Ngajak Main Sahabat Diary Mahasiswa ke Pantai

DiaryMahasiswa | Hallo sahabat diary mahasiswa. Apa kabar kalian semua? Mungkin kalian baru ngeliat aku updatelagi disini ya. Bukan, bukan aku berhenti nulis kok. Hanya saja belum post aja cukup lama. Bukan cukup sih memang lama, hampir dua bulan lebih lamanya.

Kemana aja sih, Ndi? Sok sibuk.

Memang sedang ada kesibukan lain, dan ada yang sedang aku persiapkan. Tapi nulis tetap jalan, buktinya buka diary mungil selalu ku bawa dalam tas kecilku. Hanya saja baru saat ini aku updatelagi. Terima kasih yang masih menunggu diaryku tayang disini.

Sebenarnya niat mau post lagi di ramadhan nanti. Tapi semangatku mendadak bangkit setalah melihat komentar singkat dari kedua sahabatku. Teh Sha dan mas Aul. Serius? Iya, nih komen dari mereka :

Sebenarnya sedari awal tahun tepatnya mendekati akhir bulan aku agak galau sih. Lah masa iya diarymahasiswa.com diblok facebook. Entahlah karena apa, yang jelas urlblogku dianggap spam oleh facebook.

Dan sempat kaget juga karena instagramku tiba-tiba gak bisa like, komen, follow, follbackdan setiap captionyang sudah aku tulis pun hilang entah kemana setelah tombol publishditekan.

Baca juga :Jalan-Jalan Bareng SDM dari Jakarta ke Hutan Pinus

Waktu itu bingung banget, kok bisa tiba-tiba seperti itu. Singkatnya aku tahu akibat urldiarymahasiswa.com terpasang di bio instagramku. Baik instagram pribadi ataupun instagram @diarymahasiswa

Begitupun instagram sahabat diarymahasiswa yang menyantumkan url blog diarymahasiswa.com terkena imbasnya. Terkait aku gak bisa komen dan likeitu sepertinya karena di anggap spam urlblogku, jadi di facebookbermasal dan instagramjuga sama.

Padahal sudah ku ajukan juga ke facebook. Bahwa blog diarymahasiswa.com aman-aman aja tanpa mengandung unsur sara dan yang lainnya.

Entahlah setelah dua bulan lamanya menanti, penantianku sia-sia. Mungkin akunya saja kurang sabar. Lah sampe sekarang belum ada kabar. Mau telfon mas Mark Zuckerberg takut ganggu, ya udah lah dengan sabar menunggu lagi.

Dan ternyata gak post diary di blog lebih dari sebulan itu hampa ya. Berasa ada yang hilang dan berasa lebih berat bawa otak dari biasanya. Terbiasa tertuang dalam untaian kata, udah lama ini aku bawa kemana-mana.

Hingga akhirnya aku alihkan ke domain yang satu (.net) dan domain awal (.com) di redirect ke domain (.net). Sekaligus aku mengganti tampilan. Ya jadilah seperti ini. Selamat datang, SDM…

Oh, iya terima kasih teruntuk sahabat Diary Mahasiswa, berkat kalian official instagram @diarymahasiswa hingga detik ini tembus di angka 50K lebih. Ini luar biasa sekaligus jadi salah satu suntikan semangat untuk lebih bisa konsisten lagi.

Ini semua aku target juga kok, bahkan terget-target followeryang aku capai sudah aku tuliskan dengan jelas di layar laptop. Alhamdulilah perlahan tercapai.

Btw, perlu di adain give away gak nih? Hehe.. Coba tulis di komen ya.

Oh, iya, kembali ke judul diary ini, ya seperti yang udah kalian baca. Jadi ceritanya aku dapet teman baru, Vian namanya.

Dia kerja di Jogja dan asalnya dari Malang. Arek Malang, rek si Vian ini..he. Salah satu kota yang ingin aku jelajahi curugnya. Belum lama memang kenal dengan dia. Tapi aku banyak tanya tentang Malang dan juga Jogja perbedaannya seperti apa.

Jogja lebih tenang kata Vian, kalau menurut kalian gimana? Banyak ngobrol ternyata dia juga salah satu follower@diarymahasiswa

Dia merantau ke Jogja pengen cari suasana baru. Mulai dari lingkungan, suasana hingga tempat kerjanya. Mungkin juga jodohnya..hehe

Kebetulan aku juga tahu dimana dia tinggal. Tepatnya di daerah Kasihan Bantul, Yogyakarta. Kalau kalian pernah lihat storyku yang sedang kulineran di daerah Kasihan pasti tahu. Waktu itu aku beli lotek. Dan sempat bertanya juga sama SDM lewat story instagram, ternyata banyak yang gak tau kalau itu lotek.

Dengarkan juga Q n A Diary Mahasiswa

Vian sendiri baru kali kedua main ke Jogja. Yang pertama gak lama itupun karena ke kampus kakaknya yang kebetulan kuliah di Jogja. Mungkin beberapa tahun yang lalu. Saat ini dia sendiri yang merasakan langsung kehidupan di Jogja. Sekalipun kerja setidaknya jadi tahu Jogja seperti apa.

Belum tahu banyak tentang Jogja, melihat instagramku, baik @diarymahasiswa atau @klikandi bahkan sempat baca-baca blogku ini juga. Jadi tahu kalau aku suka main. Memang itu salah satu hobiku..hehe

Dari situ dia pengen aku mengajaknya main. Kemana aja bebas, ujarnya. Agak susah bagi waktu sih awalnya karena ada beberapa kesibuka. Setelah menyempatkan akhirnya aku meluangkan waktu disore itu, tepat dihari Minggu.

Awalnya ada dua opsi pilihan, antara Paralayang dan juga Pantai Cemoro Sewu. Karena sebelumnya Vian melihat beberapa foto digalei gadgetku di pantai cemoro sewu. Akhirnya pengen kesana. Ya udah sore itu kami ke berangkatttttt…

Agak kurang enak badan sebenarnya, tapi karena udah bilang bisa ngajak jalan-jalan. Jadi aku usahakan, gak jadi siang hari karena kebetulan Minggu itu Jogja cukup panas, jadi aku memilih sore hari. Tepatnya setelah shalat Ashar.

Ditemani motor yang umurnya lebih tua dari kami. Berangkat dengan perlahan sembari ngobrol panjang lebar diperjalanan. Di tengah obrolan kami, aku sempat bertanya soal bensis di motor ini.

“Vian.. Btw, ini motor gimana bensinnya, aman kan?!” ucapku.

“Tenang, Ndi. Aman, udah aku isi full kok….” jawab Vian dengan nada tegas.

“Bagus deh kalau gitu.” ucapku dengan tenang.

Tanpa pikiran negatif, aku dengan tenang duduk dibelakang sembari merhatikan dia mengendarai motor. Sengaja Vian aku suruh mengendarai di depan. Biar dia juga bisa paham dengan perlahan jalan-jalan di Jogja.

Tanpa menunggu lama, bibirku yang masih kumat kamit dengan lancar ngobrol sana sini. Eh, tau-tau si motor jalannya menjadi pelan. Dan apa yang terjadi?

BENSINNYA HABIS….

Mana di situ jauh dengan pom bensin, warung yang jual bensin eceran juga jarang sekali. Jadinya kami tuntun tuh motor sembari nyari yang jual bensin, syukur-syukur bertemu pom.

Sudah cukup jauh kaki ini melangkah. Ternyata belum bertemu dengan pom. Aku sempatkan untuk bertanya kepada warga sekitar. Bertemulah dengan seorang bapak yang ada di warung dekat jalan dimana kau jalan kaki.

“Maaf mengganggu, Pak. Mau tanya pom atau yang jual bensin eceran disini dimana ya?” ucapku penuh harap.

“Oh ada, Mas. Lurus aja kurang lebih 1.5 kilo meter lagi. Nanti ada di sebelah kiri.” jawab bapak yang sedang santai di depan warung kecilnya.

“Oh gitu, terima kasih, Pak.” ucapku dengan senang.

Walaupun jaraknya masih lumayan 1.5 km, setidaknya ada harapan gak jalan kaki lagi. Setelah sampai akhirnya bisa minum juga ini motor.

Gak kami isi full, cukup satu liter saja. Fullnya nanti di pom saja. Baru beberapa kilo meter kami naiki dari tempat beli bensin. Mulai terlihat pintu masuk ke pantai Parangtritis.

Tapi aku sengaja ak lewat pintu masuk tersebut. Memang jalannya satu arah menuju ke pantai Cemoro Sewu juga. Biar gak usah bayar masuknya jadi nerobos deh ke arah pantai Depok. Ngirit maksudnya..he

Suasana sore itu cukup cerah pake banget. Makannya kami mengejar sunset di pantai nanti. Jalanan juga cukup rame terlebih mobil bus yang baru pulang dari arah pantai.

Begitu sampai pantai, pemandangannya perlahan redup, aku menduga gak bisa lihat sunset. Dan suasana pantai juga gak begitu ramai. Ini tumben banget, biasanya dihari libur itu selalu ramai.

Baru saja menginjakkan kaki di pasir pantai. Via langsung pengen foto.

“Ndi, fotoin aku lah..!” ucap Vian.

“Sebentar, kalem to..” jawabku santai.

“Cepetan lah, mau aku jadikan foto profil sekalian bisa diupload di instagram.” ucap Vian dengan senang.

Cekrek, cekrek..

Cukup sepi pantai disore itu. Biasanya kalau sedang rame tepi pantai itu banyak orang, baik yang foto-foto ataupun bermain air.

Aku coba pindah posisi ke arah matahari mau pergi. Tapi kurang bagus pemandangannya. Jadi cuma dapet foto sepeti ini.

Tapi kami bersyukur banget bisa menghabiskan sore di pantai lagi. Cukup duduk dengan terdiam juga terasa menyenangkan. Apalagi ditemani kamu, iya kamu..hehe

Aku rasa Vian sedang mengumpulkan banyak foto untuk memenuhi medsosnya. Ah, aku rasa kalau kalian ke pantai juga pasti sempatkan foto, apalagi selfie..iya kan 😀

Gak mau kalan, aku juga pengen mengabadikan foto, sebelum langit menjadi gelap. Tapi sayangnya foto yang terkumpul banyak jeleknya. Kadang gitu, orang yang aku fotokan bagus, sedangkan aku yang di foto kurang bagus. Blur atau mring. Ada yang ngalamin?

Background pasir di belakangku terlihat bekas roda ya? Memang betul, itu bekas motor roda empat yang disewakan disekitar pantai. Selain sore, pagi hari juga cocok untuk mengunjungi pantai cemoro sewu.

Tepat di dekat pantai cemoro sewu juga terdapat gumuk pasir lho. Yang bisa menjadi tempat foto manja kalian. Waktu aku ke gumuk pasir kebetulan pagi-pagi. Jadi gak panas, puas juga foto karena masih sepi.

Di tepi pantai ini juga biasanya banyak orang yang menunggangi kuda untuk menelusuri tepi pantai. Seru memang apalagi bisa ajak keluarga. Jangan khawatir terkait laper atau pengen ngemil.

Disekitaran pantai juga banyak yang jualan kok, selain makanan dilengkapi juga dengan kelapa muda yang siap disantap baik dingin ataupun nggak.

Asiknya lagi terdapat tempat sholat juga yang aku rasa cukup luas sih. Jadi jangan khawatir, begitu suara adzan berkumandang bisa langsung melaksanakan shalat.

Sesibuk dan seasik apapun, ibadah tetap yang utama ya sahabat. Jadi gak ada lasan untuk tidak beribadah ya.

Jangan salah fokus lho ya sama kaos yang kami gunakan..hehe. Kaos yang kami gunakan merupakan merchandise diary mahasiswa.

Kalau penasaran sama kaos yang kami gunakan bisa kepoin instagramnya @DiaryKoas

Setelah pulang dari pantai lapar dong pastinya. Nah kebetulan kami sedang explore angkringan-angkringan di setiap perjalanan atau main kami. Mulai dari suasana, rasa dan juga kenyamanan.

Waktu itu masih di daerah Bantul sih lokasinya, gak jauh dengan tempat tinggal Vian di Jogja. Sesampainya di angkringan, Vian memilih wedang susu jahe untuk menghilangkan dahaganya.

Aku sendiri memilih es teh, entahlah aku suka banget minum es teh di angkringan. Kenapa? Pengen tahu rasanya apakah sesuai dengan rasa yang aku inginkan. Karena setiap angkrinagn es tehnya aku akui rasanya berbeda-beda.

Sesekali juga beli es kopi ataupun wedang susu jahe + es..hehe. Tapi malam itu gak cuma es teh, aku lengkapi juga dengan nasi kucingnya. Kebetulan ada tiga lauk dalam nasi kucing yang tersedia.

Nasi oseng-oseng, nasi ikan teri dan nasi sambal. Nah aku sendiri memilih nasi sambal. Orang sunda makan tanpa ada pedes-pedesnya berasa ada yang kurang..hehe.

Ah, aku rasa kalian juga gitu. Iya, kan? 😀

Eits gak cuma itu, di angkringan juga dilengkap dengan sate usus, sate ati dan juga berbagai gorengan lengkap dengan cabainya. Untuk minumannya tersedia juga es tape.

Kalau kalian di angkringan lebih suka beli apa?

Oh, iya kapan terakhir kalian main ke pantai? Atau belum sama sekali selama di tahun ini? Sibuk boleh, tapi kita juga perlu refresing lho, biar fresh gitu..hehe

Gitu aja ya diary kali ini, nextaku ceritakan lagi diary perjalananku di blog ini ya.

Sahabatmu, @DiaryMahasiswa

70 Responses for Ngajak Main Sahabat Diary Mahasiswa ke Pantai

  • Pantainya pasir hitam dan coklat dan abu-abu ya? Di deretan Jogja dan sekitarnya apakah ada pantai pasir putih selain di Menganti, Kebumen?

  • Ada suka dukanya ya klo traveling Naik motor harusnya dpersiapkn dr awal biar bensin gj hbs jd gk lelah tapi terbayar dgn pemandangan laut yg indah yakk

  • Kalau liburan tanpa drama kayaknya memang gampang dilupakan. Untungnya ada drama habis bensin jadi bisa dibuat tulisan kan.

  • Duh jadi kangen sama yang namanya pantai, menikmati kelapa muda dipinggir pantai menjadi kesan tersendiri sambil menikmati pemandangan laut.

  • Berasa ikut perjalanannya nih, 😀
    Naik motor buat berkunjung ke banyak tempat menjadi pilihan saya karena selain memberikan kebebasan untuk menentukan waktu juga gampang masuk jalan-jalan yang kadang rusak dan kecil.
    Sukses diarimahasiswa dengan cerita-cerita menariknya

  • Ngebolang naik motor memang seru, Mas.
    Soalnya banyak tempat yang bisa kita singgahi.
    Tapi memang persiapan lebih ekstra, baik kondisi badan, juga kondisi motor.
    Semua harus prima. Jadi perjalan semakin menyenangkan.

  • Lain kali kalo mau travelling kudu disiapin bensinnya.
    Btw, makan diangkringan itu mahal tali dapetnya dikit, maka dari itu aku suka mesen sate telor, teh, sama orek.

    Lumayan nih pantai, bisa dimasukkan kedalem list pariwisata aku. Thanks

  • Lain kali kalo mau travelling kudu disiapin bensinnya.
    Btw, makan diangkringan itu mahal, dapetnya dikit, maka dari itu aku suka mesen sate telor, teh, sama orek doang

    Lumayan nih pantai, bisa dimasukkan kedalem list pariwisata aku. Thanks

  • Gagal fokus sama cerita diawal. Koq efeknya bisa sampe keblokir ya semua medsos gara2 url blog dianggap spam. Hhmm…pelajaran nih
    Btw udh diselidiki knp url blog nya dianggap spam?

  • Waktu masih mahasiswa juga pernah sekali jalan2 sama temen seangkatan ke pantai. Kere-kerean, modal 100rb per orang udah bisa makan sama nginep. Meski harus agak prihatin sih hahaha gapapa yang penting hepi

  • Bacanya berasa ikutan semua cerita dan perjalanan hingga akhirnya bisa menikmati keindahan Pantai di sore hari, hihi. Dan agak serem juga ya URL bisa jadi penyebab akun medsos keblokir semua, share lebih detail dooong, buat antisipasi.

  • Yang bikin kangen di angkringan itu cekernya.. gak pernah absen beli ini kalo ke angkringan.. sate usus juga gak absen ku beli

  • Wow kece banget IGnya tembus 50K.
    Btw emang FB agak ketat skrng kalau kita share2 link, makanya lbh baik kyk diseling2in gtu sih sama status #unfaedah #ehgimana

  • sekarang sudah bisa ya kak, alhamdulillah dan keren 50K nih followers nya. Sama aku juga kalo main sukanya minum-minuman anget dan itu pantainya pasir hitam ya kaka hehe

  • Wah bahaya juga ya efek dari link di blokir sampai IG juga kena dampaknya. Saya juga beberapa kali dapat teguran karena postinganku dianggap spam sama komunitas FB tapi syukurnya gak sampai diblokir…

    Btw keren yaa followernya udah 50k aja.

  • Lamaaaaa bener nunggu tayangan baru Diary Nahasiswa, akhirnya muncul dengan wajah baru dan teman baru juga…Welcome back ya!

    Giveaway? Why not? Mau banget

    Kalau saya di angkringan sukanya cari nasi

  • Nyekrol layar di awal kalimat, aku langsung prihatin dan penasaran kenapa akun fb mas bisa diblok sih ?.
    Ngga nyangka, hanya mencantumkan url blog di info profil berimbas seperti itu.
    Semoga cepat terselesaikan ya, mas.

  • Di jakarta gak ada pantai kak hehe untung kemarin pas ke Sulawesi sempat main ke pantai. Btw t d Jogja ya? Duh kota kenangan banget tuh

  • Sunset itu indah yah, tapi sayang hanya sementara, tidak seperti langit, langit itu selalu ada untuk kita, walau kadang cerah, kadang mendung dan kadang panasnya minta ampun…

    Harusnya si vian di omelin, biar gak kejadian lagi tuh jalan 1,5 km, wkakak

  • sungguh menyebalkan url blog bisa bermasalah gitu sampai dianggap spam. haha. gue ngerti sih laam enggak nulis atau ngeblog bikin kepala mumet. bikin hati sesak banyak cerita yg ingin dikeluarkan hihi. keliling naik motor memang seru banget. gue juga paling demen ngebolang naik motor. ah sungguh cerita yg indah.

  • sungguh menyebalkan url blog bisa bermasalah gitu sampai dianggap spam. haha. gue ngerti sih laam enggak nulis atau ngeblog bikin kepala mumet. bikin hati sesak banyak cerita yg ingin dikeluarkan hihi. keliling naik motor memang seru banget. gue juga paling demen ngebolang naik motor. ah sungguh cerita yg indah.

    kapan kapan gue ingin ke jogja lagi.

  • cieee..cieee Kompyak nieee yeeee,,,,pakai bajunya….. 🙂 bagaimana kabarnya mas…? templatenya dirubah yah…? ohy….mau ditulis review produk bajunya dan diterbitkan di blog saya??

    Kalau mau, kirim samplenya dua buah dulu ( hihihih… ) ke alamat saya…yah,hahaha…..#bercanda…

  • Akhirnyaa, post jugaa 🙂

    iya, tadi pas ngeklik sempet mikir, ini bener gitu blog andi. sampe liat bagian about nya dulu hehe

    kirain vian cewek, taunya cowok wkwkwk

    hayuk ngadain giveaway, nanti teteh ikut nyumbang hadiah juga 🙂

  • wah asyik juga ya gan bisa jalan-jalan kumpul bareng teman di pantai sambil menikmati keindahan alam disana, wah jadi pengen juga nih jalan-jalan, tapi bingung mau kemana hehehe 😀

  • Glad to see you back, Ndi. Jadi misteri medsos dan blog yang di-block belum terpecahkan ya?

    Kasihan Bantul? IH SAMA DONG KAYAK RUMAH GUWEEE. Aku di Kadipiro, Ndi. Yang banyak sotonya itu. Nah dari pom bensin ke arah utara dikit masuk jalan kampung 😀
    Kehabisan bensin di tengah jalan itu gue banget! Nasib punya motor lawas yang indikator bensinnya udah nggak jalan. Traveling itu yang penting bukan pemandangan, tapi pengalaman dan pelajaran. Kalo di angkringan aku suka makan sego kucing, gorengan, sate usus atau telur puyuh, sama teh manis panas 😀

    Salut IGnya tembus 50k. Bagi dong rahasianya wkwkwk

  • wah main kepantai enak nih gan,..he-he,.palagi bareng-bareng teman dekat dan teman blogger, sekan hidup menjadi lebih mengasyikkan dan tentunya bisa membuat diri menjadi lebih baik dengan refreshing bersama teman-teman,..oh iya lupa,.sebelumnya perkenalkan saya kuanyu gan,..blogger asal kota pangkal pinang

  • Cihuy aduh namaku mejeng di blog terkenal itu rasanya berbunga bungaaaa
    Thank you mas Andi, padahal aku cuma ngomen hihihi

    Ah, too bad harus jadi ganti link ya
    Padahal menurutku sih sebenernya nggak perlu sampai ganti link, lho, mas Andi

    Cukup nggak pasang link aktif aja tuh di instagram dan sosmed2
    Jadi ketik aja di bio nya diarymahasiswa(dot)com
    nanti orang-orang juga pada bakal ngerti

    Soalnya dari pengalaman ku duluuuu, ganti link itu ngaruh banget ke kunjungan blog. Kan sayang banget banyak yang nanti udah hapal linknya tau tau pas buka ngga bisa dibuka lagi 🙁

    Tapi mungkin ini pilihan yang sudah dipikirin matang-matang ya, I believe in you

    Tinggal pinter-pinter re-branding aja lagi biar orang orang tau ya mas kalo link nya udah ganti jadi (dot)net

    Semoga ngga ada masalah lagi yaa dengan akun-akunnyaaa

    Btw bagus banget itu langit pantainyaaaaa
    Jingga dan biru kelabu senja
    Sukaa

  • Kasihan banget itu sampai kehabisan bensin, ya motor tua walu ful paling mentok ya hanya satu setengah liter.
    Kalau itu soal fb, biarin saja nanti juga pulik dengan sendirinya.
    saya punya IG, eh ngenes nasibnya.

  • Lama gak main dimari, sepertinya ada yang berubah ya kang?

    Gimana kabarnya kang, masih seru aja ya jalan-jalannya, mohon maaf jarang berkunjung karena lagi punya kesibukan baru. Salam kompak selalu ya kang, sukses terus dengan diary-nya

  • ya ampun udah lama juga sih aku ga apdet blog wkwkw
    sama mas
    diary mahasiswa makin eksis aja mas
    salut aku
    ah pantai kapan aku bisa ke sana….

  • “Vian, bensinnya udah diisi full kan”
    “udah diisi full kok”

    eh tau tau habis, wahahah,,, dorong motor deh jadinya. Perjalanan yang cukup panjang untuk mencapai Pantai, harus drama nuntun mtor dulu nyari bensin

  • woah pantesan ig nya diary mahasiswa tak tampak di peredaran timeline ku

    kalau ganti domain, berarti harus memulai dari nol lagi ya untuk DA PA nya
    semangat ya
    Inshaa Allah naiknya cepet

    wuah aku gak sabar pengen nang jogja
    ngenteni kuliahku mari sek

  • Pantesan lama banget nggak pernah update, mas. Tak kira mau hiatus.
    Ini masih mending, sih. Meskipun nggak update tulisan di blog, tapi masih sempet nulis-nulis di buku diary. Kalau saya mah, enggak dua-duanya. Parah memang.

    Tahun ini saya belum ke pantai. Mungkin pas libur lebaran besok bisa jadi agenda khusus, buat nyobain piknik ke pantai-pantai yang ada di Purworejo-lah. GAS….

  • wah mas Andi, saya juga habis kena banned nih, blog saya yang santozahmad sekarang saya alihkan ke santoahmad ya cuma ngilangin huruf z nya aja.

    tetap semangat mas, karena selagi kita hidup kita masih bisa menulis dan menceritakan hal hal yang terjadi di kehidupan kita, dan bisa di share ke orang lain.

  • Emg jogja nenangin kok. Bikin damai meski macet dimana2..huhuhu
    Akhirny update juga yaa.. Btw kl diangkringan ku juga lebih suka es teh sama sate susu. Uwww

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *