Jalan-Jalan Naik Trans Jogja ke Candi Prambanan

DiaryMahasiswa.com | Alhamdulilah hari ini bisa posting lagi setelah beberapa hari yang lalu internet di kost bermasalah. Bermasalah karena belum dibayar πŸ™ Sekarang sudah lancar seperti biasanya dan hal yang aku lakukan pertama kali yaitu cek blog dan nulis.

Beberapa hari yang lalu aku merasa suntuk dan jenuh, ingin rasanya refresing. Keesokan harinya aku memutuskan untuk pergi main dengan naik Trans Jogja. Selain kangen karena sudah lama tidak naik trans Jogja lagi. Terakhir naik di tahun 2013 dulu. Itu pun aku belum tahu apa-apa tentang Yogyakarta.

Pertama kalinya ke Yogyakarta aku sampai mencatat nama terminal dan stasiun yang ada di Yogyakarta. Selain baru tahu, agar tidak lupa dan keliru. Waktu itu pertama kalinya jalan-jalan aku menggunakan trans Jogja.

Masih ingat dihari libur kuliah aku mengajak temanku Maman untuk maen ke Taman Sari. Jarak dari kost menuju halte cukup jauh, kami harus jalan kaki untuk sampai halte. Kemudian naik trans Jogja dan berharap sampai ke Taman Sari.

Karena tidak tahu dimana lokasinya, kami hanya mengikuti alur kemana mobil tersebut melaju. Dan pada akhirnya kami terdampar di halte jalan Jendral Sudirman, yang jaraknya dekat ke kampus UGM, dekat juga ke Gramedia Sudirman.

Karena bingung kami memutuskan untuk mampir ke gramedia. Jadilah seharian baca-baca buku di gramedia, meskipun tidak beli tapi kami cukup puas. Ketika perjalanan berangkat Maman terlihat pucat sekali mukanya dan dia hanya terdiam. Ketika turun aku tanya kenapa.

Ternyata Maman sendiri serasa mau muntah, biasa sering kita kenal dengan sebutan mabok. Dia memang jarang sekali naik mobil bahkan tidak pernah. Untuk mudik ke Lombok saja selalu menggunakan pesawat. Ketika pulang kami memutuskan untuk jalan kaki.

Padahal jaraknya cukup jauh, tapi demi sahabat tak apalah aku rela jalan. Sesampainya di kost pun tengah malam, kurang lebih pukul 23.00. Nah kalau jalan-jalan kali ini, aku sengaja tidak mengajak Maman karena sudah tahu jawabannya pasti dia menolak tidak mau.

Perjalanan kali ini aku bersama teman-teman dari Bogor yang sengaja main jauh-jauh mengisi liburannya ke Yogyakarta. Tapi disini aku hanya akan menceritakan diriku saja, karena belum dapat izin juga dari mereka.

Sahabat pernah naik Trans Jogja ? atau Busway ? Aku rasa dari kedua kendaraan tersebut sama saja, hanya saja ada di kota yang berbeda. Di tahun 2013 dulu aku naik trans Jogja dengan biaya Rp.3.000,- di tahun ini Rp.3.500,- Naiknya tidak terlalu jauh.

Di Yogyakarta sendiri kalau belum ada kendaraan, bisa keliling dengan menggunakan trans Jogja. Berangkat pagi pulang malam, kebetulan jam operasi trans Jogja mulai pukul 05.30 hingga pukul 21.30. Di kota pelajar ini tidak ada angkot seperti di kota-kota lain pada umumnya. Selain trans Jogja, ada juga mobil bus yang bisa digunakan seperti angkutan umum lainnya. Ada juga becak, andong, taxi dan gojek.
Di Yogyakarta yang menggunakan sepeda juga masih banyak, aku sendiri sering bersepeda. Bahkan banyak beberapa komunitas sepeda yang biasanya sering bersepeda bareng. Tapi kalau sahabat ke Yogyakarta sempatkanlah naik trans Jogja, kalau bisa keliling Yogyakarta sekalian.

Baca juga :
Mengisi Hari Libur dengan Bersepeda ke Pantai Samas
Bersepeda Ke Pantai Goa Cemara
Menikmati Sore dengan Bersepeda ke Pantai Pandansari
Suka Duka Bersepeda ke Hutan Pinus
Menelusuri Curug Banyunibo dengan Sepeda
Menelusuri Pantai Ngunggah Gunung Kidul dengan Sepeda

Setiap menggunakan trans Jogja tidak langsung sampai tujuan dengan satu mobil, tapi kita turun di halte arah kemana kita pergi, misal diawal kita menggunakan trans Jogja A1, kemudian dialihkan untuk naik mobil A2. Tergantung tujuan juga.

Setiap trans Jogja mempunyai rute masing-masing. Sahabat bisa lihat rutenya dibawah ini :

pict : yogyes.com
Dari kostku untuk menuju Candri Prambanan kebetulan hanya dua kali naik trans Jogja. Yang kedua kalinya menggunakan mobil yang terbaru berwarna biru. Kebetulan bus baru Trans Jogja ini diluncurkan pada hari Jumat, 27 Mei 2016 lalu. Baru berapa bulan saja dan aku bisa merasakan bus terbarunya. Kabarnya adanya bus baru karena mobil trans Jogja yang lama sudah ada beberapa yang tidak nyaman lagi digunakan. Misalnya seperti asap pada mobil berwarna hitam pekat, sliding door yang macet bahkan tidak bisa ditutup.

Bus trans Jogja baru ini sudah dilengkapi dengan running text LED, sehingga penumpang bisa mengetahui informasi jurusan, dan halte tujuannya. Namun, kabarnya belum semua rute akan dilalui bus baru ini.

Ketika aku menggunakan bis yang baru rasanya tentu berbeda, misal seperti melewati polisi tidur tetap saja nyaman tak terasa. Tapi waktu menggunakan bis yang hijau yang dulu sangat berbeda, terdengar sedikit berisik pada badan mobilnya.
Bus trans Jogja ini merupakan salah satu alternatif transportasi yang beroperasi di dalam Kota Yogyakarta sejak tahun 2008. Kapasitar untuk penumpangnya bisa mencapai 20 orang yang duduk dan 20 orang lagi berdiri. Kalau sahabat naik trans Jogja usahakan bisa duduk, karena dengan jarak yang cukup jauh lumayan capek juga.
Bagi sahabat yang naik trans Jogja wajib membeli tiket single tripnya seharga Rp.3.500,- Tiket ini digunakan untuk naik kemana pun, termasuk untuk keliling kota Yogyakarta. Jika kita turun di satu halte kemudian transit ke armada lain, kita tidak perlu membayar lagi. Namun hal ini tidak berlaku jika kita bergati halte.

Jika sahabat yang hendak liburan di kota Yogyakarta dengan waktu yang cukup lama, aku sarankan untuk membeli tiket berlangganan dengan sistem isi ulang mulai dari Rp.15.000,- Rp.25.000,- Rp.50.000,- dan Rp.100.000,- Selain itu, jika sahabat berpindah halte dengan jarak waktu kurang dari 1 jam sejak pertama kali naik trans Jogja maka tidak akan dikenai biaya. Untuk membeli tiket langganan ini harus mengisi data diri terlebih dahulu di halte-halte khusus yang bertanda POS (Point of Sales). Itulah sedikit gambaran untuk naik trans Jogja.
***
Sesampainya di halte dekat candi Prambanan kurang lebih duhur. Aku melaksanakan sholat Dzuhur terlebih dahulu sebelum masuk.

Setelah sholat aku lanjutkan perjalanan untuk masuk ke dalam candi Prambanan. Biasanya setiap mau masuk banyak sekali para kusir andong yang menawari untuk naik. Dan itu harganya lumayan mahal, sempat aku ditawarin sampai harga Rp. 40.000 sampai masuk, tapi waktu itu aku menolaknya. Aku melanjutkan perjalanan dengan beberapa meter, kemudian ada lagi salah satu kusir andong yang nawarin untuk naik andongnya dengan harga yang sangat jauh berbeda yakni Rp.10.000,-
Sebelum masuk ke pintu masuk, aku melewati air mancur yang menurutku indah. Aku sengaja mengabadikannya. Setiap melihat air mancur aku teringat dengan air mancur dirumahku yang sudah rusak, karena kolam depan rumah terbelah pecah terkena petir ketika hujan.

Sebenarnya setiap kita beli apapun di kota Yogyakarta, harganya tidak semahal yang ditawarkan, jika kita bisa menawarnya pasti akan lebih murah. Sesampainya di tempat pembelian tiket masuk lumayan ramai orang yang datang, karena waktu itu hari libur. Untuk masuknya Rp. 35.000,- per orang.

pict : reportaseharga.com
Nama Candi Prambanan sudah tidak asing lagi ditelinga kita, hampir semua orang Indonesia sudah pernah tahu tentang Candi Prambanan. Hanya saja tidak semua orang Indonesia pernah pergi dan melihatnya langsung.

Candi Prambanan merupakan sebuah candi Hindu yang berada di perbatasan antara 2 propinsi yakni Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Candi Prambanan juga sudah diyakini di Asia Tenggara dengan ketinggian mencapai 47 meter. Bahkan oleh UNESCO telah ditetapkan sebagai cagar budaya. Dibangun pada abad ke-9 dan dipersembahkan untuk tiga dewa besar agama Hindu yakni Dewa Brahma sebagai dewa pencipta, Dewa Wishnu sebagai dwa pemelihara, dan Dewa Syiwa sebagai dewa penghancur.

Candi Prambanan disebut juga Candi Rorojongrang karena terkait oleh sebuah legenda yang konon diyakini oleh sebagaian masyarakat jawa. Legenda tersebut menceritakan seorang pangeran yang bernama Bandung Bondowoso yang jatuh cinta kepada seorang putri bernama Rara Jongrang. Karena sang putri tidak kuasa untuk menolak cintanya maka sang putri mengajukan syarat yang harus di penuhi Bandung Bondowoso yaitu membuat candi dengan jumlah 1.000 arca dalam waktu semalam.

Permintaan Roro Jongrang tersebut disanggupi dan hampir terpenuhi pada suatu malam sampai akhirnya Roro Jongrang meminta bantuan warga desa untuk menumbuk padi agar memacing ayam jantan supaya berkokok yang menandakan hari sudah pagi. Tetapi Bandung Bondowoso tahu kalau dicurangi yang pada waktu itu sudah menyelesaikan 999 arca, yang selanjutnya mengutuk Roro Jongrang menjadi arca yang ke 1.000.

Candi Prambanan letaknya tidak jauh dengan candi-candi yang lainnya seperti Candi Kalasan, Candi Pawon, Candi Plaosan, Candi Kraton Ratu Boko dan masih banyak lagi yang lainnya. Disini aku tidak berbicara panjang lebar mengenai sejarah Candi Prambanan, jika sahabat ingin tahu bisa cek langsung di si mbah google ya.. hehe
Di Candi Prambanan juga ada beberapa boneka besar yang di dalamnya orang. Sama seperti di 0 KM Yogyakarta, di alun-alun kidul juga ada. Setiap orang yang ingin berfoto tinggal membayarnya saja, kalau di alun-alun setahuku seikhlasnya. Tidak tahu kalau yang di Candi Prambanan. 

Di blog ini aku sengaja tidak mengupload banyak foto, karena beberapa foto banyak yang backgroundnnya sama, hanya saja gayanya yang berbeda. Aku merasa senang bisa melihat pemandangan yang indah di tempat ini. Meskipun panas, kesampaian juga main ke Candi Prambanan. Padahal sudah 3 tahun lebih di Yogyakarta. Kalau ke Candi Borobudur aku pernah dulu ketika stadytour SMA.
 

Setelah aku merasa capek dan panas, aku keluar dari Candi untuk mencari tempat yang teduh plus ada kursinya. Alhamdulilah waktu itu belum banyak orang yang duduk disitu, aku sempatkan untuk duduk sembari istirahat. Enaknya sembari minum es, tapi tidak ada yang jualan disekitar tempat dimana aku duduk.

Setelah rasa capek terobati aku melanjutkan perjalanan lagi, dan melihat ada penangkaran rusa. Ternyata tidak hanya di kebun binatang saja bisa melihat rusa, di Candi Prambanan juga bisa. Setiap pengunjung juga bisa memberi makan rusa sendiri. Makanannya bisa dibeli di dekat kandangnya dengan harga Rp.2.000,-
Awalnya tempat penangkaran yang ada di Candi Prambanan hanya ada 12 ekor rusa yang didatangkan dari Istana Bogor, Jawa Barat. Namun saat ini populasi rusa tutul di tempat tersebut terus berkembang sehingga menjadi daya tarik tersendiri para wisatawan yang berkunjung ke Candi Prambanan.
Tak jauh jaraknya dari penagkaran rusa, terdapat sebuah museum. Di dalamnya terdapat berbagai temuan benda bersejarah purbakala. Museum ini dibangun dalam arsitektur tradisional Jawa, berupa rumah joglo. 
Koleksi yang tersimpan di museum ini merupakan batu-batu candi dan berbagai arca yang ditemukan di sekitar lokasi candi Prambanan. Seperti arca lembu Nandi, resi Agastya, Siwa, Wishnu, Garuda, dan arca Durga Mahisasuramardini, termasuk pula batu Lingga Siwa, sebagai lambang kesuburan.

Selama di museum  aku tidak banyak yang aku foto, termasuk patung-patung yang satu per satunya tidak aku foto. Tapi jika sahabat ingin tahu silahkan googling saja ..hehe.  Atau agar lebih afdholnya langsung maen ke Candi Prambanan.

 

 

 Di Candi Prambanan ini ada beberapa hal yang dapat pengunjung lakukan, pertama bisa belajar sejarah dan budaya. Karena Candi Prambanan merupakan salah satu situs yang dijadikan referensi untuk belajar sejarah kebudayaan Hindu di Indonesia.

Selain itu, sahabat juga bisa menyusuri relief demi relief dan menemukan kisah Ramayana dengan alur sesuai dengan tradisi lisan India. Bisa juga untuk photo session. Di komplek Candi Prambanan memiliki taman serta pemandangan yang indah ini bisa menjadi tempat hunting foto.

Terakhir yang aku lakukan yakni berburu oleh-oleh, aku tertarik gantungan kunci dan mobil-mobilan yang terbuat dari kayu. Gantungan kunci disini harganya dibandrol Rp.1.000,- semuanya. Selain murah bagus juga buat oleh-oleh keluarga. Selain itu ada juga suvenir seperti gelang, kalung, tas, baju, hiasan dinding, bahkan makanan ringan dan kue juga tersedia. Kamu bisa menawar untuk mendapatkan harga yang sesuai.

Itulah perjalanan selama aku di Candi Prambanan. Perjalanan yang membuat suntukku hilang. Semoga dilain waktu bisa jalan-jalan lagi menggunakan trans Jogja.

74 Responses for Jalan-Jalan Naik Trans Jogja ke Candi Prambanan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *