Gowes Sore – Nonton Karnaval di Sepanjang Jalan Malioboro Jogja

DiaryMahasiswa| Karnaval Yogyakarta – Hai sadayana, gimana kabar kalian semua? Semoga tetap sehat dan selalu dimudahkan segala urusannya ya. Aku baru bisa post lagi nih, setelah beberapa minggu terakhir ini sibuk. Ya, sibuk di dunia nyata, sampe belum bisa posting di blog, sempat juga bermasalah internet di kost.

Tapi, alhamdulilah kali ini bisa posting lagi. Well, di diary kali ini aku mau bercerita tentang gowes sore di kawasan Malioboro.

Sore itu, tepatnya sebelum ashar, Anin, sahabat gowesku kasih kabar kalau sore nanti pukul 15.00 ada acara karnaval, seperti ini cover pengumumannya dibawah ini.

Sebenarnya nama acara ini Pawai Pembangunan Memperingati Hari Kemerdekaan RI ke 72.Tapi masyarakat Jogja lebih mudah mengingatnya dengan sebutan “Karnaval Yogyakarta”. 
 
Begitu juga ketika orang yang sore itu di sebelahku sama mengantri di lampu merah bertanya sama pak polisi. “Ini acara apa ya, Pak?”, “Ada acara karnaval, Mas”, ucap pak polisi.
Khusus jalan di dekat taman pintar juga ditutup karena untuk berlangsungnya acara pawai pembangunan. Sebelum kalian baca, aku ceritakan sedikit tentang acara karnaval ini ya.

Jadi, acara Pawai Pembangunan ini diadakan untuk memperingati hari kemerdekaan republik Indonesia yang ke-72. Dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 26 Agustus 2017. Pukul 15.00 di sepanjang kawasan Malioboro.

Pawai pembangunan ini diikuti oleh 53 peserta atau sekitar 2.500 orang. Peserta yang ambil bagian pada kegiatan tahunan ini meliputi pelajar (sekolah), pasukan pengibar bendera, kelompok drum band, kecamatan, kelurahan, organisasi perangkat daerah, instansi vertikal seperti TNI/Polri, hingga lembaga swasta, dan sanggar-sanggar kesenian.

Ada juga kelompok sepatu roda serta kendaraan hias. Pawai Pembangunan selain untuk memperlihatkan kepada masyarakat aktualisasi pembangunan juga sebagai sarana hiburan, promosi, serta daya tarik wisata terutama bagi masyarakat yang sedang berkunjung ke DIY.

* * *
Sore itu sebenarnya aku mengajak teman-teman gowes biasanya, ada Maman, Anin, dan Bayu. Tapi mereka tidak bisa ikut kecuali Anin. Kami berangkat tidak tepat waktu, karena kami lebih mementingkan shalat Ashar terlebih dahulu di masjid, setelah itu barulah berangkat ke Malioboro.
Sepanjang jalan sudah terlihat tanda-tanda pawai pembangunan, jalanan mulai ramai, jalanan juga ada yang di tutup, sepanjang jalan acara banyak polisi yang menjaga keamanan.
Kami telat setengah jam, sesampainya disana sudah berjalan acaranya, kami hanya bisa melihat dari petengahan hingga akhir. Selain ramai sekali orang yang melihat, sesampainya di malioboro langsung menyimpan sepeda, kemudian langsung melihat pertunjukan dari setiap kelompok yang ada.

Memang unik dan seru bisa melihat karnaval ini, rasanya semakin betah aja di Yogyakarta. Tak hanya pertunjukan ini saja, terkadang di Jogja itu suka ada kejutan gitu. Misal, ada pertunjukan film dokumenter, patung-patung baru di daerah kawasan malioboro, dan masih banyak lagi.

Dibawah ini ada foto rombongan Kudho Wiromo Putro, baru mendengar memang, tapi kalau di daerahku ini tak beda jauh seperti pertunjukan kuda lumping.

Ada juga dari kelompok Gembira Loka Zoo. Mereka para pengurus di kebun binatang Yogyakarta. Terakhir main ke kebun binatang ketika SD kelas 6. Itupun karena stady tour. Saat ini belum lagi, aku penasaran pengen lihat unta langsung dari dekat.

Karena dari kelompok Gembira Loka Zoo Kebun Binatang, para pesertanya juga menggunakan kostum pakaian hewan. Ada jerapah, babi, gajah dan yang lainnya.

Untuk jerapah yang warna orange itu sebenarnya dia tidak dua orang, tapi menggunakan alat, seperti halnya menggunakan egrang.

Aku sempat kasihan sama orang-orang yang ada di dalam gajah itu. Kurang lebih ada 4 orang. Dan mereka dibantu roda juga. Kasihan ketika dia belok kanan kiri, seperti kesusahan gitu.

Ada juga para rombongan Dimas & Diajeng yang menaiki delman. Panjang juga deretannya sampe belakang. Para masyarakat yang melihat banyak juga yang mengabadikan foto.

Kalau dari kelompok kereta api, sama halnya mobil yang dihias mirip dengan kereta. Dan terdapat suara seperti halnya di stasiun.

Tak tertinggal juga para petani dan sapinya juga ada. Ada yang dari Bantul, dan ada juga yang dari Kulon Progo. Sekilas aku melihat punggung sapinya itu besar hampir sama seperti unta.

Terakhir para rombongan mobil jeep yang datang, tak hanya satu, dua. Tapi banyak. Kalau kalian pernah berlibur ke daerah merapi pasti banyak menemui mobil jeep seperti itu.

Ada juga yang membawa hewan peliharaannya. Tak hanya orang dewasa, anak-anak juga banyak yang ikut.

Selain beberapa foto diatas, aku juga sempat mengabadikannya lewat video smartphoneku. Kalian bisa lihat dibawah ini ya. Selamat menonton.

* * *

Pawai Pembangunan Memperingati Hari Kemerdekaan RI ke 72 (Part-1)

Pawai Pembangunan Memperingati Hari Kemerdekaan RI ke 72 (Part-2)

Pawai Pembangunan Memperingati Hari Kemerdekaan RI ke 72 (Part-3)

Pawai Pembangunan Memperingati Hari Kemerdekaan RI ke 72 (Part-4)

Pawai Pembangunan Memperingati Hari Kemerdekaan RI ke 72 (Part-5)

* * *

Kami selama melihat dan mengabadikan foto dan video, benar-benar tak terasa waktu begitu cepat berputar. Aku cek jam sudah pukul 17.00. Kami tidak langsung pulang, karena Anin ada janjian dengan orang. Kebetulan dia mau COD camera yang dia jual, kebetulan mau ketemu di Malioboro.

Sampai suara adzan berkumandang, orang yang katanya mau ketemu Anin belum juga datang. Kami pergi ke masjid terlebih dahulu untuk shalat Maghrib. Setelah itu lanjut ke kawasan 0 KM Malioboro, untuk menunggu orang yang mau beli kameranya Anin.

Oh, ya, in kawasan 0 KM Malioboro saat ini, kebetulan masih dalam tahap perbaikan. Entah mau dibuat apa, yang jelas saat ini aku merasa lebih luas.

Karena jenuh menunggu orang yang mau datang. Aku sempat mengabadikan beberapa foto, termasuk narsis dulu. Cape sebenarnya, soalnya lama juga respon balasan orang yang mau beli kameranya itu.

Lihat, sampe-sampe fijo juga terlihat lelah. hehe. Kalau kalian di Jogja lihat aku menggunakan fijo (fixie ijo) ini, tegur saja ya.

Akhirnya setelah hampir setengah jam, Anin meminta pindah lokasi aja. Kami pergi ke alun-alun utara Yogyakarta. Disitu juga cukup lama menelfon orang yang mau beli kamera. Sampe Anin kirim pesan singkat lewat whatsapp tapi tak ada respon.
Begitu juga waktu di telfon, sempat ngangkat tapi katanya macet. Kami tetap sabar menunggunya. Setelah Anin melihatku lelah. Memang malam itu aku merasa capek, laper belum makan..he
Tak lama Anin memutuskan untuk pulang saja, “Udahlah pulang aja sekarang, mungkin ini belum rezekiku”, ucap Anin. Aku juga percaya, kalau rezeki itu tak pernah salah alamat.
Setelah makan, dia pulang dan diperjalanan ternyata ada yang kirim pesan singkat lagi menanyakan kameranya apakah masih ada. Ternyata disaat pulang lakulah itu kamera, bahkan harganya lebih mahal dua puluh ribu dibandingkan dengan pembeli yang pertama.
* * *
So, itulah cerita gowesku dan beberapa foto dan video yang aku abadikan. Semoga kalian juga jadi tahu setelah baca ini, meskipun tak langsung hadir di Yogyakarta.

170 Responses for Gowes Sore – Nonton Karnaval di Sepanjang Jalan Malioboro Jogja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *