Diary Ramadhan #2, Terimakasih Atas Pinjaman Payungnya Bu..

DiaryMahasiswa| Selamat malam teman-teman. Malam kedua ini aku masih tetap setia shalat tarawih di masjid dekat kostku yakni Masjid Al-Munir. Karena awal-awal jadi belum keliling ke berbagai masjid. Selain itu tadi juga hujan di Yogyakarta. Setelah pulang sholat ashar hujan cukup besar. Aku berharap tak sampai sore hujannya, agar bisa jalan tanpa basah-basahan untuk sampai masjid. Karena sekarang sudah tidak ada yang punya payung teman-teman kost. Dulu pernah ada satu tapi entah kemana sekarang.

Sekitar pukul 17.00 hujan sudah terasa sudah reda, aku pun berbegas mandi dan kemudian berangkat ke masjid untuk mengikuti pengajian terlebih dahulu sebelum buka puasa. Namun ketika diperjalanan aku dan teman-teman lagi-lagi terjebak hujan, meskipun jaraknya dekat tapi puluhan tetes air hujan membasahiku..hee Sesampainya di Masjid, hujan semakin besar. Begitupun saat suara adzan berkumandang. Jadi aku berbuka puasa ditemani dengan derasnya hujan. Meskipun hujan tapi tetap bersyukur dan senang karena bisa melaksankan puasa diawal Ramadhan dengan lancar dan dapat bonus berbuka puasa dengan Ayam. Alhamdulilah ūüôā

Setelah selesai makan, kemudian berwudlu untuk melaksanakan sholat Maghrib. Setelah sholat hujan pun tak berhenti. Para jama’ah banyak yang sudah menyediakan payung sedari dari rumah. Jadi mereka langsung pulang dengan selamat. Sedangkan aku dan kelima teman-teman kostku bingung mau pulang pasti kehujanan. Mau tidak mau harus meneduh kurang lebih 20 menit lebih.

Suasana Masjid semakin sepi, hanya ada beberapa orang yang sedang membereskan tempas bekas buka puasa. Aku, Sulis, Mukhlas, Lambang, Eko dan Aris saling dorong mendorong siapa yang berani pulang duluan dengan menerjang hujan deras. Memang ingin rasanya cepat pulang ke kost agar bisa istirahat sembari menunggu sholat Isya dan Tarawih. Lima menit berlalu tak ada satupun yang berani untuk pulang duluan.

Tak lama kemudian tiba-tiba Mukhlas membuka baju dan berlali menuju kost. Setelah disusul dengan Eko berlari juga. Sedangkan aku dan teman-teman masih menunggu. Tak lama hujan pun semakin besar. Aku dan teman-teman hanya berdiri sembari berteduh dengan sarung yang sudah basah sebagian. Tak lama terdengar suara dari depan rumah samping Masjid, “Dek, ini ada payung, pakek saja dulu untuk pulang ke kost”, dengan senang hati Lambang langsung berbegas mengambil payung itu.

Pertama Lambang dan Aku yang pulang ke kost duluan. Kemudian dia pulang lagi untuk menyembut Aris dan Sulis. Sesampainya di kost ternyata masih saja basah rambutnya, karena memang cukup besar hujan dimalam itu. Setelah pukul 19.00 hujan pun reda, aku dan teman-teman langsung berbegas ke Masjid untuk melaksanakan sholat Isya dan Tarawih.
Itulah cerita Sholat Tarawih Malam Ke-2 di Masjid Al-Munir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *