Diary Ramadhan #7, PPT (Para Pencari Takjil) | Buka Puasa di Kampung Ramadhan


www.andinugraha.com – Kalau dibulan Ramadhan di Yogyakarta jangan lupa untuk mampir ke kampung Ramdhan yang ada di daerah Jogokariyan. Begitu pula dengan salah satu Masjid yang tidak asing namanya dan umurnya pun sudah setengah abad yakni Masjid Jogokariyan. Di Masjid ini setiap harinya menyediakan 1.200 sampai 1.500 piring menu untuk berbuka puasa plus satu gelas air tebu.

pict : instagram.com/salimafillah
Kabarnya juga Masjid ini menyediakan untuk sahur. Jadi bagi yang mau buka dan sahur di Masjid Jogokariyan bisa, terutama anak kost tuh..hee.. Untungnya jarak kostku ke Masjid Jogokariyan tidak terlalu jauh, tadi saja ketika aku dan keempat temanku, ada Sulis, Sutik, Mukhlas dan temannya.

Kami dari kost hanya jalan kaki, selain jaraknya yang dekat kami juga ingin menikmati keramaian yang ada di kampung Ramadhan. Kampung Ramadhan kali ini sudah yang ke-12. Waw sudah lama sekali bukan. Selain itu di Masjid Jogokariyan setiap sorenya selalu ada pengajian ataupun tausiah dari para Ustadz ataupun Ustadzah. Apalagi di bulan Ramadhan ini pasti sangat banyak. Bahkan setiap sore menjelang berbuka puasa.

Kurang lebih kami berangkat dari kost pukul 17.00 sesampainya disana ternyata sudah ramai sekali bahkan aku tidak kebagian tempat duduk, terpaksa pindah ke dalam bersama teman-teman yang lainnya. Memang salahnya kami terlalu sore berangkatnya. Tapi alhamdulilah masih bisa mengikuti pengajian menjelang berbuka puasa meskipun tidak dari awal.

Masjid Jogokariyan memang sangat makmur. Banyak para Ustadz yang sudah mengisi dakwah di Masjid tersebut. Ada Ustadz Salim A. Fillah, Ustadz Yusuf Mansur, Ustadz Felix Siauw, Ustadz Arifin Ilham dan masih banyak lagi yang lainnya. Kalau ke Yogyakarta jangan lupa mampir ke Kampung Ramadhan.
Suasa malam di Masjid Jogokariyan Kampung Ramadhan ke-12
pict : instagram.com/salimafillah
Masjid jogokariyan Jogja, setiap hari menyediakan 1200-1500porsi takjil dan makan berat. Pake piring, selain mengurangi sampah juga karena masyarakat ingin mengambil amal Sholeh dengan memasak dan mencuci piring.
Masha Allah cara Masjid Jogokariyan memakmurkan masjid.
@salimafillah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *