Diary Ramadhan #9, Teringat Ketika Membangunkan Sahur

www.andinugraha.com– Pernah gak sih kamu jalan-jalan untuk keliling kampung membangunkan sahur para warga. Bisa dengan keliling membawa gerobag dengan bedug diatasnya dan yang paling simpel adalah mengumumkan sahur lewat Masjid atau mushola. Tapi tentu lain cara lain cerita. 
 Pukul 02.55 aku sudah terbangun dan waktu itu sedang melihat film sembari menunggu teman-teman bangun untuk beli makan sahur. Tak lama terdengar suara ramai di jalan para permuda di daerah Menukan/Salakan Yogyakarta keliling membangunkan warga. Bedanya dikampungku dan di Yogyakarta yakni caranya. Di Yogyakarta sendiri pemudanya memilih menggunakan alat seperti drumband.

Kangen rasanya mengulang hal-hal seperti itu, dulu aku selalu tidur di mushola dengan teman-teman dan terbangun untuk membangunkan sahur hingga pukul 03.00 dan kemudian pulang untuk makan sahur. Setelah itu kembali lagi ke Masjid untuk sholat Subuh.

Banyak cerita yang aku dapatkan ketika keliling membangunkan sahur dengan gerobak. Kebersamaan dan kerja keras itu sangatlah penting. Kerja keras ketika mendorong gerobak, sebelumnya juga mempersiapkan gerobaknya dengan meminjam terlebih dahulu kepada warga yang punya. Setelah itu mengangkat bedugnya dari Masjid, terkadang aku dan teman-teman keliling jauh hingga 3 RT.

Di Ramadhan waktu itu kebetulan buah mangga lagi musimnya. Jadi wajar kalau setiap keliling membangunka sahur banyak buah mangga yang berjatuhan di depan rumah-rumah warga. Pernah juga mengambilnya, meskipun masih pagi aku dan memakannya. Rasanya tak karuan karena perut belum terisi dengan nasi. Pokoknya hal itu tak bisa aku lupakan.

Sekian dulu ya, tunggu diaryku selama bulan Ramadhan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *