Diary Ramadhan #15, Dua Malam Tak Sempat Tidur


www.andinugraha.com – Ujian akhir semester yang dilaksanakan secara online ataupun take home sudah tak asing lagi bagiku. Sejak semester dua dulu UAS ataupun UTS sering sekali diadakan secara online. Jadi kami sebagai mahasiswa tidak mengadakan ujiannya di kampus. Tetap di rumah, tapi bagiku bukan rumah melainkan kost. Jadi lebih cocok ku sebut take kost…Hehe.. Ujian seperti ini ada hal positifnya juga, kami bisa berkumpul bersama teman-teman yang tadinya jarang ada waktu untuk berkumpul karena sibuk. Dengan adanya ujian seperti ini maka terjadilah kumpul bareng untuk memecahkan suatu soal yang membuat diri ini harus begadang dan rela tak tidur sebelum selesai meskipun sampai tiba terbitnya sang mentari.
Di tahun ini ada tiga mata kuliah yang mengharuskan dikerjakan tidak di kampus melainkan take kost kembali. Ada yang dikirim melalui email dan ada juga yang di print untuk mengumpulkannya. Terkadang dengan banyaknya teman aku tak bisa konsen untuk mengerjakannya, tapi disisi lain dengan adanya kumpul untuk mengerjakan bisa saling bertanya dan diskusi untuk mengerjakannya. 
Meskipun hampir sepuluh orang lebih yang kumpul di kostku, Mukhlas dan Sulis tapi semuanya sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Aku, Sulis dan Mukhlas kebetulan tinggal di salah satu kost yang sangat nyaman yakni Reges kost. Selain tempat para mahasiswa mengerjakan tugas, kost ini juga sering menjadi sakit bahwa kami selalu bersama disaat susah ataupun senang. Setiap tak punya uang kami selalu tak merasa kehabisan, kami selalu melakukan masak sendiri dibandingkan beli. Beberapa orang iuran terlebih dahulu untuk membeli bumbu masaknya. Keeokan harinya kalau ada yang punya uang lebih bisa gantian untuk belanja untuk keperluan masak.
Sebelum masak kami mengerjakan ujian akhir semester yang benar-benar harus menyita waktu istirahat dan tidur nyenyak. Soalnya memang tidak sampai satu lembar, bahkan setengah lembar juga tak ada namun isinya yang banyak dan itu tak mudah dikerjakan seperti halnya mengdipkan mata. Mengerjakannya butuh waktu yang lama dan serius. Waktu itu membuatku selesai sampai sahur, bahkan sampai subuh juga belum selesai.
Jadi istirahatnya kapan ? Kalau keesokan harinya jam UAS nya siang setelah duhur, kami bisa istirahat terlebih dahulu. Namun jika masuknya lebih awal seperti hari Jum’at tadi pukul 09.00. Mau tidur pun nanggung dengan waktunya. Sudah dua hari seperti itu terus kerjaannya. Bukannya sengaja tapi memang harus diselesaikan. Jikalau belum hati pun belum bisa tenang untuk tidur. 
Memang aku merasa tak ngantuk sedikit pun ketika mengerjakannya, begitu juga dengan teman-temanku. Tapi disaat pagi kurang lebih pukul 09.00 mata mulai terasa berat dan merah. Mungkin kalau kamu pernah merasakan seperti hal di atas bisa merasakan ngantuknya di keesokan harinya. Untungnya tidak ada kuliah seperti biasa, kalau ada sudah tak terbayang ngantuknya di kelas.
Itulah sedikit choteh di saat mata ini lelah, tapi aku harus tetap membagikan diary sehari-hari di blog ini. Yuk share pengalaman kamu disaat mengerjakan tugas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *