Dari Mana Sebenarnya Diary Mahasiswa itu? Simak Ulasannya!

DiaryMahasiswaΒ | Sungguh tidak terasa TAHUN 2019 tinggal 12 bulan lagi. Iya nggak guys? Diary awal tahun ini kalian sudah siap membaca? Ganti tahun harus lebih semangat membaca dan menulisnya ya. Good luck untuk semua doa dan cita-cita kalian di tahun ini.

Di diary kali ini aku mau membahas tentang Diary Mahasiswa. Ini diary masih ada kaitannya dengan diary sebelumnya dengan judul “Pecah Telor di Tahun 2017”.

Banyak yang mengira disaat aku ganti domain dari andinugraha.com ke diarymahasiswa.com. Itu seolah domain baru, padahal domainnya udah cukup lama.

Aku membeli domain diarymahasiswa.com tepat di tanggal 29 Januari 2016. Berapa lamanya, kalian semua sudah bisa menebaknya. Kalau belum, hitung aja ya..hehe. Diary mahasiswa ini bukan hanya sebuah nama doamin semata bagiku.

Why?

Well, aku ceritakan ya. Jujur, aku bukan orang yang sejak kecil suka dengan menulis, terlebih membaca. Memang sejak kecil aku selalu dibelikan majalah Bobo oleh ayahku. Sampe banyak banget numpuk di rumah, terkadang kalau pulang masih aku buka. Semacam nostalgia gitu, dan itu nggak membuatku bosan membaca kembali. Aku suka majalah Bobo karena banyak gambarnya, lagi pula bahasannya asik dan nggak membosankan.

Baca juga : Pencapaian Andi Nugraha di tahun 2017

Singkat cerita ketika kelas 2 SMA. Pamanku yang kuliah di Jakarta, selalu mengingatkan untuk rajin membaca dan menulis. Tapi nasehat itu hanya lewat begitu saja. Seiring berjalannya waktu, terus menerus mengingatkan untuk menulis dan menulis. Aku pun mulai mencoba, dulu aku suka membaca kalau bukunya ada gambarnya. Padahal sih, cuma lihat gambarnya aja.

Buku yang dikasih paman nggak ada gambarnya sama sekali. Alias semuanya tulisan. Karena dipaksa, mau nggak mau aku mencobanya untuk membaca. Masih ingat juga dulu buku yang dikasihΒ  paman berjudul “Citra Diri Remaja Muslim”. Entah kenapa dari situ aku mulai tertarik untuk melahap isi bukunya.

Intinya aku penasaran akan isi dari lembar demi lembar bukunya. Setelah baca itu, aku dipaksa untuk menulis. Menulis apa saja, termasuk kegiatan sehari-hariku dalam buku. Males banget, beneran. Lah, gimana. Orang yang nggak suka nulis tiba-tiba disuruh nulis. Gimana perasaan kalian kalau begitu. Mungkin bagi yang suka membaca dan menulis, nggak jadi masalah. Tapi bagiku ini tantangan.

Nulis kegiatan sehari-hari mulai dari bangun tidur hingga tidur lagi. Begitu saja terus. Satu hal yang membuatku bingung. Disaat setelah titik (.) aku selalu bingung, kalau nggak menggunakan kata “terus, lalu, dan kemudian”. Dan selalu membuatku bingung. Terlebih disaat membacanya, kok nggak enak banget.

Setiap bertanya, tulis aja apa yang ada dalam otak. Ya, udah mau gimana lagi, aku terus aja setiap nulis menggunakan kata itu. Habis karena bingung mau nulis apa. Ibaratnya aku baru saja terjun nulis, jadi apapun yang ada di kepala aku tuliskan. Nyambung nggak nyambung pamanku menyuruh untuk jangan dibaca ulang.

Tiga hari kemudian barulah aku baca, sekiranya ada yang nggak enak dibaca barulah aku edit dan perbaiki. Selayaknya editor-editor buku pada umumnya. Bedanya ini ala kadarnya. Dan dulu aku nulisnya bukan di ketik, tapi bener-bener nulis dalam buku yang aku sebut diary.

Seiring berjalan waktu, aku merasa nyaman. Bahkan ada rasa kurang kalau hari itu nggak nulis kegiatan keseharianku, padahal kegiatan nggak penting. Tapi kok rasanya udah kayak kewajiban gitu. Sekalipun yang di tulis hanya kegiatan sehari-hari dari bangun, nyapu, ngepel dan yang lainnya. Gitu aja terus.

Intinya kegiatan sehari-hari aja, ke sekolah, di rumah, begitu juga main. Dan itu kalau dibaca sekarang, nggak penting banget sumpah..haha. Tapi itu semua memang awal aku dari menulis. Setiap pergi maen kemana-mana aku memang tak lepas dari tas. Bawa tas terus, udah kayak mau kabur aja πŸ˜€

Isinya padahal cuma buku diary dan sarung, lengkap dengan pulpennya ya. Kenapa sarung? Karena waktu SMA aku sering banget main menggunakan celana pendek. Jadi disaat waktunya shalat, aku shalat menggunakan sarung yang aku bawa. Alhamdulilah sekarang lebih sering menggunakan celana panjang. Celana pendek cukup dirumah aja.

Penasaran akan membaca sampai-sampai aku berlangganan majalah D’Rise. Majalah islami gitu. Di dalamnya bagus, pembahasan tentang pengetahuan, teknologi, islam dan ada juga cerpennya. Dan terkadang ada beberapa profil seorang penulis dibelakangnya.

Waktu itu aku membaca salah satu profil penulis di majalah itu. Beliau bernama La Ode Munafar. Kalau kalian tahu, tentu tidak asing lagi dengan namanya. Atau sering disapa Kak Ode. Beliau adalah founder Indonesia Tanpa Pacaran, saat ini kalau tidak salah sudah menulis 60 buku dan mengisi seminar ratusan kali lebih.

Baca juga : Kamar Kost Andi Nugraha

Dari profilnya tercantum juga nomer handphonenya, aku berusaha mengirimkan pesan singkat kepadanya. Dengan tujuan ingin belajar menulis dan berkenalan. Waktu itu aku nggak berharap di bales sama sekali. Karena setahuku orang kalau sudah sukses biasanya nggak ada waktu untuk membalas pesan.

Tapi ini lain, Kak Ode membalas pesan singkatku. Karena aku berniat melanjutkan sekolah di Yogyakarta. Aku berharap bisa bertemu di Jogja nanti. Sekalian ingin silaturahmi. Syukur-syukur bisa banyak belajar dari beliau.

Berawal dari paksaan menulis diary yang nggak penting itu. Aku terus lakukan hingga kelas dua dan tiga SMA. Seolah nggak penting tapi terus aku lakukan. Seakan ada energy besar di suatu saat nanti. Namun, entah kapan waktunya. Biarlah waktu yang akan menjawab. Oh, ya, ini ada beberapa foto buku diaryku.

* * *

Hingga akhirnya aku lulus dan melanjutkan kuliah di Jogja. Tepat diakhir tahun 2013 aku pergi ke Jogja. Sebenarnya kalau awal-awal kuliah diceritakan bakal puanjang banget. Tapi skip aja ya, lanjut baca.

Ketika di Yogyakarta meskipun aku dapat hal yang baru. Termasuk lingkungan dan teman. Diary nggak pentingku tetap saja aku lanjutkan. Bahkan sampe-sampe kepikiran untuk bikin resolusi gitu, lho. Deretan mimpi itu aku sebut kalender impian, nama kalender impian terinspirasi dari coach Hendri Hariyanto. Guru sekaligus sahabat bagiku.

Well, aku sebutkan sedikit saja ya. Diantaranya aku pengen bisa nulis buku dan terus bisa melanjutkan nulis diary nggak penting itu. Dan salah satunya bisa nulis buku sama La Ode Munafar.

Apaan sih, Ndi?
Belum juga bertemu, sudah muluk-muluk pengen bisa nulis buku sama La Ode.
Ah, biarin. Namanya juga mimpi. Nggak jadi masalah kan. Siapa tahu aja tercapai. Aamiin.

Percakapan diatas, bukan aku dengan siapa. Tapi hanya ngebatin di hati saja. Tanpa ambil pusing, aku tambahkan ke kalender impianku. Berharap bisa tercapai, sembari terus nulis diary nggak penting itu.

Selang beberapa waktu tinggal di Yogyakarta. Aku berkesempatan bertemu dengan La Ode Munafar. Bahkan beliau mau datang ke kostku. Tidak hanya itu saja, beliau mengajakku keliling menggunakan motor dan mentlaktirku makan. Ini bener-bener luar biasa, jauh sekali dengan dugaan batinku. Pernah juga langsung ikut belajar nulis bareng Kak Ode.

Celotehan diatas, ingin bisa nulis bareng sama La Ode Munafar benar-benar terwujud. Bahkan sampai dua buku, dengan judul Semua Karena Wanita dan Arti Sebuah Perjuangan.

Jauh sebelum punya target pengin nulis bareng La Ode Munafar. Aku punya target ingin punya buku hasil aku sendiri. Meskipun itu hanya seumur hidupku. Tapi setelah kenal dengan La Ode, aku jadi lebih termotivasi untuk menulis. Ya, menulis apapun itu. Setelah lahinnya kedua buku dengan La Ode, aku juga diajak nulis lagi, dan jadi buku. Pernah nulis juga dua buku dan itu bener-bener jadi buku.

Tapi yang satu nggak dijual, karena aku ingin itu cukup jadi koleksi orang-orang terdekat (keluarga) saja. Ya begitulah, kita boleh berencana. Tapi tetep Allah lebih berkuasa. Terus berusaha dan berdoa. Mari saling mendoakan.

* * *
Β 

Namun sebelum itu semua terjadi, aku masih ada diary tentang ngeblog nih. Sehari, dua hari, seminggu, sebulan tinggal di Yogyakarta. Hingga akhirnya berbulan-bulan. Satu hal yang terus aku lakukan. Apa coba, kalian tahu? Ya, itu tetep menulis diary yang nggak penting itu. Penting kok, nggak! Penting kok. Terus aja perang omongan dalam batin.

Hingga akhirnya aku dapet kesibukan baru dari dosen. Tugas! Ya tugas kuliah, membuat blog yang isinya lengkap ada tulisannya berupa dokumen, gambar dan video. Awalnya aku bingung, tapi untungnya ada temanku yang membantu, Mezi ArisΒ namanya. Aku lebih akrab memanggilnya Aris.

Dari tugas itulah semua mahasiswa wajib membuat blog. Dari yang sudah terbiasa dari SMA/SMK, ada yang belum bisa dan bahkan belum tahu sama sekali apa itu blog. Beruntung bagi mereka yang tahu blog sedari duduk di bangku sekolah. Masih ku ingat malam itu aku membuat blog dengan Aris sampe pukul 02.00 pagi.

Tapi dari situlah aku belajar banyak hal. Dari blog yang aku bikin aku hobi banget gunti-ganti template, mencari yang cocok. Selang satu bulan setelah tugas blog dikumpulkan. Entah kenapa aku hobi banget banget ngepost artikel di blog. Dulu artikel islami gitu, sayangnya aku copy paste πŸ™

Sedangkan teman-teman kelasku, nggak ada satupun yang melanjutkan ngeblog. Selang beberapa waktu, ada beberapa yang ngikut ngeblog juga. Tapi karena alasan dapat uang. Ya, dari iklan gitu. Namun, setelah blognya terblokir, aktifitas ngeblog berhenti. Padahal nggak ada cara yang instan. Semua butuh proses.

Setelah teman-temanku berhenti, aku baru kepikiran kenapa aku nggak pindahkan saja diary nggak pentingku itu ke dalam blog. Awal bikin blog, aku bikin dengan alamat islami banget, yaitu siramanqhalbu.blogspot.com

Tepat di 2014 aku membeli domain dengan nama andinugraha.com. Dengan terbentuknya andinugraha.com aku jadi lebih aktif dan giat untuk menulis diary dalam blog. Ya, tinggal migrasi gitu. Dari diary yang biasa aku tulis dalam buku, aku salin dalam blog.

Tapi itu semua bukan berarti aku melupakan buku diaryku. Sebuah buku yang sudah lama menemaniku untuk menuliskan kegiatan nggak penting dalam kehidupan sehari-hari. Setiap berpergian tetap ku bawah. Bedanya dulu sebelum punya blog aku nulis full dalam buku.

Sekarang aku hanya menuliskan hal-hal penting saja dalam buku diary itu. Seperti halnya kejadian yang penting, tempat dimana aku main, dan beberapa orang yang aku temui ketika main. Memang sih bisa ditulis di smartphone, cara ini juga aku lakukan. Tapi tetep terkadang nulis di buku.

* * *

29 Januari 2016
Tepat dimana aku mendirikan blog dengan nama DiaryMahasiswa.com.Waktu itu menggunakan wordpress. Awal-awal andinugraha.com juga sama pake wordpress. Aku mendirikan diarymahasiswa karena aku merasa berhasil. Berhasil dalam artian bisa jadi suka menulis berkat diary. Ya, berkat diary yang nggak penting itu.

Dari situlah kedisiplinan menulis mulai terbentuk, dari situlah beban yang terasa menggantung di kepala aku curahkan, perlahan hilang karena secara tidak langsung tercurah ke dalam buku diary. Dari situ perasaan lega dan tenang. Mungkin kalian ngerasa biasa saja. Tapi percayalah aku merasakan kepuasan tersendiri.

Dalam website diarymahasiswa.com dulu saat awal berdiri aku memiliki suatu kata-kata yang bisa membuatku terus semangat dalam menulis diary. Entah darimana datangnya, yang jelas seakan muncul aja dari kepala.

“Meskipun diary, usahakan berbagi,
meskipun kegiatan sehari-hari,
usahakan menginspirasi”

Aku percaya setiap kejadian selalu ada hikmah yang dapat di ambil. Termasuk dari setiap orang menulis diary.

Selain itu aku membolehkan bagi siapa saja yang ingin menuliskan diarynya di diarymahasiswa.com. Bebas mau nulis apa saja. Dari situ aku mulai ngesahre dari semua medsia sosial diary mahasiswa. Mulai dari fanspage, twitter dan instagram.Jangan lupa like fanspage Diary Mahasiswa ya.

Di instagramnya juga masih aktif sampai sekarang. Bisa kalian follow diΒ @diarymahasiswa ya. Seperti ini penampakannya :

Saat ini di instagram diarymahasiswa lebih berisi ke motivasi kuliah, terkadang juga tebak-tebakan gitu. Intinya sih aku pengen terus jalan itu instagram. Semoga bisa. Meskipun hanya satu post dalam sehari.

Perlahan respon teman-teman juga bagus. Terlebih dari siswa yang aku ajar juga demikian. Kebetulan waktu itu aku sedang ngajar di MTs Ali Maksum Krapyak Yogyakarta. Berikut beberapa tampilan Diary Mahasiswa di awal.

Ada perubahan juga jadi seperti ini. Dengan tampilan baru mulai bertambah perlahan banyak yang nulis juga.

Kalau tidak salah waktu itu yang nulis ada dari :

  • Mahasiswi STIA Banten
  • Mahasiswi Ibn Khaldun Bogor
  • Mahasiswa STMIK El Rahma Yogyakarta
  • Mahasiswa Universitas Islam Indonesia
  • Mahasiswi Universitas Mercu Buana Yogyakarta
  • Santri Pondok Pesantren Fauzul Muslimin
  • Dan yang lainnya.

Kalau di total ada sampai belasan jumlahnya. Diatas 15 atau berapa gitu, aku lupa tepatnya berapa. Mungkin itu nggak seberapa buat kalian. Tapi ini total membuatku berarti sekali. Tandanya masih ada orang yang mau nulis berkat ajakan diary mahasiswa. Serasa aku ada temannya. Jadi lebih semangat untuk menulis. Dan nggak langsung aku membuat wadah buat mereka untuk berbagi dan menginspirasi, walaupun hanya lewat diary.

Diary mahasiswa berjalan satu tahun lebih. Perlahan aku lihat mulai kelihatan satu persatu mereka para penulis di diary mahasiswa. Ada yang lebih ke cerita suka duka disaat kuliah. Ada juga diary jalan-jalan hingga kekocakannya. Dan satu yang aku lihat terus menerus nggak berubah. Yaitu puisi, ya itu puisi yang nulis salah satu muridku disaat aku ngajar MTs.

Awal hingga pertengahan tahun 2017 Diarymahasiswa.com mulai terlihat redup, dan sepi. Aku sendiri nggak jadi masalah. Toh aku nggak maksa mereka juga untuk terus nulis di diarymahasiswa. Karena sejatinya menulis tanpa paksaan itu akan mengalir dengan tenang. Seakan apa yang akan disampaikan tersampaikan dalam bingkai untaian kata.

Karena sudah lama nggak pada nulis lagi, akhirnya fakum tuh diarymahasiswa.com setiap harinya nggak pernah ada updaten, kecuali aku sendiri. Dan pada akhirnya aku gunakan domain itu untuk mengganti andinugraha.com

Tapi bukan berarti teman-teman yang pernah nulis di diary mahasiswa setelah nggak nulis di diarymahasiswa.com nggak nulis lagi. Nyatanya ada yang sudah punya blog sendiri, lebih aktif nulis, ya sekalipun diselingi dengan menulis diberbagai medsos lainnya. Ada yang malah punya blog lebih dari satu. Harapanku sih semoga apa yang mereka inginkan, mimpikan dalam bentuk tulisan terwujud.

Kenapa ganti domain, Ndi?
Seiring nulis diary di blog banyak dapet kenalan. Singkatnya gini. Ceritanya ada teman yang mau nulis gitu di blogku, membantu katanya, kebetulan dia suka nulis juga. Dengan percayanya aku membolehkannya. Singkat cerita lagi, entah di post apa, sampai-sampai blogku hilang. Sepertinya di bannedΒ karena sempat aku cari nggak ada atau aku di keluarin dari admin dan nama blognya diganti.

Dan domain andinugraha.com juga diΒ banned. Awalnya aku mau beli domain lagi, tapi teringat akan domain diarymahasiswa.comyang webnya sudah lama nggak update. Dari pada beli lagi aku gunakanlah domain itu. Inilah jawaban kenapa aku ganti domain, teman-teman.

Bagi para alumni diarymahasiswa juga nggak keberatan. Cieelah, alumni..hehe. Iya aku anggap alumni, toh mereka pernah nulis di diarymahasiswa. Tanpa paksaan lagi. Luar biasa itu.

Kamu kan udah lulus, terus kenapa malahΒ ganti domain diary mahasiswa, Ndi?
Yapz, domainku tetap diarymahasisa.com kok. Aku belum lanjut kuliah lagi, tapi aku ngerasa aku masih pantas jadi mahasiswa. Sejatinya setiap orang berhak kok menyebut dirinya seorang mahasiswa. Seperti halnya aku ini. Karena mahasiswa itu nggak melulu mereka yang kuliah di gedung mewah yang serba ada. Tapi mahasiswa itu siapa saja yang ada di dunia ini. Karena kita semua sedang kuliah di UK (Universitas Kehidupan) πŸ™‚

Dimana apa yang kita lewati, pelajari bakalan lebih banyak dibandingan kuliah pada umumnya. Dan ini langsung terjun ke lapangan. Memang sih kuliah di kampus tententu juga penting. Makannya beruntunglah bagi mereka yang bisa kuliah. Dan itu harus di syukuri. Mari bersyukur lagi.

Diarymahasiswa ini bukan berarti berisi tentang hal-hal yang berkaitan mahasiswa. Hanya saja yang punya seorang mahasiswa. Dan bahasannya bebas giamana aku..he

Apakah setelah lulus mau tetap stay di Jogja?
Ini salah satu pertanyaan kalian juga di salah satu komentar diary sebelumnya. Betul, aku akan tetap stay di Jogja, selain memang ada yang perlu di selesaikan disini. Aku juga merasa berat meninggalkan kota istimewa ini. Hehe..

Aku banyak terima kasih untuk teman-teman yang sudah sering main ke diarymahasiswa. Membaca diary Andi Nugraha. Terima kasih juga untuk mas Heru Arya (tulisanwortel.com). Mas Heru ini salah satu orang yang punya blog sangat berarti buatku. Berarti dalam artina, aku banyak belajar dari apa yang di posting di blognya.

Masih teringat dulu di tahun 2016. Tepatnya setelah lebaran. Dari situ juga aku banyak belajar, dan semakin tahu pentingnya BW atau blogwalking. BW itu ibarah bersilaturahmi, meskipun tanpa bertemu secara langsung tapi hal ini sangat berarti. Selain bisa nambah teman, kita juga bisa belajar dari tulisan teman-teman.

Sebenarnya nggak cuma mas Heru aja, ada banyak yang menginspirasi aku. Dari blog aku juga sempat bertemu Pak Akhmad Muhaimin Azzet (Kedai JO Istimewa). Selain main ke kostku, beliau juga pernah ajak main bareng di candi sambisari. Pernah juga bertemu dengan mas Ikrom (Unimportant To Important). Meskipun hanya sebentar. Dan dari blog masih banyak lagi yang lainnya. Yang jelas aku bersyukur.

Oh, ya, kalau kalian ke Jogja jangan lupa berkabar ya. Aku berharap bisa silaturahmi dengan kalian. Untuk bisa menghubungiku cari aja di menu contact. Disitu ada nomerku, bisa kalian hubungi.

Mungkin itu dulu aja ya, mengenai diary kali ini. Jangan lupa tetap semangat untuk mewujudkan deretan mimpi yang sudah kalian tulis ya. Good luck.

178 Responses for Dari Mana Sebenarnya Diary Mahasiswa itu? Simak Ulasannya!

  • Duh, jadi mikir yang enggak-enggak nih sama temen yg ikutan nulis tp ujung2nya domain jadi ke banned itu.. Tp gapapalah yg penting skrg Andy malah jd semakin semangat ngeblog dan BWnya rajin banget hehehe.. Semoga di tahun2 mendatang DM makin eksis yaa

  • Sayang banget andinugraha com nya banned padahal sudah brandable knapa gak ganti dot net aza.Kalau saya dr SD memang suka nulis dan punya buku diari meski isinya asal.Suka baca juga jadi begitu ketemu blog langsung kepincut.Target bisa bikin buku meski tidak dikomerislkan [aling tidak sudah pernah membuat buku

    • Nah, itu. Saya memanfaatkan domain yang ada, Mas. Sebenarnya diluar diarymahasiswa saya masih ada domain juga. Dan masih dirintis nulisnya. Bagi-bagi waktu..he

      Keren nih, Mas Dwi. Memang sedari kecil ya suka nulis. Terlebih baca, suatu kegiatan yang amat sangat penting. Karena dari baca bisa tahu semuanya..

      Setuju, Mas. Setidaknya itu buku bisa dibaca oleh anak, saudara, tanpa mereka membeli juga nggak jadi masalh.

      Aku percaya meskipun nggak dikomersilkan, akan ada rasa kepuasan tersendiri..

  • Baca yang ini : Ceritanya ada teman yang mau nulis gitu di blogku, membantu katanya, kebetulan dia suka nulis juga. Dengan percayanya aku membolehkannya. Singkat cerita lagi, entah di post apa, sampai-sampai blogku hilang. Sepertinya di banned karena sempat aku cari nggak ada atau aku di keluarin dari admin dan nama blognya diganti.

    Dan domain andinugraha.com juga di banned.

    Jujur bikin aku nyesek. Kok ada, ya. TEmen yang kek gitu. Apa mungkin blog itu terjadi sesuatu ya mas? Atau dianya memang gak tau.

    Padahal aku kenal blog Mas Andi itu, dari Andi Nugraha.com, tapi semuanya telah sirna.

    Apapun masalahnya, Mas Andi harus tetep kuat dan tangguh menghadapinya, ya mas.

    Jujur, aku juga ikut terharu baca ini : Terima kasih juga untuk mas Heru Arya (tulisanwortel.com). Mas Heru ini salah satu orang yang punya blog sangat berarti buatku. Berarti dalam artina, aku banyak belajar dari apa yang di posting di blognya.

    Ya meskipun sebenarnya aku gak ngapa-ngapain. Hanya tujuannya berbagi biar yang lain tambah semangat…

    APapun Domainnya, terus berkarya Mas. Sukses selalu.

    Siapa tau suatu saat nanti aku mampir Jogja, akan aku kabarin…

    • Kurang tahu, sih, Mas. Yang jelas teman itu belum pernah ketemu sih. Sebut saja si "A" lah, biar gampang. Nah si A ini adeknya suami dari teteh aku. Ya, meskipun belum ketemu, aku percaya gitu lah..

      Tapi setelah tahu, waktu itu lama nggak terdengar kabar. Eh, tahu2 dah di penjara coba. Karena gitu, suka ambil barang orang, terus dijual. Pinjem barang orang, dijual. Dan bahkan motor tetehku aja dijual πŸ™

      Tapi ya udah, mau disesai toh udah terjadi. Buat kedepan aja, jadi pembelajaran.

      Siap, Mas. Mudah-mudah terus tangguh dan bisa berbagi dengan tulisan lewat blog ini.

      Terkadang setiap apa yang kita anggap biasa, belum tentu buat orang lain, Mas. Begitu juga dengan hal yang kecil, makanan aja. Menurut kita biasa, dan bosan mungkin. Tapi kalau kita lihat diluar sana, masih banyak orang yang susah untuk makan.. Ya, gitu lah..

      Aamiin, yang jelas selalu berusaha untuk produktif berkarya..
      Siap, Mas. Aku tunggu kabarnya di Jogja..

      • Sebelum balas komentar ini, aku scroll ke bawah dulu, biar tau kerennya tulisan ini di mata orang lain.

        Mas Andi ternyata sudah semakin keren dan bagus cara menulisnya dan BWnya. Salut dengan semangatmu, mas.

        Jadi inget, dulu pertama dirimu BW ke blogku, terus besoknya aku tegur. Hahaha. Gara-gara teguran itu, ternyata mas ANdi jadi sosok yang menginspirasi banyak orang ternyata.

        SOal temen mas itu, aku gak mau ambil pembahasan lagi.

        Biarlah yang sekarang aja diurus, ya mas?

        Alhamdulillah kalo gtu. AKu ikut seneng bisa berbagi melalui tulisan yang sebenarnya aku anggap supaya orang berpikir. Tapi, yang terjadi beneran.

        Siap mas.. Doakan saja aku bisa sampai ke sana…

        • Wah, terima kasih, Mas..

          Iya, teguran itu ngena banget, Mas. Jadi bahan pelajaran buatku pribadi. Dan semakin kesini semakin ada perubahan..

          Iya biarin lah, Mas. Doakan yang terbaik aja..
          Setuju, urus yang ada, dan terus semangat berkarya..

          Bagiku pribadi sih, tutorial di tulisanwortel mudah dipahami, baca dan praktekan..

          Aamiin..

  • Makanya aku bingung, kok jadi beda nama blognya, ternyata pindah doang.

    Nulis sebenernya banyak manfaatnya. Selain mengasah otak kita untuk berimajinasi, nulis juga menghilangkan penat menurut gw. Udah gitu kalo tulisannya dibaca orang, bisa jadi hiburan buat orang yang baca. Belum lagi kalo bermanfaat, pasti dapet banyak pahala deh kita.

    Setiap orang punya gayanya sendiri dalam menulis, jadi jangan niru-niru gaya orang, karna aneh menurut gw. Tulis sesuai gaya masing-masing. Karena disitulah keunikan setiap orang bisa terlihat.

    Keep writing !

    • Iya, pindah doang. Selayaknya orang pindah kontrakan..haha

      Setuju, Mas Riza. Sebentar, tumben nih mas Riza bijak sekalih. Nggak seperti di postingan blognya..hehe

      Setuju, maka dari itu harus kepp write (y)

  • Perjalanan panjang diarymahasiswa yang tetap mahasiswa di universitas kehidupan
    menulis itu menyenangkan hati itu yang sering aku dapatkan kalau bermanfaat bagi orang lain alhamdulillah smg itu bonus kebaikan utk penulisnya,
    aku jg tidak begitu suka membaca, tp ortu seneng banget membelikan buku bacaan kadang aku merengek minta dibacakan oleh pengasuh dan ibu

    makin sukses ya blognya tetap semangat dan berpikir positif saja

  • bener sekali bang andi, tidak terasa 12 bulan lagi udah tahun baru lagi. (mintak di sleding rupanya) :D,
    saya jauh dari jogja bang, jd g bisa mampir.. next lah klo saya liburan ke jogja bisa ke rumahnya sampean. jangn lupa disipakan karpet merah-nya bang buat pas saya datang entar. πŸ˜€

  • Cerita diarynya sungguh luar biasa panjangnya. Semua hal ditumpahkan dalam satu artikel.
    Ternyata sama-sama penyuka majalah Bobo, dulu saya maniak sekali dan bahkan bisa dibilang tergila-gila sama Bobo.
    Saya juga penyuka menulis ,tapi sayang buku diari saya hilang. Maka sekarang saya tuangkan dalam blog.
    Menulis dan menulis, nanti dolar akan mengikuti dengan sendirinya.
    Wah hebat bisa ketemu dan mas ikrom, kapan ketemu dengan saya ?

    • Hehe.. panjang ya, Mas. Mau ditambah kok ya, terlalu panjang nantinya.. πŸ˜€

      Iya, Mas. wah gitu to, tos dulu ah..he
      Wah, kenangan dong ya, Mas. Andai masih ada, bisa dibaca ulang lagi ya..

      Aamiin, semoga ya, Mas..
      Hayu atuh, Mas. Kapan ketemunya?

  • Menginspirasi sekali mas andi nugraha! Berawal dari disuruh nulis buku diary yang isinya cuma kegiatan sehari hari aja yaa? Ahaha jadi inget dulu waktu kecil saya suka bikin cerita semacam novel tapi di buku tulis full satu buku abis yang isinya cerita novel saja yang saya buat hahaha.

    Akhirnya bisa buat buku bareng orang yang di idolakan? wawww ternyata emang bener yaaa setinggi apapun mimpi pasti bisa diraih asal ada tekad usaha dan percaya.

    Semangat dehhh sukses mas andi bravooo! ;D
    willynana.blogspot.com

    • Terima kasih, Teh Nana..
      Tapi aku rasa perempuan itu lebih rajin ya, terlebih masalah diary. Perempuan lebih suka deh..he

      Masih ada nggak tuh, Teh bukunya. Kalau ada buat kenangan dibaca ulang keren pasti..he

      Setuju, asalkan ada usaha, doa pasti bisa. Kalaupun nggak. Sebenarnya bukan nggak, tapi belum. Mungkin itu yang terbaik, dari situlah banyak jawaban lain, mungkin kitanya yang kurang apa, kurang belajar atau yang lainnya..

      Brovoo.. Sukses selalu juga buat Teh Nana..

  • Sayang banget ya blog dan domainnya hilang
    Ganti domain itu ngaruh banget padahal

    Dulu tahun 2009 apa 2010 ya lupa, aku ganti url jadi lebih simpel, karena yang lama kelewat panjang (well, waktu 2007-2008 emang trend banget alamat blog panjang panjang). Terus jumlah pengunjungnya anjlok masa, pernah beberapa kali nol. Iya, gak ada satupun kunjungan di hari itu. Nggak tau kalau perubahan url segitu dahsyatnya pengaruhnya wkwk

    Abis itu gak pernah ganti lagi deh. Baru tahun 2015 lalu berani ganti lagi jadi domain berbayar soalnya ternyata url blog lama ttp bisa kepake aliat di redirect ke url baru. Syukurlah gak menyebabkan perubahan pengunjung. berubah sih, tapi meningkat wkwkwk

    Dijaga ya domain ini
    Branding nya udh oke banget nih, sayang juga kalau ganti lagi

    • Iya sih, tapi mau gimana lagi, Mas..

      Beuh, dah lama banget ngeblog ya, lah aku 2014. Terus kenal berbagai teman belum lama ini, baru dari tahun 2016-an lah..he
      Termasuk tahun mas Aul di tahun 2017 kalau nggak salah..

      Sepi bener ya, kalau nggak ada yang ngunjungi pada hari itu..

      Siap, Mas Aul..
      Semoga terus awet nih diarymahasiswa πŸ™‚

      Terima kasih, sharenya ya..

  • sukses kak πŸ˜€ semoga selalu semangat nulisnya. Oia kenapa blog sebelumnya bisa ke banned? mungkin sharingnya bisa buat yang lain hati-hati

  • sama gan.. saya juga termasuk orang gak suka nulis, tapi karena kebutuhan kuliah dan kerja dulunya dengan menulis, akhirnya saya menulis juga. sekali waktu kuliah ngerjakan skripsi kawan-kawan yang memang malas nulis, buat jajan tambahan. akhirnya sampai sekarang jadi keterusan. kadang kalau ada sampingan yang menghasilkan, menulisnya jadi rajin juga, tapi intinya saya tidak bercita-cita menjadi penulis, namun satu hal yang saya rasakan, saya bisa merasa anak dan enjoy aja ketika menulis dan ketika tulisan itu bisa menghasilkan beberapa uang untuk tambahan belanja, akhirnya saya menekuni bidang penulisan. tapi tetap saya lakukan dengan santai mas, agar tidak terpatok dengan kerjaan menulis, biar bisa jalan kerjaan lainnya.

    • Panggil Andi saja, itu akan membuat saya lebih senang, Mbah.. sungkem..
      Ya, itu berawal dari keterpaksaan, lama-lama jadi kebiasaan, senang dan hingga akhirnya akan ada rasa dimana nggak enak kalau nggak nulis itu..

      Setuju, menulis dengan cara santai bagi saya juga akan lebih tenang, dan mengalir saja gitu. Berbeda dengan nulis terburu-buru, terkadang malah membuat nggak karuan..he

      Seukses selalu ya, Mbah..

    • Ah, barinage teu kudu mahasiswa nulis panjang mah, Mang. Selagi ada yang ingin dicurahkan curahkan aja.

      Udah ketebak kalau Mang Lembu jarang baca postingan orang, terlebih yang panjang. Teu nanaon sih, ngan nanaonan πŸ™

      Sukses terus, Mang.. aamiin..

  • Beberapa bulan ini saya kepikiran untuk ganti domain. Soalnya yang sekarang kayaknya gak memorable wkwkwk. Sulit untuk diingat dan dieja. Tapi kembali ke masalah teknis sih, takutnya artikel lama gak muncul kalo dicari. Jadi sampai sekarang tetep aja.

    Anyway, selamat datang kembali diarymahasiswa!
    Bolehlah boleh alasan masih jadi mahasiswa di Universitas Kehidupan wkwkw. Tapi emang sih, itu sampai akhir hayat loh. Keep it up bang!

    • Iya sih, aku aja kalau nginget blog Zahrah ini apa ya, inget zhrh gitu, lah singkatannya susah di inget..wkwk

      Saranku sih kalau mau diganti ganti dari sekarang, kalau nggak ya nggak usah. Toh setiap domain punya arti sendiri. Itu memang bakal nggak bisa dicari, terlebih artikel-artikel yang udah lama di share. Meskipun bisa, tentu akan bisa dibuka dari blog langsung, tanpa dari G+ atau facebook yang udah dishare.

      Bener kan, sampai akhir hayat..he

      Bentar, sepertinya aku baca kalau Zahra kepikiran pengen ganti domain itu berapa kali ya..haha
      Kayak pernah komen gitu juga πŸ˜€

  • Pantesan dulu kayaknya liat banga Andi palig rajin banget nulis.
    Ternyata udah jadi habits ya, sehari aja ga nulis rasanya ada yang kurang.
    moga aku bisa kaya bang Andi yang rajin nulis dan engga lupa sama blog sendiri wkwk :v
    .
    Oalah jadi andinugraha.com eta di ban, aku kira kamu ganti nama domain heuheu
    terus temanmu yang ngutak ngatik blogmu itu gimana kabarnya sekarang ?
    dia ga bertanggung jawab gitu ? argh kesal !

    • Wkwk.. blog sendiri lupa kemana nih..he
      Untung aja masih ingat untuk login blognya ya πŸ˜€

      Nggak tahu gimana kabarnya, terakhir denger kabar di penjara πŸ™
      Udah ah, doain aja biar makin sukses dia. Sukses di jalan yang bener..

  • Uhh udah ganti domain aja ya, lah ini gue belum perpanjang domain .com nya, terpaksa deh make blogspot dulu lagi seperti semula huhu..

    Diary mahasiswa, tetap selalu jadi mahasiswa, bukan jadi mahasiswa abadi ya. Maksudnya belajar itu mah ga ngenal apapun πŸ™‚

    • Oh, pantesan. Tadi aku ngunjungi kok udah ganti ke blogspot. Ternyata belum diperpanjang..he

      Ayo perpanjang, Mas..
      Setuju, belajar itu harus terus, karena diri ini akan haus terus akan ilmu πŸ™‚

  • mas ceritanya sangat menarik , tpi klu boleh jujur…… : ) kok mata saya jadi ngantuk membacanya. Maaf loh mas….

    apa karena saya membaca tulisannya pd pukuk 00.00 Wib yach….

    tpi kok artikel " Pecah Telur Puyuh " nya lebih terasa gurihnya klu dibanding yg satu ini.

    maaf loh mas…sebagai fansnya mas Andi saya pikir masukan ini cukup penting.

    klu tidak penting.Tekan Tombol Delete yach mas… πŸ™‚

    happy blogging.

    • Terima kasih, Kang Nata..
      Nggak apa-apa kok, Mas. Terima kasih sudah jujur.
      Aku rasa setiap orang nggak harus melulu dan wajib suka terhadap tulsian yang saya tulis..

      Atau nggak hal itu bisa jadi, Kang. Membaca sudah larut malam..he
      Intinya saya berterima kasih banget, karena Kang Nata sudah mau membacanya..

      Nggak apa-apa, Kang. Santai aja..
      Jangan di delete, komentar ini salah satu masukan, salah satu support tersendiri dan salah satu energy juga buat saya..

      Happy blogging, keep writer..
      Semoga sukes selalu, Kang..

  • Wkwkwk… Pertama kali ngeblog juga gue copas mas. Samaan kita. Hahaha
    Dulu absurd aja copas apapun juga. HAHAHHA

    akhirnya terjawab sudah kenapa ganti ke diarymahasiswa ini. Hmm.. Ada gitu ya orang kek gitu. Yaudah… terus semangat aja bro. semoga ini jadi rumah yang baik untuk selalu terus berkatya. Ehe.

    • Wah, samaan nih, tos dulu kalau gitu..he
      Nah itu, awal-awal terambisi pengen post aja, apapun itu πŸ˜€

      Nah itu, jadi tahu kan…he
      Siap, Mas Rifqi. Selalu semangat, terlebih banyak yang baca dan meninggalkan jejak. Salah satunya dari saudaranya naruto ini..wkwk

      Aamiin, sukses selalu juga ya, Mas..

  • Berarti jasa pamanmu besar tuh, bisa mengubah km yg malas nulis jadi ketagihan gini,, luar biasa.. Semoga bisa seperti La Ode Munawar..

    Btw aku jg waktu kecil langganan majalah bobo, selalu gk sabar nunggu2 edisi barunya terbit..

    -Traveler Paruh Waktu

  • Perjalanan dan luka liku yang cukup panjang yah mang… dari andinugraha berganti jadi diarymahasiswa… setiap orang pasti cerita masing – masing dalm usaha membangun blognya agar tetap bisa menginspirasi dan memotivasi semua orang di jagat maya…

  • Saya juga ada rencana mau pake domain sih, udah pernah coba trus enggak diperpanjang karena waktu itu lagi males urusin blog. Kalau udah penyakit malas mah parah dah…

    Kalau nulis udah jadi kebutuhan emang ada aja yang kurang kalau sehari enggak nulis, semoga terus menginspirasi kak..

    Satu lagi, itu tulisannya tangannya baguuuus lho… Serius…

    • Iya, sih. Tapi aku sendiri suka mikir kembali, apa niatmu ndi dari awal..he
      Jadi teringat dan bisa semangat lagi πŸ™‚

      Aamiin, terima kasih, Teh..
      Ah, masa sih, Teh..

      Biasanya bagusan perempuan lho πŸ˜€

  • Wah panjang banget, kebayang orangnya penuh semangat juga kali ya kalau ngomong? Aku sering ke Jogja lho, lewat sana kalau pulang kampung. Semoga resolusi tahun ini terwujud ya. Sukses selalu πŸ™‚

  • Ternyata mas andy suka nulis diary juga ya. Kalo aku sejak kecil sih hobi membaca tapi malas menulis. Karena itu aku kalo menulis di blog juga pendek saja. Salut buat mas andy yang suka nulis panjang.

  • Hah ternyata blognya adi dibanned? Memangnya waktu itu yg ngepost bukan adi langsung? Jadi temannya yg buka dashboards sendiri ya, wah klo aku udah panik itu. Moga makin sukses dan rajin dengan diary mahasiswanya ya

    • Aku sih yang post, tapi ada yang bantu. Lah tahu sendiri lah, Teh. Di awal kan masih belum bisa konsisten mau ngeblog apa dan kemana arah ini blog..hehe

      Aamiin, terima kasih ya, Teh..

  • sama kok mas. jaman saya masih bocah kalo buka buku suka liat gambarnya aja. kalo tulisan itu urusan belakangan. hehe. tapi sekarang aku lihat buku yg isinya kartun ya karena umur yg nggak bisa diajak kompromi lgi.

  • Wah, ternyata Kang Andi suka nulis diary tah. Sumpah tulisan tangannya bagus banget. Rapih gitu. Aku mah apa atuh, tulisan kayak rumput abstrak . Hahahaaa

    Hmm. Setelah blog andinugraha di banned, Kang Andi pernah ketemu lagi gak sama temen akang itu? Atau minta penjelasan gitu?

      • Demi apa? Dipenjara? Wahwah hidupnya penuh kasus banget yah

        Yasudahlah, kalau kata pepatah jadul mah, apa yang kita tanam, itu yang dituai ceunah. Hehehe secara tidak langsung, kasus banned sudah terbalaskan ya πŸ˜‚

        • Coba baca balesannya Mas Heru Arya. Aku udah jelasin sedikit lebih detail..hehe

          Ah, masa sih. Salah, yang bener itu apa yang kita tanam, itulah yang kita pupuk, kalau nggak di pupuk mana akan subur.. haha

          Nggak ngerasa membalas juga sih, biarlah. Malah pengen doain yang terbaik aja. Biar dia makin baik, apa yang telah terjadi terlebih hall buruk, mudah-mudahan nggak di ulangi lagi.

          Sepertinya baru nulis ya..haha
          Tar tak maen, sekalian ikut promo lagi..hehe

          • Tadi aku udah baca di komentar mas Heru. Ternyata si A dipenjara gegara klepto ya. Aku juga ada kenalan orang kyak gitu. Kudu hati-hati lah kang, soalnya orang kek gitu susah sembuhnya . Kecuali dia emang berniat buat menjadin pribadi yg lebih baik. Yaaa semoga Allah membukakan hati dan pintu hidayah kepada dia.

            Hmm bener kang, semoga hal buruk tidak terjadi lagi.

  • Dulu paksaan sekarang jadi ketagihan ya? Hehe. Menulis memang nagihin, mas, apalagi untuk orang yang pendiam seperti saya. Gak bisa ngomong langsung, jadinya ngedumel di tulisan xoxo.
    Btw salam kenal dari Surabaya πŸ™‚

  • waaa ada namaku,,,
    tapi sayang banget mas cuma bentar emang harap maklum belum punya kaki (kendaraan sendiri) hehe
    entah aku beberapa waktu ini benar2 habis di dunia nyata (balada mhs pasca), jadi blog mulai bersarang laba2
    mas andi mah kece makanya insha allah klo ada waktu lebih banyak mau sharing2 mas
    kurang seru klo cuma di halte Trans Jogja,. hehe
    terus nulis mas, terus berbagi, semoga keinginannya tercapai dan sehat selalu.

    • Sama, Mas. Aku aja beruntung banyak teman yang baik. Minjemin kendaraan..he
      Semoga bisa bertemu lagi, jalan-jalan bareng..he

      Nah itu, udah gitu di halte mau berangkat.. πŸ˜€

      Aamiin, terima kasih mas Ikrom..
      Semoga mas Ikrom juga sehat selalu biar bisa bolak balik Jogja..he

  • Pertama: rasanya aku pengen banget komen: "Ya Allah… baru mulai 2018 dia udah nyinggung 2019. Atuhlaaaah….."

    Kedua: Itu tulisan tangannya keren banget, Mas. Rapih. Malu rasanya aku.

    Ketiga: Untuk yang katanya enggak suka nulis di awalnya tapi aku suka loh baca cara menulisnya.

    Keempat (buset banyak banget): aku kok jadi rindu nulis diary ya.

    • Haha.. biar di tahun ini tetap semangat, Teh Dian..he
      Ah, masa sih. Biasanya perempuan lebih rapih lho, Teh πŸ˜€

      Terima kasih, Teh Dian..
      Ayo lah nulis diary lagi. Terlebih yang dulunya memang suka nulis diary..

  • Lagi BW sana sini, nemu satu nama yang belum dikunjungin, kebetulan namanya sama ada Nugraha nya, yo wis caw!

    First time visit and wow, disuguhi sejarah blog yang runtut banget, jadi penasaran itu yang nulis bikin blog ke banned kira2 nulis apaan ya wkwkwk

  • wah, ternyata domain yg dulu ilang atau knpa mas Andi ? … pantesan link web nya ganti menjadi diary mahasiswa, perasaan dulu nama nya seperti nama Mas Andi yah. Yang penting tetap semangat ya mas Andi.. yg lalu biarlah berlalu, kita jalani lembaran baru, gitu kata sepenggal puisi yg pernah saya baca ehheeheee

  • Dipaksa nulis sama baca itu ga enak banget ya?
    Ga disangka dari ajakan yang ga enak banget itu malah keterusan dan menjadi hobi sampai sekarang.
    Terlebih ka Andi udah sangat lama nge-blog, pasti merasa sangat bersyukur saat itu dipaksa baca buku islami kayak gitu, hahaha. Akhirnya domainnya juga ikutan islami.
    Juga sekarang dapat banyak temen yang sesama blogger yang sudah mengenal tulisan k Andi.

    Semoga tetap semangat, ya!
    Semoga juniormu ini bisa mengikuti. πŸ˜€

    • Nah itu, nggak enak banget asli πŸ™
      Alhamdulilah, semoga aja teman-teman pembaca diary mahasiswa, nantinya bisa bertemu dan bersilaturahi secara langsung..

      Aamiin..
      Tetap semangat, Dik..

  • Panjang paparannya, tapi tak apa. Kita pasti pada suatu ketika ingin cerita banyak karena suatu hal yang menggerakkan. Jadi ini jawaban bagi tanyaku di komen terakhir soal cowok suka isi diari. Hebat juga ayah dan pamanmu. Beliau-beliau orang yang paham pentingnya arti literasi bagi anak. Itu juga cara agar bacaan bisa membantu anak yang masih butuh banyak bimbingan karena ada hal tertentu yang tidak bisa ayah dan paman lakukan. Aku juga dilanggani majalah Bobo oleh almarhum bapak. Selama 6 tahun dari usiaku 6 tahun dan belum bisa baca. Bobo asyik, ya. Semoga Diary Mahaiswa bisa tetap merangkum perjalanan hidupmu untuk waktu yang lama. πŸ™‚

    • Betul, Teh. Beruntung bisa nulis diary dan pada akhirnya bisa di publis di blog gini. Sekarang jadi kebutuhan, kalau habis jalan-jalan kalau nggak ditulis rasa-rasanya ada yang kurang..hehe

      Betul, Teh. Majalah bobo itu asik dan nggak ngebosanin..he
      Aamiin, terima kasih ya, Teh Rohyati Sofjan..

  • Tulisan tangannya bagus euy! Saya kalau lihat tulisan tangan sendiri aja suka ketawa karena setelahnya nggak bisa baca tulisan tersebut. :')

    Loh, kok bisa ke-banned gitu? Tapi cuma domainnya doang? Isi blog aman, kan? Nggak paham saya. Nggak apa-apa, Mas Andi, pakai branding diarymahasiswa, seperti yang kamu bilang, masih kuliah di Universitas Kehidupan. Saya juga cuek kalau nulisnya cerita keseharian. Paling nggak, kan, masih bisa bermanfaat buat diri sendiri. Haha. πŸ˜€

    • Hehe.. biasa aja itu mah, Mas. Dibandingkan sama tulisan ibuku masih kalah πŸ˜€

      Iya, aman tulisan mah, kebetulan blog yang ilang bukan yang ini, Mas. Waktu itu yang ilang blog khusus kesehatan, full semuanya kesehatan. Tapi tetap sayang karena udah banyak artikelnya.

      Setuju, iya nih pengen ningkatin diary mahasiswanya saat ini. Semoga bisa awet dan banyak dikenal orang.

  • Sayang sekali ya mas domain Andy Nugroho-nya hilang, padahal itu personal banget dan sudah dikenal banyak orang. Namun diarymahasiswa.com juga keren loh, lebih berwibawa ((berwibawa)) dan jangakuannya lebih luas bukan hanya personal.

    Saya waktu SD juga suka nulis-nulis curhat di buku, tapi sekarang sudah hilang semua. Semoga semakin sukses dengan domain saat ini ya mas, aamiin.. πŸ™‚

    • Salah noh, Harusnya ANDI NUGRAHA, bukan ANDY NUGROHO.. he
      Memang gitu sih banyak yang suka salah, kadang ANDI jadi ADI, kadang NUGRAHA jadi NUGROHO πŸ˜€

      Aamiin, terima kasih, Teh.
      Sekarang kan udah di pindah ke blog ya diarynya πŸ™‚

  • Post yg cukup panjang dan beda beda cerita ya. Hmmmm bentar lg domainnya anniv nih. Wkwkwk

    Banyak ucapan terima kasih juga di sini, bahagia bacanya. Ehehe semoga Andi bisa konsisten nulis blog dan tetap berbagi cerita sehari hari yaaaa. Banyak pembaca yg penasaran sama blog kamu. πŸ™

  • Wah ini keren, bagaimana hobi bisa dikembangin sampai sebesar ini. Ceritain dong, Ndi, bagaimana bisa konsisten nulis padahal temen-temen di lingkungan sekitar jarang ada yang suka nulis.
    Btw salam kenal, Ndi πŸ˜€

    • Salam kenal juga, Mas Rangga..
      Intinya kalau aku dipaksa, Mas. Aku percaya dari paksaan yang menuju ke hal positif akan mengakibatkan terbiasa, kalau udah terbiasa enteng aja rasanya ngelakuinnya.

      Memang diawal nggak mudah, setiap kita punya rencana, pasti ada aja ditengah jalan kita berhenti atau ada cobaan. Aku berusaha melihat ke niat awal apa. Dari situ terkadang bangkit kembali semangatnya.

      Sampai sekarang juga aku masih belajar kok, Mas.

    • Hehe.. Nggak apa-apa, Mas. Itu biar lebih semangat aja untuk menyambut tahun 2019 kelak. Namun sebelum itu kita harus meninggalkan jejak untuk tahun 2018 ini. Semoga bisa menghasilkan karya yang bermafaat.

  • Kalau saya nulis diary itu jaman-jaman SD bau kencur, setelah itu udah nggak pernah. Mana diarynya cuma buku tulis biasa yangg lembaran putih merk SIDU. Tapi misal punya duit sempet juga ding pakai merk Kyky yang banyak gambar-gambarnya. Haha

    Rejeki banget itu mah bisa ketemu, jalan-jalan bahkan ditraktir makan sama Kak Ode. di Jogja.

    Saya kira cuma diriku yang sudah merasa nyaman sama kota perantauan. Yah, walaupun buka kota sebesar Jakarta sana, tapi tinggal di Jogja / Solo itu memang nyaman banget kok. Saya akui itu. Rasa-rasanya pengen menghabiskan masa tua di kota ini juga.

    Lah, berati udah nggak ada itu andinugraha.com, Mas?

    • Bagus malah, Mas. Sedari SD lho, aku mah apa atuh πŸ˜€
      Tapi memang buku SIDU di waktu itu keren ya, Mas..
      Nah itu sama kayak aku, biasanya buku Kyky untuk buku tertentu saja, misalnya matematika..hehe

      Alhamdulilah, Mas. Banyak belajar sama beliau juga.
      Nah itu, pengen rasanya punya keluarga dan tinggal di Jogja..he

      Iya udah nggak ada, Mas. Off dan pindah ke DiaryMahasiswa ini.

  • iyah ngga terasa yah 355 hari lagi udah 2019
    harus nulis resolisih saya buat 2019 nanti ….
    ngga nyangka juga kamunya cerita majalah Bobo
    pengemar Bona dan rong rong ini pasti
    BTW la ode itu yg penggagas INdonesia tanpa pacaran bukan yah yg di facebook ?

    • Haha.. Betul, kalau pecinta majalah bobo juga pasti tahu si Bona dan Rong rong.
      Betul, beliau penggagas Indonesia Tanpa Pacaran, Mas.
      Udah aku edit, di diary ini dikasih penggagas ITP.

  • Assalamualaikum,

    Jadi inget jaman sekolah nulis di buku diary. Bukunya cari yang bagus biar semangat nulisnya … malah bukunya pakai kunci gembok segala ..wkwkwk

    Asyeeek baca tulisannya mas , mengalir deras ..

    Terimakasih good sharing, inspiring !

    Saya langsung follow Fans Page nya DM Diary Mahasiswa.

    Salam sukses bro … !

  • hemm jadi inget suatu hal, yang awalnya terpaksa dan ternyata itu bisa begitu bermanfaat buat ami sendiri

    seperti kang Andi.. dari keterpaksaan menulis menjadi sebuah kebiasaan dan akhirnyaa menjadi sebuah bakat

    dari pertama banget ami baca tulisan mas Andi, emang gak ada yang terkesan "asal nulis"

    tetap semangat buat nulis mas Andiiiii ^^

  • Jadi mahasiswa abadi didunia khususnya internet nih ceritanya mas ? Asal jangan mahasiswa abadi aj di kampus kasian ntar haha.

    Ngomong ngomong cerita kita hampir sama aj, dulu juga saya kurang suka nulis dan bahkan membaca. Tapi entah karena dapat hidayah ceiileh atau faktor umur sekarang malah senang nulis baca segala hal.

    • Di kehidupan sehari-hari, Mas..he
      Kalau di kampus mah kalau bisa lulus tepat waktu aja atau nggak lebih cepet dari itu.

      Alhamdulilah kalau gitu, Mas. Dulu mungkin karena belum tahu manfaatnya dari baca dan menulis aja ya.

  • Emmm sangat menginspirasi tulisannya πŸ™‚ semoga ku bisa belajar dari kak Andi^^ untuk terus menulis. Aissh penyakit malas itu susah banget dihilangkan πŸ˜₯

  • Wah tampilannya makin kece dan nyenengin mata nih… jadi nyaman bacanya sekarang…

    Aku berarti mahasiswa juga ya… mahasiswa kehidupan…
    semoga makin sukses ya ndi… bangga nih jadinya punya temen kek km…

    • Terima kasih, Mas Adhi..

      Betul, sama-sama mahasiswa di Universitas Kehidupan. Justru di UK ini tantangannya lebih berat dibandingkan di kampus-kampus biasa ya, Mas..hehe

      Aamiin, sukses juga buat mas Adhi..

  • Baca artikel ini, bawaannya jadi pingin menulis diary lagi. Sudah lama malas nulis diary. Ujung-ujungnya kadang cuma seminggu sekali, atau bahkan tidak sama sekali. Untungnya masih menulis di blog walau tidak rutin.

    Ah, saya mau menulis diary!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *