baca. Tercapai satu persatu ya guys..

Aku menulis ini tepat sebelum sahur, dihari Kamis tanggal 22 Juni 2017. Aku melakukannya buat kalian, semua sahabat bloggerku πŸ™‚

Lagi-lagi ini gak memaksa ya, ini cuma buat kalian yang pengeu baca-baca diary ramadhanku tahun kemarin, bisa dibaca dibawah ini ya πŸ™‚

#DiaryRamadhan Tahun 2016
  1. Diary Ramadhan #1, Shalat Tarawih di Masjid Al-Munir
  2. Diary Ramadhan #2, Terimakasih Atas Pinjaman Payungnya Bu…
  3. Diary Ramadhan #3, Makan Sahur Oseng Kangkung ala Anak Kost
  4. Diary Ramadhan #4, PPT (Para Pencari Takjil) | Buka Puasa di Masjid Kauman Yogyakarta, Namun Kurang Beruntung
  5. Diary Ramadhan #5, Ngopi di Lembayung
  6. Diary Ramadhan #6, Makan Sahur Terong Dicabein ala Anak Kost
  7. Diary Ramadhan #7, PPT (Para Pencari Takjil) | Buka Puasa di Kampung Ramadhan
  8. Diary Ramadhan #8, Tidak Kebagian Takjil
  9. Diary Ramadhan #9, Teringat Ketika Membangunkan Sahur
  10. Diary Ramadhan #10, Pertama Kalinya Keluar Mencari Makan Sahur
  11. Diary Ramadhan #11, Belajar Memahami SKS, Hindari dan Jauhi
  12. Diary Ramadhan #12, Buka Puasa di Kedai Cadudu
  13. Diary Ramadhan #13, Teringat Masa Kecil Yang Menyenangkan
  14. Diary Ramadhan #14, Buka Puasa Bareng Keluarga Teknik Informatika
  15. Diary Ramadhan #15, Dua Malam Tak Sempat Tidur
  16. Diary Ramadhan #16, Ngabuburit Bareng Vebi Keliling Malioboro
  17. Diary Ramadhan #17, Tokai Bangkit
  18. Diary Ramadhan #18, Bukber Makan Bakso Jumbo
  19. Diary Ramadhan #19, Ngabuburit Sembari Menikmati Senja di Candi Ijo
  20. Diary Ramadhan #20, Alasan Mengapa Jamaah Sholat Tarawih Semakin Sedikit
  21. Diary Ramadhan #21, PPT (Para Pencari Takjil) | Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta
  22. Diary Ramadhan #22, Kurangnya Persiapan Seminar KP
  23. Diary Ramadhan #23, PPT (Para Pencari Takjil) | Buka Puasa di Masjid Islamic Center Ahmad Dahlan
  24. Diary Ramadhan #24, Gagal Mudik di Akhir Bulan Juni
  25. Diary Ramadhan #25, Kado Terindah Sebelum Mudik (Bukber di Ayam Panggang Mbah Dinem-Bantul)
  26. Diary Ramadhan #26, Mudik ke Kampung Halaman
  27. Diary Ramadhan #27, Sahur Pertamaku di Puskesmas
  28. Diary Ramadhan #28, Masih Merasakan Sahur di Puskesmas
  29. Diary Ramadhan #29, Alhamdulilah Kakek Sudah Bisa Pulang ke Rumah
  30. Diary Ramadhan #30, Menikmati Malam Takbir di Rumah

activate javascript activate javascript activate javascript

Selain #DiaryRamadhan, aku sempat nulis juga #DiaryLebaran di tahun kemarin. Bisa kalian baca disini.

Oh, ya, beberapa hari ini aku#BerburuTakjildiluar masjid. Alias mencari sana sini dengan tujuan ingin mencari suasana baru. Sebagai anak rantau tentu kalian juga pernah merasakannya juga. Disini aku akan cerita dari hari-hari sebelumnya tepat dihari Sabtu sampai Kamis, kalian simak ya. Yo, marii..

Sabtu, 17 Juni 2017

Siang itu cuaca Yogyakarta sangat panas, membuatku malas kemana-mana. Tapi satu peluang yang harus dimanfaatkan oleh anak kost. Dengan cuci pakaian tentu akan cepat kering dalam sehari. Dibandingkan harus laundry, keluar tenaga dikit untuk penghematan, kan tak ada salahnya.

Kalian tahu kan Tri dan Maman. Kalau sering merhatikan cerita-ceritaku pasti tahu. Ya, mereka semua sahabatku. Beberapa hari yang lalu aku mengantarkan dia ke bandara untuk mudik. Kebetulan dia asli dari Lombok. Aku rasa teman-teman pembaca ada yang dari Lombok juga kan?

Suasana kost Maman inilah yang memuat kangen disaat mudik. Maman mudik dihari Sabtu, tepatnya tanggal 17 Juni 2017. Teman-teman yang lainnya juga ada yang sudah mudik dan ada juga yang belum seperti aku.

Maman sedang mencari ibu kostnya, niatnya mau pamit. Tapi siang itu tak terlihat, sepertinya sedang istirahat. Cuaca di siang itu memang cocoknya untuk tidur siang.

Setelah tak terlihat ibu kostnya, dia cukup nitip salam sama Tri yang tinggal satu kostnya. Dan inilah Maman, yang sudah siap untuk mudik ke kampung halamannya di Lombok.

Di mudik kali ini, aku yang nganterin dia ke bandara. Kalian tahu kan bandara mana? Ya, bandara internasional adisujipto Yogyakarta. Sebenarnya tidak kali ini saja, tahun-tabun sebelumnya juga aku yang nganterin. Meskipun aku gak ada motor, tapi alhamdulilah. Allah menghadirkan sahabat di perantauan yang baik dan suka menolong.

pict : banyumasnews.com
Sesampainya disana kami mecari tempat parkir. Awalnya sempat bingung, karena ditahun kemarin tempatnya lebih dekat, sedangkan tahun ini ternyata agak jauh. Kebetulan kebagian di tempat parkir yang aman menurutku. Karena dijaga oleh para petugas yang berbeda dari tempat parkir biasanya.
Di perjalanan dari tempat parkir menuju bandara. Aku sengaja dan ingin mengabadikan foto sembari istirahat karena lelah. Hehe..jangan heran, blogger itu gak pernah telat dan selalu mengabadikan foto dimana pun berada.
Dah, abaikan ya. Sesampainya di ruang tunggu, Maman tak langsung berangkat, karena harus menunggu anak dari teman bapaknya. Dia menganggapnya adek. Ida namanya. Tadinya mau berangkat bareng, tapi karena ada teman dari Lombok yang nganterin.
Jadi, aku nungguin sampai adeknya datang. Cukup lama sih, tapi kami gunakan untuk istirahat sembari ngobrol.

Kami cukup lama nunggu Ida datang, kurang lebih pukul 16.00 baru datang. Setelah itu aku bergegas pulang. Sedangkan Maman dan Ida bersiap cek tiket dan nunggu sampai pukul 18.00 baru berangkat ke Lombok.

Perjalanan ke Lombok sendiri kurang lebih satu jaman lebih. Buktinya setelah Isya, dia bisa whatsapp aku, dan memberitahukan kalau dia sudah sampai. Tapi, mudik disaat mendekati lebaran itu harga tiketnya cukup mahal. Untuk Maman sendiri dari Yogyakarta ke Lombok, diatas 1juta.

Keesokan harinya giliran aku mengantar Tri ke puskesmas Mantrirejon Yogyakarta. Sebelum lanjut ke cerita, aku kasih info terlebih dahulu ya tentang puskesmas ini. Pertama kalinya aku masuk ketika mengantar Tri. Puskesmasnya cukup besar dan sudah termasuk mewah, lengkap juga perlengkapan hingga para tenaga kerja yang bekerja.

Dan, kata Tri sendiri ini puskesmas yang terbaik di Yogyakarta. Tak tahu dia dapet info dari mana. Yang jelas, memang itu yang aku rasakan juga.

* * *

Senin, 19 Juni 2017

Tepat pukul 10.00 aku mengantar Tri ke puskesmas. Oh, ya, aku belum kasih tahu dia sakit apa. Tri sakit gigi. Kalian pernah merasakan kan sakit gigi itu gimana? Ya, kata lagu mah lebih baik sakit hati daripada sakit gigi. #Ehh, kebalik gak sih ^_^

Jadi sebelum periksa, dia daftar terlebih dahulu. Baik yang sudah pernah ke puskesmas mantrirejon ataupun belum tetap harus daftar. Dengan biaya sebesar Rp.22.000,-

Kebetulan waktu itu aku udah dua kali nganter dia, pertama dikasih obat, dan untuk kali ini juga dikasih obat. Setelah selesai, dia langsung di eksekusi. Alias dicabut giginya, supaya tak sakit lagi.

Aku juga ikut periksa, sekalian lagi di puskesmas. Jadi gak usah bolak-balik nantinya. Maaf, sebelumnya fotoku hanya gitu, karena itu aja Tri yang foto. Meskipun posisiku sedang ambil uang untuk bayar. Tapi setidaknya ada dokumentasi bahwa aku pernah ke puskesmas itu.

Aku sendiri menerima saran dari dokter, untuk bisa lebih sering meriksa gigi. Kurang lebih 6 bulan sekali periksa ke dokter. Semoga gigi teman-teman semua tetap sehat ya. Remember!Lebih baik menjaga daripada mengobati.
* * *

Selasa, 20 Juni 2017

Di hari selasa ini, aku mengantarkan sahabatku juga. Mukhlas namanya. Dia juga sakit, kecapean. Sebenarnya belum sakit 100%, tapi dia sudah merasakan akan sakit, maka dari itu memintaku untuk menemai dia berobat ke dokter.

Aku menyarankan ke kimi farma saja. Apotek yang jaraknya tak begitu jauh dari kost. Meskipun apetek tapi lengkap dengan dokter yang siap meriksa para pasien. Setelah diperiksa seperti Tri, dia juga mendapatkan beberapa obat untuk diminum.

Setelah dari kimia farma, kami tak langsung pulang. Kami langsung pergi ke Malioboro, tepatnya ke Ramai Mall dan Ramayana. Kalian pasti tahu, kami mau apa?

Kami mau cari pakaian untuk lebaran. Gak perlu yang wah, kami hanya mencari baju koko. Tepatnya pakaian muslim yang siap digunakan disaat shalat id nanti. Btw, kalian sudah beli baju lebaran.

Pertama ka ramai mall, kami tak mendapatkan pakaian yang dicari, begitupun di ramayana belum ada yang cocok. Meskipun di ramayana diskonnya sampai 70%.

Dengan muka kusut kami keluar dari ramayana menelususi jalan malioboro. Waktu itu kami menemukan toko pakaian, khusus untuk muslim dan muslimah. Kalau tidak salah namanya Al-Fath. Di daerah malioboro sendiri terdapat dua toko.

Setelah sekian menit mencari, akhirnya kami dapet apa yang dicari. Aku juga sempat mengabadikan foto ketika mencoba pakaian. Kalian mau lihat?

Bukan maksud pamer ya guys. Aku hanya ingin kasih tahu aja sama kalian ini pakaian yang aku coba dan jelas dibeli. Gimana menurut kalian, bagus gak sih?

Biasanya aku hanya coba-coba saja, dan sempat juga abadikan seperti diatas. Dan seringnya gak jadi beli..hehe.. Ssttt… jangan ditiru ya guys ^_^

Setelah dapet bajunya, kami pulang langsung. Di tengah perjalanan tak sengaja melihat orang yang jualan kerak telor. Dengan refleks kami ingin beli. Aku pribadi jujur aja sih penasaran, pengen tahu rasanya. Akhirnya kami beli satu dengan iuran.

Tapi maaf ya, gak sempat mengabadikan foto kerak telornya. Aku rasa kalian semua sudah tahu. Apalagi yang tinggal di Jekartah. Oh, ya, kerak telor yang kami beli harganya Rp.20.000,-

Kalau di Jakarta sendiri biasanya berapaan? Yang tahu, bisa kasih tahu aku di kolom komentar ya.

* * *

Rabu, 21 Juni 2017

Dihari Rabu ini kira-kira aku ngapain ya? Tetap membantu sahabatku yang sedang butuh pertolongan. Tri lagi, lagi-lagi Tri. Rabu siang dia ke kost untuk ikut seraching di si mbah google. Tujuannya untuk mencari laptop yang akan dibeli.

Bukan untuk dia, tapi untu adeknya yang sedang sekoalah ditingkat SMA. Adeknya membutuhkan karena untuk pengerjaan tugas yang berkaitan dengan multimedia. Tidak mencari yang baru, tapi yang second alias bekas.

Mencari laptop bekas memang tak semudah mencari yang baru. Tri sendiri mematok harga yakni Rp.2.000.000,- Syukur-syukur bisa kurang.

Aku menemaninya, membantu mengecek apakah masih bagus atau tidak. Dan mencari informasi juga yang jual secara online. Setelah dapet, baru didatengin tempatnya. Selama mencari sudah lebih dari 2 tempat kami datangi.

Tapi, lagi-lagi kurang cocok. Ada yang kurang bagus lah atau kurang masuk kriteria yang dicari. Memang kita cari yang second, tapi bukan berarti barangnya gak berkualitas juga.

Singkat cerita, kami baru dapat dihari Rabu tepatnya di daerah gamping. Dekat pasar gamping, belok kanan. Agak susah juga jelasin alamatnya. Yang jelas di Qualcom Komputer Yogyakarta.

Fix, dapet laptop merk HP dengan seri 1000. Laptop tersebut dibeli dengan harga 2juta-an. Diwaktu pulang kami cukup lama, karena jalanan macet, banyak sekali kendaraan, sampai-sampai di setiap perempatan dibantu oleh polisi. Mungkin ini efek dari mudik.

Kebetulan sore itu kami tak sempat ke masjid untuk shalat ashar dan maghribnya. Cuaca habis hujan juga, kami memutuskan untuk shalat di pom bensis.

Padahal dalam hati pengen bisa shalat di masjid. Terlebi bisa mendapatkan bonus seperti #BerburuTakjil sebelumnya.

Tapi, Allah mendengar apa yang kami ingin. Dan disore itu juga, tepat di jalanan yang macet. Kami tiba-tiba disodorkan takjil oleh para pemuda yang dijalan.

Seperti inilah kemasan takjil yang dibagikan oleh mahasiswa UTY (Universitas Teknologi Yogyakarta).

Kebetulan yang membagikan itu anak-anak dari UTY (Universitas Teknologi Yogyakarta). Meskipun dapetnya satu, ini adalah bonus dari Allah, dimana ketika kita ingin sesuatu ucapkan saja, sekalipun itu dalam hati. Allah itu tak pernah tidur, jadi tahu apapun yang diingkan manusia. Terkait dapet atau tidak itu urusan Allah. Yang penting ikhlas dalam melakukan sesuatu. Kalian setuju?

Pintarnya lagi, para mahasiswa UTY ini membagikan takjil sembari promosi kampusnya. Amazing!

Memang dapetnya gak seperti di masjid-masjid pada umumnya. Tapi tetap satu yang harus aku lakukan. Bersyukur kepada Allah Swt..

* * *

Kamis, 22 Juni 2017

Ada yang tahu gak, kira-kira aku kamis kemana, atau ngapain ?
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Udah kepikiran aku ngapain?
Membatu sahabatku lagi atau berburu takjil?
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

Oke, aku kasih tahu ya. Dihari Kamis ini, tepatnya tanggal 22 Juni aku

M U D I K…. !!!
Ya, aku mudik ke Ciamis. Dari Yogyakarta ke Ciamis. Kurang lebih 7-8 jam menggunakan bis. Para pedagang di Yogyakarta sendiri sudah pada tutup sebagian, langgananku kalau sahur tanggal 23, tepat dihari Jum’at juga sudah libur alias tutup.
Terima kasih sahabat blogger semua, yang selama ini sudah menyuport aku, kasih komentar yang positif. Sehingga aku jadi semangat lagi untuk ngeblog.
Jujur, di ramadhan ini aku belum bisa kasih cerita edisis #BerburuTakjil dengan lengkap. Karena ada beberapa kendala, salah satunya waktu, aku harus bagi-bagi waktu antara nulis dan kesibukan yang lainnya.
Sebenarnya, ada beberapa yang belum aku ceritakan. Seperti dibawah ini :
.
#BerburuTakjil yang belum diceritakan

  1. #BerburuTakjil, Masjid Soko Tunggal Yogyakarta
  2. #BerburuTakjil, Masjid Syuhada Yogyakarta
  3. #BerburuTakjil, Masjid Plaza Ambarrukmo Yogyakarta
  4. #BerburuTakjil, Bakso Jumbo Alkid (Alun-alun kidul Yogyakarta)
  5. #BerburuTakjil, Bakso Klenger Ratu Sari Yogyakarta
  6. #BerburuTakjil, Buka Bersama Keluarga Besar Asrama KPM Galuh Rahayu
  7. #BerburuTakjil, Ayam Geprek Sa’i Krapyak Yogyakarta
  8. #BerburuTakjil, Dapet 2 Nasi Kotak di Masjid UAD

activate javascript activate javascript activate javascript

Tapi, ini soal waktu.Β Next time,Β setelah lebaran aku akan berbagi cerita lagi ya. Hati-hati buat kalian yang mau mudik juga. Jaga keselamatan dan jangan lupa untuk selalu berdoa. Β Dan, jangan lupa juga untuk sahur. Semoga puasanya tamat hingga hari kemenangan tiba.
Terima kasih juga buat teman-teman yang selalu hadir di setiap ceritaku. Tunggu ceritaku di edisi #DiaryIdulFitri ya guys πŸ™‚
Terakhir, aku ucapkan :
Oh, ya, satu lagi guys. Komen aja cerita ini ya, nanti aku pasti bakal balas komen satu persatu. Tapi, maaf kala dirumah agak telat, begitu juga dengan blogwalkingnya. Karena sinyal dirumah tak sebagus dan sebebas seperti di kost yang menggunakan WIFI. Ditunggu komentarnya ya..
Segitu dulu aja ya guys. See you…

68 Responses for #BerburuTakjil di Bulan Ramadhan, Dapet Takjil di Jalan

  • setelah bulan puasa ini sebentar lagi meninggalkan kita semua umat Islam, maka acara ngejar-ngejar tajil demi mengirit uang kiriman akan digantikan dengan berburu makan siang dari teman mahasiswa yang bukan anak kostan…maklum, mahasiswa prihatin

    • Kalau gak bulan puasa, kami para anak kost masak bersama mang. Jadi tetap bisa mengirit meskipun tidak dibulan ramadhan..hehe

      Semoga bisa bertemu lagi di bulan Ramadhan ya, Mang..

  • Wahaaaaa ramadhan kali ini bener-bener nggak kerasa ya ._. udah mau kelar aja loh suwer -_-

    anyway, tempat-tempat yang dijabarin disini aku familiar semuaaa πŸ˜€ Jogja yekaaaan. Meetup atuhlah yok πŸ˜€ sehabis kamu mudik pastinya πŸ˜€

  • Ya buat yang sakit semoga lekas sehat dan tidak sakit lagi
    buat yang mudik selamat mudik sehat selamat sampai tujuan berkumpul dengan keluarga adalah suatu kebahagiaan terlebih lagi saat berhari raya
    Maya ingin sampaikan juga selamat hari raya fitri, semoga Allah terima ibadah kita dan semoga Allah mengampuni semua disa-dosa kita aamiin
    salam

    • Belum cerita lebaran ini. Nanti aku ceritakan di post berikutnya ya. Tetnang halal bihalal di pertama lebaran udah aku post di postingan terbaru. Dan untuk liburan next time ya.. πŸ™‚

  • 1. Puskesmas kok mahal sih? Padahal aku suka ke puskesmas karena murah, cabut gigi aja cuman 15rb
    2. Aku pernah beli kerak telor di Malang dan rasanya kayak nasi yang blm matang, setengah beras gitu. Apa emang gitu rasanya. Daaan…sampai sekarang gak mau beli kerak telor
    3. Met mudik.. semoga selamat sampai tujuan, Happy eid mubarok, minal aidin wal faidzin ya

    • 1. Aku juga kurang tahu mahal teh. Soalnya baru pertama kali kesitu. Oh gitu, coba besok aku anter Tri cabut gigi aku tanyakan harganya berapa..
      2. Iya gitu, nasi belum matang teh..hehe.. Tapi waktu aku agak kering gitu, kayak nasi yang di keringin.. πŸ˜€
      3. Aamiin.. Minal aidin walfaidzin juga teh, mohon maaf lahir dan batin πŸ™‚

  • Pantesan itu puskesmasnya bisa dibilang puskesmas terbaik, biaya daftarnya saja ampe 20K. Puskesmas deket komplekku cuma 3K masa…

    Mukhlas sakitnya bakal langsung sembuh abis makan kerak telor. saya pernah makan sekali sih, tapi beneran, nagih bet.. xD

    selamat mudik dan kembali nerkumpul bahagia dengan orang rumah, semoga puasanya berkah dan menyambut lebaran dengan keadaan yg benar2 fitri.. xD

    • Wah murah kalau 3k mas, iya nih mungkin aja karena bagus jadi mahal.

      Haha..jadi pengen nambah lagi ya, Mas?
      Iya tuh mukhlas suka banget, soalnya dia udah pernah coba sebelumnya..

      Aamiin.. terma kasih mas Haw. Selamat lebaran juga ya..

  • Punya temen deket itu lebih kaya tukang ojek ya mas, bersedia nganterin kemana pun haha. Alhamdulillah punya temen baik yang mau selalu bersedia minjemin mobilnya kalau mau ke bandara. Kalau naik taksi bisa 100k lebih wkwk.

  • aamiin,makasih banyak untuk doanya bagi pembacanya semua.
    walah, beberapa hari ini sibuk banget toh pantesan kemarin belum liat update-annya lagi. Ternyata dirangkap jadi satu artikel.
    Selamat mudik mas andi semoga sampe dirumah dengan selamat.

    • Sama-sama mas Bimo..
      Hehe..Iya mas sibuk nih, ini juga baru bisa ON lagi..

      Alhamdulilah udah bisa berkumpul dengan keluarga mas, semoga kita semua bisa bertemu lagi dengan Ramadhan.. aamiin..

  • Mohon maaf lahir dan batin mas andi… semoga kita dpat dipertemukan kembali dengan bulan penuh suci dan berkah di tahun depan. Aminn

    Ciee mudik.. ihiirr saya mah nggk bisa mudik. Masih bergelut sama kerjaan :'( cuma dpet libur 2 hari. Padahal pengen banget mudik lihat keluarga besar. Terus dpet THR juga.. hahhaha #udhgedemasihngarepthr

    Ditunggu cerita mudiknya..

    • Mohon maaf lahir n batin juga ya, Mas Bayu..
      Aamiin.. Terima kasih..

      Oh, ya, terus mudiknya kapan mas?
      Meskipun cuma 2 hari sempatkan mudik biar bisa berkumpul dengan keluarga…
      Gak apa-apa mas, kalau memang rezeki pasti dapet THR..he

      Siap, udah aku post satu tuh mas, next time aku post jalan-jalannya..

  • uwaaaaaaa sepertinya aku lama banget nggak mampir ke sini
    takjub banget bisa nulis diary ramadhan serutin itu
    aku menyesal sih, nggak nulis tiap hari, malah cenderung jarang
    semoga tahun depan bisa ketemu ramadhan lagi dan bisa nulis rutin "diary ramadhan"
    terima kasih mas andi nugraha buat inspirasinyaaaaa ihiiiiir

    hati-hati ya mudiknya
    udah sampai kan???
    ditunggu cerita mudiknya

    maaf lahir batin yaaaa
    maafin aku atas salah-salah saya dalam berucap dan bertindak yaaaa
    semoga kita sama-sama meraih kemenangan

    • Hehe.. Terima kasih teh, udah mampir kembali πŸ™‚

      Aamiin, semoga tahun depan bisa bikin diary ramadhan ya..

      Sama-sama teh Rhoshandhayani KT πŸ™‚

      Udah kembali merantau malah, dan baru bisa balesin komen nih. Udah aku post satu cerita, next time aku ceritakan lagi liburan lebarannya πŸ™‚

      Mohon maaf lahir n batin juga ya, Teh. Sama-sama, saling memaafkan πŸ™‚

  • Wahhhh nunggu yang bakso klenger ratu sari tuhh, coba yang paling gede mas andi hha, mantap bangett tuhh, tapi akhir akhir ini juga tutup, semua tutup lebarann, jadi bingung mau makan dimana, dan mas andi juga mudik, ak di jogja jadi sendirian nih πŸ™

    • Hehe..next time mas Andrie. Kemarin gak keburu, keburu mudik soalnya..hehe..

      Dulu pernah beli yang 1kg mas, itu aja buat 4 orang. Kalau buat sendirian pasti aku gak kuat lah..hehe..

      Tenang, nanti kembali lagi ko yang pada merantau mas πŸ™‚

  • Taqabalallahu Minna wa Minkum… Semoga amal ibadah kita semua diterima Allah Ta'ala… Aaamiiin.

    Enak banget ya mas bisa mudik, saya mah tetap masuk kerja, nasib karyawan πŸ˜‚.

    Salam buat keluarga ya

  • wah akhirnya mudik ya mas… perempatan depan rumah emang sering macet mas apalagi kalo sore… semoga makin berkah mas tinggal di Jogjanya… seru juga yah bisa update harian begini serasa ada dan jadi milik Jogja hehe… sukses terus mas…

  • Aku juga punya beberapa temen di lombok. Lucu ya bahasanya?? ehehe.

    Alhamdulillah ya keinginannya dalam hati terpenuhi. Aku juga sering begitu, meskipun gak selalu sesuai ekspektasi sih ehehe

    Pulang kampung? Jadi rindu rasanya pulang kampung. Bahagia gimana gitu. 😁

    • Hehe.. Betul teh, lucu dan aku gak ngerti bahasanya..

      Alhamdulilah.. πŸ™‚

      Iya, bahagia tiada tara..hehe
      Teh Arum gak pulang kampung ya, kan udah di rumah sekarang mah πŸ™‚

  • Tak terasa Ramadhan berlalu meninggalkan kita, semoga kita bisa bertemu lagi di tahun yang akan datang. Aamiin.
    Berburu takjil di Ramadhan emang enak sih mas, saya pun melakukannya. Waktu setengah enam udah nangkring di dalam masjid tadarus yang biasanya jarang saya lakukan, nah itu demi takjil buka bersamanya itu loh.. Hehehe

  • Seriusan itu puskesmas bisa sampai 20k daftarnya? Di Jakarta kalo gak salah cuma 5k deh. 😐 Terus soal harga kerak telor di Jakarta kayaknya 15-20k, sih. Yang 20k itu biasanya telur bebek, yang 15k ayam. πŸ˜€

    Keren juga ya itu promosi kampusnya. Soft. πŸ™‚

    Wuih, akhirnya mudik. Pantesan belum ada tulisan terbaru lagi, ya. πŸ™‚

    • Iya mas, serius. Aku aja baru tahu kalau harganya segitu..
      Oh, yah, murah ternyata mas. Aku gak tahu bedanya apa dengan puskesmas lainnya yang menyebabkan mahal..

      Oh, gitu, mungkin iya. Aku gak tanya juga kemarin pake telur apa..

      Iya, sekalian berbagi takjil sembari promosi..hehe
      Iya nih, alhamdulilah saat ini sudah di Jogja lagi mas..

  • wahh… aku pengen lo pnya blog kyk bgini
    tiap nulis ada foto2nya πŸ™
    tapi ga sempet dan kurang telaten

    mantap2 semangat terus Mas Andi Nugraha πŸ˜‰

  • Kamu mudik kemana mas? Kerak telor di jkt 20rb an juga :D. Biasa aku beli di pinggiran kemayoran, suka bnyk yg jualan. Di jogja berarti udh sama nih harga2 makanannya ama jkt :p.. Minal aidin wal faizin ya mas… Ntr tulis juga pengalaman idul fitrinya πŸ™‚

    • Aku mudik ke Ciamis, Teh. Oh, yah, sama berarti ya harganya.
      Nah itu dia, aku selama di Jogja ini baru malam itu lihat ada yang jual kerak telor..

      Minal aidzin walfaidzin juga ya, Teh, mohon maaf lahir dan batin..
      Siap teh, udah muncul tuh satu cerita..hehe

  • Anak kuliahan banget ya, cari takjil gratis, weheheh. Kalau di Malang biasanya di seputaran lampu merah suka ada yang bagi-bagi, biasanya pedagang takjil yang dagangannya gak habis sampai menjelang buka.

    Btw, selamat lebaran yaa

    • Hehe.. anak kost banget teh..hihi
      Oh, gitu, kalau di Jogja mah bukan dagangan yang gak habis, tapi memang sengaja ada yang bagi-bagi. Tapi aku rasa hanya di jalan-jalan tertentu saja, karena gak setiap jalan ada..hehe..

      Iya, Teh, selamat lebaran juga ya..

  • selalu ada orang2 baik dimanapun kita berada ya πŸ™‚

    harus jaga2 kesehatan ndi, emang cuacanya lagi kaya gini jadi banyak yang sakit..

    hayoo, ditunggu cerita mudiknya πŸ˜€

    • Betul teh, alhamdulilah..

      Iya, Teh. Semoga kita semua sehat selalu..aamiin..
      Udah tuh satu post baru, tinggal tunggu tanggal postnya aja untuk cerita selanjutnya..hehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *