Keindahan Cahaya Dari Surga | Goa Gajah Yogyakarta

DiaryMahasiswa |Hallo, sahabat diary. Gimana kabar kalian? Semoga tetap ada dalam lindungan-Nya. Sehat selalu, dimudahkan rezekinya. Dan semoga kalian disegerakan untuk bisa berlibur ke kota gudeg ini. Baik dari segi dana, waktu. Semoga bisa meluangkannya.

Nggak ada salahnya menghilangkan penatnya pikiran akibat sibuk bekerja maen ke Jogja. So, mulai sekarang yang belum niat, niatkan saja dulu. Karena nggak ada yang tahu kalau nantinya kalian bisa ke Jogja. Kuy, aamiinkan..

Well, di diary kali ini aku akan mengajak kalian untuk mengetahui salah satu tempat di Yogyakarta. Tempat ini keindahannya sering disebut cahaya dari surga.

Sebelum lanjut baca, follow dulu blog Diary Mahasiswa ya. Biar kalian bisa mengikuti diary-diary yang baru. Aku tunggu sampai 5 detik. Udah? Beneran udah? Thank ya, kalaian baik deh.

Baca juga : Suasana Pagi Padang Pasirnya Yogyakarta

Pergi ke tempat wisata, aku selalu meluangkan waktu. Jauh sebelum itu, niat selalu diutamakan. Dan, jangan lupa persiapkan juga uang lebih, meskipun nggak ada dalam list perjalanan. Hal ini untuk mengantisipasi kejadian diluar dugaan. Misalnya saja, kalau menggunakan motor, bannya kempes atau bocor, dsb.

Jum’at pagi selalu menjadi pagi yang menyenangkan bagiku, selain bisa gowes pagi seperti hari-hari biasanya. Hari Jum’at merupakan hari yang mustajab untuk berdoa. So, jangan lupa untuk berdoa setiap harinya, terlebih dihari Jum’at.

Ceritanya Jum’at lalu aku mengajak sahabatku, Maman namanya. Untuk eksplor tempat wisata daerah Mangunan, Yogyakarta. Seperti biasa kejebak ngaret. Sehingga waktu pemberangkatan yang harusnya lebih awal jadi ngaret sedikit siang.

Kurang lebih pukul 09.00 kami berangkat dari tempat ternyenyak selama tinggal di Jogja. Kost Reges namanya. Kalian mau tahu kamarku. Yakin ?

Baca juga : Kamar Kost Andi Nugraha

Beberapa hari sebelum pemberangkatan aku sudah catat tempat mana saja yang bakal aku dan Maman kunjungi. Nggak cuma itu, seperti biasa diniatkan, supaya Allah ridho akan keberangkatan ngebolang kami.

Tempat wisata apa saja yang sudah aku list?
1. Jurang Tembelan
2. Seribu Batu Songgo Langit
3. Pinus Pengger
4. Watu Goyang
5. Watu Ngadek
6. Rumah Hobbit Mangunan
7. Gardu Pandang Pinus Asri
8. Bukit Mojo Gumelem
9. Air Terjun Randusari
10. Grojogan Lepo Dlingo

Nah, dari ke-10 tempat diatas, nggak langsung kami kunjungi dalam sehari. Selain memang belum tahu pasti tempatnya, kami juga harus kalkulasikan terlebih dahulu berapa lama waktu untuk menempuh dari tempat wisata satu ke tempat wisata lainnya.

Tak cuma itu, kami juga sudah menyiapkan sedikit cemilan dan minum. Serta beberapa pakaian ganti. Sebelum lanjut. Kira-kira kami berhasil pergi ke tempat mana saja? Apakah sesuai list atau meleset jauh? Kuy, lanjutkan saja baca diarynya.

Semua tempat diatas terletak di Mangunan, Yogyakarta. Luas kan, Mangunan itu. Jangan salah, nggak cuma 10 wisata diatas saja yang ada di Mangunan, lho. Itu belum seberapa.

Kalau mau mengunjungi semua wisata di daerah Mangunan. Waktu seminggu sepertinya nggak bakalan cukup. Beneran, deh. Nggak percaya. Kuy ah, maen dulu ke Jogja. Hhmm, jangan lupa berkabar ya, siapa tahu bisa silaturahmi.

Well, lanjut ya. Pagi itu tempat wisata yang pertama kali kami kunjungi yaitu Watu Goyang. Yeah, tempat wisata yang satu ini memang pertama kali kami temukan, artinya sebelum lanjut ke wisata lainnya. Watu Goyang inilah salah satu tempat yang mudah ditemukan.

Setelah watu goyang kami langsung pergi mencari masjid. Karena hari itu Jum’at, dimana ada kewajiban untuk seorang laki-laki muslim untuk shalat Jum’at. Sembari istirahat, siang itu kami shalat di Masjid yang jaraknya tidak jauh dari Watu Goyang.

Singkat cerita, setelah shalat Jum’at kami pergi ke tempat wisata yang bernama Jurang Tembelan, kemudian ke Bukit Mojo, Bukit Panguk, Goa Gajah, Lampeng Wonolagi dan Tebing Watu Mabur. Dan ini total kami lalui dalam sehari, selesainya pas adzan Maghrib.

Kami bergegas cari Masjid untuk shalat. Jalan-jalan yang aku sangat suka itu selalu dekat dengan Masjid. Jadi sewaktu-waktu jika sudah waktunya shalat tinggal shalat. Tapi saat ini hampir semua tempat wisata ada mushola/masjidnya.

Jika dilist tempat wisata yang berhasil aku dan Maman kunjungi dalam sehari, yaitu :
1. Watu Goyang
2. Jurang Tembelan
3. Bukit Mojo
4. Bukit Panguk
5. Goa Gajah
6. Lampeng Wonolagi
7. Tebing Watu Mabur

Bisa kalian lihat kan. Dari semua yang aku list alhasil gak sesuai. Kita boleh membuat list perjalanan, tetapi Allah punya rencana lain. Dimana aku dan Maman bisa menginjakan kaki di tempat wisata yang bernama Jurang Tembelan, Bukit Mojo dan Bukit Panguk. Ketika tempat wisata tersebut sangat hits sampai sekarang. Aku selalu berandai-andai dan niat ingin kesana, alhamdulilah kesampaian.

Bahkan dikasih bonus, dimana aku gak sengaja melihat tempat wisata yang sebelumnya masih asing di telingaku. Yakni Goa Gajah, Lampeng Wonolagi dan Tebing Watu Mabur. Alhamdulilah, kami sangat bersyukur.

Namun, di diary kali ini aku hanya menceritakan salah satunya saja ya. Yakni Goa Gajah, dimana tempat ini keindahannya merupakan cahaya dari surga.

* * *

Goa gajah merupakan sebuah goa unik yang di dalamnya terdapat sebuah batu yang menyerupai seekor gajah. Goa ini memiliki kedalaman 200 meter. Banyak tumpukan tanah di dalam goa tersebut. Sehingga jalan masuknya semakin sempit dan susah untuk dilalui.

Sore itu kurang lebih pukul 17.00 lebih kami berada di dekat goa gajah ini. Sangat sepi dan seram, karena tak ada satupun orang, hanya saja ada para penduduk yang baru pulang dari kebun.

Sebelum masuk ke Goa Gajah terdapat semacam pagar yang diatasnya ada patung gajah kecil. Seperti foto yang sempat aku ambil sore itu.

Terdapat juga tulisan GOA GAJAH yang terbuat dari bambu. Bisa kalian lihat dibawah ini.

Aku dan Maman semakin penasaran, takut ya, iya. Karena tak ada orang yang menjaganya. Maman perlahan mendekat sembari intip mengintip seperti apa goa gajah ini.

Kami tidak mungkin masuk sembarangan, meskipun berani setidaknya kami punya aturan lah. Lagipula waktu sudah sore. Yang jelas sekarang sudah tahu seperti apa goa gajah itu.

Yang Menarik dari Goa Gajah?

  • Menantang. Buat kalian yang suka berpetualang dan mulai menekuni susur goa atau carving. Di Goa Gajah ini pas sebagai permulaan.
  • Masih alami. Ya, Goa Gajah ini termasuk goa yang belum dikelola secara serius dan terencana. Hanya anggota masyarakat saja yang mengupayakan goa itu tetap terpelihara. Tentunya sesuai kapasitas dan keahlian yang mereka miliki.
  • Bisa melihat cahaya dari surga.
Nah ini yang membuat orang penasaran. Yaitu keindahan cahaya dari surga.
pict : gudeg.net
pict : tabloidwisata.com

Salah satu daya tarik dari Goa Gajah ini yaitu sebuah fenomena sinar matahari yang masuk dari lubang atas goa seolah nampak seperti sorotan lampu senter di ruang yang sangat gelap. Fenomena ini disebut juga fenomena “Cahaya Dari Surga”, sangat indah.

pict : tabloidwisata.com
Gimana, bagus nggak menurut kalian??
Karena kami sore itu nggak masuk ke goanya, ya, karena kami rasa sudah tutup sore itu, dan nggak ada yang jaga juga. Takut terjadi apa-apa lebih baik nggak masuk. Yang jelas, kami juga sudah tahu seperti apa dalamnya. Hanya saja belum melihatnya secara langsung. Semoga dilain kesempatan bisa datang lagi untuk melihat cahaya dari surga.Oh, ya, jangan khawatir, aku sudah kutip juga beberapa foto dari gudeg.net yang bisa kalian lihat beberapa keindahan di dalam Goa Gajah ini.

Cahaya yang masuk melalui lubang ke dalam goa berasal dari sisi barat. Bahkan, dalam salah satu baliho dikatakan itu cahaya dari surga.

Karena posisinya di barat, maka sebaiknya kalau kalian kesini setelah pukul 12 siang karena posisi matahari yang mulai condong ke barat. Akan lebih baik jika cuacanya cerah.

Kira-kira hal apa saja yang harus diperhatikan?

  • Gunakan sepatu yang tertutup, menggunakan sandal jepit sangat tidak disarankan. Karena beberapa bagian dalam goa ada yang licin tanahnya. Licin karena tetesan air.
  • Kondisi kendaraan juga harus fit, jadi kalian harus cek terlebih dahulu sebelum berangkat
Berapa biaya masuk ke Goa Gajah?
  • Biaya parkir Rp.2.000,-
  • Biaya sewa lampu Rp.5.000,-
  • Biaya pemandu seikhlasnya

Alamat Goa Gajah : Mangunan, Dlingo, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55783, Provinsi: Daerah Istimewa Yogyakarta

Mungkin itu saja diary kali ini. Semoga bisa jadi salah satu pengetahuan mengenai tempat wisata di Jogja. Dan bahan untuk bisa pergi ke Goa Gajah.
Oh, ya, jangan lupa juga kasih saran ya. Kira-kira di diary berikutnya kalian mau aku menceritakan tempat wisata yang mana dulu? Silahkan dipilih dari ke-6 dibawah ini.

1. Watu Goyang
2. Jurang Tembelan
3. Bukit Mojo
4. Bukit Panguk
5. Lampeng Wonolagi
6. Tebing Watu Mabur

Sampai bertemu di Diary Mahasiswa berikutnya ya.

120 Responses for Keindahan Cahaya Dari Surga | Goa Gajah Yogyakarta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *