Kemit Forest Education – Wisata Kekinian di Sidareja, Cilacap

DiaryMahasiswaΒ | Dear Diary, selain aku bisa silaturahmi sekaligus ikut reuni akbar pramuka di sekolah menengah atasku dulu. Aku juga sempat main ke beberapa tempat wisata. Salah satunya ke kemit fores ini. Yang lainnya nanti aku ceritakan di diary berikutnya ya πŸ™‚

Salah satu tempat wisata yang ada di Sidareja Cilacap belakangan ini cukup ramai dibicarakan. Foto para pengunjung pun berseliweran di berbagai media sosial. Apalagi instagram banyak sekali, terlebih foto orang yang sedang bersepeda diatas itu.

Awal tahun 2018, aku bersama sahabatku, Bedi sempat mau kesana, hanya saja gagal karena libur kerja yang gak jadi.

Nyerah?

Oh, tidak. Kami masih tetap nunggu waktu, saking lamanya waktu luang itu datang, akhirnya setelah lebaran kemarin barulah sempat datang langsung ke Kemit Fores. Itupun melalui tahap kegagalan yang berulang-ulang.

Lah, kenapa?

Pertama gagal ya itu tadi diawal tahun, kedua berencana mau kesana lagi bersama Bedi, Dede dan Iin, tapi mereka tidak bisa, karena waktu kerja begitu cepat, terlebih Dede udah harus cus ke negeri tetangga.

Terus ?

Ya, terus kami berencana tetap berangkat aja berdua, aku dan Bedi aja. Padahal awalnya mau bareng Dwiky sahabatku juga, tapi dia keburu berangkat merantau lagi. Kalau jadi bakal ajak Budi, Supangat dan juga Agung. Makin banyak yang ikut makin seru tentunya.

Baca juga : Jurang Tembelan, Tempat Wisata Kekinian di Mangunan

Dan sebelumnya juga aku sempat survei, tanya-tanya mengenai tiket dan jalannya bagus atau tidak. Ya, memang harus gitu, persiapan diawal kan lebih baik. Sempat tanya Riswara teman sedari sekolah dasarku yang kebetulan udah pernah kesana. Tanya mengenai harga tiket, eh dia sempet lupa. Wajar dah tua, eh maksudnya dah lama πŸ˜›

Sempat tanya saudaraku juga, Heni yang kebetulan udah kesana diawal tahun baru ini. Rombongan pula. Searchingjuga udah. Dan aku sama Bedi sempat menggagalkan ke Kemit.

Kenapa?

Karena teracuni untuk beralih ke tempat wisata ke Karang Resik Tasik. Apalagi setelah dapat info tiket dari teman yang udah kesana. Sekilas lebih bagus, ada yang bilang katanya lebih murah dan sebagainya.

Pengen banget kesana, tapi waktu mepet untuk segera otewe ke kota Gudeg lagi, jadi kami memutuskan untuk pergi ke Kemit aja. Fix!

Bukannya gak mau ke Karang Resik, hanya saja waktu belum pas. Semoga nantinya bisa explore semuanya πŸ™‚

Yang awalnya berdua saja, eh ternyata Bedi ngajak teman juga, ada Zafik, Gina dan juga Wuri. Ditambah lagi sama Teguh yang kebetulan berangkat dari Purwokerto. Jadi ketemuan disana nantinya. Mereka semua ada yang berteman sedari duduk dibangku sekolah dasar denganku, ada juga yang sedari sekolah menengah pertama.

Satu hari sebelum otewe, aku iseng buka instagram, dan lihat teman posting foto liburan di Kemit. Ini pas banget untuk bisa ditanya harga dan yang lainnya. Dan fixlah, besoknya berangkat.

Oh, iya, sedikit informasi buat teman-teman yang baca ini ya. Kemit Forest memiliki lahan seluas setengah hektar milik perhutani. Memang ketinggianya hanya 200 mdpl, tapi viewnya dari sini cukub bagus.

Alamat lengkapnya ada di Jalan Srikaya Karanggedang, Karanggedang, Sidareja, Karanganyar, Gandrungmangu, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Ada banyak spot foto yang tak kalah keren seperti sky wings, kursi gantung, sky big. Spot spot disini bahkan gak kalah menarik sama The Lodge Maribaya di Bandung. Jadi buat warga Cilacap dan sekitarnya gak perlu jauh jauh ke Lembang cukup ke Kemit Forest Education Sidareja saja.

Kalau kalian pergi kesana pasti akan bertemu dengan pintu masuk yang terbagi dua ini. Tetap satu tujuan masuknya, hanya saja dipisah guna motor dan mobil.

Tempat untuk pembelian tiketnya pun berada di pintu masuk yang kedua. Kalau tadi pintu masuk ke tempat parkir sedangkan yang ini pintu masuk menuju tempat wisatanya langsung. Untuk harga tiket masuknya pengunjung cukup membayar Rp. 5.000,- per orangnya.

Baca juga : Pengen Merasakan Sensasi Naik Kuda Terbang? Ke Bukit Panguk Aja!

Sedangkan untuk menaiki atau foto di tempat wisata yang lainnya khususnya yang berbayar, pengunjung membayar lagi Rp. 15.000,- per orangnya.

Baru menginjakan kaki masuk, sudah terlihat spot wisata yang selama ini ramai bertebaran di media sosial. Banyak tempat duduk dan tempat sampah juga. Bagus sih, biar para pengunjung gak bingung buang sampahnya.

Banyak juga payung berwarna warni yang bergantung di area tempat wisata Kemit Forest. Terdapat juga berbagai hammock di tempat ini. Jadi bagi kalian yang pengen bersantai sembari tiduran bisa tuh ongkang-ongkang..hehe

Karena siang itu sudah memasuki waktu duhur, kami bergegas mencari tempat wudhu sekaligus musholanya. Biar kalian tahu juga, itu tempat shalatnya yang bercat putih. Cukup sih, tapi kalau boleh jujur menurutku kurang besar dikit lah tempat shalatnya.

Setelah shalat barulah kami jalan-jalan untuk muter-muter di sekitaran tempat wisata. Termasuk ke tempat yang menjadi icon, rumah pohon yang terdapat jembatan ditengahnya.

Aku perhatikan rumputnya sekilas sama seperti rumput yang biasa aku gunakan futsal. Atau emang sama, aku gak tahu juga. Kebanyakan di lokasi ini yang bermain itu anak kecil, tapi emang cocok sih untuk anak kecil. Mungkin ini salah satu tempat educationnya.

Kami cukup melihat dari jauh pagar aja, mau masuk gak enak karena kebanyakan anak kecil. Kecuali bagi kalian yang sudah punya anak bisa nih diajak kesini, rekomen lah.

Sesekali Bedi ngajak selfie. Oke lah. Tapi ada juga yang gak ikut selfi nih, tapi ya emang gak mau gak apa-apa lah. Btw, kaos yang aku gunakan dari diary kaos lho πŸ˜€

Ada juga tempat yang seperti ayunan, tapi kami gak naik. Karena waktu itu sempat hujan juga di kemit. Tapi aku ada foto dari berbagai sumber. Mungkin nanti kalian mau mencobanya.

Pict/explorewisata.com

Bisa foto sendirian ataupun banyakan. Mungkin ada kapasitasnya juga sih, seperti foto dibawah ini 4 orang aja sepertinya terlihat penuh ya. Tapi keren ya terlebih dengan background pemandangan gitu.

Β 

Pict/instagram.com/sheinashe91
Atau mau nyobain naik sepeda terbang gini. Biayanya setiap orang waktu itu Rp.15.000,- plus gratis file foto dari kamera DSLR juga. Jadi bakal keren lah hasilnya. Dan siap disebarkan di berbagai media sosial kalian. Atau cukup jadi kenagnan aja, dicetak mungkin dan disimpan deh.
Pict/instagram.com/hannaapriliana2

Ada juga tempat seperti halnya di ruang tamu tapi ini outdoor, untuk santai-santai nyaman juga nih. Dan waktu itu karena hujan tempat ini di tutup, dan aku belum sempat foto. Ini ada beberapa foto yang aku ambil dari instagram. Biar kalian tahu juga.

Pict/instagram.com/kemitforest_official
Β 
Pict/instagram.com/kemitforest_official

Suasana malamnya pun tak kalah kerennya lho pemandangannya, coba kalian lihat. Dengan udara dingin, camping di kemit fores pasti sangat menyenangkan. Cobain deh!

Pict/instagram.com/kemitforest_official
Pict/instagram.com/__alfiyahh
Pict/instagram.com/__alfiyahh

Kalau mau langsung upload tanpa punya quota juga bisa, karena di kemit fores ini tersedia wifi juga. Tapi waktu itu aku dan teman-teman gak menggunakan, karena kami fokus aja main, gak internetan. Paket data juga di matikan, kalaupun pegang gadget paling cuma buat foto aja.


Terdapat juga tempat foto yang gratis alias gak bayar. Tempat dibawah ini berkapasitas 3 orang maksimal. Makannya kalau rame bisa antri tuh orang yang mau foto aja.

Sayangnya cuaca waktu itu kurang mendukung, alias mendung. Apalagi fotoku ini habis hujan, jadi gak begitu cerah deh.

Ada juga spot foto yang bulet gini, aku dan Bedi aja sih yang foto-foto di spot gratis ini. Yang lainnya asik ngobrol, bosen atau memang gak mood karena cuaca gak cerah.

Waktu itu cukup rame juga yang datang, karena libur sekolah masih sih, jadi hari apapun bisa liburan. Terdapat banyak warung juga di sekitaran tempat wisata, jadi teman-teman yang mau datang tapi sampe sana laper jangan khawatir.

Sesekali Teguh sempatkan untuk eksis. Buat DP di whatsapp katanya. πŸ˜›

Aku sempatkan foto di tengah keramaian juga, tepat disampingku itu ada orang yang sedang pacaran kalau gak salah. Lah berduaan terus. Eh, tapi gak tau juga sih, siapa tahu udah halal alias nikah. Kan siapa yang tahu ya..he

Kami mengunjungi Kemit Fores dua Minggu setelah lebaran. Oh, ya selain itu ada juga permainan panah, tembak-tembakan yang biasa disebut apa aku lupa. Gak sempat foto sih, tapi ada videonya, aku screensoot deh.

Terdapat juga permainan flying fox, waktu itu cukup antri yang mau naik. Mungkin penasaran jadi banyak yang mencoba wahana itu.

Untuk anak kecil bisa nih bermain sembari belajar nangkep ikan. Atau kalian ada yang waktu kecilnya dulu gini. Ciee, nostalgia..hehe

Atau gak naik kereta aja nih. Biasanya kan wahana kereta ini terdapat di alun-alun atau pasar malam. Nah sekarang udah ada nih di tempat wisata. Salah satunya di Kemit Fores ini.
Disaat kami mau pulang juga mendengar informasi bahwa tanggal 1 dan 2 Juli itu ada lauching teropong bintang. Sayang, aku dah otewe lagi ke Jogja jadi gak bisa lihat. Tunggu aja info selanjutnya dari Kemit ini!

Kalau kalian penasaran aku sempat dokumentasikan langsung dengan video. Bisa kalian cek dibawah ini kok. Dan aku rasa lebih lengkap, karena kalian jadi tahu suasana disana..he

BantuΒ Β Diary MahasiswaΒ juga yuk, untuk subscribe youtube channelnya, baru mulai mainan youtube nih.

Segitu dulu aja ya, next time aku tulis #DiaryTravelling lagi deh. Semoga bermanfaat dan jangan lupa berlibur πŸ™‚

144 Responses for Kemit Forest Education – Wisata Kekinian di Sidareja, Cilacap

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *