Liburan Keluarga – Mantai di Pantai Pangandaran (Part 1)


DiaryMahasiswa
Β | Sebelumnya, aku mau nyapa kalian dulu ya, boleh? Well, gimana kabar kalian semua? Semoga sehat selalu. Terus semangat berbagi dan menginspirasinya lewat blog ya πŸ™‚

Rasanya sudah lama banget aku gak post cerita lagi. Sudah dua minggu lamanya, terakhir posting tepat dimana umurku bertambah, ya, 16 Juli yang lalu.

Aku lama tak posting bukan tanpa alasan. Kebetulan kemarin sedang sibuk-sibuknya nyusun buku terbaruku. Buku ini beda banget dengan buku sebelumnya. Buku berukuran A4, dalam pengerjaannya juga banyak sekali revisi, lagi-lagi revisi.

Ya, aku sedang nyusus SKRIPSI, guys. Alhamdulilah tepat di tanggal 22 Juli kemarin selesai dan sudah di ACC. Saat ini sedang menunggu jadwal sidang saja.

Doain ya. Semoga lidah ini dimudahkan, dan lancar disaat sidang nanti..aamiin..

* * *

Kita lanjut ke cerita ya. Sebenarnya ini cerita sudah cukup lama, tepatnya satu mingguan setelah lebaran. Tapi baru kali ini aku bisa menceritakannya sama kalian. Semoga menghibur ya, dan bisa menjadi referensi liburan kalian juga.

Satu minggu setelah lebaran tentu masih hangat suasana lebaran. Makannya masih lengkap dan bisa liburan bersama keluarga. Ngomongin liburan lebaran, tentu banyak orang yang berani macet-macetan dijalan demi sampai ke tempat liburan yang dituju.

Baca juga :Β  Menelusuri Pantai Ngunggah dengan Sepeda

Mungkin termasuk kalian juga begitu. Tapi bagi yang punya banyak waktu aku rasa lebih memilih satu minggu setelah lebaran. Alasannya biar gak macet. Seperti aku ini, liburan setelah satu minggu lebaran.

Teman-teman liburan kemana aja?

Bersyukur bagi yang bisa berlibur dengan keluarganya. Apalagi bagi kalian yang sudah berkeluarga. Tentu lebih seru dan menyenangkan. Semoga tetap harmonis ya anggota keluarganya. Dan tetap semangat bagi yang belum bisa liburan. Semoga dilain kesempatan bisa berlibur.

Oh, ya, kebetulan dicerita kali ini aku berlibur ke Pantai Pangandaran. Kalian sudah tahu belum? Itu loh tempat dimana mentri kelautan berada. Ya, betul sekali. Baik, aku kasih tahu sekilas tentang pantai Pangandaran.

Pantai Pangandaran merupakan sebuah objek wisata andalan Kabupaten Pangandaran (pemekaran dari Kabupaten Ciamis) yang terletak di sebelah tenggara Jawa Barat, tepatnya di Desa Pangandaran, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Provinsi Jawa Barat.

pict : visitpangandaran.id

Tugu yang bertuliskan “PANGANDARAN” ini terletak di Pantai Timur, tepatnya di area Lapang Katapang Doyong. Berbeda dengan Pangandaran Sunset, tugu ini berukuran lebih kecil namun terlihat lebih berwarna. Karena terletak di Pantai Timur, tugu ini akan menyapa matahari di ufuk timur.

pict : visitpangandaran.id

Tugu yang ini terletak di ujung boulevard pintu masuk utama Pangandaran, tugu yang merupakan landmark baru di Pangandaran ini berbentuk tulisan“PANGANDARAN SUNSET” yang berdiri tepat di Pantai Barat pangandaran. Sesuai dengan namanya, tugu ini menyapa sunset yang indah dan menjadi salah satu tujuan wisatawan ketika berkunjung ke Pangandaran.

Kebetulan kali ini aku berlibur bersama ibu angkatku. Tak ada bedanya sih, sama-sama seperti keluarga. Kalian jangan tanya lagi, senang atau tidaknya? tentu aku sangat senang. Ditambah teteh anak dari ibu angkatku pulang dari Timika.

Biasanya pulang ke Ciamis 2 tahun sekali. Alhamdulilah kali ini bisa berkumpul sekaligus liburan bersama. Aku bersama ibu, teteh, suami dari teteh, ada juga Danial dan Bilqis anak dari teteh. Ditambah dengan bibi dan Zahra anak dari bibi.

Kami berangkat sekitar pukul 08.00 menuju pantai Pangandaran. Biasanya kalau aku sama teman milihnaik motor saja. Alasannya lebih cepat. Tapi kalau sama keluarga, tak ada salahnya naik mobil. Biar bisa bareng dan rame-rame berangkatnya.

Foto diatas gak semuanya keambil. Karena Danial dan ayahnya duduk di depan. Sehari sebelum berangkat, teteh dan suami sudah menyiapkan berbagai makanan dan barang apa saja yang akan dibawa. Terutama menyiapkan makanan, karena niat kami disana gak beli makan, tapi bawa dari rumah langsung. Di pantai tinggal makan bareng denganΒ  pemandangan pantai.

Ketika diperjalanan ternyata kami benar-benar lupa menge-CEK barang yang akan dibawa ke pantai. Baik itu barang pribadi ataupun perlengkapan makan. Kurang lebih baru 5-10 KM, ibu lupa membawa handphone, teringat masih di kamar dalam keadaan di cas.

Tak Β lama lanjut perjalanan tepat berhenti di alfamart, bibi juga kelupaan. Tak membawa dompet, jelas sama artinya tak membawa uang sedikit pun. Tapi, itu semua bisa menggunakan uang teteh dulu.

Dan, lagi-lagi ketika mau sampai pintu masuk pantai. Ibu teringat, tikar yang rencananya untuk duduk makan tertinggal di rumah. Hal ini jangan kalian contoh ya, kejadian ini kami jadikan pelajaran untuk kedepannya supaya lebih teliti lagi.

Sesampainya disana sebelum Duhur. Perjalanan untuk sampai sana kurang lebih 2-3 jam. Tapi, itu juga tergantung cepat tidaknya dalam mengendarai mobil. Aku sendiri kalau menggunakan motor bisa lebih cepat. Jelas, karena disaat macet bisa nyalip sesuka hati.Β Remenber, keselamatan tetap hal yang utama.

Oh, ya, kebetulan aku sempat abadikan berapa tiket masuk ke pantai Pangandaran dari dalam mobil. Sayang, kurang jelas karena agak jauh jarak fotonya. Biar kalian tetap tahu berapa biaya masuknya, aku buatin tabelnya. Bisa kalian cek dibawah.
TARIF MASUK OBEYEK WISATA PANGANDARAN
PERDA NO 3 TAHUN 2016 TENTANG RETRIBUSI TEMPAT REKREASI
NO
JENIS TIKET
WISATA
ASURANSI
PARKIR
SAMPAH
JUMLAH
1
ORANG
5.000
5.00
5.00
6.000
2
MOTOR
10.000
1.000
2.000
14.000
3
JEEP, SEDAN
25.000
2.500
5.000
5.000
37.500
4
KIJANG, CARRY
50.000
5.000
7.000
5.000
67.500
5
L.300
75.000
7.500
7.000
5.000
94.500
6
BUS KECIL (ELF)
100.000
10.000
7.000
9.000
126.000
7
BUS SEDANG
150.000
15.000
10.000
13.000
188.000
8
BUS BESAR
250.000
25.000
15.000
20.000
310.000

Setelah sampai pantai, kami sengaja pilih tempat parkir yang dekat dengan mushola. Meskipun terlihat sederhana tapi tetap mushola sangat penting ketika sudah masuk waktu shalat. Karena untuk cari masjid agak jauh jaraknya.

Mushola ini juga berdampingan langsung dengan kamar mandi. Jadi bisa sekalian mandi bagi yang sudah berenang ataupun hanya sekedar ambil wudhu.

* * *

MAKAN-MAKAN
Sesampainya disana hal yang pertama kami cari atau utamakan yaitu tempat duduk untuk makan sembari istirahat. Ya, karena di pantai banyak yang menyewakan tempat duduk yang dilengkapi dengan payung ala-ala pantai gitu. Ditambah bisa sewa tikar juga.

Baca juga : Bakso Klenger Ratu Sari, Sekali Coba Langsung Klenger

Jujur, aku pribadi kalau khsusus sewa mah gak mau. Udah ketebak harganya mahal.

Aku kasih tahu aja ya, berapa harga sewanya.

Pertama ketika ibuku tanya sewa bangku dan payungnya saja Rp.50.000,- Tapi, karena kami bawa bekal yang cukup banyak, dan lebih nikmat dimakan dengan cara lesehan, tentu kami sewa tikar juga. Sewa tikar Rp.20.000,-

Jadi di total semuanya sewanya Rp.70.000,- Ini semua karena lupa terbawa tikarnya, jadi sewa. Semoga ada hikmahnya. Dan, bisa jadi gambaran juga bagi kalian yang mau wisata ke pantai Pangandaran.

Dekat tempat dimana kami istirahat, banyak juga terlihat selancar mini yang khusus di sewakan untuk para pengunjung yang mau berenang menggunakan slancar.

Setelah tikar digelar. Kami buka perbekalan makan. Terlihat hijau-hijau, kami kebetulan membawa pecel. Lumayan pedas bumbunya di makan tepi pantai rasanya jadi pas. Mau apa mau?

Karena tak bawa piring banyak, dijalan berangkat kami sempat membeli kertas nasi untuk alas makan. Jadinya seperti ini. Nikmat, alhamdulilah..

Setelah di buka semua bekalnya, kami semua mengambil makan masing-masing. Jujur, kalau aku teringat momen makan ini, selalu kangen akan pecelnya. Pedasnya mantap.

Aku juga mengambil makannya dengan bumbu yang cukup banyak, dan tak lupa teteh juga sudah menyiapkan es lengkap dengan koko pandannya. Danial terlihat tak sabar ingin minum es. Dan, ini dia makanku, aku harap kalian gak ngiler kepengen ya.

Setelah minum, Danial cukup bengong melihat pemandangan sekitar pantai. Maklum, ini pertama kalinya dia ke pantai. Dia lahir di Timika dan selama disana tak pernah melihat pantai. Alhamdulilahnya di lebaran tahun ini bisa berkesempatan berlibur ke pantai.

Setelah selesai minum, seperti biasa Danial melakukan rutinitasnya, yaitu bermain bersama mobil mainannya. Dia juga tak lupa untuk membawa mainannya untuk terus dibawa. Tak hanya satu atau dua mainan saja, melainkan satu kantong keresek. Besar kemungkinan akan kotor-kotoran, maka celana dan bajunya diganti.

Tak hanya kami yang datang bersama keluarga. Ada juga yang baru datang dan tak jauh tempatnya dari kami. Mereka juga bawa bekal yang cukup banyak. Mungkin aja bisa lebih, karena jumlahnya lebih banyak daripada kami.

Tak hanya di kota-kota atau terminal saja. Di pantai juga sama tetap ada pengamen. Uniknya gak cuma sendirian, mereka berkelompok, ada yang pegang gitar, kendang atau tam-tam yang terbuat dari paralon.

Setelah kenyang, beberapa dari kami pergi ke pantainya, mendekati air. Terutama teteh, bibi dan Danial. Apalagi Bilqis dan Zahra sudah berenang aja sedari datang. Karena mereka gak ikut makan.

Di pantai ini ada pembatas seperti seperti halnya pagar depan rumah. Entah apa tujuannya, yang jelas itu pembatas jalan menuju pasir putih. Tapi, banyak juga yang nerobos naik atau ngolong lewat bawah.

Selain banyak yang bermain air atau berenang. Banyak juga yang bermain pasir, mulai dari bikin maenan pasir, gali pasir terus dikubur. Ya, seperti kalian kalau dipasir kan..hehe

Danial juga diajak ayahnya pergi ke pantainya. Ketika Danial menginjak air, dia cukup takut awalnya. Mungkin dingin, tapi itu cuma diawal. Setelah itu seperti biasa mainan air.
Selain Danial, ada juga bapak yang sedang ngasuh kalau dalam bahasaku. Bapaknya menunggu anaknya yang sedang asik bermain pasir. Kalau terus digali bisa sampai tak terlihat itu anak.

Setelah jalan-jalan ke daerah pantai, aku ke kamar mandi dulu, penasaran harganya berapa. Ternyata sudah naik harga buang air kecil. Waktu itu Rp.3.000,- Naik seribu, lumayan lah. Memang momen naik harga itu biasanya diawali saat lebaran.

Ketika pulang aku dari kamar mandi sempat lewat tempat jual baju, aku mampir hanya ingin melihat selendang dan ingin tahu harganya. Ternyata sudah naik 10k dari tahun-tahun lalu.

Selain pakaian banyak juga yang jualan aksesories, dan ikan asin. Ikan asin disini ukurannya besar-besar. Dimana harganya juga lumayan mahal dari ikan asin biasa.

* * *
Kalau kalian sering baca cerita-ceritaku sebelumya, tentu tak pernah pendek. Selalu panjang dan penuh dengan foto. Liburan ini juga lebih dari 50 foto di postingan ini. Nah, kali ini aku bagi beberapa part, tujuannya biar kalian fokus aja bacanya.

Di cerita selanjutnya aku akan aksih tahu kapal yang ditenggelamkan oleh menteri Susi di pantai Pangandaran. Tunggu aja ya, tanggal postnya.
Sahabatmu,
Andi Nugraha
Β 

143 Responses for Liburan Keluarga – Mantai di Pantai Pangandaran (Part 1)

  • Ternyata lagi nyudun skripswiit ya ndi hshs, takpikir td beneran nyusun novel ehehe
    Cayoo
    Klo aku libur lebaran kmaren msntai juga tuh ke pantai aysh gombong
    Ruame pol ampe pusing liat bsnyak orsng, vuma seneng makan2 seafood, tar ah kulinerannya mw aku tulis jg di blog
    Itu saking pada semangatnya henpon pd ktinggalan ysk, pdhl tanpa henpon gmn kita bisa action slias futu2 xixixi

    Klo ke pengadaran aku pengen ke green canyonnya tuh ndi

    • Wah, teh Nita typonya banyak..hehe. Sama, aku juga kadang gitu πŸ˜€

      Novel, next time ya, Teh, in shaa Allah. Masih belajar..

      Oh, gitu, tentu rame, libur lebaran mah pasti banyak yang manfaatin untuk liburan. Share ceritanya ya, Teh..

      Nah, itu dia. Tapi yang jelas untuk foto menggunakan smartphone masih bisa..he..

      Boleh, tuh, rame terus. Tapi, disana adem lho, Teh πŸ™‚

  • Aku pernah ke Pangandaran, bahkan bermalam di sekitar pantainya. Oy ada juga kawasan yang banyak rusa atau kijang, juga monyet.. sekarang masih ada gak ya binatang2 itu

    • Oh, yah. Mantep. Jadi gak asing ya, Teh, kalau lihat pantai Pangandaran ini..

      Tenang, nanti ada di part ke-2 ko. Tunggu aja ya, kemarin niatnya mau aku post sekaligus, tapi terlalu banyak dan panjang. Terutama fotonya..

  • Ternyata perjalanan selalu saja menyisakan sedikit masalah. Ada yg tertinggal,.. sama dong, saya sering gitu orangnya.. hehe..

    Lalu gmna nasib hpnya yg lupa di kamar? Dicash seharian ga rusak?

    Tapi semua ada hikmahnya. Semoga lebih teliti di segala bidang dan kondisi.. hehe.. Amin..

    Salam kenal.

    • Semoga kedepannya bisa lebih teliti lagi ya, Mas. Alhamdulilah HP nya gpp, masih lancar seperti biasa. Mungkin aja kalau udah penuh off otomatis, seperti HPku. Kemarin punya ibu gak tau itu, aku gak cek..he

      Aamiin.. Salam kenal juga ya, Mas Makruf πŸ™‚

  • Untung y lagi di dalam mobil pas mw berangkat , mobilnya engga ketinggalan di rumah
    Coba bayangin lagi berangkat naik mobil eh mobilnya ketinggalan di rumah, kan aneh
    .
    Waktu itu pas masuk ke pantainya, ngisi absen engga?
    .
    Kok cuma jalan2 di pinggir pantai, bang
    Coba dah sekali2 jalan2nya di atas air
    .
    Engga ikutan bikin galian bang terus masuk ke dalamnya trus nguburin diri deh

    • Iya, alhamdulilah sekali, gak ketinggalan mobilnya πŸ˜€

      Iya aneh, seperti satu komen yang ini, dan anehnya aku terus aja balesin, tak apa. Biar senang aku balesin πŸ˜€

      Alhamdulilah ngisi, lewat pikiran, takutnya bikin heboh kalau jalan-jalan di atas air. Gak ikut bikin galian, takutnya jadi sumur 100 meter πŸ˜€

  • Udah sering mampir diblog ini isinya liburan terus, jadi pengen …

    emang asik ya liburan apalagi bareng sama keluarga besar, dan yang paling asik ketika liburan keluarga adalah bagian makan bareng di tempat wisata, kebanyakan bawa makanan sendiri dari rumah supaya lebih hemat.

    • Hehe.. Ayo liburan, dong, Mas..

      Betul, makan bareng itu serasa lebih akrab, apalagi diluar gitu, selain suasana yang baru, bisa bikin lebih dekat πŸ™‚

      Kalau beli di tempat wisata, cenderung semua makanan serba mahal..hehe

  • Semoga skripsinya lancar ya Ndi…

    Btw..rame bnget acara mantainya. Pangandaran juga….penuh pengunjung sepertinya.

    Soal barang2 ketinggalan..aku pernah uga. Tapi nggak separah itu sih, mpe banyak yang ketinggal. Klo aku biasanya karena bangun kesiangan

    • Aamiin, terima kasih ya, Teh..

      Penuh, karena dihari lebaran, tentu banyak orang yang sengaja datang. Kemaren sebenarnya bisa pulang dulu, Teh, buat ambil barang yang ketinggalan, tapi udah cukup jauh. Nanggung, jadi lanjut perjalanan aja..hehe

  • Waaah selamat merayakan umur baru mas, hehehe semoga nanti sidangnya lancar. Amiin

    Waah liburan bareng keluarga seru juga ya, apalagu bawa beka dr rumah yg dimasak sendiri. Lain kali lebih teliti lagi persiapannya supaya ada yg ketinggalan lagi hehehe

    • Aamiin, terima kasih mas, Johanes Anggoro πŸ™‚

      Betul, selain seru bisa nambah kedekatan juga. Apalagi bisa makan dengan suasana pantai, beuh, serunya bukan main..he

      Nah, itu, buat pelajaran kejadian kemarin, kedepannya semoga bisa lebih teliti dengan apa yang mau dibawa πŸ™‚

  • ow…orang Ciamis tah, saya kemaren nginep dirumah rekan kerja yang punya kakak di Ciamis tepatnya nggak jauh dari SMKN 1, proyek jalannya sih masih diwilayah Tasik, cuman kalau dari Ciamis justru lebih deket di Cineam, Sirnajaya, Citalahab…jauh teu?

  • Aamiin.. Semoga sidangnya berjalan dengan lancar mas..!

    Kalau ingat pantai yang satu itu, ingat pengalaman ketika sekolah SMP dahulu. Waktu itu berkunjung ke pangandaran. Dan sekarang sudah banyak berubah ya..

    Asyiik liat perbekalan komplit banget ya, jadi laper nih he..he..

    • Aamiin, terima kasih ya, Mas Indra πŸ™‚

      Betul, Mas, sudah banyak berubah. Dulu waktu SMP tahun berapa ya, Mas? Sepertinya sudah lama banget ya..hehe

      Mabang bang..haha
      Lebih baik bawa bekal komplit gitu, daripada beli, kan mahal.. πŸ˜€

  • Wah selamat ya mau sidang semoga dilancarkan aamiin ngomongin pangandaran ini destinasi yang suamiku incer liburan pengen banget kesini doakan y semoga bisa kesini hehehe ga sabar pengen main air *hyaaa
    Dan tragedi lupa hp, lupa tiker n lupa dompet semoga ga terjadi sama diriku wkwkwk bisa bahayaaa apalagi dompet :p
    ditunggu part selanjutnya

    • Aamiin, terima kasih, Teh Herva..

      Oh, ya, semoga bisa segera ke Pangandaran ya, Teh. Dan, jangan lupa untuk di ceritakan..hehe..

      Iya, betul, jangan sampe terjadi, ini cerita jadi pelajaran aja, khususnya buatku pribadi dan umumnya buat yang baca..hehe

      Siap, tunggu tanggal postnya aja ya, Teh.

  • eh itu pantainya dipager kayak ayam aja, apa jangan jangan pager pantai itu cuma isu politik biar ikannya ga kabur kabur.. hmm..
    #abaikan

    but, pantainya bagus banget, nice post lah apalagi ni recomended gitu buat yang mau honeymoon. Oh ya, apakah dipantai itu ada kayak penginapan tapi deket bgt sama laut, tengah laut lah minimal

    • Haha.. ya, kali kalau dipager biar gak kabur, moncor lah itu ikan ..wkwk

      Nah, itu, sudah pernah ke Pangandaran, belum?

      Ada mas, bahkan dari hotel-hotelnya juga bisa lihat pantai. Dekat banget pokoknya..he

  • Liburan bersama keluarga tentu sangat menyenangkan, apalagi dengan keluarga yang jarang jumpa

    Biasanya karena semangat yang menggebu untuk berlibur membuat kita lupa mengecek barang atau benda apa saja yang belum di bawa hehe …

    Tapi momen liburan tetap berkesan, jadi
    ingin liburan ke pantai, terakhir ke pantai saat tahun baru bersama anak-anak yatim

    • Betul, Teh, Maya. Ini jadi momen tersendiri, dimana bisa berkumpul sekaligus berlibur bersama πŸ™‚

      Nah, itu, kebiasaan. Tapi, semoga kedepannya gak terjadi seperti itu lagi..

      Semoga segera bisa liburan ke pantai lagi ya, Teh..aamiin..

    • Aamiin, terima kasih, Mas. Masalah rumit iya, tapi kalau kita mau berusaha pasti bisa. Dan, yang jelas itu jangan sampe ngeluangin waktu begitu saja tanpa menyicil untuk mengerjakan skripsi.

  • Paling asyik yaaa kalo wisata, trs bawa bekal sendiri, makan bareng keluarga πŸ™‚ .. Dulu pas msh tinggal di aceh aku srg gitu. Apalagi krn ada pantai jg di sana.. Tp bedanya pantai di sana masih sepi mas.. Pangandaran ini ruame banget ternyata :D.

    • Nah, itu selain bisa makan sesuai keinginan kita, murah juga karena gak beli..hehe
      Oh, gitu, kalau masih sepi berarti masih asri ya, Teh?
      Iya, rame, dan terkadang sampe rame banget suka banyak sampah berkeliaran gitu πŸ™

  • Asikknyaa main ke pantai bareng" keluargaaa. . Hiks uda lama gak liat pantai ini hmm πŸ™ baguss mas ya pantaainyaa. . apalagi pas kiat sunset uuu romantis bingitsss. . Hehehe oiyaa good luck ya mas buat sidangnyaa. Semogaa diberikan yg terbaik dan sukses selalu aamiin. .

    Ditunggu cerita selanjutnyaaa πŸ˜„

    • Alhamdulilah πŸ™‚
      Tapi, disini bisa lihat kan, Teh..hehe
      Hehe, asik banget ajak pasangan pastinya, tapi yang sudah halal ya.. πŸ™‚

      Aamiin, terima kasih ya, Teh Lucky ..

      Siap, tunggu tanggal postnya ya..

  • Pangandaran ya, kalau saya pas libur lebaran kemarin ke santolo garut mantai juga hihi.

    Wahhhh kayaknya enak pisan makan bareng-bareng, apalagi di pantai ada angin sepoi-sepoi haha

    Eh iya, kalau disana toilet airnya asin juga nggak? Nggak suka deh kalau asin. Mandi jadi kerasa aneh hmm.

    • Oh, gitu, ternyata sama mantai ya, Mas..hehe

      Nah, itu, sisi unik dan asiknya..he

      Gak, ko, yang asin cuma air pantainya aja..haha
      Nah, itu, apalagi buat gosok gigi πŸ˜€

  • Wadeziig banyak yang ketinggalan keknya, kudu minum aqua #BukanIklan

    Iya yah.. Pantainya pasirnya coklat gitu.. Dan yg putih cuma dibatesin pager bambu.. Betul banget tuh tinggal nerobos aja.. Pager bambu mah bukan buat misahin heheheh

  • Moment libur lebaran bersama keluarga memang sangat dinantikan mas. Biasanya lebaran identik dengan kemacetan. Ada perasaan gimana gitu kalau lebaran kena macet heheh. Btw saya belum pernah kesana mas sepertinya menyenangkan…

  • wah sangat bermanfaat sampe ada daftar harga masuk segala haha. Memang, pangandaran menjadi pilihan disaat liburan apalagi libur lebaran karena cocok untuk keluarga semua umur, murah lagi πŸ™‚

  • Duh, emang nggak disiapin dari malam gitu, ya? Aku biasanya kudu disiapin dari malamnya dulu kalau pas pagi mau berangkat. Biar nggak ada yang ketinggalan. Jadi paginya tinggal ngecekin apa aja yang kelupaan.

    Hmm, mahal juga ya nyewa tiker di sana. Jadi pelajaran deh kalau besok jalan-jalan. Mending apa-apa bekal dari rumah. Hemat. Terus aku baca pecel dini hari begini. Perutku langsung bergejolak. 😐

    Iya, sih, mendingan kalau kepanjangan bisa dibuat jadi beberapa bagian. Aku apalagi tuh. Sering banget nulis panjang, dan kadang lupa dijadiin beberapa bagian. πŸ™

    Baca ini, jadi kangen jalan-jalan sekeluarga gitu ke tempat wisata. Terakhir pas SMP. Udah pada sibuk masing-masing, sih. Susah banget diaturnya. Terutama Bokap yang dalam seminggu liburnya cuma sehari, dan adikku yang lebih suka main sama temennya pas libur. :')

    O iya, semoga lancar nanti pas sidang ya, Mas. Aamiin. Semangat! πŸ˜€

    • Sebenarnya di siapain lho, Mas, tapi tetap disaat pagi karena gak di cek lagi, jadi we ketinggalan. Wajar namanya manusia suka lupa, tapi ini kejadian bisa jadi pelajaran untuk kedepannya agar tak terjadi lagi. Terutama untuk kalian yang hendak berlibur πŸ™‚

      Iya, mahal, uang yang keluar buat sewa, berawal dari lupanya gak bawa tikar. Kalau pengen pecel disitu berapaan, Mas?

      Wah, udah lama kalau waktu SMP ya, Mas. Ayo luangin waktu lagi dong, Mas, buat berlibur sama kelaurga πŸ™‚
      Kalau adeknya mas liburan, mas Yoga gak ikut?

      Aamiin, semangat πŸ™‚
      Terima kasih ya, Mas..

  • Semoga sidangnya lancar. Aamiin. Pasti menyenangkan ya, liburan bareng keluarga besar. Aku juga sering lupa bawa ini itu kalau pergi. Kadang kucatat semua barang yang mau dibawa, tapi seringnya sih langsung packing.

    • Aamiin, terima kasih ya, Teh Nur..
      Tentu, dan alhamdulilah lebaran kali ini terasa lebih lengkap, meskipun tanpa silverquen..wkwk

      Nah, ide bagus itu. Lebih baik di catat biar gak lupa. Dan enak juga buat cek kembali sebelum pemberangkatan. Tinggal ceklis aja yang sudah dicatat.

  • wah perlu dicek ulang saat mau berangkat piknik mas, kan sayang kalau banyak yang ketinggalan kayak gitu apalagi kan kalau sewa juga mahal.

    jadi ingat pas dulu ke pantai juga gak bawa tikar, aku dan temenku duduk di tikar yang kami kira itu disediakan bagi pengunjung, setelah beberapa menit duduk eh taunya ada ibu ibu muncul dan minta uang sewa hehe.

    intinya saat mau piknik bawa perlengkapan yang perlu dibawa agar tidak usah kebanyakan menyewa yang harganya lebih mahal tentunya.

    • Iya, Mas, next time lebih teliti lagi biar gak ada yang tertinggal lagi.
      Haha, temenku juga pernah gitu, makannya jangan asal duduk..haha

      Betul, termasuk makanan kalau bisa. Kalau beli di tempat wisata harganya bisa jadi dua kali lipatnya..

    • Alhamdulilah, siap. Ini jadi pelajaran banget buat kami. Semoga kalian semua bisa ambil hikmah dari ceritaku ini ya πŸ™‚

      Aamiin, in shaa Allah di praktekan. Terima kasih ya πŸ™‚

  • selamat menunggu sidang mas Andi, sukses juga untuk buku terbarunya πŸ˜€ kalau alesan saya jarang buka blog mah, karena lagi pulang kampung dan dikampung susah sinyal buat internetan hehe.

    nah, tak kira dulu pangandaran itu masuk kabupaten ciamis, ebaru tau kalau sekarang udah jadi kabupaten sendiri. ini letaknya masih berbatasan langsung sama jawa tengah kan ya?

    enaknya emang gitu kalau liburang ke pantai, bawa bekal sendiri. hemat & pasti kenyang πŸ˜€ sayang, malah lupa bawa tiker, jadi nambah pengeluaran dong mas XD

    • Iya, nih lagi nunggu. Makasih ya, Mas..
      Semenjak lebaran di rumah, aku juga gitu ko, Mas. Soalnya sinyal internet di rumah gak sebaik seperti di kost.

      Memang betul gitu ko, dulu Pangandaran masih menyatu sama Ciamis, tapi sekarang sudah pisah jadi kabupaten sendiri. Iya, gak jauh ke Jawa Tengah ko.

      Betul, selain bisa ngirit bisa juga makan makanan yang dimasak sendiri dengan suasana yang berbeda πŸ™‚
      Iya, ini semua jadi pelajaran buat kami, Mas..

  • Ke pangandaran Tahun 2015, kok gak ketemu land mark "Pantai Pangandaran" itu ya?

    Liburan ke pantai memang bikin santai jadi makin asyik, apalagi kalau sama keluarga, bisa heboh maksimal pokoknya.

    Hanya saja, lebaran edisi lalu diriku full mudik di rumah ortu dan mertua, Alhamdulillah masih bisa berlebaran bersama orang tua.

    • Mungkin belum ada, Teh. Sekarang sudah ada perubahan lho, Teh. Nanti aku ceritakan part ke-2 nya ya, biar lebih tahu πŸ™‚

      Betul, apalagi sama keluarga, jadi bisa lebih seru. Setuju, bisa aksis sesuka hati..hehe

      Alhamdulilah, semoga bisa bertemu dengan lebaran, berikutnya ya..

  • Alhamdulillah Sehat kang,

    Sukset yaa Sidangnya, saya sih yakin dengan tulisan kang andi di blog yang super. kang andi bisa lah menguasai skripsinya. *muheheh

    oh iya, kalau mau bepergian memang lupa itu sudah jadi kebiasaan.
    mungkin faktor sangking senengnya hingga lupa yang penting,.

    dan satu lagi, itu makanan favorit banget tuh. "pecel"

    • Aamiin, terima kasih ya, Mas.
      In shaa Allah bisa, kan masih ada Allah, maha penolong.

      Betul, Mas, kesalahan kami juga sih, gak teliti disaat mau berangkat..

      Oh, ya, sama dong, tos dulu atuh..he

  • waaah, pertama tama gue ucapin selamat dan good luck buat SIDANGNYAA!! Ini yang banyak sedikitnya akan menentukan nasib hidup mu selanjutnya. hehehe

    Dan emang kalau mau piknik atau ke tempat yang jauh begitu harus banget sesuatunya dicek lagi. apalagi sampai dompet dan HP segala. tu crucial bangtttttt. Tapi tetep seneng seneng di sana kaaan..wao gue liat mentari terik menyengat dan pasirnya tergolong pasir hitam tapi semua senang dan kenyaaang..yeayyy
    kapan kapan lah ya jalan jalan ke Pangandaran πŸ™‚

    • Aamiin, terima kasih ya, Teh Mey..
      Betul, apapun yang akan terjadi nanti, tetap always bersyukur πŸ™‚

      Iya, Teh, tapi kemarin memang sedikit riweuh, jadi ada yang lupa.
      Untung aja kemarin masih ada punya teteh, jadi bisa pake uangnya dulu, untuk HP bisa pake punyaku buat foto. Tapi komunikasinya gak bisa. Untung gak ada hal yang penting..

      Yeah, alhamdulilah..
      Siap, ditunggu cerita ke Pangandarannya ya, Teh..

  • Aku doa'kan semoga disidangnya mas @Andi nanti lancar, dan diberi kemudahan saat bertutur kata nanti., Amiin.

    Kalau ngomongin pantai Pangandaran sampai sekarang aku belum sempat berkunjung ke sana., pernah sih di tawarin teman main di pantai pangandaran waktu masih rantau di Jabar, karena ada kabar dari rumah.., jadi aku langsung pulang.

    oh iya, untung yang ketinggalan cuma tikar aja ya mas? Coba kalau yang ketinggalan ban mobilnya? hihihi.

    • Aamiin, terima kasih ya, Mas Jeni πŸ™‚

      Oh, gitu, dulu kerja di Jawa Baratnya dimana ya, Mas, kalau boleh tahu?
      Haha, ya, kali gak ada ban mobilnya gak bisa maju dong.. πŸ˜€

  • Duh, baca ini jadi nostalgia. Entah berapa abad nggak main ke Pangandaran. Bayangin aja, terakhir ke sana pas perpisahan SMA, dan sekarang anakku udah dua, wkwkwk. Sekarang udah bagus ya. Mudah2an bisa kesana lagi bareng keluarga πŸ™‚

  • Mas… Andi maksudnya mantai itu pantai ya?
    Artikelnya overall banget… cocok buat review…
    Cerita liburan tapi 50% nya review… Keren
    BTW pasirnya warna coklat ya Mas… atau karena pengaruh dari cahaya…?

    • Iya pantai, mantai itu maen di pantai..hehe
      Itu mah bahasa aku aja.hehe

      Hehe.. masa sih, nanti tunggu part ke-2nya ya, Mas, siapa tahu ada pengetahuan baru buat bisa liburan ke pantai Pangandaran πŸ™‚

      Memang coklat, nanti di part ke-2 aku ceritakan pasir putihnya..

  • Yang pertama, moga lancar sidangnya entar, Mas… πŸ˜€

    Khas banget itu ketinggalan barang2 ketika mau bepergian. saya dna keluarga juga sering banget gitu. apalagi abangs epupu saya, okok, hape, korek, suka banget tertinggal. Tapi itu masuk pantai wisataanya murah sih. di kalbar itungannya tetep per orang masa. kejem.

    Danialnya kayak kesenengan banget diajak main di deket air gitu. xD Kalo pas liburan lebaran gitu, masih kegoda buat belanja kah? kami biasanya malah nggak ada yg punya niatan mendekatinya. kalo masih puasa sih kaya ada gravitasinya.

    • Aamiin, terima kasih Mas Haw πŸ™‚

      Haha.. lain kali jangan dijadikan khas lah, ribet juga kalau udah ketinggalan, Mas. Kalau misal semacam korek mah mudah dibeli dan gak mahal.. πŸ˜€

      Oh, ya, kejam itu mah. Aku juga gak beli apa-apa, ke pantai cuma pengen makan-makan di suasana yang berbeda. Pengen pun, terkadang suka mikir dua kali.. πŸ˜€

  • Pengandaran memang ramai pengunjung mas,,apalagi di masa lebaran lebih banyak lagi..
    Lebarqn thn depan di coba liburan ke Kebumen khususnya di pantai menganti mas,,pemandangan tebing pantainya mantap…

  • Ganti nama domain ya sekarang? Cieee mahasiswa. Hehe

    Oke, paling enak itu klo mau liburan lebaran ya agak jauh dari hari raya, biasanya gue juga ketempat wisata ya 1 Minggu bahkan lebih. Itu aja masih rame bro. Ya namanya Mereka juga mikir hampir sama kayak kita. Hehe.

    Untuk sewa2 di pantai gitu, rasanya hampir setiap pantai emang mahal deh yang begituan. Ya namanya momentum kan? Apalagi libur lebaran. Hehe

    • Ciee..haha
      Ya, mahasiswa, semua orang mahasiswa yang sedang menikmati di universitas kehidupan..hehe

      Betul, kecuali bagi mereka yang punya waktu dikit untuk berlibur, banyak memilih untuk berlibur satu dan dua hari setelah lebaran πŸ™‚

      Nah, itu, gak mahal pun kalau di hari lebaran itu selalu dinaikkan.

  • Keren ya pantai Pangandarannya. Reviewnya lengkap, dari suasana pantai, fasilitas yang ada di pantai sampai harga dll. Nice euy. Jadi pengen ke pantainya, tapi jauh:3

    Btw, Semoga lancar ya sidang skripsinya. :D/

  • Wah mas seru tuh liburannya, saya hampir pernah ke pantai itu, cuma waktu itu ada masalah sedikit yang bikin kita harus mengubur keinginan untuk kesana. Alias gagal liburan. Hadeeeh…

  • Habis liburaaan!!!
    Aku kapan pikninya nih? Heu heu.. Jadi pingin mantai..

    Emang kalau mau ngapa2in tuh harus cek bener2 deh, soalnya kalau g gitu ada aja yg kelupaan dibawa. Untung aja teteh kamu masih bawa dompetnya, kalau g fatal banget.

    • Semoga dilain kesempatan bisa mantai ya, Teh..

      Betul, ini kejadian aku jadikan pelajaran, semoga bisa jadi pelajaran buat teman-teman yang baca juga.

      Nah, itu, untung teteh bawa uang lebih..

  • waduuh mang kenapa gak menyapa saya,,, itu yang pakai caping itu saya lagi nongkrong nunggu job,,,, :v
    mantaplah liburannya,,,, kalau syamah jarang banget ke pantai pangandaran, paling setahun sekali kalau lebaran doang hehehe… πŸ˜€

    • Puguh ge lupa, euy. Next time lah, in shaa Allah aku kabarin kalau ke Pangandaran lagi.

      Haha, masa sih, ah, waktu itu gak aku tegor πŸ˜€

      Aku juga jarang sih, terakhir sebelum lebaran kemarin, terakhir di tahun 2015. Tepat ditahun 2017 sudah banyak perubahan..

  • Duch enaknya Liburan disana mas…..tapi tempat saya jauh mas di Sumatera.

    Komentnya buanyak bngt nich di artikel ini…salut nich buat admin, ohy Mas Andi koq…blog personalnya tdk bisa dibuka… ? apa belum perpanjang domain yach….

    • Hehe..kalau ada waktu dan dana aja, baru ke Pangandaran, Kang.

      Sekarang pindah ke domain ini, Kang, yang andinugraha masih aktif ko, tapi gak dipasang di blog ini lagi.

  • Itulah kelemahan tempat wisata-wisata dinegar kita. Semua uang dan uang. Seharusnya dengan membayar tiket sudah termasuk fasilitas umum. dan saya rasa tiket itu sudah tergolong besar. Wisata kan punya umum dan seharunya memang untuk umum alias gratis.

  • uhhh pangandaran.. aku malah belum pernah kesana.. sepertinya bagus..

    kemarin udh beberapa hari aku ngakses ke webmu yg andinugraha,com. tapi DNS error gitu. tak sangka lagi ada masalah atau apa.. ehh rupanya ganti domain.. hahaha okeeee lah kalau begitu

  • Kayaknya harus nyoba ke Jawa Timur deh mas tempatnya bernama Kota Batu, disana sangat banyak sekali wahana maupun tempat wisata alam. Kalau ke kota Malangnya lebih banyak pantai, pantai yang terkenal namanya pantai clungup, sendiki, goa china dsb. Kebetulan saya orang Malang hehe

    Templatenya 90% full CSS, keren mas πŸ˜‰

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *