Wedangan Kampoeng, Tempat Makan Bernuansa Tempo Doeloe

DiaryMahasiswa – Dear diary, hallo, SDM. Di diary kali ini, aku masih membahas #DiaryKuliner ya. Dimana tempat makan yang satu ini sangat rekomen untuk kalian yang mau makan sekaligus merasakan suasa Jawa yang asri dan bernuansa tempo doeloe di Yogyakarta.

Sebelumnya, tempat makan yang satu ini sudah di tuliskan juga sama guruku, beliau seorang blogger juga. Pak Akhmad Muhaimin Azzet namanya, pemilik (kedaijoistimewa.blogspot.co.id). Kalau kalian mau membaca juga, silahkan langsung klik aja disini.

Well, langsung aja ya. Ceritanya pagi itu aku ada meeting dengan mas Hendri dan Pak Joko. Dimana kami mau membahas training personality plus. Yang sudah terlaksana di bulan Januari lalu, tepatnya di D’Salvatore Hotel. Jl.Laksda Adisucipto Km 8 Yogyakarta.

Sedikit aku kasih tahu pak Joko ini siapa ya. Jadi Pak Joko ini yang ngisi training personality plus. Beliau merupakan Pakar Human Relationsip, Entrepreneur berpengalaman lebih dari 15 tahun. Sedangkan aku dan mas Hendri yang ngurus acaranya.

Baca juga : Angkringan Echo, Angkringan Zaman Now, Yang Cocok Untuk Nongkrong

Sebelum meeting, kami kumpul di rumah pak Joko terlebih dahulu, yang tempatnya di Condong Catur. Awalnya meeting yang aku kira dirumahnya ternyata pindah ke di wedangan kampoeng. Sekalian sarapan pagi katanya. Berhubung anak kost belum sarapan, jadi setuju dah ^_^;p

Diperjalanan sempat berfikir seperti apa suasana di wedangan kampoeng itu? Jujur, aku sendiri baru pertama kalinya ke tempat ini. Namanya nggak asing memang karena sebelumnya pernah baca tulisan Pak Akhmad yang kebetulan membahas tempat makan Wedangan Kampoeng ini.

Sesampainya disana kurang lebih jam 9-an, tapi yang datang udah banyak banget. Aku makin penasaran seperti apa sebenarnya suasana di dalam.

Begitu kami turun dari mobil. Kami masuk melewati pintu masuk yang bertuliskan “Sugeng Rawuh” atau selamat datang.

l;.

Setelah memasuki pintu masuk terdapat papan yang bertuliskan “DILARANG MEMBAWA MAKANAN & MINUMAN DARI LUAR”. Itu berarti siapa saja yang datang ke tempat makan yang satu ini, jangan sampe membawa makanan dari luar. Kecuali nggak ketahuan..hehe

.

By the way, buat apa juga ya bawa makanan dari luar, aku rasa tujuan ke tempat ini kan mau makan. Nggak cuma itu, kami disambut juga dengan kolam kecil yang terdapat banyak ikan di dalamnya.

Setelah di dalam, kami langsung ambil makan. Kebetulan disini konsepnya seperti prasmanan. Jadi tingal ambil. Jangan salah kita harus antri seperti foto dibawah ini untuk bisa mengambil makanannya.

Ada juga yang sedang bakar sate, sebenarnya disini banyak menunya. Jadi kita tinggal pilih aja sesuai keinginan. Mau yang bersayur, kering semua ada.

Begitu juga dengan nasinya, nggak cuma nasi putih biasa. Ada juga nasi merah yang mana sangat jarang kita temui di warung makan pada umumnya. Tapi di wedangan kampoeng ada. Dan aku sengaja memilih nasi merah, selain memang pengen, makan nasi merah juga jarang-jarang.

Coba perhatikan begitu banyak pilihan lauknya disini, kalian puas-puasin deh makan disini. Lauknya bebas pilih begitu juga dengan minumnya. Puas-puasin juga harus merhatikan uang yang dibawa ya..hehe

Mau minumanΒ  dingin atau panas ada disni. Coba kalian perhatikan logo wedangan kampoengnya, kalau kalian lihat logo seperti ini sudah dipastikan itu lokasi wedangan kampung. Turun dan mampirlah.

Setelah kita pilih menu makanannya, kita lanjut ke mba yang menggunakan baju kuning untuk membayar. Jadi sebelum makan kita harus membayar terlebih dahulu baru bisa makan. Setelah kenyang bisa langsung pergi.

Sebenarnya konsep seperti ini aku sering nemuin, salah satunya di angkringan kang Harjo. Sama persis, datang ambil nasi dan lauknya terus bayar kemudian baru bisa dimakan.

Nggak cuma kami saja yang makan, melainkan sudah ramai. Foto dibawah ini merupakan suasana diluar, yang mana tempat duduknya terbilang unik. Kursi dan meja yang berada di luar terbuat dari kayu yang tidak diubah dan tetap seperti bentuk aslinya.

Ada juga rombongan sepeda yang rame-rame datang untuk makan. Melihatnya aku jadi pengen mengayuh pedal ke tempat makan yang satu ini.

Selain tempat makan yang diluar, ada juga tempat makan dalam ruangan yang menyediakan kursi dan meja tempo dulu yang terbuat dari kayu dan rotan. Khas banget kan tempo doeloenya. Kebetulan waktu itu yang makan di dalam baru satu dua orang saja. Selebihnya memilih makan diluar sembari menikmati pemandangan.

Selain itu diluar juga terdapat beberapa gubuk-gubuk gazebo yang unik berhadapan dengan kolam ikan dan pepohonan. Serasa di rumah sendiri ya, terlebih kalau pagi hari, indah banget rasanya, dan suasananya pasti masih sejuk.

Wedangan Kampoeng itu apa artinya, Ndi?

Oh, ya ada yang belum tahu ya? Jadi wedangan itu artinya minuman hangat. Sesuai dengan nama tempat ini, Wedangan Kampoeng memiliki banyak menu minuman hangat dan dingin juga ada. Wedhangan; wedang ronde, wedang uwuh, wedang secang, wedang asle dan kopi robusta dan banyak minuman lainnya.

Jam berapa Wedangan Kampoeng buka, Ndi?

Wedangan Kampoeng buka sedari pukul 07:00-16:00 WIB. Tempatnya prasmanan dan buka lagi jam 17:30-24:00 WIB menjadi sebuah angkringan. Tempat kulineran ini buka sejak 20 Desember 2014,termasuk baru tapi sudah cukup ramai pengunjung tiap harinya.

Wedangan Kampoeng pagi hari menjual banyak hidangan prasmanan, mulai nasi putih, nasi merah, masakan berkuah: opor, rica-rica, digoreng: ayam, ikan, telur, tahu, tempe, gorengan, dibakar: ayam, ikan, osengan, sayur, daging, ayam, ikan, telur, tahu, tempe, gorengan, dan banyak macam masaknya. Ada juga beberapa cemilan manis di pagi hari seperti dadar gulung, pisang aroma, ketan.

Sedangkan setiap sore jam 17:30-24:00 WIB, Wedangan Kampoeng berubah menjadi angkringan yang berbeda dengan angkringan pada umumnya, lebih terlihat menarik dan bersih tentunya. Ada banyak jenis menu makanan disini, khususnya sate-satean seperti sate daging ayam, sate usus, sate bakso, sate telor, sate kerang, sate tempe, sate tahu, sate brutu, sate kikil.

Ada juga gorengan, ada berbagai macam bungkusan nasi seperti nasi uduk, nasi bakar, nasi menggono, nasi kuning, nasi tempe, nasi sambel teri, nasi sambel terong, nasi ati, nasi bandeng, ada pula makanan manis seperti ketan dan klepon, serta ada makanan berat seperti nasi goreng, magelangan dan mie goreng/nyemek. Harganya sangat terjangkau walaupun lebih istimewa dibanding angkringan lainnya.

Kami sendiri memilih di gubuk yang kebelakang lagi tempatnya. Bahkan harus melewati jembatan yang dibawahnya terdapat aliran sungai. Tapi ini keren banget, airnya bersih dan bagus jadi pemandangan disaat makan.

Baca juga : Bebek Buma, Bebek dengan Bumbu Madura, Rasanya Joss Bangettt…

Ini salah satu tempat yang kami pilih. Sengaja memilih dibelakang. Selain luas bisa melihat pemandangan sekitar juga. Dan banyak juga tempat-tempat yang sudah di booking.

Ini dia makanan yang aku ambil tadi, itu nasi merah yang aku pilih. Dan minumnya es teh, lagi pengen meskipun masih pagi. Harganya aku kurang tahu, soalnya dibayarin sih.. sttttΒ  ^_^ Rezeki anak kost..hehe. Tapi menurut pak Akhmad yang sudah kesini juga bawa uang Rp.20.000,- cukup pake banget.

Sembari makan sekalianΒ meeting, dan aku selalu bawa buku diaryku. Dan kebetulan waktu itu bawa yang kecil, biar mudah dan simple.

Masih penasaran lauk apa saja yang aku ambil. Nih aku zoom makanannya. Ada nasi merah, kering tempe, mie, telor dan gorengan (tempe).

Oh, ya, buat kalian yang mau datang ke wedangan kampoeng, datang aja langsung ke alamat dibawah ini.

Jalan Kaliurang KM 12,5, Ngaglik, Sardonoharjo, Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55581

Demikian ya, #DiaryKulinerkali ini, semoga informasi yang tempatnya bernuansa jawa tempo doeloe ini bisa kalian datangi juga. Kalau ke Jogja berkabar aja, siapa tahu mau ke wedangan kampoeng ini. Aku siyap ikut ^_^

Apakah tempat ini cocok untuk KOPDAR BLOGGER?

184 Responses for Wedangan Kampoeng, Tempat Makan Bernuansa Tempo Doeloe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *