Explore Lampeng Wonolagi dengan Drone Raksasa

DiaryMahasiswa | Hallo, SDM (Sahabat Diary Mahasiswa). Udah ada yang nungguin diary terbaru ya. Kalian lebih kangen diary gowes, jalan-jalan atau kuliner nih?

Semuanya akan ada di DM, hanya saja nggak bisa secara langsung tapi bertahap sesuai jadwal tayang diary terbaru. Aku sangat senang semakin hari diary-diaryku selalu ramai berkat kalian. Tanpa kalian diaryku bukanlah apa-apa.

Aku berharap dikemudian hari kita semua bisa berkumpul atau kopdar untuk bersilaturahmi secara langsung, sharing dan berbagi pengalaman juga. Nggak terbayang seperti apa serunya, pasti sepulang dari kopdar, ide menulis makin banyak.

Oh, ya, diary kali ini aku bahas tentang jalan-jalan lagi nih. Exsplor daerah Mangunan, Yogyakarta. Lempeng Wonolagi nama tempatnya. Entah apa arti dari nama tempat wisata yang satu ini. Aku sempat searching tapi belum nemu.

Ini tempat juga hasil vote SDM semua di diary Menikmati Spot Foto di Watu Mabur, diantaranya seperti ini.

Diary kali ini jangan heran ya, kalau beberapa foto pemandangannya kurang bagus alias nggak cerah. Karena waktu aku kesini, kebetulan masih sama sahabatku, Maman namanya. Jadi gini diarynya teman-teman, sebelum kami pergi ke wisata Tebing Watu Mabur, kami pergi dulu ke Lampeng Wonolagi, karena jaraknya memang nggak jauh.

Baca juga : Patah Hati Bikin Melayang-layang Tiada Pijakan

Kalau kalian ke lampeng wonolagi, pasti langsung melihat tulisan “Warung Selfi Lampeng Wonolagi”. Entah apa maksudnya, apakah ada warung khusus selfie atau bukan. Yang jelas sore itu sudah nggak ada orang satu pun kecuali aku dan Maman. Nggak ada yang jaga, nggak ada juga yang jualan.

Hanya saja ada satu kotak seperti halnya kotak amal di masjid. Kami sempat memasukan uang juga, lupa berapa, yang jelas semoga bisa bermanfaat untuk perbaikan tempat wisata ini.

Hanya hitungan meter saja sudah bisa sampai ke Tebing Watu Mabur dari Lampeng Wonolagi. Sama-sama sudah sore waktu itu, hanya saja kami mendengar adzan disaat kami ada di watu mabur. Wajar saja kalau pemandangannya nggak secerah disaat pagi atau siang.

Kenapa harus sore, Ndi?
Jadi gini SDM, kami pergi sore ke tempat lampeng wonolagi ini bukan disengaja, tapi karena kami sedari pagi sudah exsplor daerah Mangunan Yogyakarta. Dan alhamdulilah selama sehari itu dapet 7 tempat sekaligus sampai mendengar suara adzan Maghrib di watu mabur.

Masih inget kan, karena di diary sebelumnya aku pernah cerita tentang exsplor Mangunandapet 7 tempat wisata sekaligus. Berawal dari watu goyang, berlanjut ke jurang tembelan, bukit mojo, bukit panguk, goa gajah, lampeng wonolagi dan terakhir ke tebing watu mabur.

Wajar saja posisi foto waktu di goa gajah, lampeng wonolagi dan tebing watu mabur itu sepi tanpa pengunjung lain. Karena sedari goa gajah itu sudah sore. Jadi ini sekaligus menjawab beberapa pertanyaan kalian disaat tanya, “Ndi, kenapa kok perginya sore?, Kenapa nggak pagi aja?”.

Baca juga : Main Yuk ke Perpustakaan Jalanan Yogyakarta

Nah jadi gitu teman-teman jawabannya, kenapa kami sore di tempat ini. Ya, meskipun sore in shaa Allah tetap bisa exsplor. Dan di Lampeng Wonolagi ini kami exsplor menggunakan drone raksasa.

Udah nggak asing ya drone itu apa?
Pada awalnya drone merupakan fasilitas yang hanya digunakan oleh pihak militer maupun pemerintah. Secara umum, drone merupakan suatu kendaraan udara yang berbentuk seperti pesawat terbang atau helikopter yang dioperasikan tanpa menggunakan awak atau pilot.

Tapi akhir-akhir ini banyak drone digunakan untuk pembuatan video, bahkan para youtuber juga sudah banyak yang menggunakan. Termasuk di Lampeng Wonolagi ini para pengunjung bisa menaiki drone raksasa seperti aku ini.

Pertama memasuki tempat ini langsung di sambut dengan tulisan Lampeng Wonolagi yang terbuat dari kayu. Nggak terlihat semua memang tulisannya, karena sore itu Maman ambil fotonya dari jarak dekat.

Terlihat background tulisan kayu itu ada becak ya, kabarnya memang becak ini cukup terkenal. Maksudnya kalau orang inget lampeng wonolagi, pasti teringat becaknya. Seperti mas Adi Praa yang penasaran disaat minta reques tempat ini.

Aku sendiri teringatnya dengan drone raksasa yang ada di tempat ini. Seperti ini jelasnya drone yang aku naikin untuk keliling lampeng wonolagi..hehe

Terdapat background dari kayu yang disusun ke atas dibelakang drone raksasa. Itu kayu disusun dengan bentuk love. Unik memang, dari kayu bisa disusun menjadi icon love dan menarik cukup bagi para pengunjung. Lebih jelasnya ini fotonya.

Kemudian ada becak seperti yang aku sebutkan tadi. Becak disini kami nggak sempat naik untuk foto. Karena jujur sore itu suasana cukup seram..hehe. Sepi dan seperti halnya ada dalam hutan. Besi yang bentuknya seperti jembatan ini, aku merasa kurang kokoh, dan beberapa udah ada yang berkarat juga.

Aku belum sempat mengecek semuanya juga sih, karena suasanya udah sore, kami langsung melanjutkan perjalanan ke watu mabur dan terus pulang. Seperti inilah becak yang ada di tempat ini, Maman sendiri juga nggak berani naik. Cukup dijadikan background foto saja.

Gimana menurut kalian jembatan yang ada becaknya ini? Kalau cuaca pagi pengen rasanya naik ke atas, untuk foto. Sepertinya akan lebih bagus pemandangannya.

Dari jembatan besi itu aja pemandangannya udah keren lho, cukup tinggi. Jadi bagi yang takut ketinggian harus hati-hati. Sebenarnya aku juga takut akan ketinggian, tapi sore itu penasaran ingin foto di jembatan itu, sepertinya seru dan nampak bagus juga pemandangan sorenya.

Di jembatan itu nggak cuma ada becak lho, tapi ada juga icon bulan yang terbuat dari besi. Berkarat memang tapi keren kok. Kayaknya kalau foto disaat ada sunset lebih bagus lagi. Terlebih dengan background langitnya.

Ini foto dari samping, sore itu pemandangannya nggak begitu cerah, nggak begitu mendung juga. Sedeng lah kalau menurutku. Fotoku terlihat santai ya, padahal itu lagi buru-buru lho, karena suasananya cukup sepi dan nggak ada orang lain selain aku dan Maman.

Terakhir aku kasih tahu salah satu spot foto yang keren lagi. Di Lampeng Wonolagi ada pintu Doraemon lho, tapi nggak ada baling-baling bambunya, adanya pintu doraemonnya aja. Padahal berharap ketika masuk pintu itu aku bisa langsung sampe kost, dan Maman ditinggal sendirian.

Bagi kalian yang mau datang ke tempat ini aku belum tahu pasti alamatnya, sempat searching juga, tapi belum nemu. Gini aja deh, karena ini tempat nggak jauh dari Tebing Watu Mabur. Aku kasih alamat itu aja ya, aku kira bakal kelewat ini tempat kalau mau ke watu mabur.

Mangunan, RT.28, Lemahbang, Dlingo, Mangunan, Dlingo, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55783

Nyatanya nggak bisa, dan sepertinya hanya pintu yang dikeluarkan oleh Doraemon saja yang bisa digunakan. Kebayang nggak sih kalau memang ada beneran pintu doraemon, sepertinya bakal jarang yang punya kendaraan, toh tinggal masuk lewat pintu kalau mau pergi kemana-mana. Dan sebutkan kemana kita akan pergi. Sampe deh!

Segitu dulu ya diary jalan-jalan kali ini.Next time aku akan bahas lagi tempat wisata yang nggak kalah kerennya juga. Baik yang ada di Yogyakarta ataupun luar Jogja. Dari ke-7 tempat wisata Mangunan yang kami exsplor dalam sehari masih ada tersisa 3 tempat lagi.

Kira-kira kalian mau reques yang mana?
1. Jurang Tembelan
2. Bukit Mojo
3. Bukit Panguk

Siapa tahu ada yang penasaran bahkan belum tahu ketiga tempat diatas. Aku tunggu ya vote terbanyak dari kalian. Kalau ada yang vote banyak aku posting diary jalan-jalan berikutnya.

Sampe bertemu di diary selanjutnya.

132 Responses for Explore Lampeng Wonolagi dengan Drone Raksasa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *