#BerburuTakjil, Pengajian bersama Jenderal TNI Gatot Nurmantyo

DiaryMahasiswaย |ย Apa kabar semuanya? Gimana puasanya, semoga lancar selalu ya dan bisa tamat sampe hari kemenangan nanti. Sebelum kalian lanjut baca, kira-kira ada gambaran gak tentang pengajian kebangsaan?

Jangan kaget ya, di postingan kali ini aku masih menceritakan suasana masjid Islamic Center UAD (Universitas Ahmad Dahlan) lagi. Padahal sebelumnya sudah sampai tiga kali berturut-turut ke masjid ini. Tapi ini beda cerita ko, lanjut baca sampai selesai ya.

Baca juga : #BerburuTakjil, 3 kali Berturut-turut di Masjid Islamic Center UAD (Universitas Ahmad Dahlan)

Minggu, 4 Juni 2017
Sore itu aku tidak bisa menghadiri buka puasa bareng LDK (Lembaga Dakwah Kampus) yang di adakan di kampus. Bukan karena tidak mau, tapi aku sudah terlanjur punya janji sama teman bahkan mengajaknya untuk buka puasa dan tarawih di Masjid Islamic Center UAD (Universitas Ahmad Dahlan).

Baca juga : #BerburuTakjil, Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta

Sebelum lanjut baca, bagi kalian yang mau baca-baca diary ramadhanku tahun kemarin, bisa dibaca dibawah ini ya ๐Ÿ™‚
.
Diary Ramadhan Tahun 2016
  1. Diary Ramadhan #1, Shalat Tarawih di Masjid Al-Munir
  2. Diary Ramadhan #2, Terimakasih Atas Pinjaman Payungnya Bu…
  3. Diary Ramadhan #3, Makan Sahur Oseng Kangkung ala Anak Kost
  4. Diary Ramadhan #4, PPT (Para Pencari Takjil) | Buka Puasa di Masjid Kauman Yogyakarta, Namun Kurang Beruntung
  5. Diary Ramadhan #5, Ngopi di Lembayung
  6. Diary Ramadhan #6, Makan Sahur Terong Dicabein ala Anak Kost
  7. Diary Ramadhan #7, PPT (Para Pencari Takjil) | Buka Puasa di Kampung Ramadhan
  8. Diary Ramadhan #8, Tidak Kebagian Takjil
  9. Diary Ramadhan #9, Teringat Ketika Membangunkan Sahur
  10. Diary Ramadhan #10, Pertama Kalinya Keluar Mencari Makan Sahur
  11. Diary Ramadhan #11, Belajar Memahami SKS, Hindari dan Jauhi
  12. Diary Ramadhan #12, Buka Puasa di Kedai Cadudu
  13. Diary Ramadhan #13, Teringat Masa Kecil Yang Menyenangkan
  14. Diary Ramadhan #14, Buka Puasa Bareng Keluarga Teknik Informatika
  15. Diary Ramadhan #15, Dua Malam Tak Sempat Tidur
  16. Diary Ramadhan #16, Ngabuburit Bareng Vebi Keliling Malioboro
  17. Diary Ramadhan #17, Tokai Bangkit
  18. Diary Ramadhan #18, Bukber Makan Bakso Jumbo
  19. Diary Ramadhan #19, Ngabuburit Sembari Menikmati Senja di Candi Ijo
  20. Diary Ramadhan #20, Alasan Mengapa Jamaah Sholat Tarawih Semakin Sedikit
  21. Diary Ramadhan #21, PPT (Para Pencari Takjil) | Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta
  22. Diary Ramadhan #22, Kurangnya Persiapan Seminar KP
  23. Diary Ramadhan #23, PPT (Para Pencari Takjil) | Buka Puasa di Masjid Islamic Center Ahmad Dahlan
  24. Diary Ramadhan #24, Gagal Mudik di Akhir Bulan Juni
  25. Diary Ramadhan #25, Kado Terindah Sebelum Mudik (Bukber di Ayam Panggang Mbah Dinem-Bantul)
  26. Diary Ramadhan #26, Mudik ke Kampung Halaman
  27. Diary Ramadhan #27, Sahur Pertamaku di Puskesmas
  28. Diary Ramadhan #28, Masih Merasakan Sahur di Puskesmas
  29. Diary Ramadhan #29, Alhamdulilah Kakek Sudah Bisa Pulang ke Rumah
  30. Diary Ramadhan #30, Menikmati Malam Takbir di Rumah

activate javascript activate javascript activate javascript

Tujuanku mengajak menhadiri pengajian kebangsaan ini biar aku dan teman-teman bisa dapat ilmu dari Jendral TNI Gatot Nurmantyo (Panglima Tentara Nasional Indonesia).
ย 

Lebih lengkapnya seperti pada banner dibawah ini :

Bukan karena menu, tapi ada salah satu yang membuatku tertarik ingin datang lagi ke masjid UAD. Ya, sesuai dengan judul postingan ini. Dimana di masjid UAD bakalan ada Jendral TNI, Gatot Nurmantyo yang memberikan kajian kebangsaan.
Meskipun sudah ada jam dimana pengajian kebangsaan dilaksanakan. Tapi aku percaya pasti ngaret. Aku berharap bisa buka bersama dengan pak Gatot Nurmantyo, kemudian isya berjamaah hingga taraweh dan mengikuti pengajiannya hingga akhir.
Sore itu aku mengajak sahabatku seperti biasanya, Maman, Tri dan Mukhlas. Kurang lebih 10 menit perjalanan kami sampai di masjid UAD. Terlihat dari jalan depan masjid begitu ramai sekali. Mobil-mobil sudah terlihat banyak, begitpun motor. Dan satu yang aku kaget karena di depan gerbang banyak TNI yang menyambut para jamaah yang datang.Sebelum lanjut baca, bagi kalian yang mau baca-baca diary lebaranku atau idul fitri tahun kemarin, bisa dibaca dibawah ini ya ๐Ÿ™‚.

activate javascript activate javascript activate javascript

Sampai di halaman masjid, tempat parkir pun dipindah agak jauh ke sebelah kanan. Karena sudah penuh dan banyak sekali orang. Bukan lagi antri berbaris ambil makan saat berbuka lagi. Tapi ini lebih dari itu.
Setelah aku sampai di tempat parkir, masih banyak lagi yang berdatangan. Dalam hatiku, ini yakin karena ada acara pengajian kebangsaan pada malam harinya.
Meskipun parkirannya pindah, tapi tak menyurutkan para jamaah yang datang. Oh, ya. Bangunan di dekat masjid ini tepat sedang dibangung. Pastinya aku kurang tahu mau dibuat kampus atau asrama.
Makin sore semakin ramai jamaah yang datang. Pun dengan cuaca disore itu, alhamdulilah mendukung banget. Coba kalian perhatikan foto dibawah ini, dimana tepat di depan masjid UAD banyak balon yang berterbangan menuju angkasa.
Sejak itu aku berfikiran itu pasti acara penyambutan Jendral TNI Gatot Nurmantyo. Tapi sayang sekali aku telat dan gak bisa menyaksikannya secara langsung. Padahal ingin lihat tapi sudah telat. Oke, tak apa lah, lagipula sore itu masih ada kurang lebih 15 menitan menuju adzan Maghrib. Jadi masih bisa lihat dari dekat sekalipun acara pembukaannya sudah selesai.
Semakin aku mendekat, semakin tinggi aja balon yang terbang. Kira-kira kemana ya itu balon. Kalau lihat balon yang berterbangan gitu aku jadi inget pertama kali diterima di sekolah menengah atas dulu.
* * *

Nikah Masal

Sampai di dekat keramaian aku masih belum lihat dimana pa Gatot Nurmatyo berada. Tetapi satu hal yang aku inget sama apa yang dibicarakan MC : “Untuk para mempelai dipersilahkan berfoto bersama”. Oh now, aku kira itu penyambutan Jendral TNI. Ternyata bukan.
Hmm,, aku baru teringat beberapa hari yang lalu ketika berbuka di masjid UAD juga, tepatnya ketika aku pulang. Melihat ada yang beda, banner besar dekat parkiran itu mengingatkanku. Ini acara memang benar acara nikah massal. Aku kurang jelas baca deskripsi yang ada di banner waktu itu, ada tulisan nikah-nikahnya gitu.Sore itu yang menikah juga tidak hanya satu dua, tapi banyak. Tak hanya kaum muda, tapi orang tua juga banyak, bahkan yang disabel sekalipun ada.

Kurang tahu pasti yang ngadain siapa. Tebakanku sih, Muhammadiyah sendiri yang ngadain dan dilaksanakan di masjid Islamic Center UAD (Universitas Ahmad Dahlan).
Satu hal yang aku ingat lagi, bagaimana nanti buka puasanya. Yang biasanya ngantri berdiri di tangga merah menuju masjid. Tapi sore itu sangat penuh, jangankan ngantri, lewat saja susah. Bahkan untuk melihat depan halaman masjid pun tak terlihat karena penuh oleh orang yang ada.
* * *

Angkringan

Tak lama Mukhlas mengajaku dan teman-teman untuk mengikuti dia. Ternyata ada salah satu angkringan dekat tangga. Dimana nasi serta lauk pauk yang ada di angkringan tersebut gratis untuk para jamaah.

Sebelum lanjut baca. Aku pengen tanya, kalian sendiri sudah pernah makan nasi angkringan ?

Satu hal yang kalian harus tahu. Untuk dapat menu berbuka di angkringan ini harus rela antri dan bahkan desak-desakan.
Sedangkan yang akhwat sendiri tak semuanya ikut, ada yang cuma liatin dari atas tangga sembari foto-foto. Tapi ada juga yang ikut ngambil. Karena tak hanya satu angkringan saja. Kalian tahu sendiri yang datang kesini pasti banyak, maka dari itu angkringannya pun tak cukup kalau hanya satu.
Kami berempat bagi-bagi tugas. Ada yang cari minum, cari nasi dan ada juga yang cari gorengan dan lauk lainnya. Aku sendiri sibuk mengabadikan foto..haha.. Tapi bagi seorang blogger hal seperti ini patut untuk diabadikan dan di ceritakan. Agar kalian juga tahu.. hehe..
Aku salut sama jamaah lainnya yang ikut berdesak-desakan demi untuk makan. Tak hanya anak muda tapi orang tua juga banyak. Karena ini bukan soal lomba ambil nasi. Tapi ini soal ambil makanan untuk berbuka puasa. Jadi kalau tak berusaha gak bakal dapet. Kecuali aku yang sedang mengabadikan foto, tentu sahabatku membawakan satu porsi khsusus untukku.

Sempat kasihan sama orang yang desak-desakan, dan mukanya itu seperti kecepet gitu. Karena banyaknya yang ikut, ditambah dorangan dari belakang juga ada. Dorongan karena mereka semua juga ingin kebagian makanan.

Angkringan sendiri kan gak terlalu besar gerobagnya, kalian tahu sendiri lah. Tapi sore itu betul-betul perjuangan untuk mendapatkan satu porsi makanan.

Ketika Maman aku kasih tahu untuk ada ceker dalam gerobak angkringannya, dia langsung ikut desak-desakan. Secara dia sendiri sangat suka dengan ceker. Biasanya setiap habis berburu takjil, suka minta di anter untuk pergi ke daerah Krayak cuma ingin beli ceker.
Aku sendiri selain foto, juga sebagai tempat penyimpanan makanan yang di dapat. Mukhlas sendiri dapet 8 nasi angkringan, Tri dapet 4 aqua gelas. Maman dapet dua plastik makanan lagi. Yang satu gorengan dan yang satu lagi cekernya.
Tak hanya laki-laki saja, perempuan juga banyak yang datang. Mungkin banyak juga salah satu dari anggota yang nikah. Setelah dapet nasi kami bingung cari tempat dimana. Karena di dalam masjid sudah pasti nan jelas gak bakal kebagian tempat.
Setelah muter-muter cari tempat duduk. kami dapet di dekat parkiran mobil, dan alhamdulilah ada rumputnya. Tetap untuk duduk aku gunakan satu alas kakiku.
Baru saja duduk dan menata makanan untuk aku foto. Tak lama, Aspuri sahabatku menegurku dari belakang. Ternyata dia juga ada di masjid UAD. Bahkan, datang lebih awal dibandingkan aku. Aspuri tak sendiri, dia mengajak Oji, Adrian dan Fajar. Mereka kebetulan sudah lulus semua, tinggal aku yang siap nyusul di tahun ini. Doain ya semua.
Ini dia 8 nasi angkringan yang kami dapat, ada yang menunya usus, dan ada juga yang menunya kikil. Di tambah gorengan berupa tempe dan tahu, ada juga ceker goreng. Setelah duduk rapih ternyata masih ada yang kurang. Tri sendiri pengen minum teh manis. Dia cari dan dapat dua. Begitupun dengan Maman dapet dua juga.

Jadi masing-masing dapet satu gelas teh anget, dan air aqua. Dan masing-masing dapet nasi kucing dua bungkus. Alhamduliah kami kebagian semua.

Sempat aku ingat sama mba-mba yang mau naik tangga, dan dia melihatku dan Maman yang sedang membawa makanan. Sepertinya sirik atau gimana gitu pandangannya. Mungkin dia tak dapat makanan seperti kami. Untuk dapat seperti itu juga kami butuh perjuangan.

Meskipun kami buka puasa secara outdoor, tetap nyaman. Abaikan tong berwarna hijaunya itu ya.

Taraa.. Ini dia setelah aku buka, pertama buka dulu yang menu kikil kemudian disusul dengan yang usus. Ada juga yang langsung digabungkan, gimana enaknya aja sih sebenarnya.
Setelah selesai makan aku melihat para pengantin yang sudah sah lewat. Aku sempat foto beberapa kali. Lima kali lebih, tapi tetap ketika aku pilah pilih tak ada yang bagus hasilnya. Karena sore itu para pengantinnya jalan cepat banget. Aku aja gak sempat dapet hasil yang bagus. Ditambah karena tangan kananku kotor habis makan. Jadi agak susah buat foto.
Meskipun kurang jelas alias blur, setidaknya aku bisa kasih tahu sama kalian foto pengantinnya dari samping.
Semakin sore pemadangannya semakin cerah, awannya pun terlihat bagus. Tandanya tak akan hujan, gak kebanyang kalau hujan, yang makan bisa jadi pada bubar cari tempat untuk berteduh.
Tempat wudhunya semua penuh, kami juga sempat cari-cari yang agak longgar. Niat awalnya mau wudhu dekat tempat makan kami, kebetulan ada selang yang bisa digunakan untuk cuci tangan dan wudhu.
Karena semakin lama semakin penuh, kami antri di sebelah tempat wudhu yang pake selang. Kebetulan ini menggunakan kran. Alhamdulilah meskipun sudah adzan, masih bisa untuk melaksanakan shalat berjamaah bersama.
Layar proyektor dimana-mana sudah dipasang. Ini sudah pasti untuk acara nanti pengajian kebangsaan bersama Jendral TNI Gatot Nurmantyo. Mengingat namanya jadi ingat nama dosenku di kampus. Sama nama depannya.
Setelah selesai sholat kami belum melihat bapak Gatot Nurmantyo. Pikirku simpel, mungkin di belakang sedang persiapan untuk mengisi pengajian nanti. Aku dan Tri keluar untuk duduk di karpet merah yang sudah disediakan untuk para jamaah yang tidak kebagian di dalam.
Aku lebih suka diluar, selain nyaman udaranya juga sejuk, gak panas. Setelah shalat baru bisa lihat tempat duduk pengantin yang pada saat sorenya ramai hampir tak terlihat.
Banyak juga yang mengabadikan foto di tempat duduk tersebut. Aku juga pengen sebenarnya. Tapi malam itu ramai yang sedang foto. Perempuan lagi. Mau nunggu tapi lama, lagipula tak lama sudah ramai tempatnya di padeti oleh para jamaah yang datang.
* * *
10.000 Jamaah
Ketika aku duduk dengan Tri, tak lama Maman dan Mukhlas datang. Tapi sayang, Mukhlas pulang karena ada kesibukan lain, mau tak mau Tri yang ikut dengannya harus rela pulang juga, gak ikut pengajian kebangsaan. Padahal aku ngeliatnya Tri pengen banget ikut, sampe-sampe saat pulang pulang pun mukanya di tekut.
Kalau duduk diluar memang tak bisa melihat secara langsung, tapi tetap jelas lewat layar proyektor yang cukup besar di luar. Aku sendiri sudah bisa memprediksi kalau masuk ke dalam paling duduk di bagian belakang dan itu gak terlihat jelas dari dekat juga.
Aku dan Maman memutuskan untuk duduk diluar agar bisa melihat jelas meskipun dari layar proyektor. Terlihat sudah penuh para jamaah memadati ruangan utama masjid. Begitu juga dengan lantai dua dan tiga masjid ini. Penuh dengan jamaah perempuan.
Jujur, aku sangat bosan menunggu lama acara pengajian kebangsaan dimulai. Karena sampe pukul 20.30 acaranya belum dimulai juga. Kami semua belum shalat taraweh, karena selepas isya rencananya pengajian dulu. Setelah itu baru shalat taraweh.
Banyak jamaah yang diem, mainan smartphonenya. Dan ada juga yang terlihat ngantuk. Tapi panitia keliling membagikan puluhan dus aqua untuk jamaahnya. Dus pertama aku tak kebagian, dan dus kedua baru dapet air mium. Karena begitu ada aqua datang, langsung di serbu sama jamaah yang mungkin semuanya kehausan karena menunggu lama.
Dan, yang harus kalian tahu. Jendral TNI Gatot Nurmantyo bersama para TNI lainnya baru datang pukul 21.00-an. Terlihat dari suara sirine mobil polisinya. Di sambut hangat juga di depan gerbang oleh para jamaah dan panitia. Aku sendiri pengen foto agak susah, karena hampir semua jamaah di dekatku beridi untuk mengabadikan momen.
Padahal kalau aku pribadi, bisa melaksanakan shalat taraweh terlebih dahulu sebelum acara pengajian dimulai. Aku yakin pasti bisa dan sempat. Tapi, kembali lagi ke susunan acara panitia. Mungkin ini semua sudah diatur.
Sembari nunggu pa Gatot Nurmantyo masuk. Acara sudah dibuka oleh MC, dan sambutan demi sambutan sudah dibuka. Ketika pa Gatot masuk masjid. Pembukaan pertama dibuka oleh Rektor ย UAD (Universitas Ahmad Dahlan),ย Dr. H. Kasiyarno, M.Hum.
Yang aku suka sambutan dari pa rektor itu asik, ada guyonannya, jadi ikut terhibur sembari menyambut kedatangan pa Gatot.

Sempat diberitahukan oleh rektor UAD (Universitas Ahmad Dahlan), kurang lebih jamaah yang datang ada 10.000 jumlahnya.

Sempat gak percaya sih, tapi ketika aku nengok ke belakang sudah penuh. Bahkan ada juga yang dibawah, samping masjid dan dekat parkiran. Belum lagi para anggota TNI yang datang.
Kemudian dilanjutkan oleh staf-staf UAD (Universitas Ahmad Dahlan) yang lainnya, aku lupa namanya, malam itu lupa tak aku catat.
Di sela-sela sambutan sampai acara dimulai, kameramen juga menyorot keliling para jamaah. Terlihat di depan ada temanku yang sedang duduk sila dengan gagah. Beruntung dia bisa duduk di depan, jadi bisa melihat dengan jelas.

Ada juga dua perempuan yang tersorot kamera. Mereka berdua terlihat sedang berbincang-bincang asik. Sempat lihat juga ada perempuan yang sedang meinan laptop. Aku mkirnya dia sedang ngapain ya, masa iya ngerjain tugas..hehe..

Rasanya sudah tak sabar ingin cepat pa Gatot naik ke mimbar untuk kasih materi pengajian kebangsaan. Aku sudah mulai lelah malam itu, terutama saat kaki ini kesemutan. Di tambah kesel juga, tiba-tiba ada seorang bapak-bapak tiba-tiba datang duduk tepat depanku.
Aku jadi tertutup tak terlihat ke layar proektor. Hal itu membuatku gak nyaman, apalagi disaat bapak itu agak tegak duduknya. Alasannya karena dia mau ngerakam di depan. Tapi aku sendiri jadi tak terlihat ke depan. Alhasil harus miring-miring duduknya.
Tak lama Jendral TNI Gatot Nurmantyo masuk dan memberikan pengajian kebangsaan. Kedatangan Panglima Tentara Nasional Indonesia Jendral TNI Gatot Nurmantyo di Masjid Islamic Center UAD Yogyakarta merupakan kegiatan silaturahim dan safari Ramadhan 1438 Hijriah bersama keluarga besar TNI dan komponen masyarakat.
Selain itu hadir juga Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir beserta tokoh, dan anggota DPR Hanafi Rais serta keluarga besar TNI.

Malan itu aku tidak menyimak secara keseluruhan apa yang disampaikan pa Gatot, karena diluar kurang begitu jelas bagiku. Tapi aku dapet apa yang disampaikan oleh pak Gatot dari website uad.ac.id : ย 

Ia berharap dengan adanya pengajian kebangsaan ini, akan membawa berkah bagi umat islam serta mengangkat harkat dan martabat bangsa.ย 

Mengangkat tema โ€œMenumbuhkan Jiwa Nasionalisme dan Semangat Patriotik Generasi Muda dalam Menjaga Keutuhan NKRIโ€, Gatot menyampaikan beberapa pesan penting kepada jamaah pengajian terkait dengan isu-isu global yang memiliki dampak terhadap kesatuan NKRI.ย 

Panglima TNI mengimbau masyarakat, khususnya Muhammadiyah, dan umat islam untuk bersatu padu dengan pemerintah dan TNI menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
โ€œSaya percaya, kader Muhammadiyah dan umat islam diajarkan untuk taat beragama dan peduli terhadap NKRI,โ€ papar Gatot.ย 

Ia juga memperingatkan pentingnya pengunaan media sosial daring secara bijak. Muhammadiyah dan umat islam harus menghindari fitnah, provokasi, dan adu domba, karena Muhammadiyah adalah salah satu cikal bakal perjuangan bangsa Indonesia.ย 

Terkait dengan isu global seperti terorisme, pertumbuhan penduduk, dan semakin berkurangnya sumber energi, Gatot mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling menjaga diri dan meningkatkan toleransi.ย 

โ€œJangan sampai Indonesia yang kaya akan sumber daya alam ini dipecah belah seperti negara-negara di timur tengah. Indonesia adalah Indonesia karena perbedaanya, mari saling menghormati dan menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila,โ€ tegas Gatot.

Setelah selesai apa pengajian kebangsaan yang durasinya satu jam-an lebih. Dilanjut dengan shalat taraweh. Tapi tak semua jamaah yang hadir ikut shalat taraweh di masjid UAD. Mungkin ada yang sudah capek atau memilih taraweh di kost. Aku dan Maman juga memilih pulang, karena dia sudah tak kuat capek, gerah juga.
Saat pulang aku berusaha foto suasana malam disaat para jamaah keluar dari masjid. Ramai banget keliatannya ya, wajar ada sepuluh ribuaan lebih yang datang. Kabarnya juga gak cuma dari Jogja saja.
Aku sama Maman sengaja pulangnya lewat jalan trobosan. Karena masjid UAD ini terletak dekat ringroud jadi harus muter kalau mau lewat jalan yang tadi. Makannya aku lebih memilih lewat jalan terobosan, lewat sawah jadi sepi dan tak banyak kendaraan.
Sempat aku berhenti untuk mengabadikan masjid dari jarak yang cukup juah. Terlihat bagus sekali kalau malam. Berada di tengah-tengah sawah terlihat begitu mempesona masjidnya.
Oke, aku rasa itu dulu aja ya. Aku sudah simpan beberapa tulisan dan foto dokumentasi tentang #BerburuTakjil lagi. Ada yang ke masjid dekat alun-alun kidul Jogja, ke pasar Ramadhan dan yang lainnya. Kalian tunggu aja jadwal postnya ya. Biar tidak ketinggalan silahkan di follow blogku. Terima kasih sudah membaca.
#SalamBerburuTakjil

144 Responses for #BerburuTakjil, Pengajian bersama Jenderal TNI Gatot Nurmantyo

  • Bener bener ramai ya mas andi,,,tapi cara mendapatkan tajilnya berebut kali ya mas,,,biasa kalo ngantri kan lama lama pada males….pengin ikutan nih mas…

    • Betul mas, ramai. Jamaah yang datang pada malam hari juga sampe lebih 10.00 gitu. Memang sih berebut, tapi setelah aku perhatikan kemarin sampai sore sekalipun saat berbuka tetap ada orang yang kebagian. Itu tandanya memang stoknya banyak ๐Ÿ™‚

      Ayo ikutan berburu takjil mas Dwi ๐Ÿ™‚

  • Keren pak TNI! Yang kaya gini kudu dilestarikan nih. Sering-sering diadain biar bangsa Indonesia tetap satu!

    Kalau buka rame-rame gitu walaupun sederhana tapi selalu asik. Itu baru namanya buka bersama.

  • Padahalmah lur sekalian aja sambil ikut nikah masal,,, mayankan itukan gratis yah hahaha…
    Kebiasaanyah,, kalau masalah makan atau ambil apa2 kurang tertib,, kasian aja kalau desak – desakan sama cewe,, kesannya jadi horor lah hahah,, you know lah,, apa yang ada dibenaku,,, kalau desak – deskan kek gitu, memang kadang susah mengatur manusia yang berakal,,
    Good luck lah bisa buka sama jenderal,, walaupun hanya bisa foto dari layar proyektor tapi lumayan punya sejarah bisa buka bareng sama panglima TNI,,,
    "nak bapak dulu pernah buka bareng dengan panglima TNI"
    "wah bapak hebat bisa buka bareng ma panglima",,
    Kalau sayamah kurang tertarik buka bareng ma panglima,,, lebih tertrik buka bareng sama calon mertua.. hahah

    • Kalem aku mah lur, kalau masalah nikah mah gak semudah ambil takjil atuh..haha

      Tapi ini gak sama cewek kang, jadi aman lah. Asal kuat otot.haha
      Alhamdulilah, iya kang. Setidaknya bisa ikut dan ada dokumentasinya ๐Ÿ™‚

      Haha..ajak atuh calon mertuanya kang, aku tadinya mau aja tapi beda kota, jadi gak bisa bareng ๐Ÿ˜€

  • Wow, aku jadi kangen suasana kampus.
    Salah satu kampus UAD tepat bersebelahan dengan SMA ku loh. Yang di jalan kapas, kami hanya terpisahkan oleh sebuah tembok ๐Ÿ˜€
    Kangen Yk deh jadinya…

    • Emang nasi kucing itu teh, sama aja seperti ditempat teteh kan ya ๐Ÿ™‚

      Iya banyak banget memang, berpengaruh banget sama siapa yang ngisi pengajian. Alhamdulilah berkah ramadhan.

      Belum sepertinya teh, biasanya gak tentu sih ๐Ÿ™‚

  • Masih seputar Ramadhan dan berburu takjil ya mas Andi ๐Ÿ™‚ mungkin moment" yg tak terlupakan ya bs ikut acara seperti berbuka puasa brg Jend.Gatot Nurmantyo. Saya sangat suka ada acara" yg bertema tentang kebangsaan dan menumbuhkan sikap nasionalisme.

    Btw template yg dipakai milik arlina bkn ya mas?

  • Lengkap banget posting Pengajian Kebangsaan-nya kang, menyiarkan kabar Ramadan, liat acara nikah masal, angkringan gratis, dan dengar ceramah Jendral TNI Gatot Nurmantyo. Semua dikupas secara jelas, lugas dan tuntas.

    Sukses selalu buat Kang Andi Nugraha, semoga liputan Ramadannya makin menggema memeriahkan bulan suci yang penuh berkah ini.

    • Alhamdulilah sesuai apa yang aku alamai kemarin kang ๐Ÿ™‚
      Harusnya ditingkatkan biar setiap kota ada ya, Kang…

      Aamiin, terima kasih kang Maman Achman. Semoga segala aktifitasnya dimudahkan selama bulan yang suci ini ya,…

    • Tulisanku memang cenderung panjang, seperti apa yang aku alamai ๐Ÿ™‚
      Jangan bingung-bingung untuk komen, apa saja. Pasti aku balas kok..

      Asal komennya yang sesuai..hehe

  • mahasiswa pura-pura aktif supaya dapet segala hal gratis ya begini ini, tuh liat tuh dapet tajil gratis liat wajah Jenderal TNI dari layar, eladala…sekalian dia (admin) pun ikutan nikah massal…GRATIS…hadeuh
    dasar mahasiswa gratisan

    • Haha.. moal atuh nikah mah, nanti ada waktunya. Untuk saat ini takjilnya dulu saja yang gratis ๐Ÿ™‚

      Mang Lembu ini masternya gratisan dulu, terbukti sebagai senior anak kost..hehe

  • Buset rame banget ya itu jamaah yang dateng. Kalo ada di kota gua juga kayaknya gua pengen dateng ke acara Pak Gatot. Eh tapi itu lumayan malem juga Pak Gatotnya dateng, jam 21.00 coyyy.. Untung yg ditunggu jiwa Pak Gatot, bukan Younglex.
    Itu rebutan takjil kayaknya sampe desak desakkan banget ya. Banyak lgi makanan yg di dapet hahha
    Oh iya, mau saran itu typo lu masih banyak di tulisan ini bro. Mungkin next bisa di cek dulu typo typonya hehhe

    • Alhamdulilah rame mas, berkah Ramadhan juga ๐Ÿ™‚

      Nah itu dia, harusnya kalau lebih awal lebih bagus ya. Haha..kalau younglex gak dateng lah, apalagi sampe desek-desekan gitu ๐Ÿ˜€

      Banyak, kan buat dibagi-bagi mas.

      Terima kasih ya, sarannya. Jujur, aku memang belum edit lagi tentang tulsian yang typo. Karena waktu itu belum sempet, bagi waktu lagi.

      Semoga kedepannya makin baik tak ada yang salah ketik lagi ๐Ÿ™‚

  • Saya pernah makan nasi angkringannya mas. Pak Gatot bikin sejuk ih, entah rasanya gimana gitu kalau melihat wajah beliau. Oh ya nikah masal? Nggak ada niat daftar gitu kang? *ehh* heheh

  • Wah sudah hari ke tiga belas ya?, Walau terlambat akhirnya pak jendral datang juga, kalau di daerah Maya juga ada acara kunjungan-kunjungan dari petinggi-petinggi pemerintahan, seperti bupati, wabup, sekdakab, ketua DPR yang tergabung dalam tim-tim mereka memang mengadakan acara silaturahmi ke masjid-masjid selain acara buka bersama, tarawih juga biasanya membawa bantuan untuk masjid, acaranya disebut dengan safari ramadhan, tahun lalu masih rajin untuk mengikuti ke daerah2 tapi tahun ini banyak izinnya, hehe …

    • Oh gitu, alhamdulilah ya, berkah ramadhan jadi bisa saling silaturahmi teh ๐Ÿ™‚

      Iya sih, karena kesibukan jadi gak bisa seperti tahun-tahun sebelumnya ya, Teh, semoga ada hikmatnya ๐Ÿ™‚

    • Haha.. ini belum seberapa menutuku mas. Masih ada yang lebih panjang di positngan sebelumnya, tentang gowes ke hutan pinus juga panjang. Monggo kalau mau dilihat..heehe..

  • rame beeeetttt… itu sampe desek-desekan rebutan takjilnya. kalo secara pribadi, saya malah cenderung enggan ke acara yang ramai begitu. kalo sendirian. kalo dengan temen pun, biasanya udah nyiapin bukaan cadangan di dalem tas takut2 gak kebagian atau misla masih laper. xD

    itu mbak-mbak yang nonton sambil main laptop mungkin juga lagi ngerekam, pake kamera laptopnya… … ..

    dan untuk bapak-bapak, yang ngalangin proyektor, mungkin dia sendirian bisa nyampe barisan agak depan. ngerekam buat oleh2 keluarganya di rumah. ngapain aku fokus ke merekaaa…

    okeeeh, ditunggu perburuan takjilnya di berbagai tempat yg berbeda..

    • Iya mas, rame. Kalau di masjid kampus lain atau masjid yang lainnya di Jogja. Biasanya aku suka siapin buka dalam tas, sekalipun itu cuma minum aja..hehe

      Tapi di masjid UAD ini aku rasa tak ada yang tak kebagian untuk takjil. Keren lah. Untuk hari itu aja menu berbukanya berbeda di angkringan gitu, mungkin ini karena ada acra nikahan masal..

      Bisa jadi sih mas, pake laptop biar memorinya besar juga ya..he
      Hehe.. bisa jadi itu mas ๐Ÿ™‚

      Siap, next time aku ceritakn lagi masalah #BerburuTakjil ๐Ÿ™‚

  • Ramai bener tuh 10rb jamaah yang dateng. Antusiasmenya tinggi banget. Tapi acaranya kemaleman banget tuh mas, coba sudah maghriban saya yakin nyampe 50rb jamaah tuh. hehe…

    bicara nasi angkringan, itu makanan favorit pas lagi bokek. Terasa laper nih kalau ngomongin makanan mulu. Untung tuh gerobaknya banyak gak cuman satu aja yang jual. Tapi kalau jamaahnya banyak kayak gitu ya juga kewalahan juga sih antrinya. Syukur gak ada yang anarkis mas. hehe…

    • Iya antusiasnya alhamdulilah, jadi rame yang datang.. Harusnya sih gitu, jadi kalau habis Maghrib bisa lebih banyak juga yang datang..

      Hehe..aku juga sering makan di angkringan mas, baik yang pake gerobak ataupun yang prasmanan ๐Ÿ™‚

      Hehe..Kalau cuma satu pasti kurang mas, dan desak-desakan kasihan yang lainnya ๐Ÿ™‚

      Kalau ada yang anarkis sudah di ciduk TNI..haha

    • Iya rame, alhamduliah berkah ramadhan ini teh ๐Ÿ™‚

      Oh,yah. Di daerah mana gitu teh, kalau boleh tahu> Sekarang sudah gak di Jogja kah?

      Alhamdulilah, bikin nostalgia di Jogja ya, Teh..

  • Ini bener-bener berburu takjil. Ngeri, banyak banget yang datang.
    Btw, kenapa ada pertanyaan tentang angkringan? Aku jadi kangen makan nasi angkringan saat masih ngekost di Semarang. Favoritku ceker.

    • Wah sama kayak temenku tuh, Maman. Begitu lihat ceker aja pengen..hehe
      Ya siapa tau ada yang belum makan nasi kucing, atau bahkan belum tahu tentang angkringan. Makannya aku tanya ๐Ÿ™‚

      Wah mengingatkan angkringan ternyata nih. Nostalgia dikit teh..hehe

  • Wah pasti ramai sekali, kalau dilihat dari foto-fotonya pasti luber sampai keluar masjid..

    Asyik juga buka puasa kalau ramai seperti itu, mirip lebaran he..he.. ๐Ÿ˜‚

    • Iya mas luber, tapi malam itu aku gak bisa sana sini untuk ambil foto. Kalau kesana kesini udah tuh tempat duduk aku udah disikat orang..hehe

      Hehe..yah, jadi kangen lebaran nih ๐Ÿ™‚

  • Wah rame bener. Kadang kalau ada cara seperti ini, disitu aku kurang menikmatinya. Kadang tertunda-tunda gitu ga sesuai dengan waktu yang ditentukan.
    Itu kira-kira ada yang pingsan gak ya ? soalnya kan desak-desakan gitu nah.

  • eh anying banget,
    aku nyesel mampir sini
    bukamu keren-keren dan rame banget walopun cuma angkringan doang. denpasar mah mana adaaa, mungkinn ada tapi ga serame itu.
    aakkk itu gimana bisa kamu ketemu sama acara nikah massal? kenapa kamu ga gabung aja seklian disana???

    dan apaan cobaaa, ngesss bangetnyari gratisan

    anying anying lah pokoknya

    • Jangan nyesel, nanti ketagian pengen baca lagi lho ๐Ÿ˜›

      Oh, gitu. Jogja memang khas banget sama angkringan, next time aku post tentang berburu takjil lagi yang beda, beda beda suasana..hehe

      Nah dia, aku kesana udah rame acara nikah massal. Haha..aku mah untuk saat ini cukup mendoakan saja. Untuk nikah masih lama..he

      Haha..ini udah hari keberapa ya, hampir tiap hari #BerburuTakjil ๐Ÿ˜€

  • Sayang banget ya, mas Andi datangnya telat. Coba kalau nggak telat. Pasti bisa menyaksikan para mempelai melepas balon ke udara. Hahaha

    Oiya. Untuk mendapatkan menu berbuka puasanya sangat penuh perjuangan ya, mas.
    Memang di dunia ini perlu adanya perjuangan untuk mendapatkan apa yang kita inginkan. Hehe

    • Nah itu dia, waktu itu nunggu teman juga jadi agak telat..
      Aku penasaran sebenarnya sama proses atau acara nikah massal itu seperti apa. Next time lah semoga bisa lihat yang nikah massal lagi..hehe

      Hehe..iya mas, penuh perjuangan sama yang lainnya berdesak-desakan. Dan semuanya aku rasa kebagian. Alhamdulilah ๐Ÿ™‚

      Setuju, gak cuma ambil nasi angkringan, untuk mendapatkan si dia juga harus berjuang..#Ehh.. haha

  • ndi, kamu teh anak UAD?

    waah, jadi inget sha juga dulu pernah jadi panitia nikah massal. Rata2 sih orang tua yang dulunya ga punya surat nikah. Atau yang baru nikah secara agama dan ga mampu nikah secara sipil.

    btw, itu antriannya ga kira2 banget? ga sampe gencet2an kaan? tapi makan bareng2 gitu asyik yaaa ๐Ÿ˜€

    • Sanes teh, tapi anak Ciamis..haha

      Oh, kitu. Sebenarnya aku juga pengen tahu teh, gimana sih proses atau pelaksanaan acara nikah massal itu. Sepertinya memang seperti itu, waktu kemarin juga banyak yang sudah lanjut usia dan ada juga yang difabel..

      Gak teh, alhamdulilah aman dan terkendali ๐Ÿ™‚
      Nah itu dia, apapun makanannya kalau dimakan bareng sahabat itu serasa lebih terasa kebersamaannya ๐Ÿ™‚

  • bukan puasa bareng pak jendral.
    mas ko air wudu dari selangnya sepertinya kuning begitu ya mas.
    Kalo di saya untuk buka puasa setiap hari warga giliran mas menyiapkan untuk buka puasa.
    ALhamdulillah berjalan terus setiap hari

    • Oh yah, aku malah gak merhatiin mas. Dan waktu itu aku langsung pindah sih, pas tempat wudhu yang aku gunakan alhamdulilah airnya gak kuning mas..

      Kalau di daerahku juga gitu, tapi bedanya bukan untuk berbuka puasa tapi setelah taraweh. Sama sih giliran juga tiap warna. Setiap malam kebagian 3 orang yang bawa makanan..

  • pantesan ramai mas, banyak event juga pas hari itu ternyata. ada pengajian bareng pak gatot & nikah massal juga. tau gitu ikutan daftar *laaaah? XD

    10.000 jamaah rebutan "sego kucing"? mundur alus kalau saya mah, bakal nggak kuat kalau kudu rebutan seperti itu. rejeki buat bapak-bapak angkringannya ini, alkhamdulillah ๐Ÿ™‚

  • buset rame banget. Beda ya suasana puasa di jogja sama di balikpapan, di sana kayaknya masih kental dan antusias banget warganya, masjid aja sampe serame itu (ditambah bakal ada pak gatot), di sini mah awal2 puasa doang yang rame haha.

    btw, kasian juga ya sama yang rebutan makanan itu, yang gak kebagian :')

    • Betul mas, disini masih kental dan banyak warna yang antusias. Hampir semua masjid aku rasa ramai terus mas, dan ikut menyediakan menu untuk berbuka juga ๐Ÿ™‚

      Tapi gak heran juga sih, kalau awal puasa itu rame yang datang, dibandingkan seminggu kedepan ๐Ÿ˜€

      Tapi aku rasa semuanya kebagian mas, karena waktu aku mau wudhu aja. Ada yang baru datang, dan itu masih kebagian. Mungkin, para panitia sudah menyediakan banyak untuk berbuka ๐Ÿ™‚

  • Sepertinya acaranya makin seru nih
    ..sampai sampai kagak kebagian tempat duduk ya mas. Jatah takjilnya sampai ditaruh diatas rumput…tuh, g masalah yg penting puasa jalan terus ya mas

    • Iya mas, tempatnya sampe penuh, aku dan teman-teman juga duduk di tanah, tapi pake alas sendal..he
      Alhamdulilah, sudah jadi kewajiban untuk melaksanakan puasa sampai tamat ya, Mas ๐Ÿ™‚

  • Seru banget ya mas Andi. Balon2 itu ternyata buat meramaikan nikah massal toh,hehehe…

    Kalo yang namanya jagoan pasti datangnya belakangan, kayak pak Gatot datang jam 9 malam…

    Semoga TNI ini semakin dekat dengan rakyat ya mas, terutama kaum Muslimin wal Muslimat di tanah air…

  • Masjid Ahmadu Dahlan kayaknya sangat aktif mengadakan acara-acar aramadhan gityu ya sampe kamu bela-belain ngebatalin acara bukber bareng temen kampus ๐Ÿ™‚

    ah itu yang acara nikahan bikin baper sih ๐Ÿ™‚
    dan satu lagi kayaknya kamu negfans berat sama pak Gatot Nurmantyo ya ?
    Sedangkan aku disini masih bertanya-tanya Whjo is he Gatot nurmantyo ? wkwk
    maafkan aku yang tidak kenal ya aku aku merasa katro ๐Ÿ™

    • Hehe..iya mas, aku ngebatalin karena sudah janji dan temanku sudah nunggu. Gak enak juga. Karena aku yang bawa motor, kalau gak jadi kasian mereka gak jadi juga.. ๐Ÿ™‚

      Hehe..kapan nyusul mas ^_^
      Ngefans banget mah gak mas, tapi aku salut sama beliau dan pengen aja datang untuk bisa menghadiri pengajian kebangsaan. Karena jaraknya terjangkau gak ada salahnya aku ikut ๐Ÿ™‚

      Hehe..coba searching mas, pasti sudah banyak di mbah Google ๐Ÿ™‚
      Gak usah merasa katro mas, mungkin aja kurangnya informasi ..he
      Aku aja banyak tau waktu ada kasus apa gitu, lupa. Intinya yang menyangkut sama TNI ๐Ÿ™‚

  • Senang rasanya pasti bisa menyaksikan Bapak Jendral ini dari dekat. Saya yang ingin bertemu saja belum pernah kesampaian.
    Menumbuhkan Jiwa Nasionalisme dan Semangat Patriotik Generasi Muda dalam Menjaga Keutuhan NKRI. Ini penting, isu keamanan global sangat mengerikan, negara kita mungkin hanya tinggal menunggu waktu saja.

    • Semoga dilain kesempatan bisa bertemu sekaligus berjabat tangan ya, Mas..aamiin..

      Nah itu dia, aku rasa acara seperti ini harus diperbanyak dan diadakan di setiap kota kalau bisa..

  • What????? 10.000 jamaah??? Keren banget mas Andi. Begimane padatnya ini. ๐Ÿ˜€

    EH, akunya mau kangen-kangenan dulu. Udah lama banget nggak mampir di sini.

    Mas Andi apa kabar? Semoga sehat selalu. Aku jujur belum sempet baca list Jalan-jalan mas Andi yang buanyak banget. Apalah daya aku yang kurang jalan-jalan sekarang.

    Aku pikir, bapak yang ditunggu-tunggu nggak dateng. EH, rupanya dateng juga. Ya, dari pesannya aku cukup senang mendengarnya. Adem…

    Btw, aku jarang buka bayar, mas. La wong aku ke rumah siapa aja diterima. ๐Ÿ˜€

    • Padaet merapay mas, hehe..

      Boleh, iya nih udah lama tak terlihat mas Heru, semoga sehat selalu ya. Dilancarkan segala urusannya ๐Ÿ™‚

      Alhamdulilah aku baik mas, aamiin..
      Tak apa lah mas, dilain kesempatan aja kalau lagi banyak waktu luang, bisa mampir ke blogku lagi untuk baca ๐Ÿ™‚

      Tak banyak jalan-jalan gak masalah, yang penting banyak bersyukur dan tak lupa selalu menjalankan kewajibannya ya, Mas..

      Wah, alhamdulilah kalau gitu, sini ke Jogja mas, nanti aku ajak kelilig #BerbutuTakjil ๐Ÿ˜€

      Oh,ya. Gimana kabar mas Heru?

    • Betul, aku setuju itu. Memang rasanya berkumpul bersama sanak saudara mas. Senang rasanya kalau di bulan Ramadhan ini. Semoga di bulan-bulan berikutnya masjid selalu ramai seperti Ramadhan..aamiin..

  • Kayaknya gara-gara tulisanmu, masjid ini jadi hitz banget, Mas. :p Wah, gokil! Ternyata ada acara lainnya yak, nikahan masal. ๐Ÿ˜€

    Kalo saya kurang suka sama ceker, malah cenderung gak suka. ๐Ÿ˜

    Ya, Allah… ramenya. Gue udah lemes duluan lihatnya. Mending nitip aja. Wahaha. XD

    Pas bahas angkringan boleh ambil sendiri langsung pengin dan kangen Jogja. Malem-malem nongkrong deket Stasiun Tugu. Minum kopi jos di angkringan. Duhhh. Mantap betul itu deh! ๐Ÿ™‚

    • Hehe..bisa aja nih mas Yoga ^_^
      Nah itu ada nikahan massal. Jangan bafer mas ๐Ÿ˜€

      Oh gitu, memang sih gak semua orang suka ceker. Aku aja gak semua masakan ceker suka. Misal kalau gak di goreng gak begitu suka..

      Haha..aku aja tinggal megang aja, teman-teman yang berjuang..hehe

      Aku juga biasa nongkrong di dekat stasiun tugu, minum kopi jos pula sama. Tapi lebih seringnya es..hehe

      Next time kalau ke Jogja kabarin mas, siapa tahu bisa bersilaturahmi ๐Ÿ™‚

  • banyak banget yang dateng mas.

    itu dapet nasi bungkusnya banyak juga yaa . .
    (sudah jago ternyata)

    oh iya, waktu saya dulu pas maen ke pondok gontor ada kabar kalau pak gatot juga akan memberikan sambutan hangat pada buka puasa bersama itu.
    tapi, ternyata yang dateng perwakilannya. *eheh
    tapi, well aja. kita melihat bukan siapa yang mengatakan, tapi apa yang di katakan. .

    • Iya nih alhamdulilah.. Berkah ramadhan mas ๐Ÿ™‚

      Haha..intinya pas mas, setiap orang dapet dua nasi kucing..

      Nah, kabarnya sebelum ke Jogja ke gontor terlebih dahulu lho mas. Oh gitu, wah mungkin pa Gatotnya sibuk ya, Mas, setuju tuh mas ๐Ÿ™‚

  • waaah ramai banget yah. takut takut ada yang engap gatahan digencet gencet . kasian juga mamang mamanga gerobaknya . ngeri gerobaknya jatoh kedorong dorong . tapi walau rame gitu sih suasana mau buka puasa sepertinya tetep seru aja apalagi kalau bareng bareng temen temen juga .

    apalagi dateng gak cuman buat berburu takjil tapi pulang dapet ilmunya juga .

    widiih seru juga yah ternyata berburu takjil ke masjid masjid , aku belum pernah sih baru mau coba nanti .

    • Hehe.. meskipun terlihat desak-desakan. Tapi itu aman ko ๐Ÿ™‚
      Gak ko, alhamdulilah masih terjaga..he

      Alhamdulilah iya teh ๐Ÿ™‚

      Ide bagus tuh, lesatarikan #BerburuTakjil ๐Ÿ™‚

  • yak! Gue udah pernah makan nasi angkringan waktu di Jogja dan itu enak mana murah lagi. hahaha..tapi niat banget ke masjid terus dan diceritakan dengan tema yang berbeda..yang paling menyita perhatian gue adalah nikah massal…kan enak banget ya yang nikah…karena GRATIS. hihihihi..

    • Alhamdulilah jadi gak penasaran baca ini ya, Teh ๐Ÿ™‚
      Betul, selain enak memang murah, terjangkau banget buat anak kost yang kuliah di Yogyakarta.

      Tentu dong, karena segala sesuatu itu perlu adanya niat, kemudian action. Bukan begitu teh Meykke ๐Ÿ™‚

      Haha.. untung teh Meykke udah nikah, jadi gak pengen nikah disaat lihat yang nikah masal ๐Ÿ™‚

    • Hehe.. tapi alhamdulilah di acara kemarin sepertinya gak ada yang kebagian, semuanya rata. Aku bilang seperti itu karena aku lihat ketika hendak wudhu ada yang baru datang, dan itu masih kebagian. Aku rasa panitia menyediakan stoknya cukup banyak ๐Ÿ™‚

      Haha.. ini pertanyaan yang seperti ini sudah berapa kali ๐Ÿ™ ๐Ÿ˜€

      Aku mah santai aja mas, untuk saat ini cukup lihat saja dulu…hehe

  • Waaah nasi angkringan, aq suka banget, nikah masal?? Wah aq belum pernah lihat sebelumnya,,
    Nah kenapa diabaikan Tong Hijaunya? Itu kan penting atuh, agar sampah2 tidak dibuang sembarangan. ๐Ÿ˜€
    Selamat menunaikan ibadah puasa ๐Ÿ™‚

    • Alhamdulilah, aku rasa memang banyak yang suka teh. Secara sama seperti nasi-nasi biasa, hanya saja dikemas kecil dan biasa disebut dengan sebutan nasi kucing ๐Ÿ™‚

      Aku aja penasaran ko, Teh, karena waktu itu belum melihat keburu selesai dan semakin penuh yang datang ๐Ÿ™‚

      Maksud aku diabaikan selagi makan teh, biar gak berfikiran kemana-mana. Setelah selesai makan baru ditaro di tong hijaunya ๐Ÿ™‚

      Selamat menunaikan ibadah puasa juga ya, Teh ๐Ÿ™‚

  • Aku jawab yang pertama dulu yaaa, alhamdulillah puasa lancar meski ini udah bolong 3 x hehehehe
    Senang ya Andi bisa berburu takjil bareng temnen dan bisa dapat makanan angkringan, aku suka banget makan di angkringan, apalagi nasi kucing, bandeng dan kikilnya, enak ahahhahahaha

    • Alhamdulilah, semoga lancar selalu ya, Teh. Aku rasa tak usah heran kalau perempuan pernah bolong dalam puasanya..hehe

      Alhamdulilah senang banget teh, duh teh Mei jadi nostalgia kan makan nasi angkringannya. Kalau disitu cari mudah gak teh?

    • Sttt.. jangan keras-keras mas ngakaknya. Kan, lagi puasa ๐Ÿ™‚

      Betul rame banget, ya wajar sih mas kalau gak nyaman. Karena jamaah yang datang juga banyak banget..

  • Wah, bisa aja tuh idenya bagi-bagi tugas biar ngumpul dan kebagian semua ya personelnya wkwkwk. Wahh keren diary ramadhannya ditulis tiap hari bisa jadi bahan renungan dan kenangan pas kita iseng baca nya pasti wkwk

    • Tentu, berargi tugas akan lebih mudah dan cepat..hehe

      Alhamdulilah teh, tapi kalau saat ini belum sempet nulis #DiaryRamadhan lagi, karena soal waktu ๐Ÿ™‚

      Teh Febri juga bisa baca ko, silakan..hehe

  • Halo mas Andi, salam kenal ya ๐Ÿ™‚ Wah bener2 deh aku menikmati cerita mas. Seru bangeeeedd sampai foto2nya super lengkap., Keren nih acara TNI mesti dilestarikan buat masyarakat happy ya. Nasi angkringanbisa juga ya menyiapkan 10rb jamaah hebat sekali hehehe..mantap mas!

    • Hallo juga, Teh Nurul ๐Ÿ™‚
      Salam kenal juga ya..

      Setuju, selain buat masyarakat senang, bisa nambah ilmu juga ya, Teh, terlebih lagi kalau bisa di adakan di berbagai kota..

      Mantap, kalau nasi angkringannya kurang tahu juga. Untuk jamaah yang datang aku rasa gak semuanya dari sore, ada yang sesuai jadwal juga. Dimana acara pa Gatotnya itu pukul 19.00 ๐Ÿ™‚

  • Ya Rabb, sungguh niat banget sang takjil hunter yang satu ini. Setelah kemarin-kemarin pernah mampir ke tulisan yang isinya juga perburuan takjil, sekarang baca lagi. Dan ternyata pas ngecek postingan yang lama, masih banyak postingan tentang perburuan takjil. Bener-bener takjil hunter sejati mas :')

    Tahun ini aku nggak merasakan senangnya mencari takjil gratis. Banyak padahal temenku yang ngajak. Tapi karena godaan mencari takjil dengan sang gebetan lebih indah, maka timbulah tolakan dari ajakan temen-temen :')

    • Hehe..segalanya harus dengan niat mas.. ๐Ÿ˜€
      Wah sayang sekali mas Ponco gk bisa ikut berburu, semoga tahun depan bisa ya, Mas ๐Ÿ™‚

      Wah wah, jadi harus milih ya, antara ajakan teman atau gebetan ๐Ÿ™‚

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *