Mencoba Bakso Klenger Ratu Sari dengan Ukuran 1 KG

 
DiaryMahasiswa.com | Akhir-akhir ini cuaca di Yogyakarta sedang kurang stabil. Pagi cerah, sore hujan. Sore cerah, malam hujan. Begitulan cuaca akhir tahun yang bisa aku sebut musim hujan. Tapi mau bagaimana pun aku harus tetap bersyukur karena hujan merupakan rezeki yang diberikan oleh Allah.

“(Dialah) Yang menjadikan untukmu bumi sebagai hamparan dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia mengeluarkan dengan hujan itu buah-buahan sebagai rezeki untukmu; karena itu janganlah kalian mengadakan bagi Allah sekutu-sekutu, padahal kalian mengetahui” [Al-Baqoroh:22]

Disaat musim hujan seperti ini enaknya makan yang anget-anget dan panas. Biasanya aku makan mie ayam atau bakso. Siang itu aku ingin sekali makan bakso yang sudah lama aku idam-idamkan. Selain bakso memang salah satu makanan favoritku, salah satu bakso ini juga wajib aku coba selagi masih di Yogyakarta.

Namanya Bakso Klenger Ratu Sari. Outlate bakso ini terletak di jalan Wahid Hasyim no. 296 Nologaten, Caturtunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Kuliner bakso memang ada dimana-mana banyak sekali yang menjualnya. Tapi bakso klenger ini berbeda dengan bakso-bakso yang lainnya. Terutama dari segi ukurannya. Mulari dari ukuran 250 gram hingga 5 KG yang akan membuat klenger bagi yang memakannya.

Bakso merupakan salah satu makanan favoritku, dimana bakso sangat sekali kita temukan diberbagai kota di Indonesia. Di Yogyakarta khususnya, tempat sekarang aku tinggal. Hampir setiap minggunya aku menikmati bakso. Tentu bakso yang berbeda-beda, dari mulai yang biasa hingga yang menurutku luar biasa.

Sahabat penasaran dengan Bakso Klenger Ratu Sari ?

Oke. Aku sedikit ceritakan tentang Bakso Klenger Ratu Sari.

Jadi pada awal tahun 2011 Achmad Fardiansyah Taufik selaku lulusan Fakultas Hukum Universitas Atmajaya Yogyakarta, sekaligus pemilik ide berjualan bakso dengan ukuran super ini bersama istrinya mencoba usaha di bidang kuliner. Awalnya mereka berjualan nasi dengan konsep prasmanan, tetapi tidak berjalan seperti apa yang kami harapkan.

Setelah kurang sukses dengan berjualan nasi, Taufik bersama istri mencoba berjualan bakso. Di usaha keduanya ini pun tidak langsung mendapatkan hasil seperti yang diinginkan. Pertama kali berjualan, bakso yang ditawarkan kepada masyarakat sama dengan bakso kebanyakan. Tiga bulan berjalan, belum banyak pembeli yang melirik bakso racikan Taufik ini.

Untuk menarik perhatian masyarakat, dicarilah inovasi, dan akhirnya memilih untuk membuat bakso dengan ukuran yang tidak lazim. Hal ini mampu menarik perhatian masyarakat, dan dari situ Bakso Ratusari mulai memiliki banyak pelanggan. Untuk bakso berukuran besar, Taufik membuatnya mulai dari berat 250 gram.

Karena ukurannya yang sangat besar, banyak dari pelanggan Bakso Klenger Ratu Sari seperti klenger setelah menikmatinya, maka bakso di sini dikenal dengan nama Bakso Klenger. Nama dan ukuran tidak lazim ini membuat masyarakat banyak yang penasaran dan makan di sini.

Ada beberapa pilihan ukuran yang bisa dipesan pembeli, mulai dari 250 gram yang disebut bakso klenger, 500 gram yang disebut extra klenger, 1 kilogram yang mendapat julukan klenger dahsyat. Untuk bakso yang mencapai berat 3 kilogram dijuluki klenger super dahsyat.

Bakso dengan berat 1 kilogram bisa dinikmati hingga lima orang. Bakso klenger ini tidak hanya terbuat dari daging sapi, tetapi di dalam bakso terdapat potongan tetelan dan juga telur ayam. Tidak hanya mengandalkan ukuran, baksonya pun lembut dengan rasa yang gurih, serta dagingnya pun begitu terasa.

Seperti bakso pada umumnya, bakso klenger juga disajikan bersama mie, pangsit, dan sawi. Tidak hanya menyajikan bakso klenger, outlet bakso yang setiap harinya buka dari jam 10.00 hingga 21.00 ini juga menyediakan bakso unik lainnya seperti bakso londo, bakso petir, dan bakso kaget (kaki greget).

Bakso londo merupakan bakso yang dimasak dengan tambahan lada hitam, dan bakso petir miliki citarasa pedas. Kedua bakso ini di dalamnya ada tambahan tetelan. Untuk harga sendiri, seporsi bakso di Bakso Ratu Sari bisa dinikmati mulai dari harga Rp.15.000,-. Untuk bakso klenger harganya Rp.24.000,- sedang bakso klenger dahsyat yang memiliki bobot 1 kilogram harganya Rp.80.000,-

Setelah tahu, tentu aku sebagai penikmat bakso tertarik dan ingin sekali menyantapnya. Sebenarnya ingin makan bakso klenger ini sudah lama sejak bulan puasa kemarin. Tapi karena teman-temanku belum ada yang bisa jadi baru kali ini aku mencobanya.

Sejak Ashar aku terjebak hujan di kampus karena hujan. Aku mengajak Maman sahabatku untuk membeli bakso klenger setelah Maghrib. Alhamdulilah cuaca setelah Maghrib reda. Setelah itu aku menghampiri kost Maman untuk bergegas berangkat ngebakso. Di kost Maman ada Bayu sedang main. Padahal sedari di kampus aku juga mengajaknya untuk ikut makan bakso klenger, tapi dia sedikit ragu untuk ikut.

Ketika di kost Maman ternyata dia berubah fikiran untuk ikut. Kami bertiga mengajak Imam juga, dan kami berencana membeli bakso klenger dengan ukuran 1kg. Kalau membaca di instagram ukuran seperti itu untuk orang 4 sampai 5 orang. Kami berempat sepertinya sudah cukup.

Dari kost jarak ke tempat bakso klenger cukup jauh, sampai disana kurang lebih pukul 19.30. Palkiran di depan outlate bakso klenger sudah penuh, sehingga kami menunggu untuk bisa masuk.

Pertama kalinya ke tempat ini luar biasa sekali penuhnya. Baru saja sampai di parkiran, banyak yang masuk keluar hanya untuk bisa menikmati bakso klenger ratu sari. Tidak hanya muda saja, tua juga sangat banyak.
Setelah beberapa menit kemudian kami mencoba untuk masuk ke outlate bakso klenger. Sesampainya di dalam ternyata penuh tak ada satu pun tempat atau meja yang kosong. Tempatnya selain bagus, aku rasa terlihat nyaman untuk makan bakso. Memang menurutku tempat makan itu harus senyaman mungkin.
Tak lama kemudian kami dikasih kertas yang isinya daftar nama bakso dan harganya. Kami melihat tempat duduk dekat meja makan di samping pintu masuk, kami duduk sembari menuliskan apa yang kami pesan.
.
Sejak di kost-kostan kami sudah menyiapkan untuk beli bakso klenger dengan ukuran 1 KG. Aku pun menuliskannya dalam kertas. Untuk minum sendiri kami samakan yakni air es. Disini aku lupa tidak foto daftar minumannya. Yang jelas air es ini seharga Rp. 2.000,-
Kami mendapatkan no pelanggan 93, nomor ini cukup jauh dan bagiku luar biasa sekali. Mungkin setiap harinya lebih dari 100 pelanggan yang datang. Setelah dituliskan kami masih duduk lama menunggu meja yang kosong.
.
Sahabat bisa lihat sendiri, begitu ramainya dan penuh warna tempat duduknya. Serasa semakin semangat kalau berada di tempat ini. Selain kursinya warna warni, tempatnya juga unik. Berbagai hiasan dipasang disni, seperti pada lampu, sepeda zaman dulu yang di pasang diatas.
.
Baru kali ini aku pesan bakso sampai ngantri seperti ini. Tidak hanya ngantri di parkiran saja di dalam juga sama harus menunggu lama. Tapi demi makan bakso klenger kami harus rela antri.

Setiap meja yang kami lihat penuh dengan para pelanggan yang sedang makan bakso klenger. Mulai dari yang ukurannya kecil hingga besar. Setelah kami menyerahkan pesanan, kami harus menunggu dengan sabar.
Kami mendapatkan nomor antrian 93. Bisa dibayangkan ramenya seperti apa. Hujan pun ramai apalagi cerah pasti lebih ramai lagi. Ketika kami mendapatkan tempat duduk, di parkiran sudah ada beberapa motor yang mengantri untuk makan bakso klenger juga.

Yang membuatku salut, persiapan bakso yang kami pesan tidak begitu lama. Bahkan sangat cepat. Ketika bakso kelenger ukuran 1 kg yang kami pesan datang, kami kaget karena baru pertama kalinya melihat bakso dengan ukuran seperti ini secara langsung. Karena biasanya hanya lewat gambar saja. Alhamdulilah kesampaian juga bisa makan bakso klenger.
.

Baru pertama kalinya makan bakso disajikan dengan pisau besar untuk memotongnya. Tak terbayang kan kalau kalian bisa menghabiskan bakso 1 KG dengan sendirian. Kalau sahabat pernah makan bakso klenger ini pasti sudah tahu seperti apa rasanya dan tentu bisa mebedakan rasanya seperti apa.

Ketika baksonya sudah diatas mejak, aku berusaha memotongnya dan itu harus menggunakan tenaga. Karena aku yang sedang lapar ini belum ada tenaga..hehe.. Tapi ketika dipotong bakso ini, rasanya sudah tidak  sabar ingin menyantapnya.
Awalnya penasaran apa isi bakso klenger ini. Yang sudah ada dalam fikiranku tentu dagingnya. Garpu dan sendok khusus membelahnya juga cukup besar dan kuat. Ketika aku membelahnya rasanya senang, karena bisa melihat bakso yang sedang ramai dibicarakan ini dan kami mendapatkan untuk bisa menyantapnya.
.
Aku dan Bayu yang berusaha membelah dan mempersiapkan baksonya buat teman-teman. Imam dan Maman duduk santai sembari mengabadikan foto ini. Maman sendiri sepertinya telihat senang dan tak tahan ingin segera menyantapnya. Aku sendiri yang membelah baksonya juga demikian.
Setelah berhasil dibelah, ternyata di dalam bakso klenger ini terdapat 2 telur yang dibelah menjadi dua, kami yang ber-4 ini akan kebagian setengah-setengah telurnya. Ditambah irisan daging yang terdapat dalam baksonya. Aku tak bertanggung jawab jika sahabat pembaca jadi lapar ketika membacanya.. hehe..
.
Sebenarnya jika dilihat dari ke-4 mangkok yang berisi mie dan kuahnya. Itu juga cukup banyak jika dimakan tanpa bakso. Serasa seperti mie ayam. Namun disini sahabat akan benar-benar klenger jika bisa berhasil makan dengan ukuran yang jumbo.
Masing-masing dari kami berbeda-beda memberi tambahan bumbunya, ada yang sausnya banyak, begitu juga dengan sambalnya. Bicara tentang sambal baru disini aku menemukan sambal yang bentuknya kering. Tidak seperti di tempat bakso pada umumnya. Mungkin agar lebih awet saja dibandingkan sambal basah atau yang berkuah.
Tapi aku akui sambalnya memang pedas, aku ambil sedikit saja sudah pedas. Apalagi si Maman yang mengambilnya begitu banyak sebelum dicicipi pedas atau tidaknya.
.
Setelah dipotong menjadi 4 bagian baksonya, setiap satu orang mendapatkan kurang lebih seperti dibawah ini. Itu pun belum dikasih bumbu sama sekali, hanya saja aku kasih sedikit kecap diatasnya. Agar ada rasa manis-manisnya.
Setelah aku kasih sous, sambal dan yang lainnya ternyata kuah bakso yang siap aku santap sampe berjatuhan. Saking penuhnya harus sedikit demi sedikit di makan. Sahabat pernah makan hingga seperti ini. Itu bakso yang 1 KG sudah dibagi menjadi 4 bagian. Apalagi tidak dibagi, tentu lebih banyak dan membutuhkan mangkok yang lebih besar lagi.
Meskipun Maman kepedesan tapi dia tetap semangat makan bakso klengernya. Bisa sahabat lihat sendiri kuah bakso yang di mangkok, begitu merah karena banyaknya sambal mengubah warna kuahnya.


Begitu juga dengan Imam yang semakin merah bibirnya karena pedas. Disini kami seperti balapan siapa yang paling duluan habis. Dan pemenangnya adalah aku.. yeee…yeee… hehe.. Kedua Maman, disusul sama Imam kemudian Bayu. Tak heran jika makan bakso Bayu selalu terakhir, selain memang menikmati sekali makannya. Dia terlihat sedikit santai makannya. Aku juga sebenarnya santai hanya saja fokus..hehe (bilang saja lapar… :D)..

Uniknya disini gelasnya tidak seperti gelas pada oulet bakso pada umumnya, selain unik terlihat bagus juga. Maman sendiri malahan baru melihatnya. Aku sendiri sebelumnya sudah pernah melihat, malahan teman satu kostku ada yang punya.

Bakso disini juga tidak hanya yang 1 kg yang paling besar. Seperti apa yang sudah dituliskan aku ditas. Bisa dicek di instagram bakso klenger dibawah ini :
Foto kiriman Official Of Bakso Klenger (@baksoklenger) pada Okt 25, 2016 pada 6:34 PDT

Bakso klenger yang satu ini bisa sahabat bayangkan besarnya melebihi besar kepala manusia. yakni 20 kg, kira-kira buat berapa orang ya. Aku rasa ini harganya lebih dari 1 juta. Karena yang 5 kg saja harganya sampai Rp.600.000,- Bagaimana yang ukurannya sampai 20 kg ?

Setelah selesai makan bakso klenger kami duduk santai sembari menunggu makanannya turun ke perut. Tak lama ada kelompok pengamen yang datang. Aku sengaja mempersiapkan uang untuk pengamen tersebut. Karena lagu yang dinyanyikan cukup menghiburku.
Pengamen Jogja yang menyanyikan lagu Superman Is Dead – Sunset Di Tanah Anarki

Karena senang, Maman meminta foto yang bakso klengernya untuk di upload ke facebooknya. Dan setelah pulang banyak yang komen menanyakan alamatnya. Kalau sahabat masih bingung dengan tempatnya bisa komen dibawah nanti agar lebih jelasnya. Sebenarnya sudah cukup mudah dengan alamat yang sudah aku tulsiakan postingan ini.

Ketika duduk santai mataku tertuju kepada salah satu sepeda yang di dekatnya ada tiga burung. Aku pun mengabadikannya denga foto. Satu persatu aku foto. Burungnya cukup tenang ketika banyak pelanggan datang. Biasanya burung ketika banyak orang sering bersuara. Mungkin saja burungnya sudah terbiasa.
Tak lama ada ibu-ibu sedang kasih makan burung. Aku samperin dan tanya-tanya tentang baksonya. Ketika aku meminta izin untuk ngasih makan burungnya ternyata bakso di outletnya juga sudah habis. Papan open di depan pun segera dibalik menjadi close.
Padahal baru pukul 20.00 tapi bakso disini sudah habis. Kata ibu itu setiap malam Minggu bisa lebih cepat habisnya. Malam Minggu sebelumnya saja Maghrib sudah habis. Betul-betul bakso klenger ini laris sekali. Saranku untuk para sahabat yang ingin mencobanya lebih baik siang hari. Kalaupun mau malam, lebih baik sehabis Maghrib dan itu jangan malam Minggu.

Aku lupa nama-nama ketiga burung itu, sempat menanyakan tapi tak ingat lagi. Ketiga burung tersebut selalu menjadi pusat perhatikan para pengunjung, bahkan banyak juga yang mengabadikannya setelah makan bakso seperti kami ini.
Setelah puas berfoto dengan burung, aku dan Maman bergegas untuk membayar baksonya. Sembari jalan menuju kasir kami sempat memoto tempat-tempat didalam outlate bakso klenger yang belum sempat kami foto.
Mas-mas yang di atas tahu saja kalau aku mau memotonya, alhasil dia berfose..hehe.. Waktu pertama kali masuk, tempat duduk ini penuh sekali dengan para pengunjung yang sedang makan bakso klenger. Di sekitar tempat itu ada beberapa bingkai. Selain hiasa, ada juga penghargaan.
Bakso klenger juga masuk ke dalam TOP 100 KULINER YOGYAKARTA. Bisa sahabat kunjungi websitena langsung ceritaperut.com Selain bakso klenger aku juga pernah makan mie ayam yang masuk juga dalam ceritaperut.com yakni mie ayam Bu Tumini. Mie ayam itu juga sangat ramai, tak kalah ramainya seperti bakso klenger. Tempatnya dekat terminal giwangan.
.
Total yang harus kami bayar untuk bakso klenger 1 kg yaitu Rp.80.000,- ditambah air es 4, Rp.8.000,- Kalau aku cek di instagramnya masih Rp.1.000,- harga air esnya. Mungkin sekarang sudah diganti harganya jadi Rp.2.000,- 

.

Perlahan suasana pun menjadi sepi karena memang sudah habis. Yang tersisa hanya mereka yang masih menyantap bakso klengernya.Sebagian para pelayan bakso klenger ini sudah ada yang bersih-bersih. Ada yang sudah istirahat duduk.


Itulah caraku menikmati bakso klenger ketika hujan. Kalau sahabat pembaca sekalian biasanya disaat hujan, makanan apa yang biasa dinikmati ? Yuk bagikan di kolom komentar ๐Ÿ™‚

158 Responses for Mencoba Bakso Klenger Ratu Sari dengan Ukuran 1 KG

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *