Patah Hati Bikin Melayang-Layang Tiada Pijakan

DiaryMahasiswa| Semangat pagi sahabat diary. Semoga selalu semangat dalam menjalankan semua aktifitasnya ya. Dan tentu semangat juga dalam hal ibadah kepada-Nya. Oh, ya di diary kali ini aku akan membahas salah satu tempat wisata di daerah Mangunan lagi.

Iya, Mangunan. Masih daerah Yogyakarta juga kok. Kalau kalian sudah baca diary dengan judul Keindahan Cahaya dari Surga dan Naik Helikopter di Watu Mabur pasti bakal tahu daerah itu. Perjalanan kali ini juga masih ditemani sahabatku, Maman namanya.

By the way, ini diary merupakan reques dari salah satu sahabat diary mahasiswa. Dia yang punya blog nolscore. Lintang Irnawati, namanya. Kepoin aja blognya, sekalian semangatin ngeblog tuh. #Eh.

Waktu itu dia reques lewat komen di diary dengan judul Naik Helikopter di Watu Goyang.

Oh, ya mohon maaf juga untuk sahabat diary lainnya, seperti Nindya Prayastika pemilik blog Hoi Ninja. Dia yang reques untuk post diary Bukit Mojo.

Karena keduluan sama Lintang jadi aku post tentang Tebing Watu Mabur dulu ya. Tenang, ini nggak panjang dan nggak banyak juga fotonya, makannya di duluin sama aku. Untuk bukit mojonya nanti menyusul setelah diary ini in shaa Allah.

Aku rasa kalian juga nggak heran kalau wisata di Yogyakarta saat ini semakin maju dari tahun ke tahunnya. Semakin banyak wisata baru bermunculan, salah satunya Tebing Watu Mabur ini. Kira-kira apa yang ada dibenak kalian ketika mendengar Tebing Watu Mabur?

Kabarnya tebing watu mabur ini dulunya sudah terkenal lho, sebab sering lokasinya digunakan sebagai kawasan camping ataupun bumi perkemahan. Seiring meningkatnya pengunjung yang datang lokasi ini sekarang difungsikan sebagai kawasan lokasi wisata.

Dari situlah makin meningkat para pengunjung yang datang, dan seiring berjalannya waktu pengelola juga berinisiatif membuatkan semacam spot foto untuk memanjakan pengunjung yang datang. Waktu itu bebatuan di daerah tebing watu mabur seperti ini. Nggak tahu saat ini, aku rasa udah semakin bagus.

Nah kira-kira kalian penasaran nggak sih, kenapa namanya Tebing Watu Mabur?

Jadi gini teman-teman, dimanamakan tebing watu mabur ini karena adanya kabut yang menutupi sebagian badan tebing, seakan-akan kita terbang diatas awan. Terlebih saat ini sudah dibangun spot foto, tentu lebih memanjakan pengunjung apalagi pecinta foto selfie.

Bagi kalian yang suka fotografi disini merupakan salah satu spot yang bisa bertemakan terbang diatas awan. Selain keindahan kabut yang ada, kita juga bisa menikmati keindahan sunrise ataupun sanset.

Kebetulan waktu itu aku sore datang kesana, bukan sengaja memang sehabis exsplor daerah Mangunan terus nggak sengaja nemu jalan ke arah tebing watu mabur. Ya udah aku dan Maman datangi karena penasaran.

Sesampainya di lokasi mata ini tertuju sama gubuk kecil di atas pohon. Pengen rasanya masuk tapi waktu itu udah sore, jam berapa coba? Jam 17.30. Dan kalian tahu, waktu itu sepi banget nggak ada orang satu pun. Dan sayangnya lagi tempat wisata tebing watu mabur ini sore itu belum jadi. Alias sedang direnovasi.

Karena masih di renovasi sayang juga kalau kami nggak abadikan momen disini, dan kami foto dengan background seadanya. Yang penting ada bukti kalau kami sudah ke tempat ini, dan yang jelas bisa buat bahan bikin tulisan di blog.

Meskipun sudah sore, nggak menyurutkan Maman untuk eksis di tebing watu mabur ini, lihat aja gayanya, udah seperti mau terbang sungguhan. Terlihat kan foto dibawah ini, bangunan bawahnya belum jadi. Masih terlihat cor-coran semennya. Meskipun belum jadi tapi ada spot burung yang bisa dijadikan background foto.

Dan foto yang kedua keliatan dari mukanya udah lemes dan serasa ingin istirahat ya. Tapi percayalah kalau dilihat saat ini foto ini sangat berharga banget. Terlebih kalau dapetinnya perlu perjuangan untuk datang ke tempatnya. Jauh dan capek lagi.

Selain itu ada juga semacam gubuk yang terbuat dari akar, dan itu diatas juga, kalau ada di gubuk itu melihat ke bawah cukup tinggi juga. Seperti foto dibawah ini. Jujur waktu itu kami terlalu nekat ke tempat ini. Dan waktu foto di gubug akar ini suara adzan sudah berkumandang. Dan kami terakhiran foto, dan itu terburu-buru banget. Alhasil fotonya kurang bagus, blur gitu.

Tapi mau gimana lagi, aku upload aja disini, yang jelas kalian jadi tahu kalau di tebing watu mabur ada gubuk yang terbuat dari akar ini. Aku yakin saat ini udah makin keren. Karena waktu itu udah lama juga. Kalau penasaran coba deh kesana. Atau searching dulu aja.

Oh, ya meskipun saat ini tempat wisata tebing watu mabur sudah ada beberapa spot foto. Bukan berarti kalian nggak bisa camping lagi. Justru makin banyak. Untuk biaya camping akan aku paparkan dibawah ini. Informasi camping aku kutip dari blog Tebing Watu Mabur langsung. Berikut daftar detail tarif camping tebing watu mabur.

TARIF CAMPING TEBING WATU MABUR

Tebing Watu Mabur Camp Ground
Tempat Wisata Alam dan Camping

Tarif Camp Tebing Watu Mabur
1. Usia 15 Th ketas    : Rp 10.000 / Hari
2. Usia 15 Th Bawah : Rp    5.000 / Hari
3.Sewa Tenda dum kapasitas 4-5 Orang : Rp 35.000 / Hari
4. Sewa Tenda dum kapasitas 2-3 Orang : Rp 30.000 / Hari
( bisa tanya dulu takut habis )
5. Kayu bakar : Rp 15.000 /Ikat

Catatan :
1. Pengelola hanya menyedikan tempat dan penjagaan keamanan,
2. Kamar mandi ada bayar uang kebersihan setiap pemakain Rp.2000,-
3. Bisa juga memesan konsumsi.

Tempat Wisata Tebing Watu Mabur sangat cocok untuk :
1. Camping (keluarga,komunitas dll )
2. Kegiatan Makrab
3. Jurit Malam ( Ada dua jalur menantang dan aman sudah sering dipakai )
4. Menikmati Sunrise dan lautan kabut
5. Sekedar duduk santai menikmati hamparan gunung  luas dan angin segar disore hari,

Bantul 14 Juli 2016
Sampai jumpa di lokasi TWM camp
By : Pengelola TWM

Contack person :
Sekretariat : Mangunan, RT.28, Lemahbang, Dlingo, Mangunan, Dlingo, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55783
Wahyu : 087839879069

Facebook   : Tebing Watu Mabur
IInstagram : @tebingwatumabur  #tebingwatumabur

Untuk bisa datang ke tempat ini aku kasih tahu ancer-ancernya ya. Kalau kalian dari pusat kota Yogyakarta, silahkan menuju ke terminal giwangan. Dari perempatan ringroad arahkan kendaraanmu ke selatan melintasi jalan Imogiri timur hinga sampai di pasar Imogiri.

Kemudian dari pasar lurus sedikit ada pertigaan dan beloklah ke kiri. Ikuti jalan tersebut dan akan menemukan lagi sebuah pertigaan (sebelum makan Imogiri) beloklah ke kanan. Setelah itu tinggal mengikuti jalan saja dan akan sampai di kawasan Mangunan Dlingo.

Baca juga : Keindahan Cahaya dari Surga (Salah satu wisata di daerah Mangunan)

Sayangnya waktu itu sudah sore, kalau pagi pasti lebih bagus, karena terlihat kabutnya. Pemandangannya juga terlihat hijau lho. Terlebih liukan sungan ayo dapat dilihat dari atas tebing. Lebih bagus lagi disaat matahari terbit, rasanya udah seperti diatas gunung aja.

Aku jadi pengen bisa kesana lagi tapi dipagi hari. Atau nggak sedari malamnya camping disitu. Setelah itu bisa naiklah ke beberapa spot foto yang ada.

Oh, ya ada yang lupa. Aku sempat foto di salah satu spot di tebing watu mabur. Dengan spot hati terbelah gitu. Kalau kalian melihat fotoku dibawah ini kira-kira caption yang tepat apa ya?

Keliatan melayang yah, itu editanku lho. Aslinya nggak gitu kok. Aslinya ada tangga atau jalan menuju spot itu. Seperti foto dibawah ini.

Jangan dilihat gaya fotonya Maman. Memang waktu itu kami sangat lelah. Jadi rasa-rasanya ingin segera pulang. Dan istirahat di kasur kesayangan.

Di perjalanan pulang kami sengaja mencari masjid untuk shalat Maghrib terlebih dahulu. Setelah itu barulah pulang dan istirahat.

Oh, ya aku ingatlah lagi alamat Tebing Watu Mabur (TWM) ini ya. Jikalau kalian mau pergi juga ke tempat wisata ini.

Mangunan, RT.28, Lemahbang, Dlingo, Mangunan, Dlingo, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55783

Aku rasa segitu dulu aja ya diary kali ini. Terima kasih yang udah reques untuk posting wisata watu mabur. By the way, untuk diary jalan-jalan berikutnya kalian mau reques apa nih :

1. Jurang Tembelan
2. Bukit Mojo
3. Bukit Panguk
4. Lampeng Wonolagi

Ke-4 diary wisata tersebut sudah aku siapkan fotonya juga, tinggal publish sembari nunggu jadwal postnya. Sekalian nunggu saran dari kalian ya.

#JanganLupaPiknik

165 Responses for Patah Hati Bikin Melayang-Layang Tiada Pijakan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *