Diary Ramadhan #12, Buka Puasa di Kedai Cadudu

www.andinugraha.com – Kedai cadudu merupakan salah satu kedai yang ada di Krapyak Yogyakarta. Tempat tersebut aku kenal ketika sedang Kuliah Kerja Lapangan di MTs Ali Maksum pondok pesantren Krapyak Yogyakarta. Pertama kalinya tahu kalau disekitar pondok dan sekolah ada kedai, ketika aku pulang dari tempat makan. Melihat Bahrul, teman satu kelopok dalam KKL sedang membeli jus buah di tempat tersebut.
Awalnya biasa dan tak tahu bahwa itu kedai. Karena penasaran diwaktu itu juga aku membeli es dan rasanya lumayan. Di kemudian hari aku mengajak teman-teman kuliah kerja lapangan ke kedai. Selain tempatnya asik, banyak juga makanan yang dijualnya. Yang paling bikin aku penasaran yakni kebab. Karena sebelumnya aku belum pernah merasakan enaknya makan kebab itu seperti apa.

Dengan penasaran, aku cobain semua makanan disitu namun dengan bertahap tidak secara langsung. Ada kebab, hot dog, roti bakar, roti maryam dan masih banyak lagi yang lainnya dengan harga yang cukup terjangkau bagi para siswa dan santi di daerah Krapyak. Ketika istirahat ngajar di sekolah, aku dan teman-teman selalu menyempatkan untuk mampir ke kebab. Dan hingga akhirnya jadi tempat kumpul bersama setiap istirahat ataupun ketika kumpul rapat.

Lepas dari satu bulan aku selesai kuliah kerja lapangan. Dan di bulan Juni ini sudah memasuki bulan suci Ramadhan. Rasanya aku kangen untuk main lagi ke kebab tersebut. Mengingat kabarnya tutupnya malam, kurang lebih pukul 22.00. Di bulan-bulan biasa selain Ramadhan tutup hanya sampai Maghrib saja namun di bulan yang penuh berkah ini khusus sampai malam.

Sore itu kurang lebih pukul 17.00 aku dan Tri menyempatkan untuk maen ke kedai cadudu sembari berbuka puasa. Meskipun ramai pembelinya, tapi kedai tersebut membatasi penjualan kebab serta makanan yang lainnya. Mungkin saja karena waktu, selain sibuk di pondok juga. Karena kedua orang penjual di kedai cadudu itu santri, bahkan ada juga yang disebut Ustadz.

Sesampainya di kedai, suasana begitu sepi. Namun ketika aku masuk untuk duduk dan memesan es untuk berbuka, mulai banyak yang antri untuk membeli. Penjualnya pun sempat keteteran karena sendirian. Tak jauh dari hari-hari ketika kuliah kerja lapangan. Lagi-lagi yang aku pesan kebab dan es teh.

Esteh dan Roti maryan
Selepas adzan Maghrib aku sholat di kedai tersebut kemudian menghubungi Bahrul untuk ikut berkumpul. Setelah kumpul barulah ngobrol bareng dengan penjual kedai disitu. Sembari minum es teh, aku dan teman-teman disuguhi qurma yang rasanya begitu nikmat. Baru pertama kalinya makan qurma di Ramadhan 2016 ini. Alhamdulilah, berkah Ramadhan.

Senang bisa berkumpul di kedai cadudu. Lain kali aku mengajak teman-teman satu kelompok dalam KKL ke kedai. Ingin rasanya berkumpul kembali di tempat tersebut, meskipun sudah tidak kuliah kerja lapangan.

Itulah sedikit cloteh Ramadhan hari ke-10 ini. Share yuk di komentar, ceritamu juga di komentar..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *