Diary Ramadhan #16, Ngabuburit Bareng Vebi Keliling Malioboro

www.andinugraha.com – Selasa sore itu terlihat cerah, ingin rasanya aku pergi ngabuburit. Karena dua hari terakhir setiap aku pergi selalu basah kuyup karena kehujanan. Setelah sholat ashar aku mengajak sabih dan vebi untuk ngabuburit keliling Malioboro. Sudah hampir satu tahun mungkin aku tak pergi kesana. Karena memang tidak ada keperluan dan tidak ada kendaraan juga. Dulu ketika masih punya sepeda aku sering ke Malioboro,alun-alun dan tempat-tempat lainnya.
Namun setelah sepedaku hilang entah kemana, entah siapa yang mengambilnya. Aku jadi jarang gowes, dulu ingat sekali sering gowes setiap sore. Ngabuburit bareng, pulang-pulang beli sup buah. Ingin sekali aku seperti itu lagi. Meskipun tidak ada sepeda aku mengajak Sabbih untuk ngabuburit menggunakan Vebi si vespa birunya.

Sore itu aku memutuskan untuk ke Malioboro, selain ingin tahu kondisi malioboro sekarang seperti apa. Aku kangen juga ke tempat gowes di malioboro. Waktu itu cuma aku sama Sabbih karena yang lain sudah banyak yang pulang kampung atau mudik. Aku sendiri memilih akhir-akhir bulan, karena sholat tarawih di Yogyakarta itu asik dan menyenangkan. Selain aku bisa keliling ke setiap Masjid yang ada di Yogyakarta, aku juga bisa berganti setiap harinya menu untuk berbuka puasanya.

Sesampainya di Malioboro suasana cukup ramai, yang aku suka dengan malioboro sekarang itu lebih terlihat tertata karena sudah tidak boleh lagi kendaraan palkir di kawasan malioboro. Jadi saat ini sudah disediakan Taman Palkir Portable Abu Bakar Ali (TPP ABA), menurut sumber yang aku baca, untuk menyelesaikan pembangunan taman palkir tersebut menghabiskan biaya 21,9 miliyar, wow. Seperti ini palkirannya.

Tempat palkir ini mulai di operasikan mulai tahun 2016 ini. Palkiran ini memiliki tiga lantai, kapasitas 40-50 kendaraan untuk mobis dan bus. Untuk dilantai dua dan tiga masing-masing menampung sekitar 1.000 kendaraan. Selain tempat palkir, dilantai 1 palkiran abu bakar ali ini memiliki kios yang digunakan pedagang kaki yang dulu kiosnya dibongkar. Terdapat 76 kios dengan luas 2,2 meter x 1,6 meter. Kemudian disediakan juga toilet dan P3K.
Ketika aku memasuki kawasan malioboro terdapat amplog yang berukuran sangat besar. Kalau digunakan mungkin bisa untuk mengirimkan surat satu kelas..hee. 
Coba kalau kamu punya amplog sebesar ini, akan digunakan apa coba ? Buat tidur kah ? 😀 Selain amplop aku juga sempat foto yang lainnya juga, bisa dilihat dibawah ini : 
 

Foto patung tengkorak ini sebenarnya aku sudah tahu sebelum aku pergi ke Malioboro. Karena aku sempat melihat foto BBM temanku. Karena penasaran maka aku berfoto juga di patung tengkorak ini. Patung ini terbuat dari kayu yang disusun sangat rapih seperti pada foto diatas.

Tak terasa suara adzan Maghrib pun berkumandang, aku dan Sabbih bergegas membeli air minum untuk berbuka puasa. Setelah minum, tak lama ada seseorang yang mengendarai vespa telah berhenti didepan aku dan Sabbih. Aku pikir tak terjadi apa-apa. Tapi ternyata motornya mogok. Sabbih pun mendekati, karena dia sedikit tahu tentang vespa. Wajar karena dia punya vebi, vespa biru.
Ketika membantu, tak lama ada salah seorang laki-laki yang mendekati kami, dia pun ternyata tahu tentang vespa dan memang benar dia punya vespa. Dan yang lebih uniknya dia selalu membawa peralatan seperti obeng dan yang lainnya. Tak lama vespanya pun jadi. Alhamdulilah.
Yang membuat aku salut yakni setiap pengguna vespa ketika sedang mendapatkan masalah di perjalanan. Kemudian ada salah satu pengendara lain, pasti dia membantunya, meskipun tak mengenalnya. Sebenarnya masih banyak patung seperti sepeda, bunga, dan jungkat jungkit yang belum sempat aku foto. Karena waktu itu waktunya sudah larut malam. Jadi aku pulang. Alhamdulilah senang rasanya ngabuburit bareng vebi, sembari menikmati senja sore di Malioboro. 
Itulah DiaryRamadhan #15, nantikan diary berikutnya ya gaes.. hee.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *