Ngadem di Curug 7 Cibolang – Ciamis



DiaryMahasiswa.com | Sebagai warga Ciamis aneh kan kalau tidak mengetahui wisata apa saja yang ada di Ciamis. Jangan sampai seperti temanku, sebut saja Abah. Ketika di tempat kerjanya ditanya pernah ke Curug 7 Panjalu Ciamis belum ? Dengan bengong dia terdiam. Setelah mudik lebaran, dia mengajaku untuk pergi ke Curug 7 tersebut. Selain penasaran, aku ingin sekali melihat bagaimana sih curug 7 itu ? Dalam pikiranku terbanyak ada 7 curug sekaligus dalam satu lokasi. Karena tak tahu jalan dan bingung. Sepanjang jalan kami tak lepas dari yang namanya google maps.

Nama lain dari curug 7 adalah curug Cibolang. Yang tempatnya ada di Sandingtaman, Panjalu, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat 46264, Indonesia. Sekitar pukul 10.00 kami berangkat dari rumah, tepatnya dari desa Sukanagara-Lakbok. Sembari berangkat kami juga mencari tahu di google tentang curug 7 tersebut.

Setelah tahu ternyata curug ini tidak ada 7 curug sekaligus dalam satu lokasi. Curug ini memiliki tujuh buah curug namun menyebar dan tidak jauh letaknya. Ke-7 curug ini pun mempunyai nama masing-masing. Seperti Curug satsu, Curug Dua, Curug 3, Curug Cibolang, Curug Dimantaja, Curug Cileutik dan Curug Cibuluh. Curug ke 4 dan 5 letaknya tidak terlalu dauh, malahan bisa disebut berdampingan.

Baca juga : Curug Banyunibo Bantul Yogyakarta

Waktu itu kami kecapean karena duduk terus, sehingga membuat kami harus istirahat terlebih dahulu. Mulai dari tempat-tempat yang ada ditepi jalan, alfamart dan terakhir karena sudah memasuki waktu sholat Duhur. Kami mencari masjid untuk sholat.

Selain letaknya berada dipinggir jalan, masjidnya juga cukup aman. Setelah sholat bisa melihat di samping masjid banyak ikan-ikan. Jadi teringat kolam ikan yang dirumah dulu, namun sekarang sudah tidak ada karena tersambar petir. 

Tapi ketika kami sedang asik melihat ikan-ikan imut yang berenang. Terlihat di pojok kolam tersebut terdengar suara, “plung”. Setelah kulihat, ya ampun ada orang yang buang air besar disana. Setelah itulah kami langsung pergi ke depan masji.

Setelah selesai sholat kami mencari orang untuk menanyakan jalan ke curug 7. Setelah bertanya ternyata tidak jauh dari masjid dimana kami berhenti untuk sholat. Dari situ kami sangat penasaran dan sudah tak sabar ingin menikmati sejuknya di kawasan curug 7.

Akses jalannya pun sangat mudah. Karena sudah diaspal dengan baik. Banyak juga yang datang menggunakan sepeda motor atau mobil. Selain sejuk tempat ini sangat cocok untuk dijadikan tempat wisata berlibur bersama keluarga.

Sesampainya disana kami langsung jajan karena lapar. Kebetulan waktu itu ada cilok. Setelah selesai makan kami langsung masuk ke kawasan curug 7 Cibolang.
 

 
Untuk kalian yang ingin masuk ke curug 7 Cibolang ini jangan khawatir mahalnya. Karena hanya dengan Rp. 7.500,- saja sudah bisa ngadem di curug ini. Baru sampai dipintunya saja kami merasakan angin sepoi-sepoi ditambah banyak orang yang jualan di sekitar lokasi tersebut.

Waktu itu tidak begitu banyak para wisatawan yang datang ke curug ini. Tapi dengan demikian kami bisa lebih jelas melihat curug tidak berdesak-desakan. Memang salah satu cara untuk lebih santai datangnya dihari kerja saja. Karena dihari libur biasanya banyak sekali orang-orang yang berdatangan. Bahkan sampai dari luar Ciamis.

Curug satu merupakan curug yang paling besar dengan ketinggian mencapai 120 meter. Disamping kirinya terdapat tebing datar besar. Kemudian curug dua berada dibawahnya. Untuk menuju curug selanjutnya kami harus melewati curug satu ini. Jadi mau tidak mau kita bisa main basah-basahan. Setidaknya membasahi tangan..hehe. Sebenarnya kami juga sedikit bingung di daerah curug ini, karena tidak ada papan nama yang menunjukan ini curug keberapa.

Di curug ini kami tidak basah-basahan seperti orang-orang yang lainnya. Selain tidak membawa pakaian ganti, kami juga tidak niat untuk berenang. Tapi merasakan dingin dan sejuknya air tentu kami lakukan. Entah itu dengan mencuci tangan ataupun muka.
Di curug ini pun airnya tidak terlalu deras, sehingga berdiri tepat didepannya tidak basah langsung. Tapi jika berlama-lama tetap akan basah.

Air di sekitar curug tidak begitu besar, tepat dibawah aku berdiri. Di sebelah kirinya pun terdapat warung yang menjual berbagai minuman dan makanan. Tapi kami tak tertarik untuk membelinya. Selain waktu itu tidak mau makan, harganya juga lumayan mahal. Tak heran lah ditempat wisata seperti itu harganya naik.
Tapi perlu kita sadari juga, warung tersebut jauh dari palkiran dibawah, wajar saja harganya mahal, karena untuk berjualan ditempat tersebut membutuhkan perjuangan untuk membawa makanan dan minumannya ke atas.

Di curug yang keempat ini kami kecewa karena tidak ada airnya. Hanya sedikit dibandingkan curug yang pertama tadi. Tapi banyak juga orang-orang yang mengabadikan fotonya disini. Begitupun denganku.

Sebelum pulang kami sempatkan untuk selfie terlebih dahulu. Boleh lah narsis dikit dengan selfie. hee Selama di curug ini aku sendiri kurang nyaman karena waktu itu salah mengenakan celana. Harusnya seperti si Abah menggunakan levis sedangkan aku menggunakan celana kain. Tinggal dikasih jas sudah deh mau jadi penganti. πŸ˜€

Tapi aku sendiri memang suka dengan celana kain. Celana levisku paling cuma 2, itupun kalau digunakan untuk mudik kalau aku sedang di Yogyakarta. 

Dilain kesempatan in shaa Allah, kami akan pergi lagi untuk menjelajahi bumi Ciamis ini. Selain masih penasaran kami juga bangga dengan wisata-wisata yang ada di Ciamis. Semoga teman-teman yang main ke curug ini bisa menjaga kebersihan. Meskipun membawa makanan dari rumah, jangan sampai membuang sampahnya sembarangan.

Bagi kalian yang pernah pergi ke curug 7 Cibolang ini, share ya dikomentar. Apakah sama serunya atau kecewa.

15 Responses for Ngadem di Curug 7 Cibolang – Ciamis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *