#DiaryLebaran #13, Mie Ayam Mang Parjo Memang Tidak Ada Duanya


DiaryMahasiswa.com | Siapa sih yang tidak pernah makan mie ayam. Pasti kalian semua pernah kan. Setiap orang tentu mempunyai selera rasa tersendiri, apakah mie ayam itu enak atau tidak. Bagiku enak itu hal yang utama. Kalian setuju kan ?

Selama aku makan mie ayam rasanya belum ada yang nandingin enaknya mie ayam mang parjo ini. Mie ayam ini merupakan salah satu mie ayam langgananku dari ketiga mie ayam yang ada di Banjarsari. Yang kedua itu juga saudaranya mang Parjo kata temanku, Iga. Ada mie ayam mang No’ dan yang satu lagi aku lupa namanya. Tapi yang jelas rasanya sama..hee Pertama tahu mie ayam itu dari Iga sahabatku. Awalnya sedikit malas untuk makan mie ayamnya. Bukan karena rasa, tapi karena jauhnya.

Baca juga : Kupat Tahu Emak Atik Memang Enak

Tapi karena suka, jauh pun aku jabanin dah. Untuk makan mie ayam mang Parjo ini aku harus kesana sebelum Dzuhur. Kalau setelah Dzuhur bakalan terancam. Terancam tidak kebagian makan mie ayam. Tidak satu dua kali saja tapi sering sekali aku gagal makan mie ayam karena kehabisan. Habis enak sih jadi cepat habisnya.

Meskipun demikian, aku tak kapok untuk makan mie ayam mang Parjo dan kedua saudaranya itu. Selama SMA aku dan teman-teman sering sekali makan mie ayam itu. Biasanya aku, Iga, Budi, Agung dan Pangat yang selalu menemaniku makan mie ayam. Tempatnya juga berurutan mulai dari yang paling mudah dijangkau yakni mie ayam mang Parjo, mie ayam mang No dan yang satu lagi. Tapi aku biasanya ke mie ayam yang posisinya di tengah-tengah yakni mie ayam Mang No.

Lebih seringnya dari yang ujung. Karena aku dan Iga terkadang setiap mau makan mie ayam selalu ada rencana untuk nambah satu mangkok lagi. Targetnya sih bisa makan mei ayam langsung dari ketiga mie ayam yang bersaudaraan itu. Tapi apalah daya kami hanya bisa makan mie dua mangkok saja. Itupun sudah kenyang. Memang bisa untuk nambah langsung tiga mangkok. Tapi tidak bagus juga kalau makan berlebihan.

Baca juga : Ayam Bakar Mbah Dinem Mantap

Itupun kalau makan mie ayam dua mangkok hanya aku dan Iga saja, pernah sekali Budi yang aku ajak langsung dua mangkok. Namun semenjak lulus SMA kami semuanya pisah. Ada yang kuliah dan ada yang kerja. Otomatis waktu untuk makan mie ayam di Banjarsari susah. Kebanyakan dari kami pulang pun satu tahu sekali. Bagi yang kerja paling lama satu minggu di rumah dan mie ayamnya belum buka lagi.

Di kota tempat kami merantau juga ada mie ayam. Malahan buanyak sekli. Tapi entah kenapa belum ada yang nyaingin rasanya. Akhirnya Iga sudah 3 tahun belum pernah nyobain lagi. Paling yang sering nyobain aku dan Budi. Karena kuliah jadi liburnya lumayan lama. Bagiku bukan lama lagi tapi kelamaan. Habisnya libur kuliah sampai 3 bulan. Bagi yang tak punya kegiatan sih bakalan jenuh lah.

Di lebaran tahun 2016 ini malah sepi. Karena Iga sendiri liburnya cuma satu Minggu. Budi juga sama karena harus praktek di salah satu rumah sakit di Banjar Patroman. Wajar dia jurusannya perawat. Tapi seneng juga punya teman perawat, setidaknya tahu tentang kesehatan. Agung belum berangkat kerja lagi tapi dia sibuk karena dirumahnya jaga warung. Sedangkan Pangat tidak ada kabar. Nomor pun aku tak punya.

Jadi aku saja yang punya waktu. Sebenarnya aku tak juga ketika beli mie ayam mang Parjo ini. Jadi ceritanya waktu itu aku belanja kain untuk dibuat jas di Banjarsari. Namun setelah selesai cuaca tak mendukung untuk pulang. Sehingga aku harus berteduh.

Rasanya sepi kalau berteduh-berteduh saja. Aku sendiri memlih untuk berteduh di tempat mie ayam mang Parjo sembari makan mie ayam.

Baca juga : Bakso Ucok Ciamis | Perjuangan Mendapatkannya Harus Melewati 50 KM

Kebetulan waktu itu sedang sepi karena belum Dzuhur juga. Tak terbayang kalau habis Dzuhur pasti rame. Setelah hujan sedikit reda, mulai ramai banyak orang bermunculan untuk beli mie ayam mang Parjo. Awalnya aku ke mie ayam mang No terlebih dahulu tapi karena tutup jadi pindah ke mang Parjo.


Ini dia mang Parjo sedang membuatkan satu mangok mie ayam buatku. Mau mau mau… hehe..


Sembari menuggu mie ayam jadi, aku bisa melihat tv terlebih dahulu. Coba bersama teman-teman makan mie ayamnya, pasti akan lebih seru lagi. Selain menemani disaat hujan, sembari melepas kangen dengan mie ayam yang satu ini.

Sesampainya disitu aku langsung memesan satu mangkok. Setelah jadi aku langsung memakannya dengan lahap. Selain lapar ngidam juga..hee Karena sudah lama tak makan mie ayam seenak ini. Ini menurutku lho. Kalau kalian penasaran coba saja ya.

Beuhh, aku tak tahan ingin segera menyantapnya ketika mie ayam ini dihidangkan tepat di depanku. Sembari menulis cerita ini pun aku serasa ngiler ingin memakan mie ayam mang Parjo. Selain enak rasanya ngangenin ingin memakannya terus…hee Untuk harga satu mangkoknya cukup membayar Rp. 8.000,- Dijamin tak kecewa deh..


Apalagi  setelah dikasih saos, kecap dan yang lainnya. Nambah ngiler dah..hee.. Beneran bikin kangen nih. Apalagi Iga yang sudah 3 tahunt lebih tak makan mie ayam ini. Ayo dicoba lagi ga, apa perlu aku anterin..he

Oh iya untuk kalian yang ingin coba mie ayam mang Parjo silahkan datang ke alamat ini ya : Jln. Sindanglaya Blok Asem Banjarsari atau bisa juga hub : 085222851544

9 Responses for #DiaryLebaran #13, Mie Ayam Mang Parjo Memang Tidak Ada Duanya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *