Makan Malam Sembari Nongkrong? Ke Angkringan Echo Aja!

DiaryMahasiswaย | Hallo, SDM (Sahabat Diary Mahasiswa). Ada yang berfikir nggak sih, ini si Andi kemana, udah lama nggak nulis diary lagi. Tapi bener sih, ada yang tanya, terima kasih sudah perhatian ^_^. Sebenarnya aku sendiri nggak lupa akan updateย diary kok.

Jadi gini temen-teman. Di akhir bulan Februari hingga awal sampai pertengahan bulan Maret, aku sendiri bener-bener sibuk. Sibuk diluar, terus apa nggak sempet nulis? Sempat kok, hanya saja masih di buku diaryku yang biasa aku bawa kemana-mana.

Tapi belum sempet disalin dan publis disini, karena kegiatanku diluar itu, bener-bener diluar Jogja. Dan aku nggak bawa laptop. Bukan nggak bisa, tapi nggak memungkinkan. Aku sendiri belum terbiasa ngepost diary lewat gadget.

Aku jadi teringat pembicaraan guruku waktu itu disaat kami perjalanan ke Jember. Dimana suatu saat nanti aku akan menemukan waktu dimana susah untuk ngeblog. Masuk logika sih, karena terlalu sibuk diluar dan banyak yang harus dikerjakan. Meskipun gitu aku tetap harus nulis diary. Walaupun nggak langsung dipost di blog. Dibuku aja dulu, nanti kalau ada waktu baru aku salin.

Baca juga :ย Laper tapi Mager? Cobain deh Bebek Buma! Josss Banget..

Meskipun nggak bisa maksimal seperti sebelum mendapatkan kesibukan lebih. Setidaknya aku harus bisa meluangkan nulis. Setelah kembali ke Jogja, aku meluangkan waktu untuk nongkrong sembari makan di angkringan. Dan bakal ada kejutan kedepan nih, kejutan diary kuliner dan jalan-jalan.

Di diary kali ini aku akan menceritakan salah satu tempat makan yang identik dengan kota Yogyakarta. Angkringan namanya. Kalian tentu sudah tahu kan? Nah, ada yang tahu nggak asal muasal angkringan itu seperti apa?

Well, aku kasih tahu aja ya. Asal muasal angkringan ini aku dapet dari beberapa sumber yang pernah aku baca.

Jadi gini kata Angkring atau nangkring yang dalam bahasa Jawa mempunyai arti duduk santai. Angkringan memang sejatinya milik masyarakat kecil, atau wong cilik. Dan awal-mula munculnya Angkringan, dari arus bawah yang juga ditujukan pada orang-orang rendahan.

Angkringan di Yogyakarta sendiri dipelopori oleh seorang pendatang dari Cawas, Klaten, Mbah Pairo namanya. Tepatnya pada tahun 1950-an. Daerah Cawas sendiri secara adminstratif termasuk wilayah Klaten Jawa Tengah, yang merupakan daerah tandus terutama di musim kemarau.

Tidak adanya lahan subur yang bisa diandalkan untuk menyambung hidup, membuat Mbah Pairo mengadu nasib ke Jogjakarta. Mbah Pairo bisa disebut pionir angkringan di Yogyakarta. Usaha angkringan Mbah Pairo ini kemudian diwarisi olehLik Man, putra Mbah Pairo sekitar tahun 1969. Lik Man yang kini menempati sebelah utara Stasiun Tugu sempat beberapa kali berpindah lokasi.

Seiring berjalannya waktu, angkringan kemudian menjamur hingga pada saat ini sangat mudah menemukan angkringan di setiap sudut Kota Jogja. Angkringan Lik Man pun konon menjadi yang paling dikenal di seluruh Jogja, bahkan di luar Jogja.

Saat ini angkringan semakin mewabah dan menular hingga ke berbagai kota. Bahkan di Jakarta juga ada. Tapi bagiku tetap Jogja menjadi khas dengan angkringan. Nggak sedikit juga di Jogja angkringan-angkringan baru. Termasuk angkringan echo yang satu ini.

Angkringan Echo yang punya sahabatku sendiri, Kholid namanya. Dia orang pertama yang aku kenal disaat pembekalan kuliah dulu. Dan sampai sekarang tetap akrab, setelah kenal dia, kami kenal juga dengan Maman, kalau kalian sering baca diaryku sebelumnya pasti tahu, dan satu lagi Bayu.

Dari situlah kami membentuk kelompok yang disebut dengan Basecamp Al-Munir. Kenapa Al-Munir? Karena berlokasi di lantai 2 masjid Al-Munir. Dulu setiap pulang kuliah atau istirahat, kami selalu ke basecamp tersebut. Kalau nggak buat ngerjain tugas pasti buat istirahat. Sampe-sampe kami pernah di marahin gara-gara tiduran di basecamp. Padahal tempatnya mau digunakan untuk TPA.

Baca juga : Nyobain Ramen

Sekarang sudah jarang, karena masing-masing dari kami sudah punya kesibukan sendiri dan bahkan sudah ada yang nggak di Jogja. Yang sering ketemu paling aku dan Kholid aja. Meskipun Bayu orang Jogja juga tapi dia sangat susah ketemu. Sibuk kerja juga sih. Aku aja kalau ketemu Kholid sekarang seringnya kalau lagi makan dan nongkrong di angkringannya.

Sebelum jualan di angkringan, dulunya dia jualan roti bakar. Roti bakarnya juga sangat laris. Awal tahun tepat di tanggal 1 Januari 2018, mulailah jualan makanan lewat angkringan. Dinamai Angkringan Echo. Echo memiliki arti enak.

Memang enak makanan yang ada di angkringan ini. Nggak cuma di angkingan echo. Tapi di setiap angkringan juga sama. Hanya saja dalam segi penyajian dan kebersihan bagiku bisa mempengaruhi selera makan kita. Betul apa betul?

Sudah sering aku main ke angkringan echo ini. Dan, biasanya setiap maen aku kontak teman-teman, kebetulan malam itu aku kontak kan kang Arif, temanku juga. Dan kebetulan rumahnya juga nggak jauh dari angkringan echo.

Udah lama nggak ketemu juga sama kang Arif, jadi makan sekalian ngobrol santai. Ngobrolin skripsi, ngobrolin kegiatan sehari-hari dan yang lainnya. Malam itu banyak juga yang datang, bahkan penuh, saking penuhnya biasanya aku suka nggak kebagian nasi kucing di angkringan echo.

Makannya sebelum ke angkringan aku suka kirim pesan singkat terlebih dahulu untuk memesan nasi kucing, dua atau tiga. Tujuannya begitu sampai disana, aku kebagian nasi kucing dan makan. Sengaja setiap mau ke angkringan echo aku selalu nggak makan dulu.

Nggak cuma nasi kucing, ada gorengan, sate yang intinya khas dengan angkringan pada umumnya. Begitu juga bagi yang mau pesen mie, iya mie yang identik dengan anak kost. Kalian bisa beli disini, dan nggak cuma itu di angkringan echo juga tersedia wifi gratis.

Makannya salah satu alasan orang yang datang ke angkringan ini betah itu karena internetnya, ditambah dengan makanan yang enak untuk nemenin ngobrol sembari main internet. Nggak heran kalau jam 24.00 itu masih ada aja orang yang datang. Pesen makan ataupun yang lainnya.

Tidak hanya itu, biasanya di sekitar angkringan echo ini banyak yang jualan juga, terlebih kalau sore hari. Malamnya biasanya suka ada yang jualan bakso, dan yang jualan temannya Kholid juga. Jadi bisa sembari makan bakso dan nongkrong di angkringan.

Jangan ngiler kalau lihat mie ya. Terlebih anak kost, mie itu udah jadi makanan akrab, makanan penolong disaat akhir bulan. Makannya bagi kalian yang masih kuliah, tulis tuh mie instan di lembar ucapan terima kasih di skripsi ya..hehe

Sembari makan, sembari lanjut ngobrol sama kang Arif. Terlihat begitu khusyu kang Arif menyimak apa yang aku ceritakan. Penasaran aku cerita apa, coba tanya aja sama kang Arif ^_^

Ada saatnya juga mendengarkan balik ceritanya. Ya begitulah kalau lagi kumpul banyak ngobrol. Terlebih kalau kita sudah lulus, pasti satu hal yang bikin kangen sama teman-teman seperjuangan itu ya bertemu, ngobrol bareng dan yang lainnya.

Nggak cuma anak muda saja yang nongkrong disini, tapi orang tua juga banyak. Bahkan tidak hanya sekedar nongkrong, tapi makan dan ngopi. Woy, udah ngopi belum? Diem diem bae ๐Ÿ˜›

Yang maen game sembari nongkrong juga ada, banyak malahan. Dan enaknya lagi di angkringan echo menyediakan colokan untuk ngecas. Biasanya kalau aku lihat, banyak orang yang maen game sampe lupa waktu. Bahkan sampai sedang dicas juga tetep maen game.

Malam itu aku udah pesan 2 nasi kucing. Untuk menunya aku nambah gorengan dan minum es teh. Nasi kucing setiap angkringan itu beda-beda, ada yang udah ada lauknya berupa kering tempe, sambel, ikan teri dan yang lainnya.

Baca juga : Wedangan Kampoeng, Tempat Makan Bernuansa Jawa Tempoe Doeloe

Bahkan angkringan langgananku yang lokasinya dekat kost banyak menunya, ada nasi uduk, nasi pecel lele, nasi ayam geprek, nasi kentang, dan masih banyak lagi yang lainnya. Menunya udah seperti menu nasi padang gitu. Hanya saja sudah terbungkus dalam satu nasi kucing.

Dan angkringan ini berbeda dengan angkringan echo. Ya, karena bukanya sedari pagi. Pokoknya jam 7 pagi udah rame aja yang beli. Langgananku kalau setiap pulang gowes, dan pasti mampir untuk makan.

Lihat aja, saking ramenya yang datang. Sampe nggak kelihatan yang jualnya ๐Ÿ˜€ Rata-rata mereka habis makan lanjut nongkrong sembari nyantai.

Kholid sendiri saking sibuknya terkadang sampe lupa makan. Makannya dia suka nyempetkan makan di angkringan. Lihat aja porsinya tuh. Itu aja kadang bareng sama adeknya. Kebetulan adeknya suka membantu jualan di angkringan. Terlebih kalau Kholid capek, adeknya yang urus angkringannya.

Kebetulan juga malam itu aku disuruh cicipi menu baru, sate bakso. Enak rasanya malahan aku ketagihan pengen nyoba lagi. Terlihat foto dibawah memang beberapa ada yang udah habis, biasanya jam 20.00 aku ke angkringan juga sudah banyak yang habis.

Dihari yang berbeda aku juga kadang dapet pesan singkat suruh datang kumpul. Kebetulan malam itu ada Darman dan Anin juga. Nggak melulu aku datang terus sih, kalau lagi ada waktu aku datang dan ikut kumpul.

Kalau udah ngobrol aja suka lupa waktu sering aku pulang dari angkringan sampe mau tutupnya. Kadang tutup pukul 24.00 bahkan lebih gimana orang yang masih ada aja sih, biasanya malam minggu suka lebih dari jam 12 malam.

Yang datang ke angkringan echo ini nggak cuma laki-laki, perempuan juga banyak lho. Bahkan pernah kedatangan juga sama Vera Lestari. Seperti foto dibawah ini.

Mungkin sebagian orang nggak tahu siapa dia, begitu pun aku awalnya. Setelah Kholid kasih tahu ternyata dia itu kiper timnas perempuan. Bahkan tak sedikit juga yang datang sembari mengerjakan tugas.

Bagi yang penasaran intip aja akun instagramnya, bisa di kunjungi lewatย @angkringan_echo

Angkringan echo buka sedari sore, kurang lebih pukul 17.00 an. Jadi bagi yang mau datang sebelum malam bisa sedari sore.

Alamat : Samping timur Telkom Bantul (Utara jalan)
Info?DM atau WA 089624585823 Bantul, Yogyakarta

Btw, kalian kalau ke angkringan sukanya makan apa aja nih?
Mungkin segitu aja dulu ya, next time aku bahas diary kuliner lagi dan diary jalan-jalan deh. Aku tunggu komentar kalian dibawah ya.

132 Responses for Makan Malam Sembari Nongkrong? Ke Angkringan Echo Aja!

  • wah ini mah bukan angkirngan yang khas pake gerobak trus tempat sempit, atau lesehan, ini udah jadi restoran. banyk banget pengunjungnya. selepas kerja aku sering mampir angkringan deket kantor, macam kayak camilan, jadi ga kerasa kalau udah makan banyak.

    • Itu pake gerobak kok, Mas. Hanya saja ada tempat dimana untug orang-orang makan sembari nongkrong. Kerennya lagi sudah tersedia casan dan free wifi..he
      Anak kost mana coba yang nggak betah?

      Bener, Mas. Memang gitu di angkringan itu kalau orangnya terbiasa makan porsi besar dan banyak. Begitu ke angkringan mereka akan merasakan kenyang disaat udah makan ini itu, tahu-tahu berapa puluh ribu aja bayarnya..wkwk

      Biasanya sering pesen apa kalau di angkringan nih, Mas Rizal?

    • Iya, nih. Mas. Udah lama kepengen update, tulisan udah ada, dan apalagi foto, beibun tuh..haha

      Waktunya saja yang kurang pas dan banyak tersita dengan kesibukan lain. Tapi aku in shaa Allah nggak meninggalkan DM. Pengen aku besarkan.

      Apa yang paling disukai kalau di angkringan nih, Mas?

    • Iya memang, Mas. Seperti apa yang udah aku ceritakan di atas, Jogja, Solo, bahkan Jakarta ya. Tapi di Jakarta sendiri harganya gimana, Mas? Berapaan gitu nasi kucingnya?

      Laper, Mas. Kuy ngangkring..hehe

  • Seperti saya saat ini, kegiatan ngeblog sudah mulai jarang saya lakukan, mas. Terlalu banyak kesibukan lain.

    Wah, berbicara mengenai nangkring, atau nyantai, kayaknya memang pas banget kalau nyantai di angkringan. Duduk santai sembari menikmati secangkir kopi atau menu lain di angkringan memang yahut. Hahaha

    • Bener sih banyak kegiatan, tapi aku selalu menyiapkan, nulis di buku gitu, kalau ada waktu baru disalin, yang penting intinya dapet dan ditulis..he

      Yahut banget, bisa juga sembari ngeblog ya, Mas..hehe
      Menu apa yang biasa dipesan kalau lagi ngangkring nih, Mas?

  • Apaan Om
    Saya udah lulus tapi g da satu pun cewek yg kangen sama saya
    Seenggaknya y kirim pesan gitu, aku kangen kamu semenjak lulus
    Ini mah boro2 mas
    Kan kalo ada yg kangen, saya bisa ajak cewek itu ke angkringan
    Makan, Dy yg bayar
    Minum, dy yg bayar
    Saya mah tinggal kenyangnya aja dah

  • Weitsss.. jalan-jalan kemana neh Kang. Jadi pingin mampir ke Yogya lagi.

    Coba di Bogor ada angkringan kayak gitu, seru kali yah.

    Btw, yg ngambil fotonya yahud banget tuh. Bagus banget suasananya bisa tertangkap dengan bail. ๐Ÿ˜Š

    • Terakhir ke Wonogiri, Kang..he
      Kalau ke Jogja berkabar aja ya, biar bisa silaturahmi nih ๐Ÿ™‚

      Di Bogor nggak ada kah, Kang?
      Saya kira ada, karena di Jakarta juga ada. Tapi di Jakarta sendiri saya belum tahu dan belum survei, jadi kurang tahu soal rasa dan harganya juga..he

      Iya tuh, yang ngambil si pemilik angkringan_echo nya..he

  • Makan malam sambil nongkrong, sering banget kalau sama temen ngomongin angkringan
    lucu baru ngeh juga sih hehe
    "ya udah keangkringan aja" padahal yang disebutin bukan kedai atau warung makan cuma tempat yg enak aja buat ngobrol santai

    • Iya itu, makannya cocok buat ngobrol apalagi kumpul sama teman-teman ya, Teh.
      Udah gitu ditemani makanan, cemilan, bisa ngopi atau es..he
      Lengkap dan makannya betah kalau ngangkring..hehe

      Sering ngangkring kah, Teh Maya?

    • Jadi kapan mau ke angkringan echo nih, Mas? hehe
      Memang bikin betah nganggkring di echo itu, makannya banyak orang yang pulang malam, bahkan sampai tutup ๐Ÿ˜€

      Biasanya kalau ngangkring, Mas Idris sendiri suka menu apa aja nih?

    • Memang, udah gitu free wifi lagi. Kurang apa coba, anak kost mah udah girang banget itu..wkwk
      Sesuai taglinenya, "Ngangkring is Lifestyle" ๐Ÿ™‚

      Mie memang menarik dan bikin pengen, apalagi anak kost seperti saya, yang akrab dengan mie ๐Ÿ˜€

  • Artikel ini yach Mas Jawaban dari ketidak adaan penampakan artikel terbarunya yach….:)

    Kirain, lupa pasword untuk login.

    Salut yach buat mas Andi, selalu menuliskan sesuatu ke Buku diary yang selalu dibawa kemana – mana.

    • Oh, gitu, sama-sama. Angkringan langganan saya setiap pagi itu malah menunya bermacam-macam, udah seperti di rumah makan. Ada nasi uduk, pecel, pecel lele, ayam geprek, dan masih banyak lagi yang lainnya..he

      Btw, Ma Himawan ini orang mana ya?

        • Hehe.. Betul, Mas. Kapanpun ke angkringan bisa ๐Ÿ˜€

          Saya asli dari Ciamis, Mas. Tapi sekarang di Jogja.
          Magelang, bisa kopdar yah, silaturahmi gitu..hehe

          Sering ke Jogja nggak, Mas?

          • O,dari Ciamis asalnya mas,jauh juga ya merantaunya.
            Betah dengan suasana akrab Yogya ya ?

            Boleh, dengan senang hati bisa kopdar dan berkenalan.
            Bisa saling tukar pikiran tentang blog.

            Ke Yogya sering juga,mas.

          • Iya, Mas. Naek bis 7-8 jam.an dari Jogja ke Ciamis. Kalau kemarin saya pake motor bisa 6 jam. Sebenarnya kalau menggunakan motor tergantung yang bawa sih, saya pribadi lebih baik santai asal sampai.

            Betul betah di Jogja, Mas..he
            Selain orangnya, lingkungannya juga.

            Berkabar aja, Mas kalau ke Jogja, kontak saya ada di menu kontak. Siapa tahu saya longgar disaat mas ke Jogja, kan sekalian silaturahmi atau nggak bisa juga maen bareng..hehe

            Berkabar kalau ke Jogja ya, Mas.

          • Betul,aku juga suka pilih cari amannya saja saat berkendara, ngga suka ngebut.
            Berbahaya kalau sampai ngebut2an.
            Selain aman juga sambil nikmatin pemandangan di perjalanan.

            Yups,suasana Yogya tuh ngangenin
            Duh,kayak lagu jadinya … ๐Ÿ˜

            Baik,aku save kontaknya mas.

          • Betul, Mas. Setuju, apalagi kalau gowes bisa banget untuk nikmatin pemandangan di perjalanan..hehe

            Memang enak sembari dengerin lagu, Mas..hehe

            Okey, Mas..

  • saya baca ceritanya sampai 2 jam lebih Mas..
    pokoknya lengkap, komplet, jelas, detil, gamblang …

    telur puyuh, wedang kopi, wedang jahe, wedang teh, sendok mlengkung, termos es, panci, galon, sampai sampai ada mata kecolok sedotan….wes pokonya serba ada….

    Matur nuwun nggeg Mas…!

    • Masa sih, selama itu kah, Mas..hehe

      Haha.. itu galon dibawa segala, Mas. Ada saya juga nih di kost ๐Ÿ˜€
      Ternyata tahu detailnya nih Mas dengan semua yang ada di angkringan.. mantep.
      Sami-sami, Mas..

  • Saya jadi tahu sejarah angkringan nih. Ternyata cikal-bakalnya dari luar jogja pedagangnya.
    Saya hampir tiap malam minggu nongkrong di angkringan. Nasi kucing, itulah idaman saya.

    • Betul sangat, Mas. Wah nasi kucing memang idaman setiap orang kalau ke angkringan ya, Mas. Terlebih rentetan cemilannya..hehe

      Biasa habis berapa nasi kucing sekali makan nih, Mas? ๐Ÿ™‚

  • Rame banget ya yang nongkrong disitu.
    Waktu ke Jogja kemarin saya hanya nongkrong di angkringan yang ada di alun2 jogja.
    Lupa alun2 utara apa selatan, hahah.
    Ah jadi kangen Jogja kalo bahas angkringan.
    Makan enak dan kenyang, tapi bayarnya murah meriah ๐Ÿ˜€

    • Iya rame, Mas. Karena tempatnya selain nyaman bikin betah juga. Udah gitu ada wifinya juga..he
      Oh gitu, next time kalau ke Jogja coba kontak aku aja, Mas. Biar bisa aku ajak nongkrong kemana gitu ๐Ÿ˜€

      Btw, Mas asli dari mana?
      Kapan ada rencana ke Jogja lagi?

  • Aduh kang Andyy,, itu nasi kucing ama mie ngiler bener.. uda lama gak makan mie, (padahal baru kemarin). Kalau gini sih kayanya siang2 makan mie nih setelah baca artikelnya kang Andy, pengen main kesana tapi jauh bener hehe

    • Ayo makan mie lagi, Teh. Biar kayak anak kost, yang selalu dekat dengan mie..haha
      Kemarin itu kemarin, hari ini mah kan belum makan mie kan ๐Ÿ˜€

      Mending masak mie dulu, nanti di makan sembari lanjut baca ini..hehe

  • Tempatnya strategis, dan PW banget kaynya hehe…
    kok namanya echo yah ?? kayak perintah buat nampilkan pesan di bahasa pemrograman… hahah
    apa bang kholid ini juga programmer, sehingga terinspirasi buat angkrinbgan dengan nama echo… ๐Ÿ˜€

    • Bukan kayaknya, Mang. Tapi emang bener..he
      Bener kayak buat nampilan perintah di programan, Mang. Echo itu enak artinya, kalau ke Jogja nggak cuma nemuin nama echo pada angkringan ini aja lho, Mang.

      Tapi ada juga banyak angkringan acho versi lainnya. Bahkan ada juga gudeg yang namanya, gudeg echo ๐Ÿ™‚

      Tapi bisa nyambung juga, karena Kholid kuliah di jururan Teknik Informatika, Mang ๐Ÿ™‚

  • Kalau di daerah Solo dan sekitarnya, lebih popiler disebut HIK / HEK. Bukan angkringan. Tapi secara bentuk dan makanan yang dijual sama sih.

    Dilihat dari foto-fotonya, kayaknya ini angkringan dengan konsep kekinian ya, Mas Andi? Interior dan fasilitasnya berasa di cafe-cafe gitu. Mana ada fasilitas wi-fi gratis. Bakal nambah betah berlama-lama nongkrong.

    Kalau menu favorit di angkringan, saya milih koyor & sate usus bakar. Bikin ketagihan ๐Ÿ˜€

    • Oh, yah? HIK/HEK aku malah baru denger lho, Mas..hehe
      Oh gitu, cuma beda sebutannya aja ya, Mas.

      Bukan kekinian lagi, tpai zaman now..wkwk
      Nah itu salah satunya, betah dan pengen berlama-lama ๐Ÿ˜€

      Beuh, bikin nagih itu mah, ya meskipun nggak semua angkringan ada menu tersebut. Tapi hampir semuanya udah khas menu angkringan ya, Mas.

  • Wah.. angkringan jaman now nih mas, ada Wifi dan IG nya juga. Bisa sekalian promo lewat IG ya, sip deh strategi pemasaran yang bagus.

    Di sekitar tempat saya tinggal juga semakin menjamur angkringan ini, mulai dari yang sederhana bangunan geber, sampai yang bangunan permanen layaknya resto.

    Memang cirinya hanya nasi kucing ya, tapi jangan salah.. lauknya enak-enak, bahkan mahalan laukanya daripada nasi kucingnya hehe.. Dan biasanya makan satu bungkus nggak akan cukup, apalagi buat laki-laki pasti nambah samapi dua atau tiga bungkus, ya kan..

    Saya sendiri belum pernah makan di angkringan karena identiknya dengan laki-laki, padahal pengen juga ngerasain sensasinya makan di angkringan hehe..

    • Betul, dan ini angkringan ngikutin perkembangan. Salah satunya share foto-fotonya lewat IG. Harus bisa manfaatkan WiFinya donk..hehe

      Bener sih, makin sini angkringan makin top. Enak, nyaman itu mah tergantung kita. Karena bagiku sendiri tempat mewat nggak menjamin nyaman, begitu juga sebaliknya dengan yang sederhana malah bikin betah berlama-lama. Terlebih kalau ada WiFinya..hehe

      Betul, lauknya beragam bisa milih sesuai keinginan. Pasti itu mah, Teh. Satu dua kalau lagi laper banget mah nggak cukup. 3 pasti lumayan lah, karena pengganjal lainnya akan terbantu oleh gorengan dan embel-embelnya..haha

      Iya sih, coba ke angkringannya agak sorengan, maksudnya nggak larut malam. Biasanya belum begitu ramai yang datang (laki-laki). Tapi nggak menutup kemungkinan juga sih kalau sedari sore atau awal buka sudah rame..hehe

      Di Jogja sendiri ada tuh angkringan yang besar, tingkat dan perasmanan malah. Itu banyak laki-laki dan perempuan yang beli juga. Tapi tetep ada rasa kepuasan tersendiri ya kalau makan di angkringan yang bentuknya gerobak gitu, nggak seperti resto..he

  • Weeh cah sibuk ki, wkwkwk
    Kl aku malah 99% nulis di draft ponsel mas.. Hhh
    Btw. Aku jd pengin cobain angkringan echo nih, sayang banget baru dipublish. Cba publish tulisan ini sebelum aku ke jogja kemarin.. Hmmm

    • Wkwk.. Aku ki menyibukan diri, Mab.. wkwk

      Terkadang juga gitu kalau nggak memungkinkan keluarin buku diary, tulis di ponsel, tapi kalau aku udah beradepan sama buku diary, suka lanjut nulis, entah apa itu ๐Ÿ˜€

      Boleh, nah itu tandanya harus ke Jogja lagi. Dan harus mampir..he

  • Wah ternyata di Bantul toh? aku kan juga asli Bantul mas :))
    Kalau nggak salah sih tempat itu duluu sempet dipakai untuk jualan es kelapa muda dan batagor. Eh tapi entah ding :p

    Menunya variatif, mungkin juga letaknya yang lumayan strategis yang membuat menu di angkringan sering habis jam 20.00 wkwk. Besok coba kalau mampir ke sana aku sebut nama mas Andi Nugraha ya? siapa tau dibonusin tambahan satu centong es batu pas pesen es ๐Ÿ˜›

    • Oh, yah. Deket dong ke angkringan echo?
      Bukan dulunya aja, Teh. Tapi sampe sekarang juga masih, hanya saja bukanya siang. Kan ini angkringan bukanya sore, kurang lebih jam 5-an lah. Wah berarti sering ya ke daerah bejen, Bantu?

      Betul letaknya strategis dan bersampingan banget sama telkom, Bantul.
      Boleh-boleh, sebut aja nama Andi Nugraha, pasti nanti dapet bonus dari temenku.. haha

  • Begitu toh ceritanya mas, samaan kita. Saya juga lumayan hectic akhir-akhir ini. Untungnya masih punya beberapa draft yang auto publish, jadi blog tetap update. Ya walaupun interaksi di kolom komentar mati total. hehe

    Konsep angkringan emang nyaman banget. Dulu waktu masih kerja di Bandung, saya cukup sering main-main ke angkringan. Ya tentunya angkringan bandung, nggak ke angkringan Echo, jauh soalnya. hihi

    • Untungnya masih ada bebrapa draf ya jadi bisa publis..hehe
      Pasti itu mah, balasin komen harus disaat santai, biar lebih enak ya..

      Kalau ke Jogja nanti bisa lah mampir ke angkringan Echo atau yang lainnya..he

  • halo mas andi, sekarang aku malah udah terbiasa ngetik postingan melalui smartphone. Yaa walaupun finishing tetap pake laptop (upload foto dan editing akhir).

    Kalo bicara tentang angkringan memang tidak ada habisnya. dahulu yang biasa saja, sekarang telah berkembang dengan menyediakan berbagai pilihan menu dan fasilitas lainnya yang membuat pengunjung lebih nyaman dan betah ketika berada di sana.

    • Oh, yah. Aku belum sempet nyoba aja nih, Mas..he
      Next aku coba lah, tapi kadang gadgetku udah lemot, perlu di update nih. Biar bisa posting lewat HP juga..hehe

      Betul, udah sama seperti halnya cafe-cafe ya, Mas. Mulai dari makanan hingga fasilitas juga demikian.

    • Beuh, udah sambil ngeblog di angkringan ya, Mas..he
      Saya juga suka nyempetin browsing atau apa lah, ya selain nyaman kan nggak ada salahnya manfaatkan WiFi ๐Ÿ˜€

    • Betul, Pak. Bisa booking dulu terus pesan berapa jumlah makan sesuai yang hadir. Wah seru banget sepertinya..hehe
      Aamiin, nanti saya temenin ke angkringan echo, Pak ๐Ÿ™‚

  • wah, asiknya biia nankring di angkringan milik temen sendiri. Di Jakarta, ada beberapa angkringan, yang si pemiliknya juga orang Jawa, hehehe. Aku pernah nangkring di angkringan bareng sohib, murah meriah manja, asik.

    • Oh, gitu. Orang Jawa yang merantau di Jakarta ya, Teh. Terus buka angkringan disana. Iya, murah meriah memang. Apalagi kalau lagi ngobrol, comot sana sini, tahu-tahu bayarnya banyak..haha

  • Angkringan ini emang identik sama kumpul bareng temen sambil makan nggak selesai-selesai ya. Apalagi kalo menunya banyak,, tahu-tahu udah banyak aja makannya.

    • Nah itu, betul banget. Tahu-tahu bayar banyak ๐Ÿ˜€
      Tapi kalau udah kenyang mah pasti stop ๐Ÿ˜€
      Memang sih kalau menu banyak, rasa mantap. Bakalan nyesel kalau nggak nambah..hehe

  • Ngomongin angkringan jadi ngiler makan di Angkringan. Tapi, sayang daerah sini gak ada angkringan. Adanya tukang bakso sama siomay, hehe.
    Bisa didatangi kalau ke Yogya nih angkringan echonya.

    • Bakso dan siomay juga mantap, Teh. Tapi angkringan lebih nyaman kalau untuk bisa berlama-lama nongkrong..hehe
      Shiap, bilang aja dapet info dari Andi Diary Mahasiswa gitu, terus minta diskon ๐Ÿ˜€

  • Pertama kali mengenal angkringan, saat masih di Semarang. Tapi aku orang rumahan, jadi bungkus aja, nasi kucing dan lauknya. Trus di Tuban juga sudah mulai banyak angkringan. Cuma rasanya beda dengan di Semarang dulu. Mungkin karena lidah sudah banyak berpetualang ya.

    • Bisa jadi, lidah sudah banyak icip mengicip yang lainnya. Soalnya saya pribadi bisa membedakan rasa dari angkringan yang satu dan yang lainnya. Untuk di angkringan echo sendiri masih standar, enak gitu.

      Kalau ke Jogja coba mampir angkringan echo, Teh.

  • Waahh!! Jadi ngiler nih lihat angkringannya…Sederhana Namun punya kesan spesial dari aneka menunya….

    Mungkin akan bertambah semangat bila sambil nulis diary dan langsung diterbitkan….Meski tak semudah mengatakannya….Tapi bisa diusahakan akan punya kesan kenangan bernuansa luar biasa..โ˜บโ˜บ

    • Betul, Mas. Sempat saya bawa laptop juga kesana kok. Hanya saja penuhnya yang datang nggak memungkinkan untuk nulis full. Kalau untuk ide dan intinya bisa..he

      Next lah kalau kesana lagi bisa sembari nulis..

    • Gurih dan enak ya, memang banyak yang jual sate telur gitu, bahkan setiap aku ke angkringan ada aja yang jual. Cocok buat nemenin disaat makan nasi kucing ๐Ÿ™‚

  • Wah…ngobrol sam Kang Arif di angkringan echo..sambil bahas skripsi ya heheheheb… kasian suka ga kebagian nasi kucing…kunaon atuh? ๐Ÿ˜Š makan malem2 di kedai swderhana gini memang nikmat ya… nambah terus lah plus kopi dong ๐Ÿ˜˜

    • Betul, bikin betah lama-lama, makannya nggak sedikit orang yang pulangnya larut malam.

      Oh, gitu. Semoga bisa kesampaian ke Jogja ya, Mas.
      Berkabar aja kalau ke Jogja ya..

  • wah keinget zaman di jogjaa, suka banget beli nasi angkringan di utara kehutanan ugm. hahahaha. *jadi pengen makan angkringann*.

    eh tapi jauh yo mas kui ning bantul angkringan e? jarang-jarang yang ada wifi

  • Karena free wi-fi, segmen pasar angkringannya jadi anak2 muda ya Ndi..

    Eh, aku juga suka lo makan di angkringan. Menu fav: nasi kucing sama gorengan๐Ÿ˜

    Sayang, angkringan echo jauh ya..selatan banget. Tapi thanks infonya..siapa tau suatu saat bisa nyobain..

    • Betul, Teh. Jadi betah anak-anak muda yang nongkrong, terlebih kalau manfaatin untuk ngerjain tugas juga..hehe

      Oh ya, nah itu nasi kucing dan gorengan itu cocok banget.
      Ya siapa tahu bisa lewat sana, bisa sekalian mampir..he

  • Berarti angkringan, HIK, kucingan dkk itu awal mulanya dari pak pairan dsri cawas klaten? Atau khusus yogya saja?

    Kalo malem enaknya ya ningkrong angkringan, porsinya pas utk disantap malam. Apalagi kalau banyak pilihan

    • Waktu itu aku baca referensinya, sejarah angkringan, gitu, Mas..
      Coba searching aja biar lebih paham..

      Nah itu, porsi dikit ditambah embel-embel gorengan dan cemilan lainnya. Mantep dah ๐Ÿ™‚

    • Tergantung sih, Teh. Maksudnya kalau datangnya diawal, dimana angkringan echo baru buka pasti banyak yang anget, tapi kalau udah malam ya sama tiis ๐Ÿ˜€
      Yang semalam wajar udah pada dingin, soalnya bukanya dari sore, tutup jam 02.00 pagi.

      Ini pake canon, Teh. Sama kok kayak punya teh Sha, tapi ini tipenya bawahnya. Yang layarnya belum bisa dibalik ke depan..

  • Jogja emang gudangnya kuliner dan piknik. Mana murah murah dan kreatif. Cocok banget buat anak milenial macam kite. Hahaha..aku pernahnya nangkring di jalan Maliobori gitu malam malam sambil minum kopi jos dan makan nasi bungkus plus gorengan2nnya macam begitu. Kapan kapan harus cobain lagi yg dsni. Seru dan enakkk!

    • Betul, Teh.
      Di kopi jos memang rame juga sih, tapi aku nggak suka sama pengamennya, mending satu ini banyak banget..he

      Setuju, bilang aja tahu tempt ini dari diary mahasiswa gitu ๐Ÿ˜€

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *