Dinner Bareng Sultan – Hotel Tentrem Yogyakarta


DiaryMahasiswa.com | Sebagai anak kost jarang sekali bisa makan makanan yang enak sekaligus mahal. Tapi sebenarnya bisa atau tidak bisa sama sekali. Karena bisa kalau dipaksa, khususnya bagi mereka yang punya uang lebih. Ulasan ini sebenarnya lebih menggambarkan diri aku sendiri. Aku sendiri kalau makan tidak muluk-muluk. Lebih memilih yang sederhana dan terjangkau.

Sesekali boleh yang mahal, itupun harus disesuaikan dengan kantong. Apapun makanannya asal dimakan bareng sahabat, rasanya nambah nikmat. Tulisan ini bercerita tentang kesempatan bisa makan di suatu hotel berbintang lima. Meskipun ini tulisan lama tak ada salahnya kalian baca ceritaku yang satu ini.

Baca juga : Berkunjung ke Grhatama Pustaka, Perpustakaan Terbesar SeAsia Tenggara

*  *  *

Ceritanya gini. Setiap malam minggu biasanya aku badminton di halaman masjid, tempat Surya tinggal. Lebih tepatnya Surya sebagai takmir di masjid itu. Dia mempunyai teman takmir juga, namun berbeda kampus. Habibi namanya. Kabarnya dia sudah lulus S1 dan sedang melanjutkan S2 di salah satu universitas negeri di Yogyakarta. Habibi orangnya aktif di organisasi.

Tidak hanya aktif di kampusnya, tapi di Ikatan Muhammadiyah juga. Malam itu Surya diajak untuk mengikuti salah satu kegiatan yang di adakan oleh Muhammadiyah. Nama acaranya Malam Ramah Tamah OJK bersama Keluarga Besar Muhammadiyah. Kebetulan Habibi mempunyai 6 tiket lebih, dan itu semua dikasihkan Surya. Wajar Habibie punya tiket sebanyak itu, karena dia salah satu panitia di acara tersebut.

Keesokan harinya, Surya mengajak teman-temannya untuk ikut acara tersebut. Khususnya teman satu kelasnya, yaitu kelas B. Ada Sulis, Mukhlas, Sutik, Vuldi dan Darman. Ditambah dengan Surya jadi pas tiketnya 6.

Namun, Darman tidak bisa mengikuti acaranya, dia ada rapat di desanya. Sulis dan Mukhlas kebetulan satu kos denganku. Surya mengajaku untuk ikut. Dengan senang hati aku menerima ajakan itu.

Dorongan kuat Surya untuk ikut acara ini tidak lain hanya untuk makan enak, makan banyak. Mungkin kalian sudah tidak heran, anak kos mana yang nolak kalau diajak makan-makan. Udah enak, banyak, gratis pula. Hhmm.. Nyammi..


Baca juga : Menikmati Bakso Klenger Ratu Sari Yogyakarta, Baksonya Guede Buanget

*  *  *

Acara Malam Ramah Tamah OJK bersama Keluarga Besar Muhammadiyah ini sebenarnya dimulai dari pagi dan dibagi menjadi dua sesi. Pertama di pagi hari dan sesi kedua di malam harinya. Berhubung kami pagi sampai siang ada kuliah, jadi terpaksa harus ikut sesi yang kedua.

Acaranya dilaksanakan di Hotel Tentrem Yogyakarta. Hotel bintang 5 dengan bangunan yang sangat megah. Untuk harga sewanya saja per malam diatas 1 juta. Mungkin kalau aku punya uang segitu masih bisa digunakan untuk banyak hal. Salah satunya untuk nyambung hidup ditanah rantau. Coba kalian lihat foto depan dari Hotel Tentrem.

Hotel Tentrem merupakan paradigma baru kemewahan murni dalam suasana tradisional. Dengan megahnya Jalan AM Sangaji dengan keanggunannya, Hotel Tentrem merupakan oase ketenangan yang bersebelahan dengan suasana tradisional kota Yogyakarta. Hotel Tentrem hanya beberapa menit berjalan kaki dari kawasan Malioboro yang terkenal. Dirancang oleh pikiran paling kreatif dalam profesi ini, setiap aspek Hotel Tentrem memancarkan hak istimewa. Ini terpisah dengan keasliannya, budaya Yogyakarta.

Hotel Tentrem menawarkan layanan yang menyenangkan, eksklusivitas dan privasi lengkap dalam lingkungan yang damai dan benar-benar tenang. Para tamu dipastikan menikmati kemewahan pribadi.

Nama Tentrem yang diambil dari bahasa Jawa memiliki makna nilai Jawa yang lebih dalam yaitu perasaan damai dan tenang. Makna ini juga membawa keseluruhan konsep harmoni antara alam semesta dan manusia, menciptakan kedamaian dan ketenangan di antara mereka. Berfokus pada layanan dan fasilitas bintang 5 bintang, hotel ini membawa konsep kemewahan tetap dikombinasikan dengan pengalaman sentuhan lokal. 

Logo yang merupakan Wijaya Kusuma Flower terdiri dari 5 helai, diikat dengan cincin emas yang memiliki arti tersendiri. Bunga Wijaya Kusuma adalah bunga langka dan hanya tumbuh di daerah tropis. Bunga itu membawa makna suci kemenangan. Selain itu logo tersebut juga mewakili jumlah keluarga pemilik Hotel Tentrem. Dengan demikian, lima potong ruas Wijaya Kusuma yang diikat dengan cincin emas sebenarnya memberi pesan bahwa mereka akan menjaga harmoni dan kebersamaan antara lain sampai keturunannya. (www.hoteltentrem.com)

Alamat Hotel Tentrem lengkapnya berada di Jl. AM Sangaji No. 72 A, Cokrodiningratan, Jetis, Cokrodiningratan,Jetis, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55233

Kami berangkat tepat pukul 18.00, lebih tepatnya lagi sehabis shalat maghrib. Kami semua sebenarnya tidak tahu sama sekali tempat hotel tersebut dimana. Meskipun sudah tau alamatnya, kami tetap minta bantuan sama mbah google maps untuk bisa sampai hotel.

Selain bisa mengikuti acaranya, makan gratis dan satu hal yang kami inginkan, yaitu bertemu dengan Gubernur DIY yaitu Sri Sultan Hamengkubuwono X. Lebih-lebih bisa berfoto bersama. Beliau menjadi salah satu pembicara di acara tersebut. Untuk sambutan yang tertera dalam susunan acara ada dari Ketua OJK dan Ketua PP Muhammadiyah, KH. Din Syamsuddin.

Ada juga seremoni penyerahan beasiswa. Intinya kami sangat bangga kalau bisa hadir di acara tersebut, selain menambah pengalaman, siapa tahu nambah teman. Meskipun hanya berinteraksi disaat acaranya saja. Memang, acara ini khusus Muhammadiyah, perwakilan dari kampus-kampus Muhammadiyah juga turut hadir.

Setelah sampai hotelnya besar dan megah banget. Beruntung kami bisa masuk dan merasakan suasana hotel berbintang 5 ini. Di depan hotel kami dikasih petunjuk arah oleh satpamnya untuk menyimpan motor di parkiran belakang. Setelah motor sudah terparkir, aku sendiri bingung mana arah masuknya.

Kami berenam bergegas masuk ke lantai dua, tak ada pintu ataupun tangga, adanya lift. Kami bingung bagaimana cara naik lifnya. Sempat ditertawakan ibu-ibu, karena kami bingung sampai pembicaraan kami terdengar keras.

Akhirnya ada orang yang mau masuk lift, kami mengikutinya dan sampai di lantai dua. Tempat dimana acara tersebut diadakan. Keluar dari lift kami bingung, mau kemana, tidak ada satupun yang dikenal kecuali Habibi. Dia sudah pasti sibuk dan belum tentu juga bisa bertemu. Karena yang datang banyak juga.

Jujur aja, waktu itu banyak para pejabat yang datang. Aku sampai ragu dan malu untuk mengeluarkan handphone untuk mengabadikan foto. Jepretan pertama kaliku buram, lihat aja foto diatas. Kedua foto orangnya tidak jelas.
Sutik dengan PD-nya memberanikan diri untuk melihat lokasi dimana acara itu dimulai. Perlahan satu persatu teman-temanku mengikuti Sutik jalan. Aku mau tidak mau harus ikut juga. Sesampainya di pintu acara, ternyata masih ditutup.
Tepat sebelum masuk, tersedia banyak meja yang isinya berbagai jenis makanan. Disitu hasrat anak kost mulai, ingin rasanya membawa makanan yang banyak dimasukan dalam kantong, tas dan tempat lainnya. Setelah itu pulang, dan dinikmati di kost. Tapi, sudahlah.
Tak lama pintu aula yang besar itu dibuka, para peserta di perbolehkan masuk semua. Mewah dan besar banget. Pertama kali aku masuk, merasakan dingin dan sejuknya ruangan. Dan tempatnya juga seperti di acara ILK (Indonesia Lawak Klub) gitu.
Kebetulan masih banyak yang kososng, kami sempat memilih tempat yang jaraknya tidak jauh dengan panggung. Tapi kami memutuskan tidak jadi, karena biasanya tempat yang dekat panggung itu khusus untuk orang-orang penting saja.
Setiap meja juga ada pelayan makanan yang khusus kasih kami minum dan hidangan. Kami melihat beberapa orang keluar untuk mengambil makanan pembuka. Kami tidak keluar semua, sengaja gantian, pertama aku, Surya dan Sulis yang keluar ngambil makanan.
Kami dibuat bingung dengan banyaknya hidangan. Ada nasi goreng, nasi putih plus sayur, udang, daging sapi, daging ayam pokoknya segala macam yang tidak bisa disebutka satu per satu.
Ketika kami mengambil nasi, dibelakangku ada seseorang yang nyeloteh pelan, “Kok kaya mgelangan ya”, ucapnya lirih kepada temannya. 
Bisikan itu terdengar jelas di telingaku. Aku rasa dia juga mahasiswa dan anak kost sama seperti kami. Di tempat pengambilan makanan sangat ramai, aku tak bisa mengeluarkan smartphone untuk mengabadikan momen. Jangankan handphone, tanganku pegang piring juga. Setelah selesai kami gantian dengan yang lainnya.
Setelah membawa makan secara bergantian, kami makan bersama di dalam sembari menikmati pemaparan di depan.

Setelah selesai makan, kami dimanjakan lagi dengan berbagai hidangan penutup. Kami keluar lagi untuk membawa buah dan cemilan yang ada.

Aku memilih unuk mengambil buah-buahan. Tak lupa juga dengan minumnya. Setiap airku habis, di sekeliling meja tempat kami duduk sudah ada yang jaga. Begitu habis, langsung di isi. Aku berasa seperti tuan raja saja. Seperti ada goresan di foto wajahku, tapi itu hanya cahaya kok.

Surya juga sama denganku tidak membawa makanan berat, kami berdua makan terlebih dahulu sembari menunggu yang lainnya datang.

Surya sendiri sebelum makan sudah minum berapa gelas. Aku rasa dia laper atau sengaja mengosongkan perut karena tahu mau makan gratis.
Setelah yang lainnya datang, kami juga sudah menikmati hidangan. Tapi Sri Sultan belum terlihat ada di ruangan hotel. Tak lama ada pemberitahuan kalau Sri Sultan berlangan untuk hadir, jadi hanya yang mewakilkan saja untuk menggantikan Sri Sultan Hamengkubuwono X.
Ketika kami ke belakang lagi untuk nambah makanan, terlihat disebelah baratnya ada meja yang penuh dengan orang-orang yang sedang mendaftar untuk masuk ke dalam ruangan. Karena kami belum, terpaksa antri dulu, daripada tidak sama sekali.
Setelah itu Surya mengajaku untuk menikmati buah-buahan di belakang. Ketika buah-buahannya habis, ada yang mengisi lagi lengkap dengan pendingin yang bisa di dorong. Jadi para peserta serasa dimanjakan dengan jamuan acara Malam Ramah Tamah OJK bersama Keluarga Besar Muhammadiyah.
Aku dan Surya agak lama di belakang, biar bisa menikmati makanan terlebih dahulu. Niatnya cuma membawa cuci mulut lalu kembali lagi ke meja. Namun makanan demi makanan datang tak pernah berhenti. Ketika aku menghabiskan buah, tak lama siomay datang.

“Ndi, siomay tuh. Ayo kita santap”, ajakan Surya dengan semangat.
“Boleh tuh, kita ambil piring dulu ya, Sur”

Setelah selesai aku bersiap-siap untuk kembali lagi ke dalam dan roti, kueh dan segelas air jeruk nipis. Begitu pun dengan Surya tak kalah untuk membawa makanan juga. Setelah kembali, giliran teman-teman yang lainnya untuk mengambil cuci mulut.
Tak lama teman-teman yang lainnya datang dengan membawa kueh dan cuci mulut yang liannya. Kami senang bisa makan dan mengikuti acara ini. Semuanya atas izin Allah Swt.
Mukhlas dan Sutik menawarkan makanannya untuk dihabiskan. Dia sendiri tidak kaut makan lagi karena sudah kenyang. Aku membantu menghabiskan roti yang belum dimakan. Ketika ada sisa yang tidak dimakan, palayan langsung mengambilnya.

Sebenarnya ketika kami makan, acara juga sudah berlangsung jalan. Tepatnya ketika habis makan dan cuci mulut. Sambutan demi sambutan dimulai. Setelah sambutan selesai, dilanjut dengan pembagian beasiswa. Yang diberikan kepada mahasiswa, dosen dan anggota Muhammadiyah.
Beasiswa tersebut diberikan kepada dosen dan mahasiswa yang berprestasi mendapatkan 50 juta untuk 50 orang, dan untuk anggota Muhammadiyah yang aktif mendapatkan 30 juta untuk 30 orang.

Setelah acara selesai aku kira langsung boleh pulang. Ternyata masih ada cofe break di belakang. Lagi-lagi menyantap makanan, dan minuman yang sudah di sediakan. Malam itu memang benar-benar malam dimana kami menjadi raja.
Tidak hanya makanan seperti pada diawal acara saja, tapi ada lagi yang berbeda, seperti gorengan lengkap dengan bumbunya. Ada juga yang mengambil onde-onde, kolek, dan kopi. Namun, aku belum bisa mengabadikan momen ketika mengambil makanan, karena ramai.

Aku sendiri mengambil beberapa cemilan dan kopi. Rasanya nikmat setelah makan minum kopi. Perlahan aku minum sembari para pembicara dan tamu undangan yang penting bersalaman.

Setelah selesai, kami malah asik ngobrol. Tak terasa melihat sekitar sudah banyak yang mulai meninggalkan tempat. Aku sengaja mengabadikan foto ketika sepi. Bisa melihat dinding dan tiang temboknya.

Setelah semuanya keluar, kami pun keluar dan bergegas pulang. Sebelum masuk ke lift menuju pulang. Terlihat ada background atau tempat dimana orang megnabadikan foto terlebih dahulu sebelum pulang.

Awalnya berempat yang foto. Kami gantian karena gak ada orang yang mau fotokan. Setidaknya foto ini menjadi bukti kalau kami pernah ikut acara dan pernah masuk ke salah satu hotel berbintang 5 di Yogyakarta.

Foto kedua kalinya berlima, tapi tetap aku harus ada di foto. Dan harus ada yang megnalah untuk megang handphone. Untuk foto dua ini juga beberapa kali pencet, karena blur terus. Kebiasaan kalau yang aku foto hasilnya bagus, sedangkan aku minta foto hasilnya blur. Kalian juga pernah merasakannya gitu ya, kan ?

Foto ketiga ini kami meminta tolong kepada salah satu peserta yang sedang foto jug. Setelah itu kami bergegas pulang.

Itulah perjalanan kami untuk Dinner Bersama Sultan. Meskipun kecewa karena Sultan berhalangan untuk hadir. Tapi mengikuti acara Malam Ramah Tamah OJK bersama Keluarga Besar Muhammadiyahcukup senang dan menambah pengalaman bagi kami. 

186 Responses for Dinner Bareng Sultan – Hotel Tentrem Yogyakarta

  • Ini lebih aya nyeritain kalian makan bareng temen kosan daripada makan bareng sama Sultannya, ya. Hahahaha..

    Tapi gapapa lah. Sultannya kan ada di sana juga. Jadi ya sama aja, makan bareng Sultan juga πŸ˜€

  • Ini udah kaya datang di acara kondangan yang awalnya diajakin teman, tujuan utamanya anak kost yah gitu, makanan gratis. Aku juga pernah tuh, ke acara kondangan teman kakakku. Gak kenal siapatau, gak tau mau ngapain, taunya cuma makan, duduk, salam sama yang lagi nikah, pulang dengan perut kenyang. Hahahahahahahaha

  • Wah beasiswanya lumayan juga. Meskipun Sultan gak jadi dateng tapi tetep bersyukur udah makan enak dan gratis di hotel bintang lima yak! πŸ˜€

    Aku juga sering gitu kalo minta difotoin hasilnya jelek. Padahal aku kalo fotoin orang ikhlas aja jadi hasilnya bagus. πŸ˜‚

    • Iya Mba, bersyukur bisa makan enak dan gratis..hehe

      Nah itu dia, sedihnya itu waktu di fotoin, hasilnya gak langsung dilihat karena buru-buru, pas di rumah dibuka baru deh kecewa karena hasilnya kurang memuaskan.

      Kadang kalau gitu, aku pengen rasanya balik lagi ke tempat itu dan foto. Tapi mending kalau dekat ya, kalau jauh mah susah..hehe

  • Wah beasiswanya lumayan juga. Meskipun Sultan gak jadi dateng tapi tetep bersyukur udah makan enak dan gratis di hotel bintang lima yak! πŸ˜€

    Aku juga sering gitu kalo minta difotoin hasilnya jelek. Padahal aku kalo fotoin orang ikhlas aja jadi hasilnya bagus. πŸ˜‚

    • Iya Mba, bersyukur bisa makan enak dan gratis..hehe

      Nah itu dia, sedihnya itu waktu di fotoin, hasilnya gak langsung dilihat karena buru-buru, pas di rumah dibuka baru deh kecewa karena hasilnya kurang memuaskan.

      Kadang kalau gitu, aku pengen rasanya balik lagi ke tempat itu dan foto. Tapi mending kalau dekat ya, kalau jauh mah susah..hehe

  • Pengalaman yang bisa membuat kisah catatan kehidupan kelak menjadi kenangan yang indah banget mas, karean tidak semua orang akan dapat kesempatan seperti itu. Bukan rasa dari apa yang kita nikmati , namun dari momen apa yang bisa kita dapatkan bersama mereka tulah yang penting dalam catatan pengalaman ini. Selamat ya mas, semoga bisa mengikuti jejak mereka kelak nantinya. Amiiin…

    • Betul Mas Indra. Kenangan yang bisa diceritakan kelak, apalagi sudah lulus kuliah nanti, ini jadi momen penting bersama sahabat πŸ™‚

      Aamiin.. Terima kasih, Mas Indra.

    • Haha.. gak Mas, waktu itu mau foto makanannya aja susah, malu dan gak sempat ngeluarin smartphone. Apalagi harus bawa ke kost. Gak mungkin banget.. πŸ™

  • jarang-jarang nih ikut acara gini ya bang.
    judulnya aja sama sultan. .

    mantap. sering-sering bang makan ginian.
    InsyaAlloh ketularan sama yang duduk paling depan .(orang penting)

  • Wih, keren Mas, bisa dinner sama Sultan..
    Aku juga pernah bareng dinner sama Pak Presiden, tapi beda tempat. Beliau di istana negara, lah aku di rumah.. hehehe

  • Biarpun sang Sultan berhalangan untuk bisa namun kekompakan kebersamaan tetap terjalin, yg diakhiri acara makan makan bareng. Alkhamdulillah

    • Iya sayang sekali, tapi semoga dilain kesempatan bisa bertemu πŸ™‚
      Aku juga penasaran, dan pengen tahu. Tapi waktu itu gak ada pikiran untuk tahu bagaimana cara makannya. Lihat aja udah seneng..he

  • Cieeeeee kesempatan langka nih anak kost makan di hotel berbintang lima.
    Eh btw Andi, Hotel Tentrem emang terkenal sih di Jogja, siapa aja pasti pengin makan dan nginep disana termasuk akyuuuu wkwkkwkw
    Ingin rasanya masukin semua makanan ke dalam tas ya Ndi? lol

    • Betul Teh, kesempatan yang jarang terjadi dua kali.. wkwk
      Iya terkenal, semoga bisa menginap di Hotel Tentrem ya, Teh.

      Haha.. masukin ke dalam tas nanti aku ketahuan satpam gimana.. πŸ˜€

    • Alhamdulilah bisa makan di hotel berbintang dan ini jarang terjadi. Tapi untuk bertemu Sultan coba baca lagi tulsianku ya, kira-kira aku bertemu atau tidak ?

      Dari tadi banyak yang salah fokus sama judul dan komennya gak nyambung..hehe

  • Wah, hasrat untuk bawa pulang makanan urung kesampaian ya mas? *padahal mayan dislempitin ransel wkwk
    aku kalau ke tentrem cuma lewat depannya tok πŸ™‚

  • Waaah bisa kenyang berlumer lumer dalam waktu semalam ya tuh. Emang bener-bener bisa jadi pengalaman yang terkesan. Pasti rasanya awal dateng langsung merasa 'this is heaven in the earth'. Benar begitu maseee yo hahaha

    willynana.blogspot.com

    • Iya nih kenyang, tapi gak banyak juga soalnya kekenyangan juga gak baik..he

      Betul, Teh. Selain itu pertama datang bingung juga sih, karena ini kan acaranya sebenarnya khusus Muhamadiyah, ya karna temannya Surya aja bisa masuk deh πŸ™‚

  • Gokil! pikiran teman kamu saya kayak saya ndi. Yang penting makanan nya. Kalo bisa bungkus, dari awal saya passti sudah bawa kantongan. Bisa hemat dua hari itu tanpa jajan diluar, haha. Nasib anak kost.

    Bdw, kamu juga anak muhammadiyah ya di'?

    • Oh ya, wah kalau waktu itu Mas Rey aku ajak kayaknya bakal bekal ya, dan bawa kantung keresek..hehe

      Betul tuh, hemat. Anak kost mana yang gak senang kan.. hehe

      Bukan ko, Mas. Aku dan teman-teman bisa masuk ke acara tersebut juga ya, karena temannya Surya πŸ™‚

  • Udah bungkus aja mang,, buat bawa pulang ke kosan,, Kalau sayamah belum pernah makan mewah di hotel megah,, kalaupun ada uangnya pasti tak beliin yang lain,, kecuali gratis… XD…
    Kalau aku dipossisimu,, sudah tak kantongin makannanya, maklum hasrat deso,,, πŸ˜€ liat makanan enak dikit, bawaanya pengen bawa pulang aja…

    • Haha.. bungkus dan makan di kost ya, Mas.
      Ya sama aku juga begitu, kalau ada uang lebih tentu lebih memprioritaskan kebutuhan dibanding dengan keinginan. Karena keinginan sendiri belum tentu jadi kebutuhan πŸ™‚

      Bukan aku tak mau Mas Ahmad. Pertama aku gak bawa tas, adapun teman bawa tas, tapi kecil. Tapi tetap malu dan gak berani. Rame soalnya, udah di undang dan ikut acaranya juga senang banget πŸ™‚

  • kenikmatan yang haqiqi sebagai anak kost hehe
    dapet tiket gratis, makan enak gratis plus ikut acara keren yg ada di hotel bintang 5 di jogja

    • Hehe.. betul Mas..
      Alhamdulilah, penuh syukur mas. Terkadang yang namanya rezeki itu datang tanpa disangka-sangka. Dan, yang jelas rezeki itu tak pernah salah alamat πŸ™‚

  • Sebenarnya visi misi anak kos ikut acara ginian adalah bisa makan enak dan gratis lengkap dengan hidangan penutup. Gak usah malu2.. Makan aja.. Semua juga pada ngerti kok. Saya juga dulu jugak gitu. Dessert nya pasti penuh sepiring dan bolak/i nyicipin semua menu. hhihihi.. (ya allah, saya bongkar aib sendiri nih)

    • Haha.. Betul Mba Jasmi, udah ada makan pembuka, dan penutup juga. Lengkap dah.

      Aku juga gitu, ambilnya dikit, asal banyak dengan isi berbagai macam makanan..hehe

      Gak apa-apa Mba, yang penting happy. Selagi itu halal oke oke aja..hehe
      Dengan catatan gak malu πŸ™‚

      Aku rasa setiap orang juga punya hasrat seperti itu. Hehe..

      Catatan penting dari Mba Jasmi ini "GAK USAH MALU".. hehe

  • WKWKWK ini yang namanya rejeki ya, dapat tiket gratis bisa makan enak-enak dan sebenarnya akan ketemu Sultan pula (tapi sayangnya ga jadi karena digantikan haha) bener banget harga sejuta, jangankan buat anak kost buat ibu rumah tangga aja juga berarti daripada buang nginep mending buat yang lain ya. Oia untung aja ketemu orang yang mau naik lift, kalau ga apa coba yang terjadi haha. Btw aku
    juga sering banget ngalamin hal yang sama mas, kalau motoin orang bagus nah pas giliran teman motoin aku hadewh, yang sayang tuh kalau lagi foto sama artis pengisi acara, kan ga mungkin foto ulang . Hemm kenyang kenyang deh ya makan minum di tempat enak begini haha (Oia salam kenal mas)

    • Tepat sekali, rezeki itu tidak akan salah aslamat πŸ™‚

      Aku Sultan sedang ada kesibukan lain juga, sehingga belum bisa hadir. Semoga dilain kesempatan bisa bertemu dengan Sultan πŸ™‚

      Betul, selagi bukan kebutuhan lebih baik jangan. Manfaatkan untuk kebutuhan aja πŸ™‚ Beruntung ketemu sama yang naik lift..he

      Iya betul tuh, aku sempat berfikir bagaimana ya kalau aku punya kamera sendiri, terus aku fotoin teman-teman hasilnya bagus (menunutku). Sedangkan giliran gantian tidak memuaskan..hehe

      Wah bakal susah itu mah kalau foto sama artis, pembaca acara ataupun pembicaranya. Pasti cuma satu kali foto aja. Kalau rame yang minta foto apalagi, gak mungkin kan foto lebih dari seklai..hehe

      Alhamdulilah, kenyang dan penuh syukur πŸ™‚

      Salam kenal juga ya πŸ™‚

  • sengaja ngosongin perut karena makan gratis? ahahaha

    yaampun! hihi pengalaman yaa, semua anak kos sama! πŸ˜› dulu, aku juga sempet ngalamin hal kaya gitu. jadi ngikik2 bacanya πŸ˜€

  • Wuihhh… ini ibarat dapat rejeki nomplok yaaa nug..
    secara anak kos kan biasa makan di warteg, ini makan di hotel berbintang.npasti seneng banget dong yaaaa…

    Ojk kok ngajak muhammadiah? Kerjasama gitu kali ya

    Krn kan muhammadiyah rame jg ya . Cmiiw

    • Betul, dan rezeki itu pasti sampai ke alamatnya..hehe
      Senang dan penuh syukur πŸ™‚

      Iya kerjasama gitu, Mba. Iya ramai dan banyak juga yang datang πŸ™‚

  • wih.. pengalamn yang menyenangkan ya bro, makan di satu ruangan bareng pejabat. mantap. pengalaman yang pastinya asikbanget buat anak kost, apalagi kalau acaranya bisa ada tiap minggu πŸ™‚

  • Wah sayang sultan ngga hadir, tapi ngga papa lah ya bisa makan gratis hehehe

    Hotelnya bagus, aku malah baru denger. Kalah kayaknya sama hotel yang sebelahnya mal itu, yang bintang 5 juga ^^

  • alhamdulillah, rezeki anak rantau makan enak di hotel bintang 5, meski ada rasa kecewa karena sultan berhalangan untuk hadir, tapi makanan melimpah ruah bisa menjadi penawar yang kecewa, tak lupa pula investasi akhirat lewat menyatuni anak yatim, semoga penuh dengan keberkahan

    waktu menikmati makanan tidak lupa berdoa kan? hehe

    • Iya Mba, alhamdulilah, rezekinya πŸ™‚
      Betul, tergantikan kekecewaannya..hehe
      Lagipula Sultan juga ada kegiatan lain atau apa gitu yang membuat belum bisa harid.

      Tentu, sekalipun minum Mba..hehe

  • Namanya aja Hotel Tentrem, pasi fasilitas dan pelayanannya sesuai dengan harapan dan keinginan para tamu peminat hotel ya, mas…

    Kesempatan yang sangat berharga tentunya buat Mas Andi dan teman-teman untuk mencobanya dan sangat sayang untuk dilewatkan. Selamat menikati aja kalo gitu ya mas…

  • Waaah, dari dulu kalo lewat Hotel Tentrem cuma bisa senyum sambil bayangin betapa bagus dalemnya..
    Keren bisa punya kesempatan ikut acara di situ.
    Kalo Sultan enggak berhalangan hadir, tambah istimewa nih dinnernya πŸ˜€

    • Betul Mba, lebih istimewa kalau Sultan bisa hadir. Semoga dilain kesempatan tidak hanya lewat depannya saja ya. Tapi bisa masuk ke dalam juga πŸ™‚

    • Coba deh baca ulang lagi, sepertinya banyak yang fokus ke judul tanpa tahu dulu isinya.. πŸ˜€

      Pengennya sih gitu, bisa makan bareng Sultan, tapi… Sudahlah πŸ™

  • Mantap ya, Mas Andi. Makanannya enak-enak banget. Aku juga pernah begitu disediain makanan gratis, tinggal ambil sesuka hati. Penginnya nyobain satu per satu, tapi ada makanan yang abis duluan. πŸ™

    Gimana, Mas? Sempet salaman sama sultan nggak? Hehehe.

    • Hehe..wah sayang sekali, sebenarnya bukan gak mau langsung nyicip ya, Rob. Tapi apalah daya lah wong banyak banget ada orang, jadi ya pikirannya sama, pengen ini, itu .. πŸ˜€

      Nah itu dia Rob, kan Sultannya berhalangan hadir, jadi belum bisa salaman. Jangankan salaman, bertatap mukanya aja belum waktu di hotel itu πŸ™‚

    • Coba deh baca ulang lagi, sepertinya banyak yang fokus ke judul tanpa tahu dulu isinya..

      Pengennya sih gitu, bisa makan bareng Sultan, tapi… Sudahlah πŸ™

  • Rejeki anak soleh nggak kemana yah.. alhamdulillah..
    Dari sekian banyak ceritu di postingan ini, aku sangat mengiyakan bagian makan kalau sama sahabat maka nikmatnya lebih-lebih.

    Aku juga sekosan sama temen kantor, kami berdua selalu bareng dan pastinya makan juga, sampai akhirnya dia harus mengikuti pelatihan di jogja selama 4 bulan. terhitung aku komen disini, aku udah ditinggal selama 2 minggu. Rasanya? Sekarang mau makan seenak apapun, g ada rasanya buatku, mungkin karena aku dikos jadi sendirian dan g temen buat berbagi makan jadilah nafsu makan g ada, makan cuman buat menuhin nutrisi aja.

    coba mungkin kalau kamu ke hotelnya sendirian, g sama temen-temenmu, paling krik-krik juga mau makan walaupun mewah dan enak

    • Iya Mba, alhamdulilah..
      Sip, makan dengan sahabat memang bisa bertambah nikmatnya..

      Pasti itu mah, ada yang kurang. Biasanya kalau makan ada temennya ya. Aku juga ngalamin gitu kok, temanku yang biasanya gowes bareng, makan bareng, tapi tepat diawal tahun kemarin udah gk kos, rasanya ada yang beda gitu, aku rasa sama apa yang dirasain Mba Pipit πŸ™‚

      Nah itu, kalau aku sendirian ke hotelnya pasti gak seseru bersama sahabat-sahabatku, jangankan untuk ambil makanan. Cari tempat yang enak untuk duduk aja mungkin bingung.

  • Ini benar benar anak kos yang super duper beruntung. Hahaha. Dilihat dari ceritanya, dan foto fotonya, INI SEMUA MAH BIKIN NGILER :). Secara dulu juga pernah jadi anak kos dan belum pernah makan makanan kayak gitu, huhuhuhu. Kamu kayak raja beneran nih, disambut makanan yang mewah abis. Mantappppp.

    Eh iya, itu akhirnya nggak jadi bawa pulang makanan yak, satu aja gitu? πŸ˜›

    • Hehe..Beruntung-beruntung πŸ˜€
      Dulu berarti belum beruntung Mas, dan keberuntungannya mungkin bukan disaat jadi anak kos ya, Mas..hehe
      Iya nih kayak raja, hehe

      Gak jadi bawa, malu soalnya. Udah gitu gak bawa tas lagi, kan ya masa di cincing pake tangan..haha

  • Harga sewa hotelnya itu lo, sungguh fantastis bagi saya. Uang segitu bisa saya belikan ini dan itu.
    Dinner bareng, asek sekali.
    Hotel tentem membuat perut tentrem juga.

    • Halo juga Mas Abeng Sagara, salam kenal ya. Semgo terus bisa terjalin silaturahmi πŸ™‚
      Itu dia Mas, Sultannya belum bisa hadir karena berhalangan πŸ™‚

      Haha..di sikat juga gak abis kalau sendirian, soalnya banyak banget makanannya πŸ™‚

  • Hotelnya bagus baget ya mas Andi?

    Aku kadang suka pengin ngulas-ngulas hal kayak gini. makan di tempat yang belum pernah aku datangi sebelumnya. tapi kadang suka mau mau ngambil foto2nya.

  • Hahaha… Gokil abizzz. Gak sekalian bawa kantong Doraemon biar bisa menyulap semua makanan berpindah ke kostan. Bisa dimakan bethari-hari tuh. Wakakkaka

    • Haha.. kalau ada mah kantong doraemon aku bawa dah, biar segalanya bisa masuk.. πŸ˜€
      Kalau makanannya yang awet mah bisa herhari-hari, kalau yang cepat basi harus dimakan malam itu juga..

  • He..he..
    Rezeki anak sholeh bisa dapat jamuan di hotel tentrem πŸ˜‚

    Pasti pulang ke kost perutnya kenyang banget, ah coba dibungkus buat saya mas.. πŸ˜…

  • Memang benar mas siapapun kalo diajak makan enak, banyak apalagi gratis siapapun pastik ada yang nok termasuk juga saya meskipun saya bukan anak kost

  • Wah kesempatan banget buat anak kost, hotel bintang lima lagi. Gilaa.
    Seumur-umur belum pernah ngerasain makan di hotel bintang lima nih. Itu naluri anak kostnya keliatan banget ya pas liat makanan. Haha

    • Iya mas, alhamdulilah. Kesempatan anak kos yang tak salah alamat πŸ™‚
      Hehe.. semoga bisa makan di hotel berbintang juga ya, Mas. Syukur-syukur suatu saat bisa punya hotel berbintang ya, Mas..aamiin..

    • Aku sendiri gak bangga kok, lah belum pernah dinner bareng sultan soalnya.

      Banyak yang salah fokus sama judul tulisan, dan kalau baca semua pasti tahu..hehe

      Semoga dilain kesempatan bisa dinner bareng Sultan πŸ™‚

  • Ya ampun ini mah surga banget. Selesai makan ini langsung disambung makan itu, pokoknya ga berhenti-henti. Emang ga bega yaaa? Atau emang sengaja sebelum dateng udah ngosongin perut biar semua makanan yg ada di sana bisa masuk? Hahaha πŸ˜€

  • Hi..hi,andi ki..
    Aku malah belum pernah masuk Tentrem..nggak tau, bingung nggak ya. Tapi klo rame2..kayaknya Pede☺☺

    Pokoknya pulang dari Tentrem..pasti kenyang poll..
    Wis gpp..mumpung gratisan
    *tiba2 inget tmn jaman kuliah, anak kos juga..rajin ngikut takjil di masjid kampus gara2 menunya variatif

    • Kalau sama temannya PD aja Mba..hehe

      Kenyang banget lah.he
      Nah kalau takjil aku juga gak kalah, setiap bulan Ramadhan always berburu .. hehe

      Kalau bulan ramadhan di jogja itu menyenangkan, selalu ramai. Terutama kegiatan keagamaan ditingkatkan πŸ™‚

  • Hasrat anak kost muncul untuk ngebungkus makanan, kayaknya itu Hasrat semua orang deh… Hahaha.

    Emang sih sering minta fotoin sama orang lain, hasilnya blur, giliran kita yang fotoin, hasilnya bagus, kan aneh bin ajaib.

    Makanannya bener2 bintang 5 dan berkelas, bikin ngiler lagi ini mah.

    Pengalaman berharga yah, meskipun Sultan nggak bisa datang, mungkin si Sultan nggak tau kalo mas Andi mau hadir, coba kalo Sultan tau, beuuuh, dia pasti tetap nggak datang, hehehe *becanda ow mas

  • senangnya, hehe.. di Solo juga sering banget ada acara di hotel ngundang blogger. tapi karena saya punya bayi, jadi ngga bisa ikut deh. hehe, nasib jadi ibu, ngga bisa jauh-jauh dari baby.

    sukses terus, Mas..

    • Alhamdulilah senang banget Mba πŸ™‚

      Iya juga sih kalau punya bayi, semoga dilain kesempatan bisa ya, Mba..

      Aamiin, sukses juga buat Mba Arinta Adiningtyas ^_^

  • Kalo kantorku sedang ngadain event di hotel2 berbintang, sebagai staffnya aku jg seneng, krn bisa makan gratis dan puas :p. Ga cuma anak kos mas, aku yg udh nikah jg seneng kalo ada acara begitu huehehehe

  • Mantap nih makan malam gratis, bisa bakalan kenyang sampai besok. Gak bungkus sekalina nih Mas, buat di kos-kosan. hihi
    Oh ya kang, template blognya bagus. minta dong… :-d

    • haha..naluri anak kos sih pengen bungkus, tapi apalah daya. Banyak orang. Gak bawa tas pula..kalau bawa kantongin dah..hehe

      Download aja kang, pake kata kunci ini : download template simplify

  • Oh ternyata arti 'tenterem' itu perasaan damai dan tenang ya…artinya dalem banget apalagi di tanah Jawa ya wiiiihhh memang mesti tenang aja bawaaanya kalem gitu. Bagus ya hotelnya, ramah customer…bolehlah kapan2 coba nginep di sana…sip mas Andi…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *