Diary Ramadhan #14, Buka Puasa Bareng Keluarga Teknik Informatika


www.andinugraha.com – Bulan Ramadhan identik dengan yang namanya bukber. Baik anak SD, SMP hingga dewasa sekali pun. Mungkin ada juga yang tetap bukber meskipun tidak puasa. Aku rasa itu bukan kamu. Jujur aku sendiri kangen dengan buka bersama, baik dengan teman-teman ataupun keluarga. Buka puasa dengan keluarga sangat menyenangkan bagiku, selain bisa menikmati lezatnya masakan Ibu, aku juga bisa berkumpul dengan orang yang aku sayangi. Sebagai anak rantau, aku punya salah satu cara untuk mengobati rasa kangen itu dengan kumpul dengan teman-teman baik itu di organisasi ataupun diluar. Karena bagiku teman di perantauan sudah seperti keluarga, mereka ada ketika senang ataupun sedih.

Satu tahun yang lalu ketika bulan Ramadhan aku dan teman-teman Teknik Informatika A mengadakan buka bersama juga namun dulu tempatnya di pantai Depok. Di tahun ini juga Kang Arif salah satu kelas TI A yang biasa tahu tempat-tempat bagus di Yogyakarta untuk refresing ataupun buka puasa. Di tahun ini tentu ingin rasanya hal yang berbeda yakni menggabungkan antara TI A dan TI B jadilah Keluarga Besar Teknik Informatika. Dimana teman-teman dari keluarga teknik informatika sebagian besar bisa dan mau untuk di ajak buka bersama. Tempatnya hari Jum’at tanggal 17 Juni 2016 dilaksanakan buka puasa. Dihari Sabtu adalah hari terakhir ujian akhir semester. Dihari Minggunya teman-teman sudah ada beberapa yang mudik atau pulang kampung. Buka karena sudah ingin cepat-cepat pulang meskipun lebaran masih jauh. Tapi karena mengejar tiket bus ataupun pesawat.

Awalnya ada yang mengusulkan tempat di pantai. Tapi hal itu tidak ada yang setuju satu pun karena di minggu-minggu sebelumnya terjadi peristiwa di pantai di Yogyakarta, tsunami tapi Alhamdulilah tidak besar. Semoga dibulan yang berkah ini kita semua ada dalam lindungan Allah Swt. aamiin. Setelah diskusi kang Arif dan Surya mencari tempat dan setelah itu Surya share harga, tempat dan menu makannya di grup kelaurga Teknik Informatika. Tempatnya di Tembi Rumah Budaya. Aku sendiri tidak tahu tempatnya, begitu juga dengan kebanyakan teman-teman. Tapi 100% teman-teman setuju dengan tempatnya setelah mendengan sedikit pemberitahuan bahwa disana tempatnya bagus dan sangat menarik untuk mengabadikan momen seperti foto.

Karena takunya ngaret karena jamnya indonesia kami memutuskan untuk bisa berkumpul di kampus pukul 16.00. Setelah kumpul barulah berangkat ke lokasi buka bersama bersama-sama. Namun lagi-lagi tak bisa dipungkiri ngaret tetaplah ngaret, tapi tak apalah yang penting bisa berangkat semua dan bisa berkumpul dalam suasana senang bersama keluarga teknik informatika.

Cuaca disore itu sedikit tak mendukung, karena mendung. Namun karena ini sudah niat untuk buka bersama dan sudah di boking juga akhirnya kami tetap berangkat. Meskipun tidak semua keluarga Teknik Informatika bisa berangkat. Ada yang ada acara sendiri ataupun kegiatan yang lainnya. Setelah sepuluh menitan diperjalanan tiba-tiba rinrikan air hujan membasahi perjalanan kami menuju tembi rumah budaya. Untungnya hujan tidak besar jadi kami bisa sampai dengan selamat sampai tujuan.

Sesampainya disana aku baru tahu ternyata tempatnya seperti itu, unik dan tak menggambarkan seperti tempat-tempat buka puasa seperti pada umumnya. Coba lihat penampakannya dari depan;

Setelah masuk dan memalkirkan kendaraan. Kami dikagetkan dengan hidangan buka puasa yang luar biasa lezatnya kalau diamakan. Meskipun sebelum adzan tak ada salahnya untuk mengabadikan makanannya terlebih dahulu;

Rumah Budaya Tembi letaknya di desa Tembi yang dulunya merupakan salah satu tempat dimana bagi para abdi dalem katemben yang tugasnya menyusui anak dan kerabat raja. Maka desa ini dinamai dusun Tembi. Ada juga yang menganggap bahwa siapa yang berkunjung ke tempat ini akan mendapatkan kemuliaan bak raja para zaman dahulu.

Rumah budaya Tembi terletak di Jalan Parangtritis KM. 8,4 Tembi, Timbulharjo, Sewon, Bantul Yogyakarta. Tempat tersebut juga merupakan Museum Rumah Budaya Tembi atau Tembi House of Culture yang memiliki luas tanah 3500 meter persegi dengan luas bangunan utama 212 pada kebudayaan jawa. Sedangkan desa Tembi sendiri merupakan kawasan kampung Kerajijan yang beberapa waktu lalu diresmikan Oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X tepatnya pada 31 Agusutus 2007.

Jika kamu memilih tempat ini untuk berbuka puasa makan akan menemukan beberapa koleksi yang variatif berupa perlatan tradisional jawa seperti peralatan dapur ada tungku dan dandang, senjata berupa keris, tombak dan perlatan seni gamelan dan batik. Kerennya lagi tempat ini menyediakan ruang pameran, meeting room, tempat penginapan, restaurant, kolam renang. Meskipun kolam renangnya kecil tapi hal itu bisa membuat nyaman para pengunjungnya. Berikut kolam renangnya;

Foto diatas adalah foto Sulis yang menemaniku ketika keliling selama di rumah budaya tembi. Waktu itu aku dan Sulis sore hari sebelum mata hari terbenam. Sembari menunggu adzan Maghrib kami menikmatik pemandangan di dekat kolam. Ingin rasanya turun ke kolam untuk membasahi badan ini, rasanya seger. Tak tahu kenapa selama di tempat ini pikiran serasa fres.

Begitu pun denganku, itulah aku yang sedang tidur sembari memikirkan sesuatu untuk dijadikan sebuah diary. Aku sangat senang jika bisa menikmati keindahan kolam ini dipagi hari. Sudah kubayangkan akan mendapatkan banyak sekali ide untuk aku tuliskan. Atau tempat ini juga bisa digunakan duduk santai bersama keluarga ataupun mengerjakan tugas.

Ada juga tempat seperti taman yang terlihat begitu indah untuk duduk santai, bisa juga digunakan untuk meeting. Coba lihat selain bersih tempatnya, asik kan;

Kabarnya setiap bulannya digelar kegiatan rutin berupa pertunjukan tarian nasional dari sabang sammpai merauke. Dan pertunjukan wayang dengan dalang local daearah Bantul. Selain menjadi salah satu paket kunjungan rumah budaya tembimuseum masih terdapat kegiatan tradisional berupa membajak sawah dengan sapi, membatik, bermain gamelan dan lainl-ain. Sedangkan sumber dana pengelolaan museum didapat dari dana pribadi pemilik museum serta para kolektor yang menitipkan barangnya dimuseum tersebut dan juga pendapatan dari restaurant, persewaan homestay, meeting room , galeri dan juga pendopo.

Setelah puas berfoto sembari menikmati pemadangan sekitar kami bergegas untuk berbuka puasa bersama teman-teman teknik informatika;

Alhamdulilah begitu nikmat buka puasa di Tembi Rumah Budaya bersama teman-teman. Selain nasi yang dengan lauk lele dan ayam goreng. Disini disediakan juga es hangat, kolak, serta kurma. Tempatnya juga sangat menyenangkan, luas dan bersih dan satu lagi aku serasa makan di rumah jawa.

Biasanya di tempat ini setiap harinya sangat ramai sekali yang datang. Apalagi di bulan Ramadhan ini. Selain di pendopo tempat kami makan, ada juga yang makan dibelakang di tempat yang berbeda. Mushola juga sudah disediakan untuk para pengunjung ataupun yang mengadakan buka puasa. Setelah makan kami bergantian untuk melaksanakan sholat Maghrib berjamaah.

Sebelah dari Musholat terdapat satu ruangan yang cukup besar dan isinya berupa gamelan dan peralatan-perlatan yang lainnya;

Setelah dari tempat gamelan kami kembali lagi ke pendopo untuk berkumpul dengan teman-teman untuk saling berdoa yang dipimpin oleh kang Arif. Sebelum pulang, kami mengabadikan momen berfoto terlebih dahulu.

Senang rasanya bisa melaksanakan buka bersama teman-teman seperjuangan. Semoga di tahun depan masih bisa bertemu dengan Ramadhan dan bisa berkumpul lagi dengan teman-teman teknik informatika.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *