Jalan-Jalan Bareng Sahabat Diary Mahasiswa (SDM)

DiaryMahasiswaΒ | Dear diary, hari ini badanku terasa tumbang, untuk beranjak dari tempat tidur pun rasanya enggan. Bukan tak mau, tapi memang terasa berat, masih ada sesosok pusing dan sejenisnya yang masih belum pergi.

Hallo Januari. Ini adalah diary pertamaku di tahun 2019. Tahun dimana deretan mimpiku harus terwujud satu persatu. Begitu juga dengan deretan resolusi sahabat diary mahasiswa bisa tercapai semuanya..aamiin.

Oh, iya, selepas bangun tidur tadi, ya walaupun masih nyantai di atas kasur aku jadi teringat akan sebuah liburan yang ini sangat berkesan. Intinya beda banget lah dari jalan-jalan sebelumnya.

Kalian tahu kenapa?
Aku rasa sudah menebak dari sebuah judul diary ini di atas. Ya, aku bisa jalan-jalan bareng SDM (Sahabat Diary Mahasiswa).

Sebelum lanjut baca diary, kalian perlu tahu bahwa 2018 merupakan tahun dimana hampir setiap bulannya impianku tercapai. Bukan, ini mungkin bukan impian besar yang seperti kalian bayangkan. Tapi kalian tahu itu apa?

Ini soal follower instagram@DiaryMahasiswa terhitung hingga saat ini, dimana jemariku bergoyang menceritakan ini semua berjumlah 34,2K lebih. Alhamdulilah.

Wah berarti Andi banyak fans dong sekarang?

Bukan-bukan, aku lebih suka menyebut mereka SDM. Terlepas mereka suka atau tidak bagiku mereka itu sahabat diary mahasiswa. Mereka berasal dari berbagai daerah, aku tahu waktu menanyakan mereka di instagramdengan pertanyaan seperti ini :

Sahabat Diary Mahasiswa, kalian asalnya dari mana? Tulis di komen ya, siapa tahu suatu saat DM bisa jalan-jalan ke tempat kalian:)

Dan kalian tahu berapa yang komen?
Gak banyak memang, tapi ini berarti banget buatku. Terhitung dengan balasanku hingga saat ini ada 600 komentar lebih. Balasanku paling berapa %, karena mau aku bales semua gak sempat. Sempat pun bakal memakan waktu lama. Karena dari pertama di postnya pertanyaan itu setiap harianya terus bertambah orang yang komen.

Tapi aku membacanya kok, meskipun gak aku balas satu persatu. Aku biasa membalasnya disaat aku luang, santai ataupun sehabis makan.

Oh, iya di tahun 2018 awal kalau kalian tahu follower awal DM itu gak sampai 1000, masih 800-an lebih kalau gak salah, yang like pun masih sedikit. Dari situ aku terus berfikir, memutar otak gimana caranya biar bisa bertambah follower dan postingan-postingannya bermanfaat.

Dan hingga saat ini, setiap bulannya bisa bertambah. Alhamdulilah. Setiap awal bulan aku selalu menuliskan di layar laptop dan kertas, selama bulan ini follower harus bertambah sekian dan sekian.

Gak banyak memang, tapi apa yang aku tuliskan sesuai dengan waktu yang aku luangkan. Setiap hari aku selalu meluangkan waktu untuk Diary Mahasiswa. Menguras waktu memang, bahkan sempat begadang juga. Tapi aku percaya Diary Mahasiswa suatu saat akan besar dan berkembang serta memberikan manfaat. Aamiin.

Dengan bertambahnya sahabat diary mahasiswa di instagram, semakin banyak juga orang yang curhat, komen dan intinya interaksi semakin banyak. Aku sangat seneng, setidaknya konten yang aku upload berdampak buat mereka.

Dan salah satunya dengan sahabat diary mahasiswa dari Jakarta. Rafli namanya. Dia main ke Jogja tepat disaat libur di bulan Desember lalu. Tapi sedari bulan sebelumnya dia sudah kasih tau kalau mau ke Jogja.

Siapa saja yang mau ke Jogja dan berkabar, in shaa Allah aku nemuin dengan catatan aku lagi di Jogja, kedua aku lagi longgar. Pasti aku usahakan, dan pengen juga bisa silaturahmi sama kalian semua. Selain Rafli dari Jakarta. Tepat di akhir tahun 2018 kemarin juga ada sahabat diary mahasiswa yang dari Bogor, Surabaya, Ciamis dan yang liannya yang belum sempet aku temui.

Ya, seperti yang aku bilang tadi, waktunya belum pas, alias aku sedang ada kesibukan dan mereka datang berlibur ke Jogja. Di sisi lain juga Desember merupakan bulan dimana seringnya Jogja di guyur hujan.

Diary kali ini khusus aku cerita waktu jalan-jalan bareng Rafli. Dia ini masih kuliah lho, semester akhir malah. Alias sedang berjuang nyusun skripsi. Berawal kenal di instagramjuga waktu dia curhat masalah kuliahnya.

Dia ke Jogja menurutku cukup beruntung karena kebagian tiket kereta api. Wajar sih, karena dia pesen sedari jauh-jauh hari. Gak seperti temanku yang satu lagi. Dia dari Jakarta juga, hanya saja kehabisan tiket karena belinya mendadak. Alhasil pake pesawat. Gak apa memang, tapi kalau bisa hemat kenapa tidak.

Baca juga : Tips Hemat Travelling ke Jogja ala Diary Mahasiswa

Rafli di Jogja juga punya teman yang asalnya dari Riau kalau gak salah. Temannya ini sedang kuliah juga di Jogja. Sempet nemenin jalan-jalan disaat malamnya, hanya saja gak lama. Karena temannya juga sibuk kuliah, skripsi dan juga tugas. Jangan heran kalau begadang udah jadi sahabatnya.

Selain itu, Rafli juga punya daftar list tempat yang ingin di kunjungi. Diantaranya ada 7 tempat.

a. Malioboro
b. Keraton
c. Taman Sari
d. Hutan Pinus Mangunan
e. Candi Prambanan
f. Pantai Parangtritis
g. Bukit Bintang

Awal aku dapet kabar dari Rafli disaat siang, tepat dimana aku sedang depan layar laptop, ada garapan desain. Niatnya sore hari aku mau nemuin tapi gak sempat karena aku malah ketiduran, capek soalnya. Malamnya baru aku ampiri di nol kilo meter Jogja.

Tempat yang aku rasa familiar dan cukup mudah kalau mau ketemu, gak begitu jauh juga dari tempatku.Β Kebetulan dia sendirian di nol kilo meter Jogja. Bisa kalian banyangkan gimana rasanya gak ada temen meskipun berada di tempat keramaian..he

Di nol kilo meter kami banyak ngobrol banyak, mulai dari tempat ngobrolin Jogja dan Jakarta. Kerjaan, kuliah dan yang lainnya. Sayang, malam itu cuma sampai pukul 23.00 lebih. Karena aku juga mau langsung ke bandara, jempur sahabatku, Maman namanya.

Kalian yang sering baca #DiaryGowesku pasti tahu. Saat ini dia kerja di Jakarta, begitu libur mainnya ke Jogja. Aslinya kangen ingin bersepeda, tapi apalah daya sepedanya dia udah gak ada.

***

Paginya sebelum aku lanjut aktivitas yang sudah terjadwalkan, aku sempatkan jalan-jalan setelah subuh niatnya. Tapi cuaca Jogja pagi itu kurang mendukung, alias mendung dengan iringan rintik air berjatuhan dari langit. Alhasil berangkat sedari pukul 06.00, aku jemput Rafli di tempat dia menginap. Terus lanjut pergi ke hutan pinus.

Sekalian aku kasih info untuk kalian ya. Rafli ini nginep di salah satu tempat nyaman buat tidur ala-ala anak kost. Kenapa aku sebut gitu, karena harganya terjangkau. Ndalem Diajeng nama tempatnya.

Ndalem Diajeng merupakan sebuah Homestay yang berada di Jalan Namburan Lor No 50 Keraton, Yogyakarta. Lokasinya gak begitu jauh ke alun-alun kidul. Asik kan, tinggal jalan udah sampe.

Soal harga cukup terjangkau juga. Berawal dari cari-cari di internet, akhirnya pilihan Rafli jatuh pada Ndalem Diajeng ini. Harganya ada paketan. Dia milih sekaliagus 2 malam. Dengan harga 150k, sekali lagi ya Rp.150.000,- untuk 2 malam.

Murah kan. Murah lah segitu. Harga promo setiap kamar cukup bervariasi sesuai dengan kualitas hotel bintang 2.Ndalem Diajeng memiliki sebelas kamar, yang terdiri dari beberapa pilihan yaitu :

a. Tempat Tidur di Kamar Asrama Campuran 4-Tempat Tidur,
b. Tempat Tidur di Asrama dengan luas dua belas meter (12 m2),
c. Kamar Deluxe Queen,
d. Double dengan luas delapan belas meter (18 m2),
e. Kamar Standard Double dengan Kipas Angin,
f. Double dengan luas sepuluh titik lima meter (10.5 m2),
g. Kamar Double dengan Kamar Mandi Bersama,
h. Double dengan luas sepuluh titik lima meter (10.5 m2).

Homestay ini bisa dipesan jika berkunjung ke Yogyakarta. Jika sahabat ingin menginap di Ndalem Diajeng, adapun jadwal checkin pada jam 14:00 dan checkout pada jam 11:30. Ndalem Diajeng dilengkapi dengan beberapa fasilitas seperti :
a. Antar-Jemput Bandara
b. Parkir di gedung
c. Wi-Fi
d. Layanan Internet
e. AC
f. Antar-Jemput Bandara (biaya tambahan)
g. Parkir
h. Parkir Gratis
i. Dapur bersama
j. Termasuk Akses Wi-Fi Gratis
k. Penitipan Bagasi
l. Area lounge/TV bersama
m. Layanan kebersihan harian
n. Loker

Gimana asik kan, dapet harga murah tapi fasilitasnya lengkap. Oh, iya harga 150k tadi itu hanya salah satu lho ya. Karena harganya ada beberapa pilihan. Ada yang 70k, 150k, 175k, 200k. Kalau kalian mau pesen tinggal ketik aja di google “homestay ndalem diajeng”. Pasti keluar.

Baca juga : Gowes Bareng Fijo ke Hutan Pinus

Bisa kalian coba lain kali ya. Terasa kurang kalau gak nunjukin foto di tempat penginapannya kan. Tenang-tenang, aku udah suruh Rafli untuk foto beberapa tempat nginepnya kok. Ini suasana dari depan, tepatnya difoto dari jalan.
.
Kalau yang ini aku gak tau pasti ruang apa, tapi kalau di lihat-lihat sudah pasti ini ruang tamunya. Tempat yang bisa digunakan untuk bersantai.

Nah ini tempat tidur dimana Rafli menginap. Satu kamar terdapat 2 tempat tidur tingkat. Tapi satu hal yang aku sangat sayangkan setelah mendengar cerita Rafli. Di kamar itu waktu dia menginap di campur. Antara laki-laki dan perempuan. Entah kebetulan karena kamar lain penuh atau memang gak ada peraturannya.

Aku kurang tahu juga, tapi kalau menurutku sih baiknya di pisah. Dalam satu kamar khusus untuk penginapan laki-lakai saja, dan untuk perempuan juga khusus ada.

Gimana menurut kalian?

Kalau foto dibawah ini gak usah ditanya, ini terlihat tempat makan ya. Karena dari mejanya sudah terlihat. Gimana sampe ini, kalian tertarik untuk menginap di tempat ini?

Aku gak khusus mengulas penginapan ini memang. Karena infonya di dapat gak begitu banyak. Cuma sempet googling dan dapet sedikit info dari Rafli saja. Tapi ini penginepan recommendkok, karena jaraknya dekat ke kota juga. Ke alun-alun kidul apalagi.

Cukup ya aku bahas soal penginapan dimana Rafli tidur. Lanjut ke perjalanan hutan pinus. Aku juga penasaran udah ada perubahan apa aja disana. Apakah dari suasananya, icon-icon tempat foto atau yang lainnya.

Lanjut baca diarynya ya πŸ™‚

Aku sendiri sering sebenarnya main ke hutan pinus, karena sering nganter sahabat diary mahasiswa juga. Mereka yang sengaja ke Jogja terus berkabar.

Sesampainya di hutan pinus ternyata sudah ada perubahan, terutama di tulisan PINUS JOGJA. Beberapa bulan lalu belum ada. Tapi tulisan Jogjanya masih menggunakan fontdulu, kalau sekarang kan sudah berubah dan warnanya juga jadi merah.

Aku gak banyak post foto waktu di hutan pinusnya memang, ya karena aku rasa kalian sudah pada tahu lah, seperti apa suasana disana. Jadi aku pilih beberapa foto aja. Setelah puas di hutan pinus, aku mengajak Rafli ke panggung sekolah hutan. Biar sekalian karena jaraknya juga dekat, hanya sebrang jalan.

Nah di panggung sekolah hutan ini belum lama juga digunakan untuk stand up comedy lho. Dengan tema stand up hutan kalau gak salah. Malah teh Ajeng, yang punya ajengveran.com kasih kabar mau nonton stand upnya, tapi gak jadi karena suatu hal.

Pintu masuk panggung sakolahnya gak ada bedanya, tetap seperti awal dimana aku pernah kesana. Kalian pernah ke tempat ini belum?

Masih sepi memang, karena masih pagi juga. Tapi ini bagus, aku sarankan kalau kalian yang mau ke hutan pinus lebih baik sedari pagi. Selain masih sepi, kalian juga bebas bisa foto-foto tanpa ramai pengunjung. Selain itu bisa sekalian exploretempat yang lainnya, karena jaraknya gak begitu jauh.

Di panggung sekolah ini, aku seneng melihat keluarga yang mengajak anaknya main di hutan pinus. Menghirup udara segar dipagi hari dengan suasana hutan yang begitu nyaman. Hayo yang sudah berkeluarga jalan-jalan ke hutan pinus dong πŸ™‚

Oh, iya ada perubahan juga lho di panggungnya, terlebih di bagian belakang dan bertambah satu tingkat panggungnya juga. Aku tahu karena dalam setahun bisa di bilang sering main ke hutan pinus. Gak cuma hutan pinus tapi tempat wisata yang ada di Mangunan.

Ini tangga yang ada di belakang panggung, dulu mah belum ada, jadi terlihat lebih tertata dan rapih.

Setelah puas dan sebelum pulang kami sempatkan foto terlebih dahulu. Untung ada orang yang baru dateng, jadi bisa minta tolong untuk foto.

Inginnku ajak Rafli jalan-jalan seharin exploredi Jogja. Tapi gak bisa karena aku sudah ada jadwal kegiatan yang harus di kerjakan di hari itu juga, begitu juga besoknya.

Daftar list yang mau di datengi selama di Jogja memang belum tercapai semua. Tapi setidaknya bisa menginajakkan kaki di Jogja. Ini luar biasa karena baru pertama buat dia (Rafli).

Termasuk daerah gunung kidul. Aku rasa untuk bisa explore Jogja lebih baik menggunakan motor atau mobil pribadi atau bisa juga sewa mobil. Karena dengan kendaraan umum gak bisa bebas.

Terlebih untuk ke tempat-tempat seperti Mangunan dan Gunung Kidul. Karena gak semua kendaraan umum bisa akses ke tempat tersebut.

Satu pertanyaan dariku untukmu yang sudah baca diary ini.

KAPAN KAMU KE JOGJA?

131 Responses for Jalan-Jalan Bareng Sahabat Diary Mahasiswa (SDM)

  • Wah mas berarti kalo saya jalan-jalan ke Jogja, masnya bisa jadi guide juga kan buat saya? Hehe. πŸ˜… Soalnya buta banget saya mas dengan Jogja karena memang belum pernah kesana. 😁

  • Dari 1000an, terus sekarang bisa dapet 30k followers mas? Bagi-bagi tipsnya, dong. Haha… Haus followers ini.

    Setuju, sih. Baiknya dipisah antara tamu laki-laki sama perempuan. Selain biar lebih aman, privasi juga bisa lebih terjaga.

    Makin cantik saja ini, si hutan pinus. Banyak spot instagramablenya

    • Apa ya, mudah-mudah bisa aku bahas d.diary berikutnya. Entah kapan tapi..hehe

      Nah itu, mau bagaimana pun, bagusnya tetep di pisah lebih baik.
      Kapan terakhir ke hutan pinus, Mas?

  • Waah Jogja memang selalu menjadi tempat yang istimewa..
    Pengen banget ke Jogja lagi, soalnya pertama kali ke jogja pas SMP. Dan sampai saat ini belum ke sana lagi..
    Untuk penginapan, kayaknya kurang nyaman kalo nyampur gitu.. Lebih baik dipisah sih ya..
    BTW,bagi tipsnya dong buat naikin followers ig πŸ˜€

    • Seperti namanya, Jogja Istimewa πŸ™‚

      Wah udah lama itu mah, Teh. Ke Jogja lagi atuh, sekalian jalan-jalan..he
      Setuju, aku juga gitu, mau bagaimana pun bagusnya tetep di pisan antara laki-laki dan perempuan.

      Apa ya tipsnya, mudah-mudahan aku bahas ya, Teh di diary berikutnya πŸ™‚

  • Selamat tahun baru dan selamat follower IG nya sudah bertambah banyak. Followernya banyak banget ya 32K ? hebat..!
    Makasih buat info homestay nya bermanfaat kalau nanti ke Yogya Sukses selalu..

  • Wow, kagum aku followers ig mas Andi udah nembus 32K lebih.
    Konsisten kesehariannya mengelola ig, itu yang memang banyak menyita waktu.
    Kalau ngga dikelola terus, bisa berkurang followers kita.
    Contohnya igku …, karena akun igku jarang dibuka dan jarang unggah foto, turun juga jumlah follower πŸ™

    Penginapan di Jogja memang banyak yang murah ya, mas.
    Homestay ndalem diajeng ini rekomen buatku kapan nginep disana, nyaman suasananya.
    Biasanya di Jogja aku bermalam di Sosrowijayan.

    • Betul, Mas. Menyita waktu memang, tapi itulah kekonsistenan jika terus dilakukan. Usahanya gak menghianati hasil. Alhamdulilah.

      Betul, dan yang murah terkadang banyak gak expos gitu. Jadi banyak yang kurang tahu.
      Kapan jalan-jalan bareng nih, Mas? πŸ˜€

  • masih belum tau bang kapan ke jogja, karna saya itu anaknya mudah kesasar, jadi kalo dateng ke jogja sendiri dari rumah pasti nyasarnya :D, btw saya dari jepara bang πŸ˜€

    • Kapanpun, niatkan aja dulu, Mas. Siapa tahu dapet rezeki tiba-tiba bisa ke Jogja kan? he
      Tenang kesasar di Jogja banyak orang baik kok.

      Oh gitu, bisa nih kalau ke Jepara mampir ke mas Khanif πŸ˜€

  • Kalau keluar masuk hutan dulu saya sudah sering Mas, maklum dahulu saya adalah penyadap Pohon Karet, namun kalau refresing di Hutan Pinus… saya mah belum pernah, hahahahah…. sepertinya asyik dan bikin hati tambah adem kalau ke Hutan Pinus Manggunan.

    Ohy,,,jangan pipis sembarangan loh di hutan,,, khawatir kenapa – napa… πŸ™‚

    • Kalau ke Jogja nanti saya ajak dek kang Nata jalan-jalan. Hayo kapan?
      Iya adem, terlebih pagi. Malahan banyak kok orang-orang sengaja datang ke Mangunan hanya untuk bisa menikmati suasana pagi.

      Gak lah, emang anak kecil pipis di hutan. Lagi pula d.hutan pinus sudah lengkap. Selain tempat makan toilet dan tempat sholat juga sudah tersedia. Jadi gak ada ceritanya kalau harus buang air kecil di hutan.

  • Banyak sekali followr IG nya, punya saya masih dalam hitungan puluhan. Maklum tidak atau jarang keurus, sehingga IG saya terlantar.
    Bukit Bintang, saya kok baru dengar ya, dan hanya tempat itu yang belum pernah saya kunjungi. Kalau malioboro sudah sering tu.

    • Memang butuh pengorbanan untuk bisa aktif di instagram, Mas. Terlebih waktu untuk mengurusnya. Ayo aktifin lagi, Mas instagramnya.

      Masa sih baru dengar, Mas? Itu tempatnya rame lho, hits juga.
      Malioboro mah pasti, soalnya dekat ke pasar, alun-alun juga. Jadi setiap orang yang ke Jogja, aku rasa pernah ke Malioboro.

  • Yay…mas Andi banyak fansnya…Alhamdulillah!!
    Saya salah satunya ya, karena ga punya IG, saya follow blognya aja ya..jangan marah tak follow, pls
    Btw, foto2nya bagus, jadi pengen nikmati teh hangat di hutan pinus nih

    • Alhamdulilah, banyak sahabatnya..hehe
      Malah seneng lho, udah saya follow juga blognya. Biar dapet notif bacaan baru πŸ˜€

      Asik banget tuh, pas lah. Apalagi ada pisang gorengnya tuh..he

  • asiknya jalan jalan sama sahabat tercinta pastinya mengasyikan.. bawa budget minim juga masih bisa jalan jalan jogya ya kang, nanti dah kalau saya kesana tak kontak biar bisa ketemu sesama blogger ya hehhee

    • Sahabat baru ketemu, kenal lewat diarymahasiswa itu, Teh.
      Iya betul, apalagi yang dari Jakarta, pengalaman saya nganter temen-temen itu ya gitu, berasa murah. Dan uang 50k dapet segini di Jakarta, di Jogja dapet yang lebih..hehe

      Memang di Jogja juga banyak yang mahal, bahkan bisa setara sama Jakarta. Tapi banyak juga pilihan makanan yang murah. So, selagi ada yang murah kenapa tidak..he

      Siap, Teh. Berkabar aja biar nanti bisa silaturahmi.

  • peh terjangkau loh itu harga kamarnya
    pas aku ke solo, aku dapat harga kamar 50k/hari. kalau ambil 3 hari cuma 100k,
    hohoooo murah banget shay
    kalau di Jember sih, 50k masih ada. tapi ya rata-rata 75k

    Ah, kapan ya SDM yang minta temenin itu cewek???
    hahaha. awas jangan dimodusin.
    haram hukumnya
    admin kudu profesional, hehe

    turut berbangga dengan SDM yang makin banyak penggemarnyaaaaaaa

    • Yang 50k juga ada sih, Teh. Kebetulan Rafli kemarin itu dapet harga yang segitu dan tempatnya enak, dekat kemana-mana, termasuk ke alun-alun dan taman sari.

      Iya murah banget tuh di Solo. Waktu aku main ke Solo juga kulineran cukup terjangkau.
      Iya sih naiknya memang gak jauh, dari 50k, 75k, dsb.

      Ada lho, Teh banyak malah. Tapi aku belum sempet di ceritakan disini. Sempet sekilas waktu ketemu teh Sha. Modus? Nggak dong, Teh. Gak bagus modus-modusan..hehe

      Alhamdulilah, terima kasih, Teh Rhos.

    • Hehe.. Mas Adi memang di Jogja juga tinggalnya.
      Makasih, Mas. Biar makin banyak nih SDM dari berbagai kota πŸ™‚

      Kapan jalan-jalan lagi nih, Mas?
      Awal tahun ini nampaknya sering banget hujan.

    • Seru banget, Teh. Mangunan itu gak cuma ada hutan pinus, tapi banyak. Makannya kalau seharian explore Mangunan bisa dapet banyak tempat wisata. Saya pernah seharian dapet 7 tempat wisata..he

      Terima kasih, Teh. Sukses juga ya baut teh Prita..

  • Beberapa tahun lagi insyaallah mau ke Yogyakarta lagi ahh, pengen menjelajah lebih jauh. Congrat ya buat Diary Mahasiswa, bermanfaat banget bisa berbagi-bagi informasi buat teman yg hendak singgah di sana

    • Terima kasih, Teh..
      Mungkin lebih ke pengalaman selama update IG @DiaryMahasiswa ya, Teh.
      In shaa Allah ya, Teh. Tapi gak tau kapan..hehe

      Saya mah udah biasa, Teh berjuang kecewa seperti itu, follow gak di follback ibaratnya udah kebal lah. Awal-awal membangun @DiaryMahasiswa juga seperti itu. Sampai-sampai saya kesel sendiri. Akhirnya saya putar otak, gak follow-follow lagi. Tapi bagaimana caranya apa yang di posting bisa bermanfaat buat orang dan mengundang mereka untuk follow deh..he

  • Wah mantap betul mas .. seger banget pastinya kalau siang siang ngadem disitu yaaa…
    .. ngomongin sahabat, sekarang sahabat-sahabat saya udah pada sibuk, sehingga susah kalau diajak traveling… Hehehe…
    Selamat ya buat DiaryMahasiswa semoga kedepan tetep istiqomah memberikan yang terbaik πŸ™‚

    • Betul, apalagi pagi-pagi lebih segerrrr..
      Wajar sih, Mas. Karena semkain dewasa semakin punya kesibukan masing-masing. Udah bukan kesenangan semata yang dicari tapi kebutuhan untuk bisa hidup..hehe

      Aamiin, terima kasih, Mas. Sukses juga buat Eksapedia πŸ™‚

    • Emang kerjaan saya mah pengennya jalan-jalan, Mang. Kumaha tah? Haa
      Pengen bisa keliling dunia mang, mengenalkan @DiaryMahasiswa ke penjuru dunia πŸ™‚

      Beres kuliah mah sanes patokan kangge nikah atuh, Mang. Nikah mah bebas bade iraha wae, salagi atos mampu mah nikah we. Sanes kitu, Mang πŸ˜€

      Nah ngke upami tos nikah, terasa jalan-jalan we deui sareng pun istri..hehe

    • Aamiin, semoga segera dapet waktu yang kosong ya, Teh. Biar bisa explore Jogja.
      Nah itu sekalian nanti explore daerah Mangunan, jadi gak hanya ke hutan pinus aja.

      Di list aja, Teh. Pasti banyak..he

  • Huhu keren banget, sharing dong gimana cara manage Medsosnya bisa sampai rame followers. Kalau ke blog ini selalu kangen Jogja. Ntar Mukhlas gedean semoga bisa ajak dia kesana. πŸ₯°

  • Hai Andiiiiii… pa kabar? Duuuh banyak banget fans DM nya 😍🀩 Demen halan2 pada ngikutin dong yaAa. Btq aku juga pernah ke Hutan Pinus Mangunan tahun 2018 lalu pas libiran lebaran. Ruameeeee pisan euy susah mau parkir juga hhhhmmm… Home stay di Jogja murah2 ya zaman sekarang mah ga berat di dompet.

    • Hai-hai, Teh Nurul..
      Alhamdulilah damang, sawangsulna?

      Hehe..kenalan atuh sama fans DM, Teh..hihi
      Oh, iya tahu-tahu, Teh. Yang di post di instagram kan fotonya waktu di hutan pinus.
      Lebaran mah jangan ditanya, Teh. Pasti rame pisann…

      Nah itu betul, selain memang banyak yang terjangkau harganya, mudah juga untuk carinya. Apalagi sekarang, tinggal klik dari gadget udah dapet info penginapan..he

      Kapan ke Jogja lagi, Teh?

  • Selamat buat tambahan followernya. Usaha dan hasil memang berbanding lurus, hehehe.
    Saya masih 1k, jauh ,πŸ˜‚πŸ˜‚.
    Sering lihat foto Pinus ini, bikin mupeng. Semoga besok-besok bisa main ke Yogya lagi..
    Homestaynya asyik tapi kalau campur batal deh hehe

  • Homestaynya rapi juga ya, perabotnya khas dari kayu semua. Tapi kok ya kamrnya campur laki perempuan gitu, kalau satu keluarga sih gpp ya…

    Hutan pinur mangunan ini dari tahun kemarin jadi incaran buat dikunjungi, tapi sampai sekarang belum kesampaian juga

    • Iya, Teh. Mungkin ada juga yang gak campur. Kurang tahu sih. Tapi memang baiknya di pisah, biar bisa lebih leluasa. Terlebih kalau yang nginep sudah berkeluarga.

      Betul, dan semakin tahun semakin cantik tempatnya.
      Semoga disegerakan bisa ke hutan pinus ya, Teh.

  • Salam kenal mas,
    Wah perkembanganny pesat ya ig @diarymahasiswa
    Aku jg ada akun khusus traveling mas ig nya @pekoktraveller yuk sling folback mas hehe
    Bnym tmptnl d jogja blm aku explore, yuk sekali2 explore bareng , bikin konten hehee
    Salam kenal.ya mas

    • Kadang aku punya jadwal juga, Kang. Terkait upload, karena berlebihan main medsos seharin juga gak baik. Gak baiknya kenapa? Ya, bakal terbengkalai yang lain, dan tau-tau udah malam aja. Gadang deh..hehe

      Makannya perlu waktu yang cukup, walau sedikit asal konsisten in shaa Allah baik πŸ™‚
      Tiru amati dan action, Kang..hehe

  • Wah mantap mas… Kadang ttaveler luar kota memang butuh orang yg bisa jadi pemandu.. Kalo ada blogger yg bisa diajak kaya gitu bisa lebih asyikk..

    Maksimalkan sblm ada gandulan 😁

  • Di Yogya, penginapan murah2 ya. Kebetulan anakku sempat ke Yogya dan booking penginapan dapat murah. Katanya lumayan bagus juga. Waktu itu dia sama teman-temannya ikut ujian di ugm.

  • Wah asik nih
    Kalau saya ke Jogja juga bisa dong kontak DM buat nemenin jalan-jalan atau minimal ngasi rekomendasi tempat2 kece di Jogja

    Btw itu panggung di tengah hutan pinus ide dan konsepnya keren banget ya, pasti betah deh nyantai di sana

    • Memang bukan, Mas. Tapi punya dua diarymahasiswa.com dan andinugraha.com
      Mungkin yang, Mas tahu dulu andinugraha.com
      Sekarang sudah gak ada, dan saya alihkan fokus urus yang diarymahasiswa

      Ceritanya panjangnya ada di blog ini kok, bisa di cari, Mas..he

  • Terakhir ke Yogya setahun lalu. Kami main tidak hanya di Malioboro, alun alun tapi juga ke Nglanggeran, terus ke Turi Sleman, metik buah salak setelah menghadiri acara Kongres Nasional Buruh Migran yang dihadiri Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri

  • Wahhhh asik nih jalan jalan terus, saya jadi pengen ikut jalan jalan bareng… Pandu dong kak cara membuat artikel jalan jalan seperti ini, tips nya apa sih.. keren bnget blognya

  • jika di tanya …KAPAN KAMU KE JOGJA?
    saya pernah ke Jogya di era tahun 1998 Mas, masih anak-anak saya waktu itu.

    saya terpesona dengan hutan pinusnya itu lhoo

  • Wih, ngeriiii follower-mu, Mas. Bisa melejit gitu aku yakin effort-nya luar biyasah, gak setengah-setengah. Salut akutuh sama kamu. Ya emang sih, kamu produktif banget dan responsible banget. Keren pokok e

  • Wah manteb follower IG-nya nih mas, emang yang penting mah perkuat konten aja sih yah, harus ditiru nih. Semangat terus yah mas!

    Sekarang banyak penginapan murah meriah di Yogya yah, asyik bener dapet rekomendasi dari sini.

  • Diary mahasiswa udah sukses nih mas hasil begadang yaa πŸ™‚ tips dong followernya mas hhahaa

    Di Jogja itu katanya serba murah tapi skrg tuh udah mahal mahal tapi beruntungnya masih bisa Nemu homestay murah kayaknya rekomen deh kalo aku mau lama2 di jogja, jadi kangen Jogjaaaa

  • Menurutku nyaman banget itu homestay-nya. Ngerasa kaya di rumah gitu ya. Aku tahun lalu ke Jogja. Sekitar 5 hari. Dan penginapan pindah 2x. Hotel semua. Aslinya pengen di homestay gitu, tapi… gak tahu gimana-gimananya homestay. Daripada mikir panjang, hotel dehh

  • Wah keren juga, jadi akun instagram Diary Mahasiswa dijadiin akun publik yang bahas keresahan mahasiswa gitu ya. Semoga akhir tahun ini jadi 100k followernya. πŸ˜€

    Saya belum pernah nginep-nginep di homestay gitu, ternyata muraaahh banget ya. Pengen coba juga nanti. Cobanya di jogja, jadi tour guide ya ndy… hahah

  • Wah ternyata gyerz yang satu ibi selebgram ya, baru tau langsung saya follow juga IGnya…sampai punya SDM juga. Jadi ingat sahabat OSDπŸ˜…

    Konten di IGnya memang keren2 sesuai lah dengan nama akunnya n recommended difollow oleh para mahasiswa

    Ya, semoga kapan waktu bisa ke Jogha juga sayanyaπŸ˜…

  • Keren. Followersnya bisa sebanyak itu, aku langsung ngestalk dong hehehe

    Aku belum pernah ke jogja sama sekali, kudet memang. Baca ini malah tambah penasaran sama Jogja. Info penginapannya juga bisa jadi referensi, mantap nih buat dijadiin panduan perjalanan di jogja~

    • Boleh sekalian di follow juga lho, Nad..he

      Bisa-bisa, rencanain aja, biar kapan-kapan bisa ke Jogja. Di list tempat mana aja yang mau di kunjungi dan kulineran apa aja yang mau di explore πŸ™‚

  • Wah menarik itu Ndi losmennya. Murah 150K. Untuk single dan backpaker pas bgt. Jalan-jalan ke Jogya kayaknya hrs kontak Andi nih biar dapat referensi tempat wisata yg menarik dan harga terjangkau. Followermu mantap bgt tuh. Congratz yaaa πŸ™‚

  • Pertama saya ucapkan selamat atas banyaknya folowwer instagramnya, semoga semakin cerah SDM semua.
    Kedua karena saya ini kadang lebih suka menonton dari pada membaca sehingga membaca sepoto sepotong, mohon kiranya suatu saat nanti kalau jalan2, di includkan videonya di blog heheh, biar bisa lebih memahami dan menghayati mang… πŸ˜€

  • Udah lama banget pengen ke sini

    Liat temen-temen yang pada ke jogja main ke sana dan foto-foto kayak set background buat film gituutuu jadi sirikk

    Indah banget ya tempatnya

    Btw mas andi agak berisi ya sekarnag badannya hehehe

  • Selamat ya Andi follower IG nya banyak banget 32K.
    Ntar coba aku follow IG i#DiaryMahasiswa Meski aku sudah lulus lama.
    Wah di Yogya ada homestay yang asyik dan murah namanya Ndalem Diajeng ya? Ntar kalau ke Yogya pingin nyoba homestay tsb. Makasih Andi info nya. Sukses selalu

    • Dari sekian tulisan yang saya baca kenapa saya tertarik hanya pada penginapan saja yaa!!..πŸ˜„

      Tempatnya bersih sederhana tetapi seperti punya nilai kesucian yang begitu fantastis..πŸ˜‚πŸ˜‚

  • luar biasa diary mahasiswa dalam menggaet followers,, dalam satu tahun udah puluhan ribu..

    next time klo aku ada kesempatan ke jogja aku kontak ya,, siapa tau bisa explore bareng atau sekedar ngopi2 hehe..

    -Traveler Paruh Waktu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *