Keliling Yogyakarta Bersama Si Cantik Kesayangan Orang

DiaryMahasiswa.com | Yogyakarta merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang terletak di bagian selatan pulau Jawa bagian tengah. Mendengar kata Yogyakarta pasti akan teringat dengan sebuah daerah Istimewa yang mempunyai keunikan budaya, kuliner dan wisata. Selain itu Yogyakarta juga dikenal dengan kota pelajar. Terkenal juga dengan makanan khasnya yakni gudeg.

Semenjak tahun 2013 aku merantau di kota gudeg ini. Banyak sekali kenangan yang aku rasakan. Terutama tentang Yogyakarta dan sepeda. Ya aku senang sekali bersepeda. Sebelum ke Yogyakarta pun aku sudah berniat nantinya akan beli sepeda. Meskipun bekas tapi tidak masalah buatku. Aku beli sepeda BMX di toko sepeda bekas.

Aku dengan sepeda BMX itu Alhamdulilah sampai satu tahun. Kemudian aku jual melalui olx. Alhamduliah laku. Dulu membeli sepeda itu harga Rp. 300.000,- Kemudian aku servise dan diperbaiki. Kurang lebih nambah ada sekitar Rp. 50.000,- Aku jual dan laku dengan harga Rp. 250.000,- Tak apalah rugi sedikit yang penting itu sepeda sudah menemaniku selama satu tahun.

Suka duka tentu ada. Terlebih jika aku pergi ke tempat yang lumayan jauh. Capek gowesnya karena gir depan sepedaku kecil. Berbeda dengan sepeda temanku yang besar. Jadi jika dibandingkan dengan sepeda yang girnya besar akan berbeda. Aku gowes puluhan kali, sepeda dengan gir besar hanya beberapa kali saja. Meskipun demikian tapi aku suka dengan sepeda BMX.

Alasan aku menjual sepeda BMX itu karena ingin membeli sepeda yang besar. Impianku membeli sepeda besar sudah sejak sekolah SMA. Tentunya sepeda gunung yang aku impikan. Sejak sepeda BMX aku terjual aku membeli sepeda gunung dengan tambahan uang tabunganku selama di Yogyakarta.

Menjual sepedaku di olx, begitupun aku mencari penggantiku di olx. Menurutku situs tersebut sangat mudah untuk mencari apa yang aku inginkan. Dan mudahnya dengan COD untuk bisa melihatnya langsung. Tidak hanya sepeda, tapi handphone dan barang lainnya juga pernah aku membelinya melalui olx.

Waktu itu aku mendapatkan sepeda yang cocok menurutku. Malam harinya aku mengajak teman kostku yakni Endro untuk mengecek sepeda yang akan aku beli. Karena menurutku Endro sedikit paham mengenai sepeda. Tempatnya di dekat Ambarukmo Plaza. Meskipun jauh tapi tidak masalah buatku.

Sesampainya disana aku melihat sepedanya dan aku merasa cocok dan ingin membelinya. Merknya Phoenix, dengan harga Rp. 800.000,- Tapi setelah ditawar-tawar berhasil menjadi harga RP. 650.000,- Alhamdulilah. Sejak waktu itu aku beri nama sepedaku “Eni” lengkapnya Phoenix. πŸ˜€

Namun belum genap satu tahun Eni hilang diambil orang entah kemana. Sedih sebetulnya menceritakan hal ini. Sejak ada Eni aku sering sepedahan setiap sorenya. Malam minggu ke alun-alun bersama teman-teman. Pernah juga si Eni sampai ke pantai. Tapi itupun temanku yang menggunakannya. Karena waktu itu aku belum sempat.

Tapi kalau kalian maksa ingin tahu, bisa dibaca disini.Semenjak Eni tidak ada, aku sedih karena tidak bisa gowes lagi. Tapi aku bersyukur karena beberapa kali bisa gowes dengan Endro sahabatku. Meskipun sepedanya minjem aku sangat bersyukur banyak teman-teman yang mau meminjamkan sepedanya. Terutama kang Irwanto.

– – -o0o- – –

Sore itu juga aku mendapatkan izin untuk meminjam sepeda kang Irwanto. Aku gowes sore sembari menikmati indahnya kota Yogyakarta. Namun sayangnya aku sendirian gowesnya. Tapi aku yakin suatu saat aku bisa ditemani sama kamu, iya kamu JDA. Kalian tahu JDA, iya Jodoh Dunia Akhirat πŸ™‚

Aku berangkat sekitar pukul 17.00 menuju Malioboro. Namun banyak perubahan dari Malioboro. Banyak perbaikan. Saat ini sudah tidak ada lagi kendaraan yang palkir di daerah Malioboro. Jadi lebih terlihat bersih dan tertata rapih. Untuk palkiran sudah di sediakan dengan rapih di Palkiran Abu Bakar Ali.

Taman Palkir Abu Bakar Ali – www.andinugraha.com

Taman Palkir Portable Abu Bakar Ali (TPP ABA), menurut sumber yang aku baca, untuk menyelesaikan pembangunan taman palkir tersebut menghabiskan biaya 21,9 miliyar, wow. Tempat palkir ini mulai di operasikan mulai tahun 2016 ini. Palkiran ini memiliki tiga lantai, kapasitas 40-50 kendaraan untuk mobis dan bus. Untuk dilantai dua dan tiga masing-masing menampung sekitar 1.000 kendaraan.
Selain tempat palkir, dilantai 1 palkiran abu bakar ali ini memiliki kios yang digunakan pedagang kaki yang dulu kiosnya dibongkar. Terdapat 76 kios dengan luas 2,2 meter x 1,6 meter. Kemudian disediakan juga toilet dan P3K.

Taman Palkir Abu Bakar Ali – www.andinugraha.com

Aku sengaja mengabadikan foto sepedaku dekat palkiran abu bakar ali. Selain memang ingin mengabadikannya, aku juga sembari istirahat sebentar. Setelah lumayan istirahatnya barulah aku melanjutkan gowes ke Malioboro. Dari palkiran tersebut hanya membutuhkan 10 gowesan saja sudah sampai. Karena sudah terlihat plang Malioboro.

Semenjak dibukanya palkiran abu bakar ali, jalan disepanjang Malioboro dikosongkan alias tidak boleh digunakan untuk palkir. Jadi terlihat bersih dan rapih. Awalnya aku kira akan ada penampilan yang baru di sekitaran Malioboro. Tetapi tidak, karena halaman di sekitar toko daerah Malioboro sedang diperbaiki. 

Malioboro –www.andinugraha.com

Malioboro –www.andinugraha.com

Malioboro –www.andinugraha.com

Malioboro –www.andinugraha.com

Itulah penampakan di sepanjang Malioboro yang sedang diperbaiki. Kemudian aku terus menyusuri sepanjang jalan sampai ke 0 KM Yogyakarta. Dulu sih terkenal dengan patung-patung uniknya. Namun sekarang hanya banyak robot-robot yang isinya manusia. Kalian bisa dilihat dibawah ini.

0 KM Malioboro – www.andinugraha.com

Terlihat di sebelah kanan sana ada gembok cinta. Dimana setiap sorenya banyak para pengunjung yang bergatian untuk berfoto. Begitu juga dengan robot-robot yang ada di sekitaran 0 KM. Tapi untuk berfoto dengan robot harus membayar dan disimpan ke wadah di depan para robot itu berdiri. Tidak mahal, hanya seikhlasnya saja.

0 KM Malioboro – www.andinugraha.com

Semakin sore tempat ini semakin rame di 0 KM. Terlihat banyak hiasan mera putih. Karena masih bulan Agustus jadi masih ada tercium hari kemerdekaan. Selain itu banyak juga para penjual makanan, aksesories dan yang lainnya.

0 KM Malioboro – www.andinugraha.com

0 KM Malioboro – www.andinugraha.com

Setelah dari 0 KM Malioboro aku melanjutkan gowes ke alun-alun selatan. Terlihat sepi di alun-alun selatan ini. Kalian bisa lihat disini :

Jogja Galeery – Andi Nugraha

Sengaja aku memoto yang ada disebelah kiri karena di bagian lapang sudah sepi. Tak heran juga kalau di Yogyakarta banyak menemukan patung hewan dari kayu seperti dibawah ini.

Alun-Alun Selatan Yogyakarta – Andi Nugraha

Setelah dari alun-alun Setalan, kemudian aku pergi ke alun-alun utara Yogyakarta. Di alun-alun ini lebih ramai dibandngkan dengan alun-alun selatan. Karena di alun-alun ini banyak mobil-mobil yang bisa dogowes. Dan disewakan untuk siapa saja yang ingin menungganginya. 
Bentuknya bisa macam-macam, ada yang seperti mobil avanza, luxio dan masih banyak lagi yang lainnya. Bahkan ada juga yang unik banyak hiasannya. Biasanya disebut juga dengan mobil lampu. Menurut teman-temanku yang pernah menyewa, kurang lebih sekitar Rp. 45.000,- Aku lupa berapa kelilingnya. Karena selama 3 tahun aku di Yogyakarta belum pernah menaiki permainan seperti ini πŸ™

Alun-Alun Utara Yogyakarta –www.andinugraha.com

Jangan lewatkan juga untuk mencoba peruntunganmu melewati celah dua pohon beringin di alun-alun ini. Konon siapa yang bisa melewati celah diantara pohon beringin dengan mata tertutup, harapannya akan terkabul. Jadi jika kalian ke Yogyakarta, tak ada salahnya untuk mencobanya. Tapi harus diingat, itu hanyalah mitor jadi jangan diambil hati ya. Jangan khawatir bagi kamu yang tidak membawa kain untuk menutupi mata. Di alun-alun ini banyak yang menyewakannya.

Alun-Alun Utara Yogyakarta – www.andinugraha.com

Warung lesehan di sekitar alun-alun juga banyak yang baru buka. Selain di tepi alun-alun ada juga yang berjualan di lapangan alun-alun. Jika kalian makan disini tentu akan menikmati keindahan sore di sekitaran alun-alun utara.

Alun-Alun Utara Yogyakarta –www.andinugraha.com

Selain itu ada juga warung yang menyediakan snack, bakso, mie ayam dan yang lainnya. Sedari sore hingga malam diisi oleh anak muda hingga orang tua. Apalagi malam minggu biasanya akan lebih rame. Pagi harinya di alun-alun ini ramai sekali orang yang berolahraga.

Alun-Alun Utara Yogyakarta –www.andinugraha.com

Alun-Alun Utara Yogyakarta

Ketika aku gowes juga tak sengaja melihat Aming (artis) yang sedang membeli cilok bersama istrinya. Sesekali dilihat mereka sedang selfie. Memang sore menjelang Maghrib di alun-alun ini pemandangannya cukup bagus.

Tak terasa satu jam lebih aku gowes, perut ini laper juga rasanya. Aku pergi ke tempat bakso langgananku, mudah-mudahan harganya masih tetap tidak naik. Karena semenjak idul fitri kemarin harga-harga makanan banyak yang naik. Meskipun hanya Rp. 5.00,-  kebanyakan.

Bakso Mas B-Tieng – www.andinugraha.com

Ini dia suasana di tempat mie ayam dan bakso Mas B-Tieng. Untungnya bakso jumbonya masih ada, dan tersisa hanya satu. Sangat beruntung sekali aku karena masnya masih nyisasin..hehe.. Harganya pun masih seperti biasanya. Bisa dilihat daftar menunya dibawah ini :

Bakso Mas B-Tieng – www.andinugraha.com

Capek serasa hilang setelah melihat satu mangkok bakso yang siap dimakan. Tapi tetap ada yang kurang, karena makannya sendirian. Ahh dasar jomblo..

Bakso Mas B-Tieng – www.andinugraha.com

Bakso Mas B-Tieng – www.andinugraha.com

Setelah selesai makan bakso barulah aku melanjutkan perjalanan pulang ke kost. Sembari gowes santai ditemani semilir angin sepoi-sepoi. Dan besoknya aku berencana untuk gowes lagi, tunggu saja ya, nanti dikabarin ko πŸ™‚

38 Responses for Keliling Yogyakarta Bersama Si Cantik Kesayangan Orang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *