Kenapa Blog Ini Dibuat ?

Kenapa ngeblog ? Mungkin pertanyaan ini yang kalian pikirkan. Jadi gini dulu ketika SMA aku jarang sekali yang namanya menulis, karena memang tidak suka menulis apalagi membaca. Aku males banget membaca buku kalau tidak saat ujian, ulangan dan sebagainya.
Aku punya paman yang pada waktu SMA susah untuk bertemu, karena beliau kuliah di Jakarta, sedangkan untuk pulang satu tahun sekali. Itupun tidak lama dirumah. Tapi beliau selalu menyempatkan main ke rumahku dan sering menanyakan gimana aku disekolah, perkembangan belajarnya.
Sering sekali paman membawa buku yang membuatku tak tertarik ketika melihatnya. Apalagi buku tanpa ada gambarnya. Paman menyuruhku untuk rajin membaca dan menulis. Padahal kedua hal tersebut paling tidak aku sukai. Tapi pada waktu itu paman memberiku sebuah buku yang judulnya aku masih ingat yakni “Cita Diri Remaja Muslim”. Dengan seringnya paman mengingatkan, apalagi sampai bilang ke Ibu. Terpaksa aku menurutinya dengan hati tak ikhlas
Gimana mau ikhlas, aku saja tidak suka dengan hal yang aku kerjakan. Tapi mau gimana lagi aku tetap menurutinya meskipun malas-malasan. Terutama ketika menulis, aku disuruh menuliskan kegiatan sehari-hari mulai dari bangun tidur hingga tidur lagi. Entah apa yang mau aku tulis, bingung tak ada gambaran sama sekali. Apalagi ketika menulis bertemu dengan titik (.) Setelah itu pasti aku menulis kelanjutan kalimatnya dengan lalu, kemudian, terus, lalu kemudian dan terus hingga berulang-ulang.

Misalnya, pagi itu aku bangung tidur, lalu mandi kemudian makan terus main. Lalu aku pulang. Pokoknya seperti itu terus dan aku bingung sampai-sampai malas untuk membaca tulisanku sendiri.

Tapi disitu aku mulai tertarik untuk menceritakan apa kesibukanku, kegiatanku yang sedang dilakukan. Disisi lain rasa males masih terus menghampiriku.

Disitu aku mulai gelisah, bingung apakah mau dilanjutkan menulis kegiatan sehari-hariku ini. Apakah aka membantuku pada suatu saat nanti ? Dengan malas-malasan aku tetap terus menuliskan kegiatanku dan membaca buku yang dikasih oleh paman. Membaca buku bukan pelajaran rasanya malas sekali. Waktu itu aku tetap memaksa diriku untuk terus membaca.
Beberapa hari tidak menulis, akhirnya aku mencoba lagi. Tapi waktu itu ada sedikit yang berbeda dari hari-hari sebelumnya ketika aku menulis. Serasa ada yang beda, aku sedikit mudah untuk mengolah kata meskipun belum seberapa. Tapi waktu itu aku senang sekali mulai ada perkembangan dalam menulis.
Hingga akhirnya aku berlangganan majalah remaja kepada Ustadz sekaligus guru ngajiku, dimana majalah tersebut terbit setiap satu minggu sekali. Banyak kisah inspiratis setiap majalah yang terbit, topik bahasannya juga menarik, ada tentang pengetahuan, agama, hingga memuat kisah orang-orang yang sukses didalamnya. Dimana mulai dari nol hingga suksesnya mereka ceritakan. Email dan nomer kontak pun dicantumkan, sehingga para pembaca akan mudah untuk menghubunginya.
Waktu itu kebetulan memuat tentang salah seorang penulis muda dari kota muna yang tengah merantau di Yogyakarta untuk kuliah. Sebut saja La Ode Munafar, saat ini mungkin sudah tidak asing lagi dengan nama beliau, mungkin sudah ribuan training yang sudah beliau isi.
Singkat cerita aku mencoba untuk menghubungi La Ode dengan tujuan ingin belajar bagaimana caranya menulis. Aku mulai tertarik ingin bisa jadi seorang penulis setelah melihat profil La Ode. Makannya aku menanyakan hal demikian, awalnya aku tak berharap beliau membalas pesan singkatku, karena setiap orang yang aku anggap sudah besar atau sukses tak mungkin ada waktu untuk membalas SMS ataupun mengangkat telfon.
Tapi hal itu jauh dari dugaanku, beliau merespon dan membalas pesang singkatku. Beliau masih kuliah di salah satu sekolah tinggi swasta di Yogyakarta. Setelah seringnya kirim pesan singkat itu, gairahku untuk menulis bergitu membara. Hingga akhirnya setiap kemana-mana aku selalu membawa buku atau catatan kecil untuk mencatat kegiatan yang sedang terjadi. Sekalipun itu tak penting. Tapi karena aku orangnya pelupa jadi wajarlah bawa buku kemana-mana.
Sempat ada  yang tanya, kenapa dalam tasmu isinya sarung dan buku, kaya mau kemana saja. Dulu memang seperti itu, tujuannya setiap aku pergi ke suatu tempat aku tuliskan, mulai dari alamat, nama tempat dan yang lainnya. Meskipun capek nulis tangan tapi aku tetap meneruskannya, hingga akhirnya aku menamai buku itu disebut dengan diary. Diary tak selalu milik perempuan 😀
Hingga lulus aku suka menceritakan kegiatanku dalam sebuah tulisan. Hari ini nulis, tiga hari kemudian aku baca kembali. Terkadang ketika membaca ada kalimat yang tidak enak dibaca. Tapi aku terus berusaha untuk menuliskan kegiatan sehari-hari. Setelah UN aku sibuk mengikuti SNMPTN untuk kuliah, begitu juga dengan teman-temanku.
Aku berusaha ingin bertemu dengan La Ode, Alhamdulilah Allah mengabulkannya dan setiap aku tanya bagaimana caranya menulis, beliau menjawab ya tinggal menulis saja. Begitu juga dengan para penulis yang lainnya jawabannya sama.

Hingga akhirnya aku tahu apa maksud paman menyuruhku menuliskan kegiatan sehari-hari. Untuk melatih menulis. Dan sekarang aku mulai menyukainya.

Waktu itu aku mendapatkan tugas dari kampus untuk membuat blog dengan syarat-syarat yang sudah ditentukan oleh donsen. Karena aku belum bisa membuatnya jadi minta ajarin temanku yang memang sedari SMK sudah bermain blog. Masih aku ingat waktu itu dari pukul 22.00 hingga pukul 02.00 pagi di warnet. Saking asiknya sampai lupa waktu.
Setelah tugasnya selesai aku sendiri masih tetap otak-atik blog, mulai dari merubah template hingga puluhan kali, tulisan, warna dan yang lainnya. Hingga suatu hari aku berfikir, “kenapa aku tidak mencoba menuliskan diaryku di blog, pasti orang-orang akan lebih mudah membacanya, mengkritik dan kasih masukan”. Setelah memilih tema yang cocok, baru menulislah kegiatan sehari-hari. Mulai dari jalan-jalan, kulineran, mendaki, gowes dan masih banyak lagi yang lainnya aku bagikan di blogku.
Menulis diblog membuat semangatku membara untuk menulis. Setelah beberapa bulan aku kepikiran untuk membeli domain. Pada malam tahun baru 2014 aku beli doamian www.andinugraha.com Sudah satu tahun lebih bediri blogku. Salin aktif di blog pribadi aku juga sering menulis di web penerbit atau yang lainnya. Seperti di :

  • PesantrenPenulis.Com
  • Teknoina.Com
  • Hipwee.com
  • WebFree.id
  • GaulFresh.Com.
Pernah juga mengikuti pelatihan menulis yang di adakah oleh La Ode Munafar dan hasil tulisannya di bukukan dalam sebuah buku antologi. Tidak hanya disitu, aku juga tetap pernah juga mengikuti buka antologi yang kedua. Hingga saat ini sudah 5 buku yang diterbitin, Alhamdulilah sekali dan aku bersyukur. Meskipun terbit di penerbit indie tapi hal itu membuatku senang. Dari yang tadinya tidak suka menulis hingga sekarang aku semakin suka, terutama membagikan cerita sehari-hari yang aku sebut diary.
Buku yang sudah terbit ada buku antologi pertama berjudul Semua Karena Wanita (Gaul Fresh, 2014). Buku antologi keduanya berjudul Arti Sebuah Perjuangan (Gaul Fresh dan Ksatria Pena, 2015). Buku ketiganya Misteri Puasa Daud (Oestra, 2015). Keempat berjudul Revolution Of Love (Asy-Syifa Press, 2015). Dan buku yang kelima berjudul Kado Terindah Itu Bernama Pengalaman (Goresan Pesan Publishing, 2016). Aku berharap bisa berdakwah melaui tulisan, karena dengan berbicara langsung sering terjadi kesalahan. Lebih lengkapnya bisa diklik disini
Setiap orang tentu mempunyai pengalaman tersendiri bagaimana mereka bisa menulis hingga akhirnya dibukukan. Ada yang memang sejak kecil suka membaca, hobi menulis dan mungkin ada juga yang seperti kisahku. Semua orang bisa memulai menulis dengan mudah dari kegiatan sehari-hari mulai dari bangun tidur hingga tidur lagi yang disebut diary.
Maka dari itu tepat pada tanggal 29 Januari 2016 aku mendirikan sebuah web dengan nama DiaryMahasiswa.Com dengan tujuan berbagi dan menginspirasi. Siapa saja boleh gabung, menulis dan share pengalaman ataupun kegiatan sehari-hari.
Dengan berdirinya DiaryMahasiswa.Com hingga saat ini sudah lebih dari 10 orang yant mau berbagi ceritanya, berbagi pengalamannya melalui diary. Aku juga demikian semakin semangat untuk menulis diary. Dua bulan kemarin aku semangat sekali menulis diary dari kegiatan kuliah kerja lapanganku dan sekarang di kemas menjadi sebuah buku yang berjudul Kado Terindah Itu Bernama Pengalaman.In shaa Allah nanti aku share di blog ini.
Meskipun sudah ada blog, tak lupa tetap membawa buku kemana-mana setiap berpergian. Sekian dulu ya.

Sahabatmu,
Andi Nugraha