Jalan-Jalan Bareng Sahabat Diary Mahasiswa (SDM)

DiaryMahasiswa – Dear diary, hari ini badanku terasa tumbang, untuk beranjak dari tempat tidur pun rasanya enggan. Bukan tak mau, tapi memang terasa berat, masih ada sesosok pusing dan sejenisnya yang masih belum pergi.

Hallo Januari. Ini adalah diary pertamaku di tahun 2019. Tahun dimana deretan mimpiku harus terwujud satu persatu. Begitu juga dengan deretan resolusi sahabat diary mahasiswa bisa tercapai semuanya..aamiin.

Oh, iya, selepas bangun tidur tadi, ya walaupun masih nyantai di atas kasur aku jadi teringat akan sebuah liburan yang ini sangat berkesan. Intinya beda banget lah dari jalan-jalan sebelumnya.

Kalian tahu kenapa?
Aku rasa sudah menebak dari sebuah judul diary ini di atas. Ya, aku bisa jalan-jalan bareng SDM (Sahabat Diary Mahasiswa).

Sebelum lanjut baca diary, kalian perlu tahu bahwa 2018 merupakan tahun dimana hampir setiap bulannya impianku tercapai. Bukan, ini mungkin bukan impian besar yang seperti kalian bayangkan. Tapi kalian tahu itu apa?

Ini soal follower instagram@DiaryMahasiswa terhitung hingga saat ini, dimana jemariku bergoyang menceritakan ini semua berjumlah 34,2K lebih. Alhamdulilah.

Wah berarti Andi banyak fans dong sekarang?

Bukan-bukan, aku lebih suka menyebut mereka SDM. Terlepas mereka suka atau tidak bagiku mereka itu sahabat diary mahasiswa. Mereka berasal dari berbagai daerah, aku tahu waktu menanyakan mereka di instagramdengan pertanyaan seperti ini :

Sahabat Diary Mahasiswa, kalian asalnya dari mana? Tulis di komen ya, siapa tahu suatu saat DM bisa jalan-jalan ke tempat kalian:)

Dan kalian tahu berapa yang komen?
Gak banyak memang, tapi ini berarti banget buatku. Terhitung dengan balasanku hingga saat ini ada 600 komentar lebih. Balasanku paling berapa %, karena mau aku bales semua gak sempat. Sempat pun bakal memakan waktu lama. Karena dari pertama di postnya pertanyaan itu setiap harianya terus bertambah orang yang komen.

Tapi aku membacanya kok, meskipun gak aku balas satu persatu. Aku biasa membalasnya disaat aku luang, santai ataupun sehabis makan.

Oh, iya di tahun 2018 awal kalau kalian tahu follower awal DM itu gak sampai 1000, masih 800-an lebih kalau gak salah, yang like pun masih sedikit. Dari situ aku terus berfikir, memutar otak gimana caranya biar bisa bertambah follower dan postingan-postingannya bermanfaat.

Dan hingga saat ini, setiap bulannya bisa bertambah. Alhamdulilah. Setiap awal bulan aku selalu menuliskan di layar laptop dan kertas, selama bulan ini follower harus bertambah sekian dan sekian.

Gak banyak memang, tapi apa yang aku tuliskan sesuai dengan waktu yang aku luangkan. Setiap hari aku selalu meluangkan waktu untuk Diary Mahasiswa. Menguras waktu memang, bahkan sempat begadang juga. Tapi aku percaya Diary Mahasiswa suatu saat akan besar dan berkembang serta memberikan manfaat. Aamiin.

Dengan bertambahnya sahabat diary mahasiswa di instagram, semakin banyak juga orang yang curhat, komen dan intinya interaksi semakin banyak. Aku sangat seneng, setidaknya konten yang aku upload berdampak buat mereka.

Dan salah satunya dengan sahabat diary mahasiswa dari Jakarta. Rafli namanya. Dia main ke Jogja tepat disaat libur di bulan Desember lalu. Tapi sedari bulan sebelumnya dia sudah kasih tau kalau mau ke Jogja.

Siapa saja yang mau ke Jogja dan berkabar, in shaa Allah aku nemuin dengan catatan aku lagi di Jogja, kedua aku lagi longgar. Pasti aku usahakan, dan pengen juga bisa silaturahmi sama kalian semua. Selain Rafli dari Jakarta. Tepat di akhir tahun 2018 kemarin juga ada sahabat diary mahasiswa yang dari Bogor, Surabaya, Ciamis dan yang liannya yang belum sempet aku temui.

Ya, seperti yang aku bilang tadi, waktunya belum pas, alias aku sedang ada kesibukan dan mereka datang berlibur ke Jogja. Di sisi lain juga Desember merupakan bulan dimana seringnya Jogja di guyur hujan.

Diary kali ini khusus aku cerita waktu jalan-jalan bareng Rafli. Dia ini masih kuliah lho, semester akhir malah. Alias sedang berjuang nyusun skripsi. Berawal kenal di instagramjuga waktu dia curhat masalah kuliahnya.

Dia ke Jogja menurutku cukup beruntung karena kebagian tiket kereta api. Wajar sih, karena dia pesen sedari jauh-jauh hari. Gak seperti temanku yang satu lagi. Dia dari Jakarta juga, hanya saja kehabisan tiket karena belinya mendadak. Alhasil pake pesawat. Gak apa memang, tapi kalau bisa hemat kenapa tidak.

Baca juga : Tips Hemat Travelling ke Jogja ala Diary Mahasiswa

Rafli di Jogja juga punya teman yang asalnya dari Riau kalau gak salah. Temannya ini sedang kuliah juga di Jogja. Sempet nemenin jalan-jalan disaat malamnya, hanya saja gak lama. Karena temannya juga sibuk kuliah, skripsi dan juga tugas. Jangan heran kalau begadang udah jadi sahabatnya.

Selain itu, Rafli juga punya daftar list tempat yang ingin di kunjungi. Diantaranya ada 7 tempat.

a. Malioboro
b. Keraton
c. Taman Sari
d. Hutan Pinus Mangunan
e. Candi Prambanan
f. Pantai Parangtritis
g. Bukit Bintang

Awal aku dapet kabar dari Rafli disaat siang, tepat dimana aku sedang depan layar laptop, ada garapan desain. Niatnya sore hari aku mau nemuin tapi gak sempat karena aku malah ketiduran, capek soalnya. Malamnya baru aku ampiri di nol kilo meter Jogja.

Tempat yang aku rasa familiar dan cukup mudah kalau mau ketemu, gak begitu jauh juga dari tempatku.Β Kebetulan dia sendirian di nol kilo meter Jogja. Bisa kalian banyangkan gimana rasanya gak ada temen meskipun berada di tempat keramaian..he

Di nol kilo meter kami banyak ngobrol banyak, mulai dari tempat ngobrolin Jogja dan Jakarta. Kerjaan, kuliah dan yang lainnya. Sayang, malam itu cuma sampai pukul 23.00 lebih. Karena aku juga mau langsung ke bandara, jempur sahabatku, Maman namanya.

Kalian yang sering baca #DiaryGowesku pasti tahu. Saat ini dia kerja di Jakarta, begitu libur mainnya ke Jogja. Aslinya kangen ingin bersepeda, tapi apalah daya sepedanya dia udah gak ada.

***

Paginya sebelum aku lanjut aktivitas yang sudah terjadwalkan, aku sempatkan jalan-jalan setelah subuh niatnya. Tapi cuaca Jogja pagi itu kurang mendukung, alias mendung dengan iringan rintik air berjatuhan dari langit. Alhasil berangkat sedari pukul 06.00, aku jemput Rafli di tempat dia menginap. Terus lanjut pergi ke hutan pinus.

Sekalian aku kasih info untuk kalian ya. Rafli ini nginep di salah satu tempat nyaman buat tidur ala-ala anak kost. Kenapa aku sebut gitu, karena harganya terjangkau. Ndalem Diajeng nama tempatnya.

Ndalem Diajeng merupakan sebuah Homestay yang berada di Jalan Namburan Lor No 50 Keraton, Yogyakarta. Lokasinya gak begitu jauh ke alun-alun kidul. Asik kan, tinggal jalan udah sampe.

Soal harga cukup terjangkau juga. Berawal dari cari-cari di internet, akhirnya pilihan Rafli jatuh pada Ndalem Diajeng ini. Harganya ada paketan. Dia milih sekaliagus 2 malam. Dengan harga 150k, sekali lagi ya Rp.150.000,- untuk 2 malam.

Murah kan. Murah lah segitu. Harga promo setiap kamar cukup bervariasi sesuai dengan kualitas hotel bintang 2.Ndalem Diajeng memiliki sebelas kamar, yang terdiri dari beberapa pilihan yaitu :

a. Tempat Tidur di Kamar Asrama Campuran 4-Tempat Tidur,
b. Tempat Tidur di Asrama dengan luas dua belas meter (12 m2),
c. Kamar Deluxe Queen,
d. Double dengan luas delapan belas meter (18 m2),
e. Kamar Standard Double dengan Kipas Angin,
f. Double dengan luas sepuluh titik lima meter (10.5 m2),
g. Kamar Double dengan Kamar Mandi Bersama,
h. Double dengan luas sepuluh titik lima meter (10.5 m2).

Homestay ini bisa dipesan jika berkunjung ke Yogyakarta. Jika sahabat ingin menginap di Ndalem Diajeng, adapun jadwal checkin pada jam 14:00 dan checkout pada jam 11:30. Ndalem Diajeng dilengkapi dengan beberapa fasilitas seperti :
a. Antar-Jemput Bandara
b. Parkir di gedung
c. Wi-Fi
d. Layanan Internet
e. AC
f. Antar-Jemput Bandara (biaya tambahan)
g. Parkir
h. Parkir Gratis
i. Dapur bersama
j. Termasuk Akses Wi-Fi Gratis
k. Penitipan Bagasi
l. Area lounge/TV bersama
m. Layanan kebersihan harian
n. Loker

Gimana asik kan, dapet harga murah tapi fasilitasnya lengkap. Oh, iya harga 150k tadi itu hanya salah satu lho ya. Karena harganya ada beberapa pilihan. Ada yang 70k, 150k, 175k, 200k. Kalau kalian mau pesen tinggal ketik aja di google “homestay ndalem diajeng”. Pasti keluar.

Baca juga : Gowes Bareng Fijo ke Hutan Pinus

Bisa kalian coba lain kali ya. Terasa kurang kalau gak nunjukin foto di tempat penginapannya kan. Tenang-tenang, aku udah suruh Rafli untuk foto beberapa tempat nginepnya kok. Ini suasana dari depan, tepatnya difoto dari jalan.
.
Kalau yang ini aku gak tau pasti ruang apa, tapi kalau di lihat-lihat sudah pasti ini ruang tamunya. Tempat yang bisa digunakan untuk bersantai.

Nah ini tempat tidur dimana Rafli menginap. Satu kamar terdapat 2 tempat tidur tingkat. Tapi satu hal yang aku sangat sayangkan setelah mendengar cerita Rafli. Di kamar itu waktu dia menginap di campur. Antara laki-laki dan perempuan. Entah kebetulan karena kamar lain penuh atau memang gak ada peraturannya.

Aku kurang tahu juga, tapi kalau menurutku sih baiknya di pisah. Dalam satu kamar khusus untuk penginapan laki-lakai saja, dan untuk perempuan juga khusus ada.

Gimana menurut kalian?

Kalau foto dibawah ini gak usah ditanya, ini terlihat tempat makan ya. Karena dari mejanya sudah terlihat. Gimana sampe ini, kalian tertarik untuk menginap di tempat ini?

Aku gak khusus mengulas penginapan ini memang. Karena infonya di dapat gak begitu banyak. Cuma sempet googling dan dapet sedikit info dari Rafli saja. Tapi ini penginepan recommendkok, karena jaraknya dekat ke kota juga. Ke alun-alun kidul apalagi.

Cukup ya aku bahas soal penginapan dimana Rafli tidur. Lanjut ke perjalanan hutan pinus. Aku juga penasaran udah ada perubahan apa aja disana. Apakah dari suasananya, icon-icon tempat foto atau yang lainnya.

Lanjut baca diarynya ya πŸ™‚

Aku sendiri sering sebenarnya main ke hutan pinus, karena sering nganter sahabat diary mahasiswa juga. Mereka yang sengaja ke Jogja terus berkabar.

Sesampainya di hutan pinus ternyata sudah ada perubahan, terutama di tulisan PINUS JOGJA. Beberapa bulan lalu belum ada. Tapi tulisan Jogjanya masih menggunakan fontdulu, kalau sekarang kan sudah berubah dan warnanya juga jadi merah.

Aku gak banyak post foto waktu di hutan pinusnya memang, ya karena aku rasa kalian sudah pada tahu lah, seperti apa suasana disana. Jadi aku pilih beberapa foto aja. Setelah puas di hutan pinus, aku mengajak Rafli ke panggung sekolah hutan. Biar sekalian karena jaraknya juga dekat, hanya sebrang jalan.

Nah di panggung sekolah hutan ini belum lama juga digunakan untuk stand up comedy lho. Dengan tema stand up hutan kalau gak salah. Malah teh Ajeng, yang punya ajengveran.com kasih kabar mau nonton stand upnya, tapi gak jadi karena suatu hal.

Pintu masuk panggung sakolahnya gak ada bedanya, tetap seperti awal dimana aku pernah kesana. Kalian pernah ke tempat ini belum?

Masih sepi memang, karena masih pagi juga. Tapi ini bagus, aku sarankan kalau kalian yang mau ke hutan pinus lebih baik sedari pagi. Selain masih sepi, kalian juga bebas bisa foto-foto tanpa ramai pengunjung. Selain itu bisa sekalian exploretempat yang lainnya, karena jaraknya gak begitu jauh.

Di panggung sekolah ini, aku seneng melihat keluarga yang mengajak anaknya main di hutan pinus. Menghirup udara segar dipagi hari dengan suasana hutan yang begitu nyaman. Hayo yang sudah berkeluarga jalan-jalan ke hutan pinus dong πŸ™‚

Oh, iya ada perubahan juga lho di panggungnya, terlebih di bagian belakang dan bertambah satu tingkat panggungnya juga. Aku tahu karena dalam setahun bisa di bilang sering main ke hutan pinus. Gak cuma hutan pinus tapi tempat wisata yang ada di Mangunan.

Ini tangga yang ada di belakang panggung, dulu mah belum ada, jadi terlihat lebih tertata dan rapih.

Setelah puas dan sebelum pulang kami sempatkan foto terlebih dahulu. Untung ada orang yang baru dateng, jadi bisa minta tolong untuk foto.

Inginnku ajak Rafli jalan-jalan seharin exploredi Jogja. Tapi gak bisa karena aku sudah ada jadwal kegiatan yang harus di kerjakan di hari itu juga, begitu juga besoknya.

Daftar list yang mau di datengi selama di Jogja memang belum tercapai semua. Tapi setidaknya bisa menginajakkan kaki di Jogja. Ini luar biasa karena baru pertama buat dia (Rafli).

Termasuk daerah gunung kidul. Aku rasa untuk bisa explore Jogja lebih baik menggunakan motor atau mobil pribadi atau bisa juga sewa mobil. Karena dengan kendaraan umum gak bisa bebas.

Terlebih untuk ke tempat-tempat seperti Mangunan dan Gunung Kidul. Karena gak semua kendaraan umum bisa akses ke tempat tersebut.

Satu pertanyaan dariku untukmu yang sudah baca diary ini.

KAPAN KAMU KE JOGJA?

133 Responses for Jalan-Jalan Bareng Sahabat Diary Mahasiswa (SDM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *