Kuda Apa Yang Bikin Senang? Udah Gitu Bisa Bikin Kenyang

DiaryMahasiswaΒ | Hallo, SDM. Di diary kali ini akan ada #DiaryTravelling ya, karena udah dua diary sebelumnya membahas #DiaryKuliner. Dimana travelling ini aku tulis karena sudah ada yang reques. Sebenarnya ada juga yang requestempat lainnya, tapi karena yang vote lebih banyak jadi aku tulis deh!

Tentang apa, Ndi?
Udah baca aja, nanti juga tahu πŸ™‚

By the way, tahu nggak jawabannya dari judul diary diatas?

Well, cari tahu bareng kuy. Pagi itu pagi yang menyenangkan bagiku. Hari dimana aku nggak mau lewatkan, selain paginya bisa untuk gowesbareng fijo. Dihari itu juga bisa menjadi hari yang berkah jikalau kita memperbanyak shalat, ngaji dan yang lainnya.

Memang dihari biasa juga bisa, tapi hari itu hari yang amat sangat berbeda. Kalian tahu? Ya, hari Jum’at namanya. Hari dimana kaum Adam harus shalat Jum’at. Nggak cuma sekedar shalat, tapi kita juga bisa mendapatkan ilmu dari khutbah yang disampaikan.

Baca juga : Goa Gajah (Keindahan Cahaya dari Surga)

Aku suka nyimak dan tulis kembali khutbah yang aku rasa penting dan bermanfaat buatku sendiri. Misalnya aja Jum’at itu aku pernah mencatat inti dari khutbah yang aku tangkap. Sebenarnya banyak dan bahkan setiap Jum’at itu selalu berbeda tema yang dibahas. Terlebih seperti aku ini kalau Jum’atan selalu pindah-pindah Masjid gitu.

Kebetulan siang itu pembahasannya tentang shalat. Langsung aja ya, semoga bermanfaat apa yang aku dapat dari khutbah Jum’at itu.

“Kalau shalat kita lakukan hanya untuk melaksanakan kewajiban, pasti shalatnya hanya sebatas menggugurkan kewajiban saja. Berbeda halnya kalau shalat itu jadi kebutuhan, shalatnya akan lebih serius dan sungguh-sungguh”

Coba kita cermati, apa yang disampaikan khutbah Jum’at itu ngena banget. Setidaknya apa yang aku share barusan dapat bermanfaat khususnya buat aku pribadi. Syukur-syukur buat kalian jugaΒ  ^_^

Lanjut ya! Di Jum’at itu sedari pagi aku sudah mengajak Maman, sahabatku untuk pergi. Mangunan menjadi tujuan kami. Sengaja kami memilih Mangunan saja, karena di daerah itulah banyak terdapat tempat wisata yang indah. Terlebih instagramablebanget.

Perjalanan pertama kami singgah dan mencoba naiki helikopter. Penasran? Baca aja disini.Β Setelah itu lanjut lagi ke destinasi yang lainnya, disitu kami dapat naik pesawat juga.

Oh, ya, aku ingatkan juga bahwa #DiaryTravelling ini aku lakukan udah cukup lama, ya baru beberapa bulan yang lalu sih..hehe. Mau nggak ditulis tapi udah ada yang reques. So, lanjut baca ya.

Sebenarnya tujuan kami pergi ke Mangunan itu pengen sekali mencari tahu apa sih jawaban dari pertanyaan “Kuda Apa Yang Bikin Senang? Udah Gitu Bisa Bikin Kenyang”

Setelah naik helikopter dan pesawat, aku rasa kami bisa berfikir untuk mendapatkan jawaban itu. Ternyata belum, bertanya sama Maman pun, dia hanya menggelengkan kepalanya saja, sama-sama nggak tahu.

Baca juga : Watu Goyang (Watunya Beneran Bisa Goyang Lho

Kami terus melanjutkan perjalanan. Namun ditengah perjalanan kami mendengar suara adzan, tepatnya adzan shalat Jum’at. Kami berusaha mencari sumber suara adzan tersebut. Setelah ketemu sumber suaranya, kami langsung mengambil wudhu kemudian duduk bareng bersama para jama’ah yang lainnya.

Setelah selesai capek nggak? Capek pasti, udah gitu mendung juga, tapi kami nggak pulang. Terus melanjutkan dan mencari tahu apa jawaban dari judul diary diatas. Kalian juga penasaran kan?

Mari, kita lebih semangat lagi. Eh, sebentar deh, itu tempat apa ya? Yuk kita lihat lebih dekat lagi. Sekilas seperti gubug sih, tapi ini belum jadi, atapnya aja belum ada. Baru rangkanya saja.

Dan disini belum juga ada petunjuk dari pertanyaan judul diary ditas. Kita lihat lebih dekat bangunan yang sebelahnya yuk.

Bangunan ini terlihat berbeda dengan bangunan sebelumnya. Selain memang sudah jadi, terdapat juga dua bapak yang sedang istirahat. Awalnya kami mau bertanya tapi nggak jadi. Aku dan Maman memutuskan untuk melanjutkan mencari jawabannya.

Waktu itu aku sengaja menitipkan kendaraan yang kami gunakan. Kami memilih untuk jalan kaki untuk menelusuri jalan yang banyak bebatuannya. Tujuannya masih sama, mencari apa jawaban dari judul diary diatas.

Nggak lama aku melihat batu yang ditumpuk dikelilingi pepohonan. Awalnya dari kejauhan tak begitu jelas, tapi setelah kami lihat dari dekat batunya bersih dan tertata juga. Hanya saja banyak dedaunan berserakan. Wajar sih, karena batu yang ditata itu tepat dibawah pepohonan.

Nggak lama kemudian disaat kami berlajan meninggalkan bebatuan itu. Terdapat satu batu yang cukup besar, dan tepat sekali ada bunga-bunga yang disusun melingkar berbentuk love. Awalnya kami takut, takut ada yang nunggu aja gitu. Foto nggak ya, awalnya sempat bertanya sama si Maman.

Akhinrya aku memberanikan foto di batu yang aku duduki itu. Tepat seperti foto dibawah ini. Dan tepat juga ada tulisan diatasnya “Kediwung Negeri Di Atas Awan”. Tanpa aku sadari sudah sejauh ini kami berjalan.

Nah, di kediwung negeri di atas awan ini kami malah semakin penasaran, dan berharap dapat jawabannya. Yuk kita teruskan akan ada apa lagi setelah ini. Kalian percaya nggak? Baru beberapa kali melangkah sudah terlihat jaring besar berwarna putih, sekilas seperti jaring laba-laba. Tapi kok semakin kami lihat dari dekat semakin besar.

Setelah dipegang memang mirip seperti jaring laba-laba, hanya saja ini terbuat dari tali. Aku mencoba memegang setiap ikatan tali laba-laba itu. Tak lama ada seorang bapak-bapak yang nggak tahu dari mana datangnya dan menyarankan kami untuk naik, “naik aja, Mas. Kuat kok talinya”. Aku coba memang kuat, dan sekalian foto seperti spider-man gitu..hehe

Di jaring laba-laba ini, Maman juga nggak mau kalah. Dia pun akhirnya naik ke jaring laba-laba dan bergaya. Tapi kalau menurutku bukan gaya, tapi kelelahan. Lihat mukanya. Iya sih, aku akui memang lelah.

Sampe sejauh ini, aku kembali mikir, apa sebenernya jawabannya. Aku mencoba menjauh dari tempat Maman berada. Aku mencoba mencari tempat yang teduh untuk mikir sembari istirahat. Cuape juga ternyata..hehe

Tempat istirahatku unik ya. Terlebih bacgroundnnya keren. Andai saja ada yang nemenin duduk ya. *Eh πŸ˜€

Selain bisa bersantai, aku juga bisa melihat pemandangan yang cukup indah sembari istirahat. Coba lihat foto dibawah ini. Andai waktu itu pagi hari, mungkin akan lebih bagus lagi pemandangannya.

Maman sendiri asik selfie dan ngevlog. Memang sih, kalau udah ditempat yang menurut kita bagus, terlebih kalau baru pertama kali datang. Pasti nggak nanggung-nanggung untuk mengabadikan fotonya.

Setelah cukup untuk beristirahat aku beranjak dan berjalan lagi. Kemudian bertemu dengan gapura dengan tulisan, “BUKIT PANGUK KEDIWUNG”. Oh, ternyata ini udah di bukit panguk. Hey, teman-teman. Masih lanjut baca kan? Ini lho kita udah di bukit panguk. Masih mau nemenin cari jawabannya kan. Kuy ah!

Pernah dengar kan nama tempat ini? Salah satu tempat yang sedang hitsdi Yogyakarta. Terlebih disaat pagi dan menjelang sore, pemandangannya keren banget. Itupun kalau cuacanya mendukung.

Makin penasaran, kami berpindah ke pintu masuk yang depan. Nggak banyak tingkah. Minta fotoin langsung sama Maman.

Di tempat ini juga selain ada beberapa spot wisata, terdapat juga tempat untuk acaranya, misalnya saja makrab. Soalnya sore itu kami berpapasan dengan beberapa rombongan yang sedang menata panggung. Katanya untuk acara makrab dari salah satu kampus di Jogja pada malam harinya.

Selain itu kita juga diingatkan dengan tulisan yang ada di papan dikawasan bukit panguk.“Jaga kebersihan aja gak bisa.. Gimana jagain Adik…??”

Gimana ada yang kesinggung? Seharusnya sih nggak. Karena sejatinya kebersihan itu memang harus dijaga. Terlebih bagi umat muslim. Kebersihan itu sebagian dari iman. Kalau tempat dan lingkungan kita bersih, orang yang datang pasti bakal betah, kita pun juga betah. Setidaknya untuk diri sendiri aja dulu.

Papan bertuliskan jaga kebersihan itu terdapat tepat dekat dengan warung makan di bukit panguk. Jadi kalau kalian makan jangan sampe buang sampah sembarangan ya. Bawa makanan boleh, asal jangan buang sampah sembarangan. Setuju, ya? Mantapp!

Terdapat juga mushola, jadi kapanpun waktu maen di tempat ini, jikalau waktu shalat sudah datang. Ya langsung bergegas ke mushola di bukit panguk ini. Aku sendiri suka bentuknya, kecil tapi unik. Waktu itu masih dalam tahap perbaikan sih, tapi aku yakin saat ini sudah keren. Bahkan spot-spotnya juga ada yang baru.

Emang ada spot apa aja, Ndi?
Banyak. Misalnya spot semacam gardu pandang, hanya saja ini nggak dekat pohon. Tapi bawahnya itu semacam jurang, jadi harus hati-hati. Dan yang satu ini berbentuk kupu-kupu. Dan spot yang satu ini sangat ramai fotonya bertebaran di instagram.

Sore itu memang nggak cerah banget cuacanya, tapi cukup terang lah untuk bisa melihat pemandangan sekitar. Di spot ini kalau lagi cerah dan pagi hari, keren banget. Karena masih tertutup kabut sebagian pemandangannya. Coba searchingaja di google, kalau penasaran.

Ada juga spot kuda, semacam vegasus gitu. Nggak cuma pajangan lho, tapi si sayap kudanya bisa digerakin dengan cara ditarik talinya. Keren ya! Dan sore itu kami sangat beruntung banget. Karena nggak rame yang datang. Inilah salah satu beruntungnya kalau ke tempat wisata nggak di hari weekend.

Oh, ya, untuk bisa naik kuda ini nggak gratis lho. Jadi kita harus bayar Rp.3.000,- untuk bisa foto disitu. Dan biasanya kalau lagi ramai suka antri yang mau foto. Nggak semuanya bayar sih, tapi kebanyakan yang sejajar tempatnya sama kuda yang aku naikin bayar. Bagi yang udah jauh-jauh datang pasti rela lah bayar untuk bisa foto.

Gimana cocok nggak kalau aku mengantarkan tuan putri menggunakan kuda terbang yang satu ini…hehe

Ada juga spot berbentuk love. Dan ini juga sama bayar. Tapi sore itu nggak ada yang jaga jadi aku nggak bayar. Lah wong udah jam 5 sore lebih. Kayaknya tinggal kami aja yang ada disitu…hehe

Dilengkapi juga bendera dan beberapa papan yang sudah ada tulisannya. Jadi kalau kalian mau foto disini bisa juga memanfaatkan properti yang ada.

Skripsweet, aku pengen foto dengan papan bertuliskan ini karena secara nggak langsung ingin nyemangati kalian biar cepat lulus kuliahnya.

Ada juga spot perahu disini, waktu aku foto ada anak kecil bersama orangtuanya yang sedang mengabadikan foto juga. Spot yang satu ini juga bayar kalau kalian ingin foto. Sama harganya, cukup Rp.3000,- saja.

Nah kalau ditempat yang satu ini nggak bayar, dan cukup bagus sih menurutku. Tetap sama pemandangannya dengan spot kuda dan yang lainnya. Di tempat ini kami banyak menghabiskan waktu. Soalnya sembari ngemil dan minum juga. Kami beli di salah satu warung di bukit panguk ini. Kenyang dah, mainnya iya, jajannya iya..hehe

Selain itu ada juga salah satu tempat duduk yang tersedia beberapa papan yang sudah ada tulisannya. Ya kalian tahu sendiri lah buat apa gunanya. kalau nggak buat foto.

Awalnya si Maman udah ngebet pengen pulang. Karena waktu memang sudah sore, tapi aku nawar, satu lagi foto disini. Karena terburu-buru dan bingung mau gaya seperti apa. Dah ah, sedapetnya yang penting duduk pegang tulisan..wkwk

Yakin nggak ya, kesini lagi prewed ? πŸ˜€

Ini baru bener, ya nggak? πŸ˜€ Calon mantu idaman itu seorang blogger pak, buk πŸ˜€ #sungkem

Sepertinya ada yang kurang nih, Ndi?

Jawabannya apa ya dari judul diatas. Kok malah cerita banyak spot di bukit panguk. Iya itu sebenarnya udah ketemu jawabannya apa. Dan dari spot foto dan jajan juga udah kejawab..hehe
Jadi jawabannya adalahΒ Kudapat Menginjakkan Kaki di Bukit Panguk Sembari Makan dan Bisa Naik Kuda Terbang πŸ˜€
Β 
Sebenernya aku iseng aja sih bikin judul gitu. Soalnya kalau bikin judul mengatasnamakan bukit panguk. Udah nggak asing lagi. Toh, kalian juga udah tahu semua kan bukit panguk itu seperti apa. Ya, meskipun ada yang belum datang secara langsung…hehe
Β 
Done ya! Oh, ya, ada tambahan sedikit nih untuk sahabat diary mahasiswa.Β Tempat Wisata Bukit Panguk buka sedari pukul 05.00 WIB – 17.00 WIB. Untuk tiket masuknya waktu itu masih seikhlasnya. Tarif per spot: Rp.3.000,-
Tarif parkir: Rp2.000,- (motor).
Fasilitas:
Area parkir, warung makan, toilet, mushalla, spot foto.
Waktu kunjungan terbaik menurutku sih pagi hari menjelang sunrise. Atau juga menjelang sunset.
Untuk alamatnya, kalian bisa datang langsung ke amalat : Kediwung, Mangunan, Dlingo, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55783

156 Responses for Kuda Apa Yang Bikin Senang? Udah Gitu Bisa Bikin Kenyang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *