Keren! Puluhan Bregada Ikuti Festival Bregada Nusantara 2018

DiaryMahasiswa | Dear diary. Wilujeng enjing, siang, sonten, wengi sahabat Diary Mahasiswa. Kumaha damang? Mugia sehat saterasna sinareng digampilkeun rezekina. Aamiin.

Gak kerasa ya udah hari Selasa lagi ya. Pengen deh setiap hari itu Selasa. Karena bagiku hari selasa itu selasa di sulga bila dekat denganmu. Asik 😀

Minggu kemarin pada kemana nih?

Ah, serius? Main kemana?
Biasanya juga tiduran di kost..hehe

Aku sendiri seperti biasa mengayuh sepeda dipagi hari. Awalnya sih ada rencana pengen ajak gowes mas Adi. Tahu kan mas Adi? Itu lho yang punya adipraa.com

Kenapa aku ngajaknya Minggu. Karena aku tau biasanya mas Adi gowes itu di Minggu pagi. Hanya saja waktu aku kirim pesan singkat lewat whatsaap gak ada balesan sama sekali. Mungkin sibuk pikirku. Dan memang benar, ada acara ke Tambak Boyo katanya.

Baca juga : Bernostalgia dengan Kuliner Lawas di Pasar Kangen Jogja

Memang sedari beberapa hari yang lalu sudah janjian juga sama Anin, untuk menghadiri acara Festival Bregada Nusantara 2018 di sepanjang jalan Malioboro Yogyakarta. Jadi kami hanya berangkat berdua. Mau ngajak teman kost lainnya. Belum ada tanda-tanda kebangkitan..hehe

Takutnya keburu siang, kami pun berangkat pukul 07.00 lebih. Tak lupa mampir sebentar untuk beli bubur ayam. Salah satu makanan favoritku. Sengaja gak di makan di tempat takut keburut mulai festivalnya.

Baru aja menelususi jalan Malioboro. Yang nonton udah banyak banget. Padahal belum ada satu pun para peserta yang memeriahkan festival ini. Tapi masyarakat sudah siap untuk melihatnya.

Sesampainya di depan Benteng Vredeburg, tempat motor kami diparkir. Ternyata sudah hampir pukul 08.00. Sedangkan di jadwal acara sedari pukul 07.00 – 10.00 WIB. Seperti yang tertera di famplate yang di share.

Teman-teman sadar gak beberapa terakhir ini diaryku bercerita tentang festival terus ya. Coba deh cek lagi.

Baca juga :
Festival Budaya Kampoeng Musikanan Yogyakarta 2018

Festival Layang Lakbok Ciamis Jawa Barat 2018

Rame banget orang yang datang. Karena gak hanya orang yang sengaja datang seperti kami ini. Tapi banyak orang yang liburan ke Malioboro. Lari, sepedahan dan sengaja main dan langsung melihat acara ini.

Tak lama kemudian banyak puluhan bregada jalan dari parkiran Abu Bakar Ali melewati sepanjang jalan Malioboro. Acara Festival Bregada Nusantara (FBN) 2018 ini diselenggarakan oleh SMAN 3 Yogyakarta Padmanaba pada hari Minggu, tanggal 23 September 201

Oh, iya bagi yang belum tahu bregada itu semacam pasukan atau prajurit kraton. Paham kan 🙂 Nah para pasukan bregada ini merupakan perawkilan dari masing-masing sekolah dan asal daerah lho.
Gak cuma dari Yogyakarta juga, tapi ada yang dari Ponorogo Jawa Timur hingga Palembang Sumatera Utara.

Palembang?
Iya palembang dan festival ini dihadiri langsung oleh Raja dari Kesultanan Palembang Darussalam juga, Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama RM Fauwaz Diradja.

Raja Kesultanan Palembang Darussalam, Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama RM Fauwaz Diradja bersama Ketua Umum Keluarga Besar Alumni SMA N 3 Padmanaba Yogyakarta, Hendri Saparini. |foto/jogja.tribunnews.com

Sultan Mahmud Badaruddin IV ini mengaku sengaja datang ke kota Yogyakarta untuk menyaksikan Festival Bregada Nusantara 2018 secara langsung. Alasannya sederhana, karena di Sumatera Selatan, nama Padmanaba cukup terkenal.

Seperti dilansir dari Jogja.tribunnews, “Di Sumatera Selatan Padmanaba ini cukup banyak. Alumni-alumninya banyak yang menjadi teman, menjadi pejabat disana. Jadi Padmanaba ini cukup terkenal di Sumatera Selatan.”

Sedangkan yang berasal dari Ponorogo sendiri aku percaya. Lah kenapa? Karena diawal festival sudah terlihat pertunjukan reog. Reog kan dari Ponorogo. Bukan begitu teman-teman?

Disaat reog tampil entah asap apa yang di semprotkan. Yang jelas aku kurang suka dengan baunya. Terlihat di foto sama seperti asap-asap suporter bola ya..he

Dari banyaknya peserta, mereka menampilkan aneka macam kreasi dan kebudayaan. Puluhan bregada ini mengambil start dari parkir Abu Bakar Ali seperti yang sudah aku bilang tadi. Berjalan melintasi sepanjang jalan Malioboro hingga berakhir di Benteng Vredeburg.

Kalian pernah main ke Benteng Vredeburg belum?
Kalau belum japri ya. Nanti aku anter..hehe

Menariknya lagi nih. Ini pertama kalinya di dunia lho.

Apaan, Nid?

Dalam acara festival ini, pertama kalinya di dunia parade drone meriahkan festival bregada nusantara.

Namun sayang, drone-drone yang sudah dirias itu, kurang bisa terbang maksimal karena ada kendala teknis.

Acara Festival Bregada Nusantara 2018 ini merupakan rangkaian dari peringatan hari ulang tahun SMAN 3 Yogyakarta Padmanaba yang ke-76 tahun.

Selama acara ini memang Malioboro jalannya di tutup. Makannya terlihat sepi halte trans Jogjanya. Ada sesekali sih motor yang nekat lewat.

Diary kali ini cukup panjang juga, hanya saja lebih banyak fotonya. Biarlah foto yang berbicara..he
Sengaja aku posting semuanya, karena aku pengen kalian juga tahu. Simak sampai akhir ya.

Ibu-ibu yang ini keren, sudah seperti mau perang aja ya. Mukanya di cat sebelah. Udah gittu topinya unik. Keliatan nggak di atas topinya itu ada apa?

Nah foto yang ini terlihat jelas, ternyata sendal teman-teman. Sendalnya juga masih ada nomernya tuh. Keliatan nggak? Sepertinya memang sendal baru.

Selama aku berada di lokasi depan halte trans Jogja aku fokus juga ke tulisan haltenya. Itu tuh yang rusak. Perasaan masih baru tapi kok terlihat sudah rusak. Entah memang rusak dengan sendirinya atau memang ada yang ngerusak. Semoga kita bisa menjaga apapun itu.

Acara ini sebenarnya tidak hanya melihat ini dari SMA N 3 Padmanabanya saja. Tetapi bersinergi dengan yang lain. Melalui Festival Bregada ini kita berharap bersama-sama untuk kepentingan ibu pertiwi. Bukan hanya dalam budaya tetapi dalam teknologi.

Festival Bregada Nusantara ini diikuti oleh 41 Bregada. Yang terdiri dari 20 bregada siswa SMK/SMA, Bregada umum serta bregada dari keluarga besar alumni SMA N 3 Yogyakarta Padmanaba.

Para bregada yang ada di belakang banner telkomsel ini seragamnya sama-sama merah. Awalnya aku kira bukan telkomsel lho. Pas aku dekati ternyata telkomsel.

Kalau yang ini para siswi dari SMA Taman Madya Ibu Pawiyatan Tamansiswa Yogyakarta.

Kalau ada SMA, pasti SMK juga harus dong. Para siswa dan siswinya ikut berpartisipasi juga. Dari SMK Ki Ageng Pemanahan.

Yang ini juga unik, entah maksudnya. Yang jelas seru sih waktu melihatnya. Menghibur juga para orang yang melihatnya.

Sekilas memang seperti pakaian pada umumnya. Padahal ini dari kantong lho.

Kalau yang ini pasti tahu kan dari mana? Yang jelas berpakaiannya pasti kalian tahu. Banyak juga memang anak pramuka yang ikut dalam festival ini. Bahkan banyak yang ikut mengamankan.

Setiap perwakilan memang berbeda-beda, maksudnya dari segi pakaiannya ya. Yang ini aku sekilas seperti pemain drum band ya.

Foto dibawah ini memang beda lokasi. Yang tadi di depan halte trans Jogja, sebelum masuk ke benteng Vredeburg. Kalau yang ini kami pindah ke dekat pasar Bringharjo.

Aku kira awalnya perwakilannya cuma sekolah-sekolah sekitara kota Jogja saja, ternyata ada juga dari SMK Negeri 3 Wonosasri.

Ini orang yang memimpin pasukan dari SMA Negeri 1 Banguntapan terlihat tinggi banget ya. Memang aslinya juga tinggi waktu aku lihat langsung.

Waktu kami lihat sayangnya gak ada keterangan maksud dari setiap kelompok. Kalau ada kan bisa tahu oh maksudnya ini. Tapi tetap keren sih, seperti kotanya istimewa.

Tadi yang ganteng-ganteng sering di foto. Sekarang yang cantik-cantiknya deh. Biar pas ya..he. Teman-teman tahu gak apa yang dibawa perempuan ini. Sekilas seperti panah tapi gak ada talinya ya.

Acaranya kalau di jadwal sendiri sih dari pukul 07.00 hingga 10.00. Cukup lama memang tapi ya itu karena banyak juga yang ikut. Berapa? Ya seperti yang aku tulis diatas tadi. Baca kan. Yapz ada sekitar 40-an kelompok.

Yang ini sekilas seperti gatot kaca pemimpinnya. Unik sih setiap kelompok memiliki ciri khasnya masing-masing.

SMA Negeri 1 Teman, Kulon Progo juga ikutan lho. Aku tahu karena sekolah SMA dan SMK di Kulon Progo sudah aku explore semua. Aku masuki satu persatu beberapa bulan lalu. Untuk silaturahmi sekilgas bla..bla..bla.. Nggak usah tahu ya 😀

Yang ini gak tau bawa keris beneran atau nggak. Atau semacam tari keris gitu ya..he

Oh, iya dalam satu kelompok itu banyak orang-orang yang mengikutinya juga di belakang. Selain fotografer, ada juga yang membawa air minum. Ya seperti ini tugasnya. Disaat dari para anggotanya harus, mereka kasih minumnya.

Dari SMA Negeri 1 Kokap sendiri keren, terlebih topi yang mereka gunakan. Terbuat dari jenur tapi mereka pintar merangkai untuk jadi topinya.

Dan jadi pusat perhatian orang. Lah kenapa? Karena di akhir para anggotanya lewat ada seorang perempuan yang di tarik seperti di dalam delman. Hanya saja ini bukan, dan yang menariknya juga orang.

Asli ini bikin kasihan sih. Yang nariknya badannya kecil dan yang di tarik besar banget sih nggak, pasti berat. Belum lagi roda yang ditambah daun kelapa itu. Tapi aku salut, kamu kuat, Mas..he

Gak sekedar bikin topi sih, karena disaat panas cukup membantu lah. Biar gak kepanasan..he

Yang ini menggunakan seragam sayap gitu. Jadi teringat sama beberapa destinasi wisata yang ada di Mangunan. Beberapa spot fotonya banyak yang berbentuk sayap seperti ini. Bahkan di tebing breksi juga ada sekarang.

Keliatan kan pasarnya. Kalian kalau di Jogja sudah mampir ke pasar Beringharjo belum?

Dari Sleman juga ada lho. Tepatnya MAN 3 Sleman Yogyakarta.

Di telinga kalian kira-kira nama bregada masih terasa asing gak sih? Atau cukup familiar?

Hayo, ada yang mau kenalan sama perempuan yang satu ini?
Kenalan aja sendiri ya..hehe

Ini sekilas seperti siapa ya?
Ah, aku lupa. Coba nanti teman-teman kasih tahu di kolom komentar ya?

Cukup kasian yang tidak menggunakan sepatu atau sendal. Karena jalanan pasti panas, aku yang mengambil gambar juga kepanasan, apalagi mereka.

Anak kecil juga gak mau kalah lho, mereka ikut memeriahkan acara festival ini.

Oh, iya satu lagi yang keren. Kostum yang di pakai ini banyak menyita perhatian penonton. Sama sayap juga. Tapi ini lebih besar, seperti burung merak gitu. Sayapnya mekar lebar. Fotonya sama kok seperti di bawah judul diary ini. Cuma beda pengambilan fotonya saja. Sayang, itu dua orang menghalangi saja..he

Segitu dulu aja ya diary kali ini. Next aku cerita tentang jalan-jalan lagi atau nggak gowes disaat pagi bareng fijo.

Eh, sampe lupa. Ada videonya juga. Kalian bisa tonton dibawah ini ya.

Setelah melihat foto-foto diatas gimana acara festival ini menurut sahabat Diary Mahasiswa?

Ceritakan di kolom komentar ya.

83 Responses for Keren! Puluhan Bregada Ikuti Festival Bregada Nusantara 2018

Leave a Reply to Riri Restiani Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *