Diary Ramadhan #28, Masih Merasakan Sahur di Puskesmas

www.andinugraha.com – Karena nenek dan kakek belum bisa pulang jadi aku haru merasakan nikmatnya sahur di puskesmas lagi. Dengan harapan nenek dan kakek cepat sembuh dan bisa pulang. Setiap pagi ataupun sore aku pulang ke rumah ua untuk membawa pakaian nenek yang sudah dicuci, selain itu juga aku bisa bersih-bersih seperti mandi dan cuci pakaian. 
Selain itu, ua juga membantu memasak nasi dan lauknya untuk makan di puskesmas. Namun di malam yang kedua aku sedikit senang karena banyak saudara yang datang menjenguk kakek dan nenek, banyak juga membawa buah dan makanan. Selain buat yang sakit bisa juga buat sahur. Semakin hari kakek terlihat sudah baikan karena untuk ke kamar mandi terkadang sudah bisa sendiri. Meskipun demikian aku tetap membantunya untuk memegang infusannya.

Terkadang kakek selalu lupa bahwa tangannya sedang di infus, beberapa kali setiap bangun mau buang air kecil selalu lupa dan bahkan ketarik hingga sedikit keluar darahnya. Harus sabar mengingatkan kakek. Setiap kakek dan nenek sedang istirahat nyanyak aku dan ibu berusaha isirahat juga karena capek, kalau ada ua atau bibi disitu, gentian jaganya. Ibu istirahat terlebih dahulu kemudian menjaga gentian dan yang habis jaga istirahat.

Hingga akhirnya tiba makan sahur yang menjadi hal yang harus dipaksakan. Selain kurang nyaman tempatnya kurang leluasa juga untuk makannya. Tapi kembali lagi, sadar diri bahwa saat ini bukan dirumah tapi sedang menjaga nenek dan kakek. Tiap hari aku berdoa agar mereka cepat sembuh dan agar cepat bisa pulang.
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *