Diary Ramadhan #13, Teringat Masa Kecil Yang Menyenangkan

www.andinugraha.com– Terkadang dibalik lelahnya tugas dan kerjaan, aku merenung dan teringat akan masa kecilku dulu. Ketika sekolah dasar, sekolah menengah pertama. Kalau sekolah menengah atas aku rasa sudah tak seperti masa-masa dimana ketika aku di SMP. Rasanya banyak yang sudah berbeda saja ketika SMP dan SMA. Dimana tingkah laku dan pergaulan sudah berubah drastis. 
Inget gak dulu ketika sekolah dasar lagu yang sering kita ingat ? Tentu bukan lagu-lagu pop seperti sekarang ini, misalnya lagunya Joshua, lagu di obok-obok dulu masih trend atau fimiliar di telinga kita. Teringat juga dengan masa-masa sekolah dasar yang membuatku sekarang geli, yakni cinta, ya dulu yang namanya cinta tidak semuanya tahu. Kalau SMA zaman sekarang menyebutna cinta monyet, dulu mungkin kakeknya monyet.hehe.. Entah apalah dulu menyebutnya.

Belum ada yang memegang handphone dulu, bahkan punya juga belum. Ada pun tak secanggih saat ini. Kalau suka sama lawan jenis dulu mengirimkan surat dengan menitipkan kepada temannya. Masih ingat tidak setiap diakhir suratnya selalu ditulis, 4 x 4 = 16 sempat gak sempat harus dibalas. Sekarang mengingatnya hanya bisa tertawa.

Selain itu untuk tontonan juga dulu familiar sekali dengan yang namanya doraemon, crayon shincan, pimen, chibi marukochan dan yang lainnya. Mainan yang sering digunakan juga demikian, ada tamiya, ular tangga, kuartet dan yang lainnya, beli jajan juga masih dengan harga yang murah. Dulu ke sekolah ketika SD membawa 500 rupiah saja sudah cukup. Beli taro, permen jagoan neon, pemen kaki hingga permen karet yang bisa mendapatkan hadiah dengan syarat, mendapatkan huruf N. Dan disusun membentuk huruf Y-O-S-A-N.

Bilangnya sih tidak pernah bakal ada yang namanya huruf N, karena sering sekali gagal terus untuk mendapatkannya. Tapi nyatanya tidak. Aku dulu pernah mendapatkan huruf N. Dengan hadiah berupa kacamata dan ada uangnya juga 1.000 rupiah. Dulu nominal segitu rasanya sangat senang, wajar pada waktu sekolah dasar berapa sih uang jajan kita. Tak lebih dari 500 rupiah juga sudah bisa untuk jajan seharian penuh.

Masih pada makanan berupa chiki yang dapat hadiah TAZOS, sering kan ngumpulin dulu. Untuk sekolah pun ada bermacam-macam pulpen, seperti pulpen narkoba yang baunya sangat menyengat hidung serta pulpen inul, masih ingat kan ? Pulpen bisa bergoyang, bisa dibengkokin tidak patah. Tukeran biodata rasanya sudah tidak asing lagi. Ditulis dikertas kemudian ditukarkan dengan teman-temannya baik itu laki-laki ataupun perempuan. Beli sepatu harus yang ada lampunya agar bisa nyala. Ada juga permainan yang sederhana namun mempunyai banyak makna, seperti maen bola, hujan-hujanan, main layang-layang.

Bagitu juga dengan jam tangan. Hayo jadi kangen masa kecil dulu kan ? Masa yang indah  dibandingkan sekarang. Dan yang paling aku ingat dulu itu ketika mau kumpul, entah itu main bola ataupun main bersama dengan janjian sepulang sekolah jam sekian, jam sekian. Pasti tepat, meskipun tanpa adanya gadget. Tapi sekarang dengan fasilitas serba ada seperti gadget yang canggihnya luar biasa.

Namun hal tersebut terkadang membuat kita lalai, tak heran dengan kata ngaret. Dan yang paling berubah dengan adik-adik kita sekarang rasanya seperti terengguh masa kanak-kanaknya. Anak zaman sekarang pegangannya sudah gadget, BB, android, iphone, pergaulan bebas dan masih banyak lagi yang lainnya.

Menurut kamu, enakan zaman dulu atau sekarang. Share pendapatmu di kolom komentar ya..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *