Kalau ke Jogja, Kamu Harus Cobain ke-3 Ayam Geprek Ini!


DiaryMahasiswa.com |Sebagai anak kost jarang-jarang kan bisa makan ayam. Tapi waktu itu aku lagi pengen makan sama ayam. Beruntungnya sedang ada rezeki. Alias ada uangnya. Kurang lebih dalam sebulan makannya serba ayam, ada 3 sampai 4 kali. Baik ayam geprek ataupun lainnya.

Baca juga : Bakso Klenger Ratu Sari

Pertama di waktu pagi, biasanya aku makan beli ayam geprek dekat masjid Jogokariyan. Belum pernah dimakan ditempat, seringnya di bungkus. Harganya bagiku cukup terjangkau. Cukup mengeluarkan Rp. 10.000,- sudah dapet ayam geprek + nasi + lalapan + es teh.

Aku rasa terjangkau, sudah dapet semuanya, plus minumnya juga es teh. Meskipun di bungkus tetap sama mendapatkan es teh. Untuk nasinya di cetak, kurang tahu juga kalau dimakan di tempat apakah nasinya bisa ambil sendiri atau tidak. Seperti inilah porsinya.

Awal-awal beli tidak begitu ramai yang datang. Mungkin saja karena aku pagi hari. Pembeli lainnya belum datang. Tapi aku senang karena bisa cepat di bikin tidak usah ngantri. Tidak ada satu bulan aku beli pembelinya jadi ramai, baik pagi ataupun siang. Bahkan sebelum sore sudah habis.
Untuk harganya juga jadi naik. Awalnya aku pernah ngalamin naik jadi Rp. 11.000,- Satu hari kedepan aku mampir kembali dan harganya sudah beda, yakni ada paketannya.

Paket 1, 2 dan ada paket 3. Mungkin penjualnya mengganti karena pembeli juga semakin banyak. Agar mempermudah pembeli, akhirnya dibikinlah paketan harganya.

Paket 1 : Rp. 11.000,- (ayam + nasi + lalapan + es teh +)
Paket 2 : Rp. 12.000.- (ayam + nasi + tahu/tempe + lalapan + es teh)
Paket 2 : Rp. 13.000.- (ayam + nasi + keju++sup + lalapan + es teh)

Kalau untuk malam hari biasanya aku juga suka beli ayam geprek. Aku sendiri suka keliling Jogja hanya untuk mencari makan, pengen suasana yang baru dan makanan yang berbeda. Malam itu aku diajak ke ayam geprek juga, tapi ini beda namanya. Ayam Geprek Gobyos. Aku baru lihat tempatnya dan membaca teglinenya, Makan Sehat Itu Berkeringat !

Baca juga : Soto Lamongan dan Soto Rempah

Pertama masuk cukup ramai dan tempatnya juga luas dan pinggir jalan. Kata temanku disni bisa ambil nasi dan es teh sepuasnya. Cocok banget buat anak kost. Sesampainya ditempat, kami langsung pesan. Oh ya, bagi kalian yang mau ke ayam gobyoss ini bisa ditemukan di daerah gedong kuning, dekat bank. Aku sendiri lupa tidak mencatat alamatnya.

Kalian semua bisa baca kan banner diatas. Waktu itu karena ramai jadi aku belum bisa foto dari depan. Ini foto dari samping. Untuk ayamnya juga berbeda-beda, ada ayam gobyoss original, saos telor dan yang lainnya seperti di papan daftar harga dibawah ini. Dan untuk pedasnya, kalian bisa rekues sesuai keinginan, misal cabai 3 ataupun 10.

Begitupun dengan minumnya, selain ada es teh, ada jeruk, susu, lemon tea, tea tarik, tape ijo  dan susu. Seperti dipapan daftar harga dibawah ini. Tapi kami semua memilih es teh. Biar bisa ambil lagi ketika habis…hehe

Sembari menunggu ayam gepreknya jadi, kami mengambil nasi dan es teh sendiri. Tak lama ayamnya jadi. Kebetulan aku memesan ayam geprek saos telur.

Makan di ayam gobyoss ini aku merogoh kocek sebesarRp. 13.000,- Tapi itu semua juga tergantung ayam dan minum apa yang dibeli. 

Setelah itu, minggu depannya aku diajak teman ke ayam geprek tamsis. Katanya enak. Karena penasaran aku malamnya pergi kesana sama teman. Dan sesampainya disana aku melihat tulisan ayam gobyoss.
Aku tanya, apakah ini cabang dari ayam gobyoss yang ada di gedung kuning. Dan ternyata benar. Bedanya disini tempatnya lebih kecil dan tidak selengkap di pusat. Disini cuma ada ayam geprek dan es teh saja.

Tapi tetap budaya ambil nasi dan es teh bisa diambil sepuasnya. Dan disini sangat ramai sekali. Pernah aku datang sehabis Isya, itu sudah mau habis, sekalipun cuaca sedang kurang baik alias hujan. Tapi yang namanya orang cari makan mah tetap saja banyak.

Waktu ke tempat ayam geprek gobyoss di tamsis aku diajak sahabatku, Maman namanya. Dia sendiri ngakunya suka banget pedas, ketika aku pake cabai 5, dia 10. Dan ketika makan pernah tuh berkeinginan cabai 20 biji. Tapi kedua kalinya makan dia sudah tidak kuat, alias kepedasan. 
Katanya sih dia ngerasa sudah tidak seperti dulu yang kuat pedas. Di ayam geprek yang ini tersedia dua macam, yang pertama ayam geprek biasa dan yang kedua ayam geprek pake saus telur.

Waktu aku beli ayam geprek + es teh harganya Rp.12.000,-Dan ketika pesan ayam geprek saus telur + es teh kalau tidak salah sekitarRp. 13.000,- Aku lupa, tapi yang jelas tidak lebih dari Rp.15.000,-

Pernah kejadian ketika Maman kepedesan, yang terjadi kan banyak makan nasi dan banyak minum tentunya. Dan itu membuatnya kenyang. Alhasil ayam gepreknya tidak habis, dan dia bungkus untuk dibawa ke kost. Tapi dibungkus secara diam-diam.

* * *

Beberapa hari kemudian seperti biasa Maman mengajakku makan, kami sudah dijalan dan bingung mau makan apa. Maman diajak ke ayam geprek lagi tidak mau. Aku pun punya ide, diajak ke Ayam Kuah Pedezan. Tempatnya sama di tamis (taman siswa). 
Aku sendiri sering lihat kalua lewat, tapi belum pernah nyoba. Tempatnya dekat dengan olive. Tapi masih jauhan ke ayam geprek kalau arahnya jadi kostku. Sesampainya ditempat, cukup rapih tempatnya, rapih dalam artian bersih menurutku. Dan luas juga, waktu itu kami sore, dan belum ramai yang datang, baru satu dua saja.

Sesampainya disini kami duduk dan melihat suasana tempatnya. Terlihat jelas tulisan, PILIH PEDAZMU. Disitu yang aku terpikir berarti sama seperti ayam geprek, pedasnya ada levelnya. Tak lama ada yang datang dan menyodorkan menu makan dan minumnya.

Dsini ada juga ada pektnya, mulai dari paket A sampai D. Harganya juga berbeda-beda. Begitu juga dengan kuahnya. Ayamnya bisa milih, mulai dari ceker kuahsampai dada kuah, sayap dan yang lainnya. Kalian bisa dilihat diatas.

Uniknya dan bagiku merupakan nilai plus dari tempat makan ini yaitu ada di paket D. Dimana ayam kuah dan es teh jumbonya Rp. 0,- alias tidak bayar bagi mereka yang sedang berpuasa sunnah. Sebenarnya cara ini pernah aku temuin di beberapa warung makan di Yogyakarta. Ada yang khusus dari Senin dan Kamis gratis es teh, ada juga yang gratis sama makannya.

Waktu itu kami pilih paket A, bukan karena makannya. Tapi harganya yang paling murah. Cukup Rp.11.000,- sudah dapat ayam kuah + nasi + es teh jumbo. Awlnya aku gak percaya sama es tehnya. Setelah disajikan, memang beneran jumbo.

Tapi sayang, satu yang kurang. Es tehnya terasa pait bagiku. Entah kurang gula atau memang tehnya yang berbeda. Biasanya setiap teh berbeda-beda rasanya tergantung teh apa yang dibuat. Untuk nasi sama seperti di ayam geprek, sepuasnya.

Awalnya aku penasaran dengan ayam kuah pedezan itu seperti apa. Setelah disajikan tidak jauh sama sayur sop, hanya saja ada ayamnya dan bisa mengatur pedasnya sesuai kita sendiri. Untuk ayamnya yang ada di kuah tidak begitu banyak dan aku rasa lebih banyak ayam gepreknya. Tapi ya itulah ayam pedezan. Aku jadi tidak penasaran lagi.

Jadi untuk masalah harga teman-teman sudah tahu semua ya. Satu lagi aku kasih tahu, ini ayam geprek yang baru alias belum lama buka di daerah Krapyak. Tidak niat beli ayam sebenarnya malam itu. Cuma gara-gara Maman jadi beli ayam geprek.
Ceritanya, malam itu Maman sedang lihat anime, entah film apa yang dilihat, secara pecinta anime. Mungkin saja sudah ratusan atau ribuan film yang dia tonton. Di film yang waktu itu dia tonton ada adegan dimana ada yang makan ayam, dan dia kepengen. Beuh, udah layaknya emak-emak ngidam pokoknya.
Ngajak aku makan, pokoknya mau coba di ayam geprek yang di Krapyak titik Ya udah, karena aku juga penasaran, keliatannya ramai terus. Kami pun berbegas kesana. Sesampainya disana ramai dan antri, tempatnya cukup luas dan keren. Secara masih baru.

Kalau kalian pernah ke Krapyak pasti bakal tahu tempat ini. Lokasinya dekat sekali ke gang masuk MTs Ali Maksum. Aku lihat ke dalam masih sepi, kebetulan malam itu banyak yang dibugkus, jadi yang dimakan ditempat jarang.

Aku baru tahu kalau di tempat ini dibayar dulu baru makan. Seperti di angkringan Kang Harjo. Angkringan prasmanan yang banyak sekali pilihannya. In shaa Allah pengen diceritakan juga diblog ini. Semoga bisa.

Banyak juga anak-anak pondok yang beli. Secacara di daerah Krapyak pusatnya para santri dan santriwati berada. Tak heran kalau sore banyak yang keluar, baik hanya main ataupun makan. Malam itu kami cuma beli ayam geprek dua porsi, cabai 5 dan minumnya es teh.

Seperti di tempat ayam geprek pada umumnya, es tehnya sepuasnya Tempatnya digambar dibawah ini, kotak yang berwarna abu-abu itu tempat es batu, dan atasan yang warna pink itu sebenarnya tempat tehnya, tapi malam itu sedang diisi ulang karena habis.

Tempatnya aku suka, selain bersih luas juga. Meja yang kami gunakan makan termasuk kuat. Karena kokoh di semen secara permanen. Untuk sendok dan garpu ada di bawah meja, maksudnya di slorok mejanya. Tapi satu yang aku kurang suka, yaitu nasinya. Ya, teman-teman pasti paham. Nasinya di cetak, tidak sepuasnya. Sangat-sangat kurang bagi anak kost seperti kami.

Terakhir, kami kasih tahu harga makan di ayam geprek Krapyak ini ke kalian. Jangan kaget, kalian lihat baik-baik.

Harga diatas itu buat dua orang. Jadi kalian bisa hitung sendiri ya. Dan itu cabai 5 terhitung juga ya. Untung waktu itu tidak coba langsung cabai 10. Kalau semakin banyak semakin mahal itu cabai. So, buat kalian yang berlibur atau mencari kuliner ayam di Yogyakarta, mungkin salah satu makanan diatas bisa dijadikan tempat makan kalian.
Teman-teman suka makan ayam juga ??

155 Responses for Kalau ke Jogja, Kamu Harus Cobain ke-3 Ayam Geprek Ini!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *