Tips Membuat Kue Ulang Tahun Sederhana Ala Anak Kost

DiaryMahasiswa – Dear diary, gimana kabar kalian semua? Semoga sehat selalu, segala aktivitasnya selalu dimudahkan.

Akhirnya bisa post lagi, udah cukup lama nih gak di update tulsiannya. Oh iya, ngomongin makanan aku pengen cerita nih. Jadi waktu beberapa hari setelah lebaran tepatnya tanggal 11 Juni 2019, aku ikut membantu menyiapkan kejutan ulang tahun kakaknya Enung.

Wah udah lama ya, tinggal sebulan lagi udah akhir tahun..he

Lanjut, jadi Enung ini sodaraku, dan kebetulan hari itu aku lagi main dirumahnya. Ngemil makanan lebaran, bahkan di tlaktir mie ayam. Sayang kan kalau gak dimakan. Sampai-sampai sakit perut karena kepedesan akibat sambal. Tapi enak sih..he

Gak lama aku ketiduran, tepat pukul 17.00 aku dibangunkan Enung untuk ikut membantu membuat kejutan ulang tahun. Awalnya sih Enung yang ditelfon kakak iparnya. A Asep namanya.

Karena aku sedang disitu jadi sekalian aja biar ada temennya. Selain kami berdua, dibantu juga oleh Ninda, masih saudara juga. Kami sepakat untuk bertemu di Langensari. Karena lokasi caffe untuk kejutan ulang tahun juga kebetulan di Langensari.

Soal caffe aku kurang begitu tahu, makannya aku serahkan ke Enung. Sedari rumah kami sudah khawatir, serius. Khawatir caffenya tutup lah, kue ulang tahunnya habis dan yang lainnya.

Perjalanan mengendarai motor untuk sampai ke Langensari juga memakan waktu 15-20 menitan. Enung sendiri tau di Langensari ada dua cafe rekomended yang cocok buat acara ulang tahun atau acara-acara keluarga.

Tapi Enung menyarankan di Lugifa Caffe. Lokasinya dekat alun-alun Langen. Begitu aku melihat caffenya kaget, baru tahu ternyata itu caffe. Padahal sering lihat dan melewati.

Kurang lebih seperti ini suasana dari luar. Foto ini aku ambil setelah shalat Maghrib, tepatnya setelah selesai makan dan mau pulang.

Lanjut ke cerita ya. Sore itu sudah mendekati pukul 17.30 padahal. Makin mepet aja waktu ke Maghrib. Mana kue belum dapet. Dan acara kejutannya pengennya a Asep setelah shalat Maghrib dilaksanakan. Memang sih a Asep gak menuntut ini itu, harus kue ini, lilin itu. Yang jelas kami yang mengatur, a Asep terima beres.

Alhamdulilah caffe berhasil kami booking. Sore itu aku, Enung dan Ninda sekalian pesan air minum juga. Untuk DP kami menitipkan uang Rp.50.000,- terlebih dahulu. Sebenarnya gak harus segitu sih, soal uang DP bisa dibicarakan sesuai kesepakatan.

Ninda menunggu di caffe, sedangkan aku sama Enung pergi lagi untuk ke toko kue. Kebetulan Enung juga tahu. Ya gitu masih khawatir takut habis kuenya karena waktu menuju Maghrib tinggal sedikit lagi.

Dan apa yang terjadi?
Ternyata bukan habis lagi kuenya, tapi tokonya tutup. Duh, bingung banget sore itu mau cari dimana. Memang sih masih suasana lebaran. Jadi masih ada beberapa toko tutup.

Enung baru keinget toko kue yang ada di Kalapasawit. Dengan kecepatan yang lumayan membuat mata perih, aku mengendarai motor dengan penuh harap toko disana buka. Enung juga gak lepas gadget untuk terus komunikasi sama a Asep dan Ninda.

Sebenarnya dengan kami kembali ke daerah Kalapasawit sama saja ke arah pulang ke rumah. Tapi mau gimana, harus berusaha dengan memaksimalkan waktu. Eh, baru saja sampai pertengahan jalan. Enung di telfon Ninda. Aku pun memelankan gas motorku.

“Nung lagi dimana?”, ucap Ninda via telfon yang aku dengar.
“Udah dijalan, Nda mau ke Kalapasawit beli kue.” jawab Enung dengan nada keras.
“Putar arah aja, waktu aku ke Langen melihat di Kalasawit juga tutup tokoknya.” Ucap Ninda.

Mendengar informasi dari Ninda aku langsung membelokan motor untuk putar arah kembali ke Langensari. Asli bingung banget sore itu, karena waktu mepet banget untuk sampai Maghrib.

Sembari ngebut munculah ide-ide ala anak kost kami berdua. Karena gak minta yang macem-macem juga asal jadi. Kami putuskan untuk pergi ke indomaret dan papadjaran yang ada di Langen untuk cari kue.

Disaat memasuki ke dua toko tersebut juga ternyata banyak yang kosong. Di indomaret kami memutuskan untuk membei Cheese Cake. Beli 2, kemudian beli susu.

Sebenarnya aku cari susu kemasan sachet sih tapi karena gak ada, jadi beli yang ada saja. Ditambah beli roti bulat kecil-kecil yang isinya 5, buat pemanis cake disamping-sampingnya. Kalau cuma cake kan kurang banget. Jadinya nanti kejutan akhir bulan anak kos .. haha

Disaat kami keluar indomaret mau ke parkiran. Tak lama suara adzan Maghrib berkumandang. Waduh gimana nih? A Asep juga sudah ngasih kabar sudah sampai Langensari, tepatnya sedang di masjid melaksanakan shalat Maghrib.

Untungnya toko yang jual lilin hanya sebrang jalan dari indomaret. Jadi gak harus jauh-jauh cari lagi. Waktu beli lilin juga lama, karena nunggu bapaknya sedang shalat. Wajar karena sudah adzan juga kan. Lebih tepat lebih bagus. Kebetulan kami merencanakan shalat di caffe saja.

Setelah dapet kami langsung bergegas kembali ke caffe untuk menata kue yang sudah dibeli. Dua cake dibawah, 5 roti bulat yang kami tata untuk atasnya gak lupa lilin kami pasang.

Setelah ditata tak lupa juga untuk kami kasih susu coklat yang sudah dibeli. Seperti inilah jadinya.

Taa..raaaa….

Gimana menarik kan?

Simpel nan sederhana dengan budget murah ala anak kos. Bisa kalian coba juga lho. Gak lama kemudian a Asep bersama istri dan kedua anaknya datang. Kami langsung siap-siap kasih kejutan.

Sedikit drama sih, waktu kami sembunyi agar gak terlihat istri a Asep. Eh, dengan santainya kasirnya datang menghampiri kita. Untung gak ketauan.

Setelah semuanya siap kami langsung kasih kejutan sama istri a Asep. Ninda yang mengawali didepan, Enung membawa kuenya dan aku fokus dokumentasinya.

Seperti yang aku bilang tadi. Di caffe ini tersedia tempat shalat berupa mushola. Ini sih yang aku suka kalau di tempat makan atau caffe. Sekalipun kecil tempatnya, yang penting ada tempat untuk beribadah.

Jarak dari mushola ke tepat wudhu, toilet juga dekat, jadi cukup rekomen sih tempatnya kalau menurutku.

Kasih kejutan sudah, shalat sudah dan lanjut makan bareng-bareng. Tempatnya cukup instagramablejuga. Coba kalian lihat fotonya.

Suasananya bajak laut ya. Background cat yang kami pilih warna hitam. Kalau ruangan yang sebelahnya ada juga warna putih. Tapi kami memilih tempat ini. Berasa cocok kalau mau kasih kejutan.

Satu ruangan yang kami pilih memanjang, paling depan seperti foto diatas, terdapat dua orang perempuan yang sedang makan. Paling belakang dekat dengan mushola. Sedangkan kami memilih paling tengah.

Nah ini ruangan yang sebelah, lebih cerah ya. Selera sih mau dimana tempat makannya kalau datang ke caffe ini. Tapi ya kalau lagi rame sedapatnya aja.

Di ruangan yang ini sudah beda tema laki. Bukan lagi tema bajak laut.

Ini nih menu makanan yang ada di tempat ini. Sayangnya malam itu banyak yang habis. Jadi kami beli yang ada sajar.

Setelah selesai makan, kami lanjut main sebentar di alun-alun Langensari. Aku gak beli apa-apa sih karena sudah kenyang, jadi cukup duduk dan sempetin foto..wkwk

Detailnya kalau pengen lihat suasanya seperti apa, kalian bisa tonton videonya dibawah ini ya :

Sampe di diary berikutnya ya πŸ™‚

37 Responses for Tips Membuat Kue Ulang Tahun Sederhana Ala Anak Kost

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *