Diary Ramadhan #21, PPT (Para Pencari Takjil) | Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta

www.andinugraha.com – Bulan suci Ramadhan sering diiringi keberkahan yang tiada henti, mulai dari pahala yang dilipat gandakan sampai rezeki juga. Salah satu berkah nyatanya berupa takjil untuk berbuka puasa. Khususnya di kota Yogyakarta sendiri yang pernah aku alami ketika bulan Ramadhan, hampir setiap masjid menyediakan takjil dan nasi untuk berbuka puasa. Di bulan Ramadhan kali ini aku sudah beberapa kali keliling masjid, selain ingin mendengarkan ceramah setiap menjelang buka puasa, ingin juga merasakan berbeda buka puasa setiap harinya.
Di Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta hampir setiap sorenya menyediakan buka puasa sampai 1000 porsi lebih. Di bulan Ramadhan kali ini aku sudah mendapatkan kesempatan dua kali buka puasa di Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta. Yang pertama bisa dibaca disini
Yang kedua kalinya ini aku berkesempatan untuk bisa duduk mendengarkan ceramah terlebih dahulu. Selain berangkat lebih awal sebelum pukul 17.00, para jamaahnya juga semakin berkurang dibandngkan di awal-awal bulan Ramadhan, kenapa alasannya ? 
ore itu aku tidak sendirian tapi dengan sahabatku yaitu Sutik. Dia yang selalu menemaniku keliling mencari takjil di hari-hari terakhir mendekai sepuluh hari Idul Fitri. Tadinya sudah direncanakan tapi karena Sutik sesudah ashar tiba-tiba mendapatkan undangan untuk buka puasa di Hotel Hore Inn jadi tidak jadi untuk keliling mencari takjil denganku. Hal itu tak menjadi masalah karena tak mungkin juga aku berangkat sendiri untuk mencari takjil. Selain tak ada temannya aku juga belum punya kendaraan. jadi aku ke masjid dekat kostku saja.
Sekitar pukul 16.30 Sutik mengirim pesan singkat kepadaku yang isinya dia tidak jadi buka puasa ke hotel rose inn karena temannya tak jadi berangkat. Dan dia mengajakku untuk pergi ke masjid gedhe kauman saja. Dengan cepat aku membalasnya bisa. Waktu itu juga langsung berangakt dan sesampainya disana pukul 17.00. Alhamdulilah aku masih bisa mendengarkan ceramah sebelum buka puasa. Sebelum duduk aku mengambil nasi untuk berbuka puasa terlebih dahulu.
Takmir di Masjid Gedhe Kauman memang memiliki seragam tersendiri, jadi ketika banyak jamaah yang datang kita tidak bingung untuk membedakan mana jamaah dan mana takmirnya. Mungkin lebih dari sepuluh jumlah takmir di masjid ini, karena dengan luasnya masjid jadi butuh banyak juga untuk mengurusnya. Setiap menjelang buka puasa ada yang sibuk membereskan nasi, minum dan yang lainnya. Bahkan ada juga yang mengatur lurus tidaknya sholat Maghrib. 

Inilah satu bungkus nasi untuk berbuka puasa yang aku dapatkan di Masjid Gedhe Kauman, terlihat sudah dibungkus. Berbeda memang setiap masjid yang menyediakan untuk berbuka puasa. Di masjid Al-Munir dekat kostku nasinya mengambil sendiri, jadi takmir hanya menyiapkan lauk pauknya saja. Di kauman sendiri sudah dibungkus dan bisa langsung dimakan nantinya. 
Setelah mendapkan nasi untuk berbuka aku segera masuk ke barisan jamaah yang sedang mendengarkan ceramah sebelum berbuka. Sore itu temanya di bahas yakni tentang media sosial, salah satunya yang aku tangkap tentang facebook. Di Inonesia sendiri pengguna facebook merupakan terbanyak kedua di dunia. Wow… aku sendiri juga pengguna facebook. Jika kamu juga, gunakanlah untuk hal yang bermafaat baik itu untuk diri sendiri ataupun yang membaca status kita.
Setelah selesai langsunglah berbuka puasa. Karena ketika selesai ceramah langsung adzan berkumandang, memang pas sekali waktunya. Mungkin sudah di setting waktunya. Ada  sedikit yang lucu ketika berbuka, nasi yang dimakan Sutik tak ada sendoknya, padahal menu berbuka puasa sore itu sayur kacang, ada telurnya, intinya berkuah. Namun Sutik tidak kehabisan akal, dia membelah telur yang sudah di rebus, kemudian dalamnya dikeluarkan dan yang putih telurnya digunakan sebagaimana sendok untuk makan. Coba bayangkan ? Nah seperti itulah.
Setelah selesai langsung membereskan piring lalu berwudlu untuk melaksanakan sholat Maghrib. Yang bikin salut setelah sholat para takmir masjid langsung membereskan tempat bekas berbuka tadi, ada yang menyapu, ngepel dan memcuci piring dan gelas yang digunakan untuk buka puasa tadi.
Foto diatas merupakan kegiatan para takmir setelah sholat, ada yang membereskan gelas dan ada juga yang mencuci piring yang jumlah sampai ribuan. Sembari duduk melihat aku dan Sutik tak lupa untuk menyicil untuk menambah bacaan Al-Qur’an.

Meskipun tidak membawa Al-Qur’an kami memanfaatkan hanphone pintar yang sudah terinstal Al-Qur’an. Jadi dimanapun kapanpun bisa digunakan untuk membaca Al-Qu’an.

Sedikit malu untuk foto selfie ini, makannya aku fotonya dari bawah sembari duduk. Itulah diary Ramadhan #21, yuk bagikan di kolom komentar cerita PPT (Para Pencari Takjil) kalian semua. Pembaca yang baik jangan lupa tinggalkan komentar ya. Tunggu diary Ramadhan #22 hingga Idul Fitri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *