Suksesnya Talk Show Muslimpreneur #2

DiaryMahasiswa.com | Hai sobat blogger. Gimana kabarnya ? Ditahun 2017 ini aku baru sempat menulis lagi di blog. Bukan berarti selama awal tahun ini gak pernah buka blog. Malahan setiap hari, tapi baru kali ini aku bisa menulis di blog lagi.

Setiap orang pasti punya kesibukan, entah itu kesibukan sekolah, kuliah, kerja ataupun yang lainnya, begitupun aku. Awal tahun ini aku dan teman-teman mengadakan salah satu event tahunan lembaga dakwah kampus atau biasa teman-teman kenal dengan LDK.

Baca juga : Resolusi Saya di Tahun 2017

Sejak 2014 aku tergabung di Lembaga Dakwah Kampus El Rahma Islamic Center. Mulai dari anggota hingga sekarang aku dipercaya sebagai divisi Media dan Jaringan. Senangnya bergabung dengan LDK itu selain banyak teman, dapat ilmu, dan pengalaman baru. Tahun 2014 kami berhasil mengadakan event tahunan yang pertama.

Dan alhamdulilah di tahun 2017 ini LDK EIC mengadakan event tahunan yang diberi nama Talk Show Muslimpreneur #2. Disini aku akan sedikit menceritakan bagaimana persiapannya hingga gladi bersih dan sukses acaranya. Acara ini kami beri tema :“Menjadi Muslim Mandiri Interpreneur dan Rahmatan Lil ‘Alamin”

Beberapa bulan sebelumnya acara ini sudah kami persiapan. Desember 2016 persiapan untuk acara Muslimpreneur #2 terus dipersiapankan dengan matang. Pergantian tahun tidak mempengaruhi kami para panitia. Tanggal 02 Januari kami mengadakan rapat dengan BKLDK Yogyakarta.

Kebetulan di event ini kami bekerja sama dengan BKLDK (Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus), PRS (Pengusaha Rindu Syariah). Biar sahabat pembaca tahu, aku jelasin latar belakang Muslimpreneur ini.

Jadi Muslimpreneur merupakan gabungan dari kata Muslim dan Interpreneur dengan maksud menjelaskan kegiatan talk show kewirausahaan yang menjadikan Muslim seorang interpreneur sukses.

Suksesnya acara agenda Muslimpreneur perdana mendorong untuk mengadakan kembali kegiatan Muslimpreneur yang kedua, dengan memaksimalkan kuota peserta yang lebih banyak dari sebelumnya. Kemudian dengan memanfaatkan hasil evaluasi Muslimpreneur #1 dipastikan agenda ini lebih baik.

Menghadapi era MEA, umat dituntut mandiri dan berdaya saing Nasional maupun Internasional. Sehingga setiap Muslim dituntut mempunyai soft skill terkait kewirausahaan. Seorang Muslim tidak hanya ahli dalam hal akhirat, dalam urusan duniapun Muslim dituntut untuk sukses seperti yang sudah dicontohkan Rasulullah sallallahu’alaihi wasallam.

Dengan diselenggarakannya kegiatan Muslimpreneur #2, urgensi mencetak Muslim Interpreneur dapat diwujudkan bersama, akhirnya kami dengan menghadap ridho Allah Swt, acara ini menjadi salah satu sumbangsih kemajuan ekonomi umat saat ini, dan kami berharap kegiatan “Talk Show Muslimpreneur#2” turut serta menjadikan salah satu kegiatan yang dapat memajukan ekonomi bangsa.

Setiap acara pasti perlu pengorbanan, baik tenaga ataupun materi. Begitupun jika kita niatkan untuk ibadah, in shaa Allah semuanya menjadi pahala.

Tujuan Talk Show Muslimpreneur #2 ini adalah :

  • Membentuk masyarakat Muslim Interpreneur di Indonesia pada umumnya dan Yogyakarta khususnya.
  • Menanamkan nilai-nilai Islami kepada umat dalam berinterpreneur.
  • Membentuk komunitas interpreneur Muslim Indonesia yang mandiri.

Rapat perdana dengan BKLDK peserta yang daftar baru sedikit, masih bisa dihitung dengan jari. Ustadz First Syaoqi, atau lebih akrab dipanggil Ustadz Oqi, selaku ketua BKLDK Yogyakarta terus menyemangati kami. Meskipun dana belum terkumpul semua, peserta belum banyak yang daftar tapi kami yakin bahwa acara Muslimpreneur #2 ini bisa berjalan dengan lancar.

Tak lupa juga disela-sela rapat untuk saling mengingatkan jauhi laranga-Nya, khususnya untuk para panitia. Sempatkan juga shalat Dhuha dan Tahajud, agar Allah memudahkan urusan kita semua. Sebagai pengingat setiap harinya ada yang mengingatkan, H-10, H-9 dan seterusnya hingga hari H.

Ada yang mengingatkan di gurp WA dengan tulisan, ada yang dengan gambar ada juga yang membuat tulisan dikertas kemudian ditempel di mading kampus layaknya kalender. Setiap hari salah satu panitia menyobeknya untuk mengingatkan bahwa acara kami semakin dekat.

Begitu juga dengan rapat sore itu merupakan 12 hari menuju hari H Talk Show Muslimpreneur #2. Itu tandanya kami sebagai panitia harus lebih semangat lagi. Sebelum itu berbagai proposal dan famplate juga sudah disebarkan diberbagai Masjid dan kampus-kampus. Tak lupa juga buat share melalui media sosial.

Kegiatan talk show ini dilaksanakan pada hari Ahad, 15 Januari 2017. Menghadirkan dua pembicara Nasional yakni Bapak Ir. M. Karebet Widjajakusuma, MA dan Bapak Agung Nugroho Susanto, SH.Bertempat di HotelOlympic Yogyakarta yang terletak di Jl. Sisingamangaraja no. 21 B Karangkajen Yogyakarta.

Hotel Olympic ini bisa dibilang belum lama di Yogyakarta. Awalnya aku mengira ketika dibangun akan menjadi tempat futsal. Karena besi-besi yang berdiri seolah seperti tempat futsal. Ternyata jadi hotel.

Foto diatas aku ambil ketika habis hujan, akhir-akhir ini memang sering sekali hujan. Baik itu pagi siang dan malam. Seolah aku bisa mengatakan Januari bersama hujan. Meskipun cuaca seperti itu yang datang untuk stady tour ke Yogyakarta terus silih berganti. Hampir setiap hotel selalu ada bus-bus stady tour. Begitu juga dengan hotel Olympic ini. Pagi dan sore selalu ada orang yang jualan di depan hotel. Mulai dari makanan hingga pakaian.

Baru kali ini aku memasuki hotel yang tinggi atapnya hampir sama dengan mobil. Bahkan aku loncat pun bisa memegang atapnya. Tapi tetap terasa aman dan terlihat rapih ketika parkir kendaraan. Cukup Tempat luas tempat parkirnya, mobil dan motor bisa dibawa masuk ke dalam. Sedangkan mobil bus diluar.

Malam harinya aku beli makanan tepat di depan hotel Olympic. Melihat suasana malam rasanya aku semakin yakin kalau acara Talk Show akan berjalan dengan lancar.

Kami juga mendapatkan donatur dari DiaryMahasiswa.com, Blogpintar.com, El Humaira Aksesoris HP, dan Yasika FM yang menyiarkan Talk Show Muslimpreneur #2 mulai dari tanggal 11-14 Januari 2017.

Kami juga mendapatkan kesempatan siaran radio langsung dengan PRS (Pengusaha Rindu Syariah) di MQFM Yogyakarta. Jika sahabat ingin melihatnya, silahkan klik saja foto dibawah ini.

Tidak semua panitia bisa ikut siaran di MQFM. Hanya Kholid sebagai ketua LDK EIC ditemani oleh Kholik selaku ketua pelaksana. Ditemani juga oleh Trian dari BKLDK dan Ustadz Komartin dari PRS. Berikut desain famplate acara Talk Show Muslimpreneur #2.

Hari demi hari para peserta yang daftar tak kunjung bertambah. Proposal demi proposal banyak yang belum goal. Hingga di hari ke 3 menuju hari H peserta yang daftar belum mencapai 100 orang. Kalau tidak salah hanya berjumlah 80-an orang saja.

Disitu kami terus mengompakan panitia agar terus bekerja sama untuk suksesnya acara. Mulai dari sering sharenya acara talk show baik secara langsung kepada orang ataupun via media sosial. Satu hari sebelum hari H jumlah pendaftar alhamdulilah sudah lebih dari 100 orang. Kami terus berusaha agar bisa berjalan sesuai rencana. Di sore harinya gladi bersih dilaksanakan.

Pertama kali masuk ke ruangan Talk Show aku langsung merasakan kesegaran AC yang marasuki badanku. Kursi-kursi biru yang menghiasi ruangan seolah seperti menyambut mahasiswa baru. Di hari itu kami mendapatkan kabar peserta yang daftar kurang lebih sampai 170 orang.

Karena kursi di hotel kurang, kami membawa kursi yang ada di kampus. Untungnya kursinya sama, hanya saja warna yang berbeda. Kursi kampus berwarna merah dan diletakan paling belakang. Selain warnanya yang berbeda, hal itu untuk membedakan mana kursi hotel dan kampus.

Kami semua berbegas membereskan kursi agar tertata rapih. Jarak antara kursi bagian kanan dan kiri sengaja dipisah jauh. Karena itu sebagai jarak antara laki-laki dan perempuan.

Ketika galdi bersih, pembina LDK EIC juga ikut hadir, Bapak Irfan Nurudin. Meskipun hujan, alhamdulilah pembina dan panitia masih bisa datang demi menyukseskan acara.

Banner yang terpasang rapih di depan membuat suasana menjadi indah. Kursi khusus pembicara yang kami bawa langsung dari kampus. Kursi tersebut merupakan kursi andalan dimana setiap acara tahunan LDK EIC selalu digunakan. Selain terlihat elegan kayunya juga kokoh.

Sound satu persatu pun dicek, tak lupa juga proyektor kami persiapan dan dicoba. Karena proyektor sangat penting bagi jalannya acara. Yang dibelakang bisa melihat langsung apa yang disampaikan pembicara.

Setelah semuanya selesai. Ashfi dan Estu sebagai MC melanjutkan latihan. Aku rasa mereka sudah terbiasa bicara di depan umum. Terlihat sangat tenang dan santai.

A video posted by LDK El Rahma Islamic Center (@ldkeic) on Jan 17, 2017 at 3:16am PST

Setelah selesai acara gladi bersih kami semua kembali ke kampus untuk rapat. Di rapat tersebut kami mengevaluasi lagi setiap divisi agar lebih matang mempersiapkan acaranya. Dihadiri juga oleh BKLDK.

Di rapat tersebut kami mendapat kabar dari pembina ada tambahan peserta dari UAD (Universitas Ahmad Dahlan). Jadi total peserta kurang lebih sampai 250 orang. Jadi harus menambah kursi lagi. Karena malam itu hujan, jadi tidak memungkinkan menambahkan kursi lagi ke hotel. Kami putuskan besok pagi untuk menambah kursi peserta yang kurang.

Setelah rapat selesai kebetulan bersamaan dengan suara adzan Maghrib berkumandang. Rapat pun ditutup dan dilanjutkan shalat berjamaah. Setelah itu sebagian panitia menginap di aula kampus untuk mempersiapkan acara. Mulai dari konsumsi, tanda panitia, sertifikat hingga dorprice sekalipun.

Tidak semua panitia menginap, terutama perempuan. Meskipun demikian, mereka tetap mempersiapaknnya dengan matang. Ada salah satu yang menyiapkan almamater untuk acara besok.

Ada juga yang mempersiapkan kartu tanda peserta. Mulai dari ngeprint hingga memotongnya satu persatu. Tak lupa juga ngeprint piagam penghargaan untuk pembicara.

Aku sendiri tidak menginap, pulang kurang lebih pukul 22.00 setelah hujan reda. Beberapa panitia yang menginap tidak langsung istirahat. Ada yang sibuk bermain gadget, game dan ada juga yang asik makan.

Keesokan harinya ketika hari H. Kami berkumpul tepat pukul 06.00 di aula kampus. Aku pun berangkat dari kost dengan tepat waktu. Pagi itu cuaca tak mendukung, acara tahunan kami dibarengi dengan rintikan hujan. Aku berharap para peserta tetap datang. Aku juga salut ada salah satu perseta yang datang jauh-jauh dari Solo.
Karena sertifikat belum kami print, beberapa panitia mengeceknya lagi. Takut ada desain dan nama yang salah. Karena bagaimana pun kami ingin sertifikat dibagikan langsung ketika acara selesai. Kecuali untuk peserta dari STMIK El Rahma dihari Senin.
Piagam penghargaan yang akan diberikan pembicara juga tak lupa untuk dipersiapan. Dilapisi bingkai terlihat lebih indah. 

Penanda untuk panitia juga tak lupa dipersiapkan agar para peserta tahu mana panitia dan mana yang bukan. Meskipun sudah terlihat dari pakaian yang dikenakan, tapi penanda ini juga penting.

Entah siapa yang menuliskan namaku di kartu penanda panitia ini. Sebelumnya terimakasih sudah mau menuliskan. Tapi aku ingin menuliskan sendiri sebenarnya, agar lebih bagus saja menurutku. Di Talk Show ini aku dipercaya sebagai divisi Pubdekdok. Bagian dokumentasi para peserta dan pembicara. Jadi akan lebih sering terlihat oleh pembicara dan peserta. Karena tugasku untuk mengabadikan foto dan video.

Panitia perempuan juga tak kalah sibuknya. Mempersiapkan kotak snack, makan untuk pembicara dan ruangan break fast untuk pembicara sebelum acara dimulai.

Sebelum berangkat ke hotel, Kholid sebagai ketua LDK EIC ingin mengabadikan foto sebelum acara. Kalau dilihat dari gaya dan senyumnya menggambarkan bahwa acara ini akan sukses.

Setelah persiapan di aula selesai kami semua bergegas membawa bingkai penghargaan untuk pembicara, sertifikat dan dorprice. Sesampainya di hotel sudah ada mobil bus yang parkir di depan hotel. Pun para pedagang pakaian sudah banyak.

Sesampainya di dalam hotel, kami merapihkan kursi untuk peserta. Sebagian panitia ada yang menata dan ada juga yang membawa kursi dari kampus. Meskipun gerimis aku yakin para peserta akan datang nantinya.

Untuk perempuan menyiapkan stand pendaftaran dan pembagian snack untuk para peserta yang datang. Stand pendaftaran kami siapkan dua meja untuk memisahkan antara laki-laki dan perempuan.

Untuk dorprice di acara ini kebanyakan diberi oleh para donatur. Ada puluhan buku, beberapa buku dari DiaryMahasiswa.com, ada juga 20 slot hosting dari Blogpintar.com dan masih banyak lagi yang lainnya.
Dorprice yang kami sediakan untuk para peserta awalnya akan diberikan kupon atau tulisan untuk para peserta yang beruntung dengan cara disimpan di bawah kursi. Tapi karena ada kesalahan teknis dan para peserta sudah padat memasuki ruangan. Jadi kami berikan di kotak-kotak makanan.

Pukul 08.00 sudah ada beberapa peserta yang datang. Baik itu perempuan ataupun laki-laki. Peresta perempuan terlihat lebih banyak dibandingkan dengan laki-laki.

Diantara semuanya 250 peserta. Laki-lai mungkin hanya 70-an orang. Selebihnya perempuan. Ashfi dan Estu merupakan MC pembuka, sedangkan MC yang membimbing berjalannya acara adalah Kang Agus dari PRS.

Di sesi pertama pak Agung Nugroho Susanto yang memberikan materi terlebih dahulu, kemudian pak Karebet Widjajakusuma. Dan terakhir diisi dengan coaching yang disampaikan oleh Ustadz Komartin dari PRS (Pengusaha Rindu Syariah)


Aku sendiri tidak begitu menyimak apa yang disampaikan pembicara. Karena aku keluar masuk ruangan, kalaupun di dalam sudah tertinggal materi. Tapi ada beberapa yang aku tangkap jika kita ingin bisnis harus sesuai dengan syari’ah.

Sahabat mungkin bertanya, kenapa harus sesuai dengan syari’ah ?
Jadi jika bisnis yang kita jalankan sesuai syari’ah berarti bisnis yang mengedepankan kejujuran dan keadilan. Setiap muslim yang berbisnis sesuai syar’ah merupakan kewajiban dari Sang Pencipta.
Bisnis juga merupakan amal manusia yang terkait dengan pengelolaan harta benda yang saling berhubungan dengan manusia lainnya. Sedangkan Allah SWT telah mewajibkan setiap muslim untuk selalu memperhatikan setiap perbuatannya tanpa terkecuali, termasuk di dalamnya aktivitas bisnis untuk dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.

  

Ketika sesi terakhir Bapak Ir. M. Karebet Widjajakusuma, MA mengisi, beliau juga memperkenalkan murid sekaligus asistennya yang berhasil mencapai keinginannya. Dia peremuan, salah satu peserta Talk Show Muslimpreneur #2 ini. 
Aku lupa namanya siapa yang jelas dia bercerita tentang perjuangannya ketika ingin berangkat ke Jepang. Kalau tidak salah waktu dia kelas 3, kemudian semua angkatannya gimana caranya berangkat ke Jepang. Dengan biaya kurang lebih 850jt. Dia dan teman-temannya mengirimkan proposal ke garuda indonesia.
Pernah juga dia dan teman-temannya berjualan risol keliling. Biaya ke Jepang yang seharusnya satu orang 11jt-an mereka berhasil karena proposalnya goal jadi cuma 6,5jt. Selengkapnya bisa dilihat video dibawah ini.

Kemudian disesi penghujunag Talk Show Mislimpreneur #2 ini ada sesi coaching bisnis dari PRS. Disampaikan oleh Ustadz Komartin. Jadi bagi para peserta yang mau ikut coaching ini jangan dulu pulang. Bagi yang punya android juga bisa langsung daftar di bit.ly/coachingprs

Setelah terkumpul siapa saja yang ikut coaching bisnis. Mereka berkenalan terlebih dahulu kemudian dilanjutkan coaching. Laki-laki dan perempuan tentu dipisah tidak disatukan.

Sahabat masih penasaran dengan 2 pembicara yang mengisi Talk Show ?
Baik, aku akan memperkenalkan sedikit 2 profil pembicara keren yang mengisi Talk Show Muslimpreneur #2 ini.

Ir. M. Karebet Widjajakusuma, MA

Beliau merupakan Direktur SEM Institute Jakarta, Direktur Yayasan Insantama, Motivator Nasional, Praktisi Bisnis Syariah dalam Bidang Riset dan Konsultan Trainer Nasional.

Sebenarnya ketika Talk Show ini aku baru tahu Bapak Ir. M. Karebet Widjajakusuma, MA. Sepertinya memang aku saja yang kurang gaul sehingga baru tahu beliau. Ketika acara berlangsung ternyata beliau juga penulis buku. Biasanya setiap ngisi seminar selalu membagikan buku yang jumlahnya ratusan. Namun ketika Talk Show kemarin bukunya habis belum cetak lagi. Jika sahabat ada yang tahu lebih dengan beliau tulis di kolom komentar ya.

Sempat ingin lebih tahu siapa beliau melalui internet, tapi mbah google tidak memberikan informasi yang cukup lengkap. Tidak seperti pembicara yang kedua yakni bapak Agung.

Agung Nugroho Susanto, SE

Nama beliau sudah tidak asing lagi ditelingaku. Mungkin bagi sebagian orang yang tinggal di Yogyakarta juga sama. Beliau adalah rajanya laundry. Pendiri Simply Fresh Laundry.  Sekarang sudah ratusan cabang di seluruh Indonesia. Ketika ngisi materi kalau tidak salah sudah mencapai 300 cabang di 100 kota.

Beliau juga memiliki Simplyware Studio, FreshLab, Simply Prime, Simply Land Property, Simply Homy Guest House. Selain itu beliau seorang penulis buku. Dulu aku pernah menjadi salah satu reseller bukunya yang berjudul “Jurus Jitu Membangun BISNIS BERKAH OMSET MILYARA“, saat ini buku yang kedua beliau sudah keluar dengan judul “Jurus Buka Ratusan Cabang Tanpa Riba”.

Tak lupa juga doa di penghujung akhir yang dilantunkan oleh Habibi Ahmad, salah satu panitia Talk Show Muslimpreneur #2.

Bagi sahabat yang ingin lebih tahu siapa bapak Agung Nugroho Susanto, silahkan cari saja di google pasti banyak. Mulai dari beliau kuliah, membangun bisnisnya hingga menjadi seorang milyader hingga saat ini.

***

Sebelum semuanya meninggalkan ruangan, para pembicara dan Rektor STMIK El Rahma Yogyakarta mengabadikan foto terlebih dahulu. Namun sebelumnya pembagian piagam penghargaan kepada para pembicara oleh Eko Riswanto M.Cs selaku rektor STMIK El Rahma Yogyakarta.

Namun tidak ada fotonya. Foto yang aku upload di blog ini diambil dari handphoneku. Sedangkan selama aku mendokumentasikan acara menggunakan DSLR, belum minta fotonya.

Setelah semuanya meninggalkan ruangan, kami para panitia juga bergegas turun ke lantai satu untuk melaksanakan shalat Dzuhur. Setelah itu masuk lagi ke ruangan untuk diskusi bersama Bapak Ir. M. Karebet Widjajakusuma, MA. Kebetulan beliau pulangnya lebih lama dibandingkan Bapak Agung. 
Diskusi kali ini khusus panitia saja. Waktunya tidak lama seperti Talk Show sebelumnya. Pukul 15.00 sudah selesai. Sebelum selesai kami mengabadikan foto bersama terlebih dahulu.

Itulah kegiatan selama acara Talk Show Muslimpreneur #2 kemarin. Memang yang aku ceritakan tidak detail, tapi setidaknya ini merupakan kegiatan untuk meyambut awal tahun 2017 ini. Gimana kegiatan sahabat diawal tahun ini ? Tuliskan dikolom komentar ya πŸ™‚

151 Responses for Suksesnya Talk Show Muslimpreneur #2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *