#BerburuTakjil, Buka Puasa di Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta

DiaryMahasiswaΒ | Wilujeng mayunan sasih Romadhon sadayana. Hapunten samudaya kelepatan, nu dihaja sinareng henteu dihaja. Mugia ibadah urang sawalasna aya dina kamulyaan..aamiin..

Apa kabar puasa teman-teman?

Alhamdulilah yah, gak terasa 28 hari lagi lebaran. Semoga kita semua dapat berkumpul di hari raya idul fitri nanti. Sudah lebih dari seminggu aku tak menulis blog. Alhamdulilah, seminggu sebelum puasa aku sakit.
Dan tak memungkinkan sekali untuk menulis. Padahal banyak banget ide yang ingin sekali aku tuangkan di blog ini. Di hari ke-2 di bulan Ramadhan ini alhamduliah masih diberi kesempatan untuk berbagi lewat tulisan. Ini merupakan cerita buka puasa dihari pertamaku. Sebagai anak kost yang tinggal di kota Yogyakarta tentu tak khawatir untuk cari buka puasa dimana dan sama apa.
Sudah hampir tiga tahun di Yogyakarta di bulan Ramadhan seperti inilah yang aku tunggu-tunggu. Selain bulan penuh ampunan, setiap perbuatan baik kita juga akan dilipat gandakan. Begitupun ketika berbuka, aku merasa tak kesulitan. Karena semua masjid yang ada di Yogyakarta tentu dan pasti menyediakan menu untuk berbuka puasa.
Oh, ya. Kalian juga bisa baca cerita 30 hari selama di Yogyakarta hingga mudik. Cek dibawah ini ya πŸ™‚
.
Diary Ramadhan Tahun 2016
  1. Diary Ramadhan #1, Shalat Tarawih di Masjid Al-Munir
  2. Diary Ramadhan #2, Terimakasih Atas Pinjaman Payungnya Bu…
  3. Diary Ramadhan #3, Makan Sahur Oseng Kangkung ala Anak Kost
  4. Diary Ramadhan #4, PPT (Para Pencari Takjil) | Buka Puasa di Masjid Kauman Yogyakarta, Namun Kurang Beruntung
  5. Diary Ramadhan #5, Ngopi di Lembayung
  6. Diary Ramadhan #6, Makan Sahur Terong Dicabein ala Anak Kost
  7. Diary Ramadhan #7, PPT (Para Pencari Takjil) | Buka Puasa di Kampung Ramadhan
  8. Diary Ramadhan #8, Tidak Kebagian Takjil
  9. Diary Ramadhan #9, Teringat Ketika Membangunkan Sahur
  10. Diary Ramadhan #10, Pertama Kalinya Keluar Mencari Makan Sahur
  11. Diary Ramadhan #11, Belajar Memahami SKS, Hindari dan Jauhi
  12. Diary Ramadhan #12, Buka Puasa di Kedai Cadudu
  13. Diary Ramadhan #13, Teringat Masa Kecil Yang Menyenangkan
  14. Diary Ramadhan #14, Buka Puasa Bareng Keluarga Teknik Informatika
  15. Diary Ramadhan #15, Dua Malam Tak Sempat Tidur
  16. Diary Ramadhan #16, Ngabuburit Bareng Vebi Keliling Malioboro
  17. Diary Ramadhan #17, Tokai Bangkit
  18. Diary Ramadhan #18, Bukber Makan Bakso Jumbo
  19. Diary Ramadhan #19, Ngabuburit Sembari Menikmati Senja di Candi Ijo
  20. Diary Ramadhan #20, Alasan Mengapa Jamaah Sholat Tarawih Semakin Sedikit
  21. Diary Ramadhan #21, PPT (Para Pencari Takjil) | Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta
  22. Diary Ramadhan #22, Kurangnya Persiapan Seminar KP
  23. Diary Ramadhan #23, PPT (Para Pencari Takjil) | Buka Puasa di Masjid Islamic Center Ahmad Dahlan
  24. Diary Ramadhan #24, Gagal Mudik di Akhir Bulan Juni
  25. Diary Ramadhan #25, Kado Terindah Sebelum Mudik (Bukber di Ayam Panggang Mbah Dinem-Bantul)
  26. Diary Ramadhan #26, Mudik ke Kampung Halaman
  27. Diary Ramadhan #27, Sahur Pertamaku di Puskesmas
  28. Diary Ramadhan #28, Masih Merasakan Sahur di Puskesmas
  29. Diary Ramadhan #29, Alhamdulilah Kakek Sudah Bisa Pulang ke Rumah
  30. Diary Ramadhan #30, Menikmati Malam Takbir di Rumah

activate javascript activate javascript activate javascript

Di tahun 2017 ini aku ingin menuliskan kegiatan selama buka puasa setiap hari. Tapi itu semua sepertinya belum bisa karena ada kesibukan lainnya. Tapi tetap kembali lagi ke awal, aku berusaha terus berbagi dan menginspirasi lewat tulisan seminggu sekali. Semoga istiqomah.
Kembali ke cerita ya, jadi ceritanya di hari pertama puasa aku ngabuburit. NGAjak BUru BUru meRIT. #Ehh. Maksudnya ngabuburit pake sepeda. Aku seperti biasa ditemani sama sahabatku, Maman namanya. Pengen ajak teman yang lainnya sebenarnya tapi tak banyak yang punya sepeda.
Meskipun berdua, kami tetap semangat menikmati sore menjelang Maghrib. Tujuan awal memang rencana buka puasa di Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta. Kami berangkat dari kost pukul 16.30 dari niat awal pukul 16.00 jadi ngaret. Gak usah heran ya, ngaret itu biasa.
Sebelum lanjut baca, bagi kalian yang mau baca-baca diary lebaranku atau idul fitri tahun kemarin, bisa dibaca dibawah ini ya πŸ™‚
.

activate javascript activate javascript activate javascript

Sesampainya di lampu merah arah ke Jogokariyan, tempat dimana Masjid Jogokariyan berada dan disitu pula ada pasar Ramadhan setiap sorenya selama bulan Ramadhan. Kami pengen lewat pasar ramadhan tapi lihat ramainya tidak jadi. Karena memang ramai dan padat sekali orang yang ada di pasar ramadhan tersebut.
Kami gak sempat foto karena waktu itu macet dan banyak polisi juga yang mengamankan perjalanan. Kami melanjutkan lewat jalan yang berbeda untuk sampai di masjid Gedhe Kauman Yogyakarta. Sesampainya disana tepat sekali pukul 16.55. Begitu lihat parkiran motornya ramai dan penuh. Karena kami bawa sepeda sebiasa mungkin harus hati-hati.
Coba kalian lihat pukul 17.00-an parkiran sudah penuh gitu. Dan itu sampai menjelang berbuka tetap ada yang datang. Karena di masjid ini tidak hanya warga sekitar yang datang tapi para wisatawan juga bisa ikut buka puasa disini.
Sestelah menyimpan sepeda, kami berbegas masuk. Dan didalam langsung mengambil makan dan minum untuk persiapan buka. Tapi kami bingung cari tempat dimana karena sudah penuh. Sekitar tiga kali bolak balik cari tempat akhirnya dapat dan itu dibawah. Tidak bisa lihat ustadznya yang sedang ceramah. Cuma bisa mendengarkan saja. Tapi alhamdulilah bisa duduk.
Foto diatas padahal aku udah berusaha berdiri untuk mengambilnya, tapi tetap tidak terlihat ustadznya, karena banyaknya jamaah juga.
Beberapa menit kemudian banyak yang gelar tikar dibawah. Saking banyaknya yang datang nasi untuk berbuka yang jumlahnya lebih dari 1000 porsi pun habis. Kalau habis, bagi yang datang mendekati adzan masih bisa dapat untuk berbuka tapi bukan nasi, tapi roti dan air minum. Berikut nasi yang kami dapat.
Kebetulan kami dapat satu porsi nasi yang sama. Dari Krisna catering dan 3 buah kurma plus minum teh manis. Di masjid Gedhe Kauman ini memang nasinya sudah dibungkus satu persatu. Dan tidak semuanya ngambil dari satu catering saja, biasanya aku dapat yang berbeda. Tapi untuk kali ini sama dengan Maman.
Dari pihak TV juga ada yang ngeliput kegiatan buka puasa pertama di masjid kauman. Salah satunya dari Metro TV. Di foto bawah ini orangnya sedang berdiri mengenakan pakaian putih. Sesekali kami juga tersorot kamera.
Semakin banyak yang berdatangan, semakin banyak juga tikar yang digelar dibawah. Tak lama Maman menegurku.

“Ndi, asik tuh kamu kena kamera pasti nanti ibumu di rumah tahu”, ucap Maman sembari becanda.
“Pasti lah, nanti ibuku lihat aku di TV pasti..hehe”

Maman juga tak kalah eksis, dia foto dan upload foto di facebook. Gara-gara diapun aku jadi buka facebook yang sudah lama puasa tak buka facebook.
Jangan heran kalau cari Maman di facebook dengan nama Maman. Dia sendiri facebooknya bernama Aoi Sekai.
Tepat aku sedang pegang handphone tak lama suara adzan berkumandang. Gambar dibawah ini tangkapan layar di smartphoneku. Tepat pukul 17.31 buka puasa dihari pertama di Yogyakarta. Setiap layar smartphone disentuh memang selalu ada kata mutiaranya dan itu selalu berganti-ganti.
Aku membuka makanan yang aku dapat. Alhamdulilah ada sayurnya, seperti santan tapi dalamnya ada daging ayamnya, lengkap dengan tomat, kobis yang membuat buka puasa jadi semangat.
Aku sedikit heran karena orang-orang disekitarku cepat sekali makannya. Baru aja aku buka sayurnya, ada yang sudah selesai. Aku tahu, mereka semua mengejar wudhu agar bisa cepat. Karena pasti bakalan ngantri.
Setelah selesai makan, aku antri di belakang untuk bisa wudhu. Seperti antri sembako aja ya. Ramai. Tapi alhamdulilah, karena ini terjadi hanya dibulan Ramadhan. Bulan penuh berkah dan ampunan.
Setelah selesai sholat kami keluar dan mengecek sebentar jadwal para penceramah di masjid Gedhe Kauman ini. Baik subuh ataupun menjelang maghrib.
Sebenarnya aku khawatir sama fijo sepedaku. Meskipun aku gembok bersamaan denan sepedaya Maman. Tapi tetap khawatir, karena dimanapun harus tetap hati-hati terutama sama sepeda atau kendaraan yang kita bawa.
Setelah kami bawa keluar, kami sengaja tidak langsung pulang. Kami duduk santai terlebi dahulu di alun-alun utara Yogyakarta. Sembari duduk menurunkan nasi yang ada di perut.

Sekiranya 5 menit lebih kami melajutkan perjalanan pulang. Tepat dan pas banget sampai kost adzan isya. Karena di masjid Al Munir, dekat kostku shalat isya pukul 18.44. Alhamdulilah puasa yang menyenangkan. Bagiku puasa sunah ataupun wajib tetap asik dan menyenangkan. Apalagi bisa menikmati sore sampai adzan dengan bersepeda di kota istimewat ini. Rasanya nambah dua kali lipat senangnya.

Setelah shalat taraweh ibuku telfon. Dan benar seperti apa yang Maman bilang. Ibuku lihat liputan buka puasa di masjid Gedhe Kauman. Ketika aku tanya di gelombang Metro TV bukan? Ternyata benar, tapi sayang gak lihat aku. Mungkin saja gak ditanyangin atau mungkin ibuku yang gak lihat..hehe..

***

Nah, dihari ke-2 ini rencana mau cari takjil di Masjid Kampus UGM. Doakan semoga berhasil ya..hehe. Kebetulan sudah ada menunya nih, coba kalian lihat dibawah ini.

Itulah perjalananku mencari takjil. Bagaimana dengan teman-teman. Ceritakan singkat di kolom komentar ya. Salam dari kota Yogyakarta.

110 Responses for #BerburuTakjil, Buka Puasa di Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta

  • wah masuk tipi kamu Ndi, ibumu pasti bangga anaknya masuk tipi hahaha.

    Aku malah belum pernah berburu takjil kayak gitu, tapi setelah baca postingamu, jadi ada niatan untuk berburu takjil. lain kali aku juga mau bikin postingan kayak gini ah.

    Btw, itu favicon udah berubah aja mas hehe.

  • aku belum pernah hunting takjil karena buka puasa di rumah terus, setelah baca postingan ini jadi pengen ngerasain gimana serunya berburu takjil πŸ˜€

    • Ayo berburu takjil teh Annafi πŸ™‚
      Tapi sama juga sih kalau aku dirumah juga pasti ya di rumah. Tapi di daerahku sendiri berbeda tidak seperti di Yogyakarta gini.

  • Bulan penuh berkah semua berlomba menimba pahala, lewat sedekah, shalat sunah, iya betul masjid-masjid ramai, lebih ramai dari hari biasa
    semoga Allah terima amalan dan ibadah kita aamiin

  • hidup para pencari takjil!
    kalau saya mah nyarinya mesti di masjid kampusnya UNS mas. alesan aja ini aslinya, males jalan jauh-jauh dari kost hehe

    kepanjangan ngabuburit yang baru itu? baiklah saya simpan buat bahan nggombal *hasyah XD

    • Hidup. Hehe..
      Hehe.. aku sih biasanya sekalian gowes sore mas. Tapi dua hari kebelakang, aku pake motor terus karena jaraknya cukup jauh juga. Dan setiap pulang kehujanan terus πŸ˜€

      Hehe.. gombalan buat siapa tuh mas? πŸ˜€

  • Wah pasti seru dan ramai ya,
    Belum pernah ngalamin buka puasa di masjid kauman yogyakarta. Tidak disangka ya, yang buka puasa sampai 1000 lebih πŸ˜ͺ

    Semoga perjalanan memburu takjil selanjutnya lancar..!

  • Asyik deh ih, kemana- mana saya selalu di ajak, karena nama saya Maman.. wkkwk

    kalau saya bisa selalu jalan-jalan seperti bang Andi pasti saya juga mau berburu takjil, sayangnya di bulan Ramadan ini seperti yang sudah-sudah saya tetep harus berkutat dengan pekerjaan, jadi yaa nikmatin aja apa adanya…

    • Betul juga ya, ayo kang nanti sore kita cari takjil lagi..hehe

      Iya dinikmatin dan tentunya disyukuri. Semoga kerja dan ibadahnya dilancarkan selalu ya, Kang..

  • Masjid depan tempat tinggal saya ada takjil juga. Cuma entah kenapa ogah buka bareng sama-sama. Soalnya beberapa kali ke sana , proses pembagian takjilnya kurang rapi.
    Buka bareng ini cocok buat anak kos, apalagi mahasiswa yang jauh dari kampungnya.

    • Oh gitu, mungkin kalau aku ada di posisi yang sama akan merasakan hal itu juga. Saranku sih cari masjid yang jauh aja..hehe

      Terkadang tempat yang membuat nyaman itu perlu perjuangan, termasuk ya di masjid yang jaraknya jauh dari rumah or kost..hehe

      Setuju, kesempatan baik juga untuk mahasiswa yang kost.

  • Berasa nikmat ya mas kalo makan bareng", jadi ingat jaman" SMA…mayoritas kelas saya di SMA negeri di Klaten adalah nasrani yang muslim cuma 11 orang tapi kalau buka bersama paling rajin wkkkk…acaranya jadi "menemani buka puasa bareng :D…

    Oya mas, selamat menunaikan ibadah puasa ya…semoga puasanya lancar sampai hari raya lebaran nanti…amien

    • Setuju, nikmat. Bareng-bareng apalagi nambah asyik.

      Oh gitu, asik tuh rajin buka puasa bareng..
      Aamiin.. terima kasih mas. Selamat menunaikan ibadah puasa juga ya, semoga lancar dan dimudahkan juga segala urusannya..

  • Saya pernah tuh salat di masjid itu pas ke Jogja tahun 2014. Haha. Luas banget emang masjidnya. Kalo bulan puasa ternyata penuh banget, ya. Antre wudu udah kayak antre sembako. Bisa aja. πŸ˜€

    Duh, kalo saya nggak bisa deh makan nasi pas buka puasa gitu. Kekenyangan pasti. Biasanya cuma makan lontong sama gorengan udah cukup. πŸ™‚

    • Wah udah lama juga ya, Mas. hehe..iya itu antre banget mas, dan setiap buka puasa selalu ramai.

      hehe.. aku kadang nasi gitu aja cukup. Kalau lagi pengen sahur makan sahur, tapi kalau masih kenyang paling makan roti dan minum aja..he

  • memang sangat berkesan banget ya mas@Andi., bisa menikmati berbuka puasa sama orang banyak.

    Kalau di tempatku juga ada acara berbuka bersama., ya deket rumah paling cuma beberapa langkah dari rumahku..

    Oh iya aku baru tahu kalau nama sepedanya fijo.., boleh di kenalin enggak mas., hehe

    • Iya mas, alhamdulilah berkah Ramadhan..

      oh gitu, asik tuh kalau dekat rumah mas, tinggal langkah sampai dah..hehe

      Boleh boleh, salam kenal mas jeni. Itu kata fijo..haha

  • Masya Allah.. Ramadhan penuh berkah πŸ™‚
    momen paling seneng ya pas buka bareng-bareng gini, terasa banget persaudaraan sesama muslimnya πŸ™‚

    • Betul mas, benar-benar Ramadhan berkah. Semoga terus bisa seperti ini. Nikmat banget rasanya dibulan Ramadhan seperti ini. Bulan yang sangat pas untuk bisa memperbaiki diri ya..

  • Seneng ya jika dapat sorotan kamera ,walau belum tentu tampil dilayar televisi.
    Masjid Agung/gede Kauman, saya sering kesana, tapi itu dulu. Masjidnya tampak baru catnya. Bersih dan seger dilihat.

    • Hehe..sebenarnya aku sendiri biasa aja sih mas. Tersorot atau tidak, pada waktu itu aku senang, selain dapat ilmu tentang apa yang disampaikan. Senang juga bisa bersama-sama dengan sesama muslim yang berpuasa πŸ™‚

      Iya mas, sudah banyak perubahan di cat dan lebih bagus lagi.

  • pengen deh rasanya naik sepeda cari takjilan kaya mas Andi, pasti berkesan.. mulai besok suami katanya sih mau ngajak ngabuburit dari masjid ke masjid, semoga terlaksana, soalnya keseringan pulang pas magrib dari kantornya

    • Aamiin.. Semoga terlaksana ya, Teh. Lebih asik tuh kalau sama suami, lebih seru gitu..hehe

      Aku sendiri lebih suka bersepeda sembari nunggu berbuka puasa. Semoga cuaca juga mendukung ya πŸ™‚

  • Hahaha…ternyata ada juga ya para pencari takjil… Aku kok merasa gimana gitu ke masjid satu dan yg lain untuk mencari takjil, tapi ternyata sah-sah aja ya? hihihi…

  • wah seru banget yah sensasi yang ga pernah kita dapet dibulan2 lain, antri wudhu, mesjid penuh merinding lihatnya πŸ™‚
    btw itu postingan tahun 2016 rajin amat day 1 -30 mantap πŸ™‚

    • Hehe.. Sebenarnya pengen juga posting tiap hari tapi waktu tidak memungkinkan. Jadi diusahakan satu minggu sekali.

      Betul, bulan Ramadhan memang bulan berkah dan penuh barokah πŸ™‚

  • Pencari apa pemburu heheh…
    Tapi yah bisa jadi ladang amal juga bagi yang memberikan takjilnya yah,, kalau di tempatku sih jarang – jarang,, ada sih tapi palingan pisang goreng,,, gak sampai sama nasinya hahah,,, aku pikir itu cukup mewah dibandingkan ditempatku,, semoga berkahlah pokonamah… πŸ˜€

  • Wah, super sekali kalimat "28 hari lagi lebaran". Itu sebuah motivasi yang menyenangkan (bau-bau duit), tapi juga sedih……karena perputaran waktu adalah pasti, begitu juga Ramadhan yang pada masanya nanti habis, huhu.

    Pingin sih kaya safari buka puasa gitu, tapi ribet shalatnya. Trus keburu-buru juga. Mikirnya udah gak nyaman wkwkkw. Tapi kalau pas isya dan safari tarawih sih masih oke.

    Oke mas, semoga berkah Ramadhan tahun ini πŸ™‚

    • Hehe..kita-kita ini mah sepertinya udah gak dapet angpau..hehe
      Semoga bisa bertemu Ramadhan berikutnya πŸ™‚

      Memang sih bakal terburu-buru, sejauh ini kalau bisa tepat waktunya datangnya, pasti cukup antara buka puasa dan shalat. Aku sendiri pernah lama wudhu telat satu raka'at..hehe..

      Taraweh juga biasanya masih jalan dari masjid ini, itu..he

      Aamiin.. Ramadhan berkah πŸ™‚

  • Ecieeee masuk metro tv.

    Rame bangeeeeeet masjid gedhe kauman waktu buka puasa. Tarawihnya lebih rame juga gak??

    Kalo di tempatku setiap ramadhan ada acara buka bersama di masjid deket rumah. Yang bikin buka puasa orang di sekitar secara bergilir, gitu. 😁

    • Belum pasti itu mah Teh..hehe

      Sama taraweh juga ramai, dan asiknya taraweh di masjid kauman suka dikasih wedang jahe sesudahnya. Asyik kan..hehe

      Kalau itu berarti sama seperti di daerah rumahku, Teh. Tapi bedanya bukan pas waktu berbuka, tapi habis taraweh. Biasanya setiap malah ada 3 orang yang bawa sncak ataupun nasi πŸ™‚

  • Enak ya mas bisa ngeliput setiap buka puasa setiap harinya dan berganti suasana pula. Iya mumpung masih muda dan belum diribetkan dengan urusan anak, gunakan waktumu sebaik-baiknya *sok nasehatin πŸ™‚

    Saya pengen juga sekali-kali buka puasa disuatu tempat yang agak jauh dari rumah dan banyak orang kemudian makan bareng-bareng, nikmat kali yaa πŸ™‚

    • Alhamdulilah, iya Teh. Senang bisa mengabadikan momen selama buka puasa. Setuju, memang selagi muda yang masih bisa seperti ini. Ya, meskipun yang sudah punya keluarga bahkan anak tak bisa sepertiku. Tapi tetap ada bedanya, tak seleluasa disaat sendiri..he

      Nah itu lebih seru, dicoba Teh. Ajak teman atau gak ajak keluarga aja. Pasti asyik..

    • Iya rame, nah kalau skaten juga lebih rame. Tapi bukan di masjidnya..hehe

      Alhamduliah udah kesana Teh. Next time aku posting di blog ini. Dipersiapkan dulu..

      Betul, memang ramai dan tak ada sepinya selama Ramadhan ini..

  • Keliling cari takjil memang seru banget. πŸ˜€ Hehehehe Jadi ingat waktu masih muda beberapa tahun lalu. Pas banget sama acara ultah, tapi gak ke rumah makan, malah ke masjid. Hihihihihi

    • Cara yang baru tuh, bisa kebetulan banget ya ulang tahunnya disaat puasa. Betul-betul seru ya, Teh..he

      Apalagi dapet takjil yang enak yang jarang makan. Itu lebih asik banget ya..

  • Aduh kayaknya membaca postingan ini sore-sore adalah keputusan yang salah. Sekarang kujadi ngiler apalagi pas baca menu buka puasa di UGM udah kaya menu resto gitu πŸ™

  • Sepedanya bagus, bang. Wait, scroll ke atas lagi.

    Cara baru ngabuburit, pake sepeda. Gak capek bang? Tapi hebat juga ya. Temen-temen saya juga kalo bulan puasa bukannya tidur atau belajar di kelas malah main bola di lapangan. Waktu SMP lebih parah lagi mereka. Gak ada capeknya.

    Ciee masuk tipi :p Oh, iya. Bang, kalo mau nurunin nasi ya jangan naik sepeda dulu, lah. Nasinya udah turun dari tadi kalo gitu mah -_-

    Kalo gitu semoga lancar terus puasanya ya πŸ˜€

    • Hehe..suka sepedahan juga kah?

      Justru malah senang. Untuk sepeda sendiri gak capek, malahan pernah main bola dulu..hehe

      Memang kalau sudah ada niat apapun yang dilakukan jadi kuat, ya asalkan jangan berlebihan, takutnya haus aja sih. Kalau lapar aku rasa gak begitu..he

      Duduk dulu santai agar turun itu..haha

      Aamiin.. terima kasih ya πŸ™‚

  • Waaah dua mingguan lagi aku mau ke Jokja, mau cari buka puasa ke mesjid juga ah biar hemat *lah* hahaha

  • Wah asik banget mas hunting takjilnya yah, apalagi sambil gowes. Kan puasa gak menghalangi kita buat terus olahraga kan bang ya hahahaha.. eh btw, boleh juga tuh fixienya.

    • Betul, justru olahraga harus tetap dijaga. Asalkan tidak membuat capek berlebihan tak ada salahnya. Misalnya ya, seperti aku ini gowes sore sembari hunting takjil..hehe

      Hehe..suka gowes juga kah, Mas ?

  • wah bagus. Nyari takjilan untuk berbuka sekaligus dijadikan tulisan ya ? . Rme juga apalagi sampai diliput gitu ya, tapi apa ga gerah ya se ramai itu ?.

    Kalo gue sih nyari takjilan paling yang kue warna ijo itu yang dalemnya gula, apa lah nama nya itu klepon mungkin ya ? simple kalo gue nyari takjilan.

    • Justru malah asik lho mas. Asiknya itu bisa berkumpul dengan banyak muslim untuk berbuka puasa bersama. Hal ini jarang terjadi kecuali di bulan yang suci ini πŸ™‚

      Nah betul itu, klepon namanya. Di Jogja sendiri harganya kalau tidak salah seribuan. Tapi itu harus beli, kalau berburu takjilku ini gratis..hehe

    • Nah itu yang buatku senang sekaligus betah. Asik bener gowes disini, masih banyak juga orang-orang yang suka gowes di Jogja. Apalagi berbuka puasa bersama gitu di Masjid. Hampir semua masjid rata-rata penuh dan banyak yang ikut berbuka πŸ™‚

  • Anjay pemburu takjil sejati nih ya ..
    Aku juga setiap hari selalu buka di masjid ko.
    Tapi makananya bukan dikasih nasi bungkus tapi makan bareng-bareng gitu di nampam..

    Btw itu Yang dateng banyak banget sampe ga dapet tempat duduk di deket ustadz.
    Seneng liat warga jogja pada antusias ..

    Tapi aku kagum sama kamu, apapun yang kamu dapet pasti bersyukur bilangnya alhamdulillah muehe.

    Selamat berburu takjil ya wk

    • Hehe.. ya begitulah, sekalian gowes sembari ngabuburit itu hal yang paling asyik mas πŸ˜€

      Alhamdulilah, coba di masjid Jogja mas.he
      Oh, ya. Di Bogor sendiri sama seperti di Yogyakarta kah? Maksudnya setiap masjid menyediakan untuk berbuka. Kalau iya itu asik sekali πŸ™‚

      Oh gitu, di sini juga gak semua masjid pake nasi bungkus ko. Yang datang memang selalu ramai, apalagi di masjid Gedhe Kauman sendiri. Terkadang sampai diatas 1000 jamaah yang datang.

      Selain warna sekitar, orang luar juga banyak. Terutama yang sedang main di sekitar malioboro atau alun-alun utama Jogja. Sorenya bisa jadi cari buka dimasjid kauman.

      Ya gitulah, aku juga senang, makannya betah banget puasa di kota istimewa ini. Harus seperti itu mas, karena sekecil apapun yang kita dapat harus disyukuri. Aku selalu mengingat, diluar sana masih banyak yang dibawah kita πŸ™

      Siap. Ayo ikutan berburu takjil mas..hehe

  • Aissshhh baca ini aku lupa kalo bntr lg giliranku nyediain makanan buka utk mesjid komplek :D. Hihihi masih bingung mau bawain apa..

    Dulu pas msh di aceh, aku ngerasain banget ramenya buka puasa di mesjid.. Apalagi di kota syariat islam begitu.. Seru sih, menu yg paling aku suka itu bubur aceh, namanya kanji rumbi . Rasanya unik, rempah dan pedas.. Belum pernah nemu sejak pindah k jkt ini πŸ™‚

    • Hehe.. awan nanti lupa teh nyiapin untuk beruka puasanya πŸ™‚
      Kalau ditempatku biasanya bawa yang simpel biar mudah aja..he

      Nah pasti itu teh, aku juga pengen bisa ke Aceh, pengen bisa shalat di masjidnya.. Wah, aku baru dengar nih kanji rumbi, bisa dicoba siapa tahu aku nemu di Jogja πŸ™‚

      Ahh, makin penasaran, semoga bisa merasakan. Dimanapun itu dapetnya..he

  • Wah seru ya mas, bisa berburu takjil keliling sambil mencari pengalaman baru. Lain kali kalo mau foto sama ustadznya, samperin aja dulu sebelum mulai ceramah, hehehe…

    Kok Facebooknya jarang dibuka mas, padahal saya hampir tiap menit ngecek facebook. Semoga berhasil lagi berburu takjil ya

    • Betul mas, asik memang kalau ramadhan itu. Gak cuma asik bermain, mencari pahala juga demikian πŸ™‚

      Aamiin..

      Sekarang lagi sering ON nih facebooknya mas..hehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *