Menikmati Sore di Grhatama Pustaka Yogyakarta


DiaryMahasiswa.com | Cuaca sore di Yogyakarta saat ini sering sekali mendukung, alias cerah. Itu tandanya aku bisa memanfaatkannya dengan berbagai hal, misalnya bersepeda, bersantai ataupun melakukan berbagai hal yang lainnya. Sore itu aku diajak main sore ke perpustakaan oleh Maman.

Awalnya aku gak mau, karena waktu juga sudah sore. Kurang lebih tepat pukul lima sore aku berangkat ke perpustakaan. Niat awalnya bermain sembari membaca. Aku juga ada buku yang waktu itu belum rampung aku baca.

Untuk bisa melihat bagaimana dalamnya, silahkan baca ini juga : Berkunjung Ke Grhatama Pustaka, Perpustakaan Terbesar SeAsia Tenggara

Sesampainya di perpustakaan ternyata banyak juga para pengunjung yang berdatangan disaat sore. Tapi banyak dari mereka yang sengaja tidak masuk ke perpustakaan. Mereka hanya bersantai duduk diluar sembari menikmati pemandangan sembari mengabadikan foto.

Setelah menyimpan motor, kami keluar lagi untuk mengabadikan foto. Diatas rumput dengan background gedung Grhtama Pustaka Yogyakarta.

Meskipun diluar gedung, tapi aku masih bisa melanjutkan baca buku. Yang selalu nyelip di tas kesayanganku. Dan itu selalu berganti-ganti, tergantung buku yang belum selesai aku baca. Meskipun begitu, membaca diluar tidak selalu nyaman, dengan alasan tempatnya yang terlalu ramai, banyak orang.
Di tempat ini aku rasa tidak hanya sore, justru pagi hari akan lebih nyaman. Terutama cuaca yang cerah dan tempat yang nyaman. Apalagi bersantai di gasibu belakang gedung Grhatama Pustaka ini. Tapi sore itu aku belum sempat bersantai di gasibu, karena ramai, banyak orang yang sedang bersantai.

Aku meluangkan waktu untuk baca, sedangkan Maman sibuk beramain game COC (Clash of Clans). Semenjak punya android, Maman tak pernah telat untuk bermain game itu. Bahkan setiap malam selalu bermain bersama dengan adeknya. Meskipun adeknya berbeda tempat, Maman di Yogyakarta, sedangkan adeknya di Lombok. Malahan adeknya jauh lebih lama bermain game COC (Clash of Clans) dibandingkan dengan Maman. 
Disaat sore tidak hanya kami saja yang duduk. Tapi banyak yang lainnya juga. Satu yang paling aku tidak suka, banyak yang berdua-duaan gitu, yang bahasa kasarnya mah pacaran. Memang tempat ini bebas buat siapa saja. Namun, kurang suka aja liatnya kalau liat orang yang berdua-duaan gitu. Malahan niatnya kami pengen banget duduk di atas, tempat yang berumput juga tapi lokasinya sedikit lebih tinggi.
Kalau duduk disitu bisa lebih menikmati pemandangannya. Kami mencoba sabar untuk bisa bergantian duduk, tapi sampai sore, mereka tidak pidah. Kami berpindah tempat ke dekat gasibuk, dan aku baru tahu di Grhatama Pustaka ini ada tembok, dimana terdapat coretan yang menurut aku keren, apalagi buat background foto.
Kami mencoba mengabadikan foto dengan background tembok keren. Baru tahu juga ternyata tempat ini semakin sore semakin ramai. Terutama lokasi background tembok itu. Setelah aku bergantian fose dengan Maman. Ada bebrapa orang yang datang segnaja untuk mengabadika foto juga.

Disaat aku melihat ke arah gedung perpustakaan, aku melihat seorang perepuan yang sedang tertawa menutupi mulutnya dengan tangan. Aku rasa dia menertawani kami yang sedang berganti-ganti fose foto. 
Gedung Grhatama Pustaka ini, kalau dilihat sore hari serasa hotel yang berbintang-bintang. Tidak lagi seperti perpustakaan. Tapi perpustakaan saat ini memang dibuat senyaman mungkin untuk para pembaca yang datang.

Tak terasa hari mulai malam, kami bergegas untuk masuk ke dalam perpustakaan untuk melaksanaka shalat. Setelah itu baru pulang. Perjalanan ke dalam perpus tidak jauh, tapi kami mencoba memanfaatkan backgound gedung disaat menjelang Maghrib.

Setelah pulang, temanku, Sholeh namanya. Dia mau pergi ke kost Maman, katanya udah lama tidak kumpul. Aku juga tidak langsung pulang, sekalian kumpul dan kebetulan malam terakhir bertemu dengan Imam, sahabatku juga. Dia seharusnya wisuda tahun kemarin, tapi karena ada kendala jadi diundur tahun 2017 ini, in shaa Allah bareng denganku.
Tapi dia sudah selesai sidang diawal tahun, jadi tinggal nunggu wisudanya aja. Sebelum Imam memusutkan pulang alias pulang kampung, dia juga sudah cari-cari kerja di Yogyakarta. Tapi belum rezekinya, karena tidak mau membuang-buang waktu, dia memilih pulang untuk lebih dekat bersama keluarga.

Kami tidak hanya bertiga, kebetulan ada Bayu yang datang juga ke kost Maman, ada juga Tri yang satu kost dengan Maman dan Imam. Kami memutuskan untuk makan bareng bakso jumbo. Bakso yang sederhana, cukup dengan harga Rp. 10.000,- aja.

Baca juga : Bakso Klenger Ratu Sari Yogyakarta

Lagi-lagi diakhir tulisan, aku sering sekali mengakhirinya dengan sebuah makanan, entah itu apa. Yang jelas itu sering, dan kesekian kalinya ini bakso. Ya, semoga aja kalian tidak pengen, apalagi ngiler.

Itulah, caraku menikmati sore di Grhatama Pustaka Yogyakarta. Teman-teman biasanya kemana kalau menghabiskan waktu sorenya ?

122 Responses for Menikmati Sore di Grhatama Pustaka Yogyakarta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *