#DiaryLebaran #8, Silaturahmi ke Rumah Sahabat

DiaryMahasiswa.com | Di lebaran ke dua ini aku mendapatkan kesempatan untuk main ke rumah sahabatku, Iga. Dia teman dekatku sedari SMP, meskipun sekarang hanya bisa satu tahun sekali bertemu, karena kerja dan aku kuliah. Ketika SMA sering maen bareng, hampir setiap hari main dan kumpul bareng. Tidak hanya iga tapi berlima denganku, ada Iga, Pangat, Agung, dan Budi. 
Waktu itu aku hanya main kerumah Iga dan setelah itu aku mengajaknya untuk pergi main ke rumah Eko teman satu kelas ketika SMA kelas satu. Eko juga teman dekatku ketika SMA, sudah lama tidak bertemu, pas bertemu kabarnya sebentar lagi mau menikah, di tahun 2016 ini. Setelah lebaran dia kerja terlebih dahulu ke Bali setelah itu pulang dan kemudian langsung menikah.

Hampir setiap tahun ketika pulang, pasti ada saja undangan yang nyasar ke rumahku, bukan nyasar sebenarnya tapi memang untukku dan itu teman seangkatan atau satu kelas yang dulunya satu kelas ketika sekolah. Entah itu teman SD ataupun SMP dan SMA. Kebanyakan perempuan yang sudah menikah, karena perempuan tinggal menunggu laki-laki yang datang untuk menikahinya, berbeda dengan laki-laki.

Semoga yang mau dan yang sudah menikah, hidupnya bisa lebih baik lagi. Selama di rumah Eko aku bertemu Bedi juga, teman ketika SMP. Kemudian main bersama kebendungan Manganti. Disana juga bertemu dengan Jahdi atau Jaja biasa aku menyebutnya. Sembari melihat air yang mengalir dan orang-orang yang mancing, aku mengabadikan sedikit foto selama disana.


Tak terasa Maghrib pun tiba, aku dan teman-teman bergegas pergi ke Mushola dekat bendungan Manganti untuk sholat Maghrib. Setelah sholat Eko dan Bedi mengaja untuk pergi ke Langen untuk makan. Tapi ketika diperjalanan tidak tahu kenapa mereka membatalkan untuk pergi ke Langen karena ada kepentingan dirumahnya. Aku dan Iga langsung pergi ke Cikawung, rumah Budi sahabat sejak SMA. Sembari silaturahmi Iga mengabadikan momen dengan selfie bareng.
 


Setelah selesai Iga mengajak untuk ke Langen untuk beli makan, Budi juga ikut karena jenuh dirumah terus. Di Langen tak sengaja bertemu dengan teman ketika SMP, ada Rendi, Edi dan Wahyu. Sudah lama tak bertemu jadi sedikit beda. Setelah itu Iga kebetulan ingin sekali makan mendoan, ketika sampai di tempat mendoan ternyata habis yang ada hanya gehu saja, karena tak ada yang mau tekpaksa pergi untuk mencari lagi.

Baru saja melangkah, hujan menghampiri kami, terpaksa harus menduh terlebih dahulu. Untungnya hujannya gerimis, kami lanjutkan untuk makan bakso saja karena sudah malam juga. Pesan 3 bakso ukuran jumbo. Sebenarnya tidak besar sih kalau menurutku, tapi sudah dibilang jumbo.

Muka Iga dan Budi sudah terlihat lapar sekali ingin makan. Tak lama setelah aku cek harganya ternyata cukup mahal bakso jumbo harganya Rp. 18.000,- dan minumnya Rp. 4.000,- ditambah aku mengambil kerupuk yang harganya Rp. 2.000,- Jika digabungkan jadi berapa  ? Coba hitung sendiri ya, ya begitulah cukup mahal dan tidak puas menurutku.
Lain kali aku mencoba mencari lagi yang lebih jumbo. syukur-syukur ada. Jika kamu tahu infonya sekitar Lakbok, Langen dan sekitarnya silahkan berikan komentar ya.. Aku tunggu..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *